Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 104


__ADS_3

"Seharus nya kita bisa menyerang mereka hari ini, pesta akan memudah kan kita dalam penyamaran meski pun penjagaan mereka di perketat Tuan," suara seorang pengawal bayangan Alaska terdengar memberi kan saran.


"Kita bisa di bantu oleh orang dalam Tuan," terdengar saran dari pengawal bayangan lain nya.


"Tidak, jangan bergerak saat ini. Bodoh jika kita maju, itu arti nya kita dengan cuma-cuma mengantar kan nyawa. Di sana berkumpul beberapa keluarga yang bisa saja dengan mudah menghempas kan kita."


Alaska terdengar bersuara, namun wajah datar nya terlihat sedang berpikir keras.


"Tuan, orang dalam tadi menghubungi saya, dia meminta penjelasan tentang rencana yang tertunda ini," sang asisten Dextrosa tampak melihat ke arah sang Tuan


"Wanita paruh baya bodoh itu. Suruh dia tetap diam di sana jika tidak ingin tubuh nya di cincang halus oleh mantan ketua Mafia Black Sky itu, dan perintah kan pada nya agar berhati-hati, Nyonya Rosaline tidak bisa di anggap remeh!"


Dextrosa mengangguk dengan kepala tertunduk. Para pengawal bayangan juga baru sadar, beberapa orang yang menghadiri pesta itu adalah komplotan mafia dan beberapa keluarga penting lain nya.


Berbeda dengan Alaska yang menghenti kan perintah nya, kelompok lain juga sedang menunggu aksi mereka.


"apa sudah ada tanda-tanda pergera kan?"


"Tidak Tuan, seperti nya mereka memilih mundur."


"Cih, dasar pengecut!"


"Tarik mundur pasu kan!"


Pria itu tidak sadar bahwa diri nya lah yang memegang gelar pengecut itu, dia menjadi kan klan lain sebagai temeng untuk diri nya.


---------------------


"Cepat Sayang, nanti Mommy merajuk karena tidak melihat menantu nya datang bersama putra kesayangan nya," Shine nampak berteriak pelan dan kesal pada istri nya yang sejak tadi bolak balik ke laut dari walk in closet.


Sudah beberapa kali Shine di tanya.


"Shine, apa baju ini cocok?" Pertanyaan itu selalu ke luar, dan shine selalu mengangguk kan kepala nya dengan antusias agar drama pakaian ini membosan kan ini cepat selesai. Tapi apa yang di dapat kan Shine setelah mengata kan cocok.


""Is, ini membuat perut ku semakin buncit"


"Kamu kah, selalu ber oh ria aja, ini terlalu cerah tidak cocok ke kulit ku"


"Ini menghilang kan pinggang ramping ku"


"Ini terlalu mencolok"


"Ini terlalu smooth, aku tidak suka"


Kepala Shine sudah sangat pusing mendengar nya. Apa kata wanita itu tadi, semakin buncit? Pinggang ramping nya hilang? Oh tidak, apa wanita memang senaif ini?


Kapan seorang wanita hamil tidak buncit? Kapan seorang wanita hamil pinggang nya semakin kecil? Oh ingin rasa nya Shine membuang Safira ke laut dan membiar kan tubuh wanita itu di cabik-cabik hou, tapi ah dia sangat menyayangi wanita itu


"Cepat cepat, maka nya lain kali jangan melanggar janji. Bilang nya cuma sekali eh malah nambah," jawab Safira dengan kesal sambil mengguna kan make up tipis nya.


Dia sudah menemu kan dress coksu selutut Yang sangat polos namun elegan, bagian perut dress itu tidak terlalu menonjol kan perut buncit nya.


Shine yang mendengar itu terkekeh geli. wajah marah sang istri sangat imut dan menggemas kan.


Dalam waktu lima belas menit akhir nya rombongan Shine yang di awasi beberapa pengawal sampai di bandara.

__ADS_1


Dia orang pria paruh baya nampak berjalan ke arah Shien dan Safira, pria paruh baya itu sangat setia dengan wajah datar dan dingin nya tak jauh berbeda dengan Shine


Sedang kan wanita paruh baya yang pinggang nya di pegang posesif oleh sang suami, tersne cerah ke arah Shine dan Safira, tak berbeda jauh dengan menantu nya itu, Safira begitu antusias melihat kedatangan mertua tampan dan cantik nya itu. Oh, pria paruh baya yang tampan dan cool itu membuat Safira jatuh hati dan bersorak-sorak dlama hati.


"Pandangan mu Sayang, apa mau ku adu ke mommy? menantu nya menyukai ayan mertua nya," ancam Shine dengan wajah dingin nya.


Safira mencebik kan bibir nya kesal. Apa-apaan sih suami nya, kek novel-novel ajah.


"Hai mantu mommy apa kabar?"


" baik mom, kabar. Mommy?"


Begitulah pertemuan keluarga besar itu, Safira tak kalah dia mencium punggung tangan sang mertua dan mertua nya juga memeluk nya. Di pria paruh baya berusaha agar tidak ketua pada menantu nya yang sedang hamil.


"Bagaimana cucu Daddy, apa kau menjaga nya dengan becus?"


Rosaline langsung mengikuti lengan suami nya.


"Lembut sedikit Sayang, menantu lagi mengandung cucu kita," Rosaline menatap tak suka pada suami nya.


Rhadika hanya mendengus tak senang melihat istri nya membela orang lain, jika itu Shine dia bisa mengusir dan memaki putra nya itu. Tapi jika itu menantu nya, bisa habis diri nya di tangan sang istri, apa lagi menantu nya ini sedang hamil, jika seperti saat dulu Safira baru menikah dengan Shine, dia akan mengolok-olok menantu nya itu habis-habisan.


Rhadika langsung berjalan dan meninggal kan keluarga nya di sana.


Dia memasuki mobil rolls royce Shine yang sudah parkir sejak tadi di ikuti dengan Shine.


Sedang kan Safira dan Rosaline berada dalam satu mobil. Ibu mertua dan menantu itu sangat dekat seperti anak dan ibu saja.


"Mommy sangat sedih, putri mommy tidak datang ke acara ini," Rosaline nampak sendu wajah nya.


"Tapi kita jarang-jarang bisa seperti ini. Kalian juga tidak pernah datang ke Spanyol, kami juga di larang suami mu datang ke sini," Rosaline benar-benar menumpah kan kegaduhan hati nya.


Safira nampak iba melihat ibu mertua nya.


"Ada satu kabar penting yang bisa membuat mommy senang. Aku yakin, tapi ini sebenar nya rahasia. Aku sudah berjanji pada Kaka ipar," Safira terlihat enggan mengata kan ini pada ibu mertua. Tapi demi menghibur ibu mertua nya yang sedih saat ini, benar-benar hanya itu senjata nya.


Rosaline yang sedih tiba-tiba mengangkat wajah nya dengan antusias. Dia penasaran dengan rahasia menantu nya dengan sang putri. Kenapa hanya dia yang tidak mengetahui rahasia ini, secara hanya mereka wanita penting dis keluarga Browns, hanya dia yang di kucil kan. Dalam hati Rosaline mendengus kesal.


"Tapi mommy harus janji jangan memberitahu kan nya pada Daddy mau pun Shine?"


Safira nampak memaju kan jari kelingking nya. Dia sungguh ingin tepat janji, tapi berbagi rahasia pada ibu mertua nya saat ini sangat penting, terlihat wajah sendu itu sudah hilang


"Apa mommy sudah tau kakak ipar sudah memiliki pacar?" Safira terlihat antusias.


Rosaline mendengar malas informasi yang di beri kan oleh menantu nya.


"Hanya itu? Tentu saja mommy sudah tau," jawab wanita paruh baya itu dengan kesal.


"No, tidak. Aku yakin dalam waktu dekat ini Kakak ipar pasti akan menikah," suara Safira terdengar lebih antusias lagi.


"Kenapa?" Rosaline mengenyit kan dahi nya.


"Ekhem, kemarin saat melaku kan panggilan Vidio dengan kakak ipar, aku melihat pacar Kakak ipar di sana," ucap Safira dengan binar cerah di wajah nya.


"Benar kah?" Rosaline sangat senang mendengar nya.

__ADS_1


Itu berarti putri nya tidak berbohong soal mempunyai pacar.


"Benar mom, is tapi Kakak ipar sangat pelit memperlihat kan pacar nya. Sebelum itu aku meminta Kakak ipar menunjuk kan foto pacar nya, CK tapi hanya di perlihat kan sekilas seperti angin lalu saja. Emang aku burung yang bisa melihat sekilas di angin," kesal Safira.


Rosaline tersenyum bahagia. Ternyata meski pun Aurora jauh dari mereka, anak itu bisa kompak dengan adik ipar nya. Jarak tidak menghambat kekompa kan mereka.


Keheningan sejenak melanda Safira dan Rosaline


"Mom, mommy tau kan Shine Sangat menyayangi mommy?"


Rosaline mengangguk dengan bingung dengan pertanyaan yang ke luar dari mulut Safira.


"Bukan nya Shine tidak suka atau melarang mommy datang ke mansion, Shine hanya ingin mommy datang ke mansion untuk menjemput kebahagiaan bukan kesedihan. Itu lah kenapa Shien tidak membiarkan mommy saat dia susah atau pun sakit. Fira harap mommy mengerti."


Rosaline nampak terharu dengan apa yang di kata kan Safira. Dia orang ini memang cocok bersatu, satu nya lembut, imut dan perhatian dan satu nya lagi dingin namun di dalam nya juga punya rasa sayang yang dalam pada orang di sekitar nya.


Suasana mobil Safira sangat berbeda jauh dengan suasana mobil yang di tempati Shine. Memang, dua kulkas jika di gabung akan menghasil kan minus di bawah seratus derajat.


Bah kan supir ya g ada di depan merasa aura di dalam mobil ini sangat suram dan memati kan.


"Bagiamana?" suara Rhadika terdengar di tengah keheningan.


Shine meringis kan kepala nya ke arah Dad nya yang menghisap cerutu.


"Dad, jauh-jauh dari ku. Aku tidak ingin istri ku mencium aroma nikotin, dia sedang hamil," kesal Shine mantap tak suka pada Daddy nya


"Cih, suami takur istri rupa nya," ejek Rhadika.


"Bhang rokok itu Dad, atau ku adukan ke mommy," Shien mengancam Daddy nya.


Rhadika yang ternyata mendengar itu mendengar kesal dan membuang rokok nya.


"Cih dasar bocah!"


Shien tak menaggga deca kan Daddy nya, berani-berani nya Daddy nya mengata kan dia takut istri, banyak kaca di mansion Browns kenapa Daddy nya sangat susah untuk berkaca?


"Semua nya aman Dad, belakangan ini tidak ada halangan."


"Kau tau apa arti nya itu bukan? Istri mu juga sedang hamil."


Shine menajam kan pandangan nya ke depan. Dia tau maksud Daddy nya, ini lah kode di dunia mafia.


Musuh tidak muncul bukan karena tidak mampu untuk maju namun sedang berjuang untuk mempersiap kan pasukan dan alat-alat untuk menghancur kan lawan, salah satu nya menyerang kelemahan


Saat ini kelemahan shine yang akan selalu di incar-incar musuh adalah sang istri, Safira si bumil itu.


"Apa hanya klan baru itu?"


"Sejauh itu hanya klan itu Dad?"


"Tidak terlihat bukan berarti tidak ada, berhati-hati lah?" pesan Rhadika


Shine mengangguk mendengar ucapan Dad nya.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍👍

__ADS_1


Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍👍


__ADS_2