Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 94


__ADS_3

Xavier saat ini berada di sebuah restoran, tepat nya di sebuah ruangan VVIP di mana ada beberapa wanita bertekuk lutut di depan nya.


"Saya benar-benar tidak melaku kan apa pun Tuan pada makanan Tuan Shine. Saya sungguh tidak melaku kan apa pun," ujar wanita itu mulai mengigit bibir nya karena menahan rasa takut.


Dia hanya orang biasa yang tidak tau apa-apa. Tiba-tiba diri nya di panggil oleh manajer untuk melayani seorang tamu VVIP. Tapi baru saja dia memasuki ruangan itu, dia di hadap kan dengan pria-pria berseragam hitam yang memiliki tubuh besar dan menyeram kan.


Belum lagi banyak beberapa pelayan yang sudah terlihat ketakutan membuat diri nya semakin takut.


Xavier melihat satu persatu pelayan yang ada di sana. Dia meneliti satu per satu dan tidak ada yang terlihat mencuriga kan.


Xavier memandang lurus ke depan, dia melihat makanan yang ada di depan nya.


Dia melaku kan reservasi sebelum nya dari restoran-restoran yang pernah di kunjungi oleh Shine sebulan belakangan ini, dan benar saja dari beberapa restoran yang di kunjungi Shine belakangan ini, di makanan itu ada racun yang sama yang terdapat di tubuh Shine.


Tanpa menoleh ke arah orang-orang yang ada di sana, Xavier pergi dengan wajah datar nya. Dia tidak mendapat kan apa-apa kali ini


"CK, permainan nya menyebal kan," batin Xavier kesal


Seperti nya dia membutuh kan banyak waktu kali ini untuk menyelesai kan masalah ini, seperti nya runyam dan Xavier mempunyai feeling yang yang kuat bahwa ada seseorang di balik terjadi nya ini semua.

__ADS_1


***


Tidak jauh beda dengan Xavier, Nia dan Mateo sedang mencari seseorang yang menghalangi jalan mereka tempo hari.


Yah bukan kucing yang menyeberang secara sembarangan kemaren tapi Mateo bisa menangkap ada seseorang yang merencana kan ini semua seperti kecelakaan beruntun namun tak di sangka Mateo bisa mengatasi nya meski pun mendapat kekesalan dari sang Nyonya.


"Ini bukan plat asli," ucap Mateo memperhati kan mobil yang berhasil menyelip-nyelip beberapa pengendara di belakang kendaraan mereka.


"Sial, aku tidak bisa melihat wajah nya dengan jelas," ucap Nia dengan kesal. Pasal nya si pria mengguna kan topi dan terlihat gera kan nya rapi seperti sudah mengetahui semua Cctv yang ada, bah kan masker terlihat menutupi seluruh wajah pengendara itu.


"Ikuti saja ke mana arah mobil itu pergi, pasti kan mengikuti Cctv yang benar agar kita bisa mengetahui setidak nya sedikit informasi!" perintah Nia pada Mateo


Pria itu tidak memperduli kan apa yang di kata kan oleh Nia. Dia lebih banyak action dari pada bacot.


"Dia tidak ada buka suara, seperti nya dia di bungkam oleh seseorang,"


"Yah aku yakin. Guna kan orang-orang di sekitar nya untuk mengancam diri nya. Aku yakin kau lebih mengerti dalam hal ini," ucap Mateo menatap lekat ke arah Nia.


Nia mengangguk pertanda mengerti. Bagian darah dan darah adalah dia pawang nya. Bisa di kata kan Nia adalah Sycopath cantik yang bisa mengeluar kan darah segar dari tubuh tawanan nya.

__ADS_1


Inilah kegiatan anggota-anggota Black Sky di mana semua nya di sibuk kan oleh masalah-masalah dan tantangan-tantangan yang rumit dan runyam.


Tak kalah runyam nya dengan Xavier yang sudah mendapat kan sedikit titik terang.


"Bagaimana ciri-ciri nya?" tanya Xavier melihat pelayan wanita yang masih muda yang sudah di interogasi oleh Xavier.


Memang pria itu selalu bisa mengambil suatu cara agar bisa membuka mulut orang-orang yang terlibat dengan masalah nya.


"Dia adalah wanita paruh baya Tuan. Saya mengira dia adalah seorang koki di sini Karena mengguna kan seragam koki tapi setelah dari dapur dia bukan nya masuk ke dapur namun malah membelok dari restoran," jelas pelayan wanita muda itu.


Ini.lah jawaban yang di dapat kan oleh Xavier setelah kembali ke tempat ini. Dia ke luar dari sana dengan langkah tegap nya.


Sejenak dia kaget bukan main setelah satu kedipan mata nya menangkap seseorang yang paling di kenal nya namun tak mungkin masih berada di dunia ini.


Xavier mengerjap kan mata sekali lagi.


"CK, hanya halusinasi," batin Xavier melanjut kan jalan nya. Kepala nya serasa ingin pecah Karena banyak tugas yang sedang menumpuk. Dia ingin resign saja, tapi hal itu sama saja mencari mati.


Belum satu pun masalah yang selesai. Bah kan tuan sama sekali belum menemu kan kebahagiaan, sial tugas nya masih terlalu banyak Lika liku manusia sialan yang selalu mengejar dan menghancur kan kebahagiaan tuan nya.

__ADS_1


Jangan lupa like nya yah 👍👍👍👍👍👍


Agar author nya tambah semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2