
Shine mengabai kan pertanyaan Safira. Pria itu lebih memilih untuk Merapi kan selimut yang saat ini tidak rapi menutupi tubuh Safira.
Safira menjadi kesal terhadap perlakuan Shine saat ini. Bukan kah Shine sendiri yang mengingin kan anak, bukan kah diri nya yang saat itu mengumum kan sendiri pada media bahwa dia mengingin kan anak.
"Jangan terlalu banyak bergerak, anak dalam kandungan mu masih lemah," jawab Shine setelah selesai Merapi kan selimut Safira.
"Keluar!" perintah Safira.
Dari wajah dan ekspresi dari yang Shine tunjuk kan Safira tau bahwa shine tidak mengingin kan anak dalam kandungan nya.
Dia sangat sedih dengan keadaan ini. Bagaimana dia bisa Shine seperti ini pada nya. Ini semakin menambah rasa kecewa dan rasa sakit hati nya pada Shine.
"Tidak, aku akan menjaga mu di sini," jawab Shine duduk di kursi yang ada di samping ranjang Safira.
"Aku tidak butuh kehadiran mu!" ucap Safira.
Shiene semakin marah hati nya, namun sebisa mungkin dia menahan nya, mengingat Safira sedang dalam keadaan mengandung.
"Apa itu arti nya kau mengingin kan kehadiran Elvio di sini," batin Shine tersenyum miris dalam hati.
"Apa kau mengingin kan kehadiran Elvio di sini? Aku akan memanggil nya," ucap Shine. Tidak ada ekspresi apa pun yang di tunjuk kan pria itu.
Dia juga tidak boleh egois, kesehatan Safira dan bayi nya lah yang terpenting saat ini.
"Apa maksud mu?" tanya Safira pelan. Apa hubungan nya Elvio dengan keadaan saat ini. Apa pria di samping nya mulai hilang akal?
"Aku tau kau ingin bersama Elvio hingga kau mencoba beberapa kali pergi ke sana tanpa memberi tahu ku," ucap Shine sendu.
__ADS_1
Safira tergelak mendengar ucapan Shine.
"Apa dia pikir ini adalah anak Elvio? Pria bodoh sialan ini," batin Safira.
"Aku akan menelepon nya," ucap Shine.
Safira tidak mengiya kan dan menolak ucapan Shine. Entah apa, dia saat ini sedang memikir kan apa, tapi dia terlihat sedang mendalami sesuatu jauh di dalam pikiran nya.
"CK, hanya sebatas ini. Panggil saja Xavier ke sini, aku tidak membutuh kan mu!" ucap Safira langsung berbaring dan memunggungi Shine.
"Baik," hanya jawaban singkat jelas dan padat itu yang bisa keluar dari mulut Shine.
"Apa kau menganggap ku murahan saat ini? Apa hanya sebatas ini? CK, aku sudah berharap sebelum nya dengan kehadiran janin ini kita akan lebih baik, tapi seperti nya kau tidak berubah Shine," ucap Safira pada diri nya sendiri.
Tidak terasa air mata nya menetes membasahi pipi wanita itu.
"Permisi Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang pria yang saat ini sudah hadir dan menghadap Safira yang sudah membelakangi nya.
Dia adalah Xavier, datang sesuai dengan permintaan Safira sebelum nya.
Dia masih mendengar isakan tangis dari Sanga Nyonya, dia sebelum nya sudah berpikir hubungan suami istri itu akan semakin baik dengan kehadiran janin di dalam rahim Nyonya nya, tapi nihil justru sebalik nya.
"Ada apa dengan ekspresi tuan muda saat dia mengetahui bahwa kau hamil?" tanya Safira to the point.
Xavier baru mengigat laporan yang dia beri kan pada Shine.
Xavier nampak menghela napas.
__ADS_1
"Apa nyonya ingat di hotel XX, tuan datang menjemput Nyonya," ucap Xavier.
Shien mengangguk.
"Di hotel nomor xx Nona berada di dalam kamar mandi bersama dengan tuan Elvio bukan? Apa anda mengingat nya?" tanya Xavier berusaha mengingat kan kejadian saat itu yang terjadi pada saat itu.
Safira berusaha memutar memori nya.
Safira mengernyit kan kening nya.
Yah, dia jelas mengingat apa yang di laku kan nya bersama dengan Elvio saat itu.
"Nyonya, sebenar nya tuan Sangat mencintai Nona, bah kan tuan dengan berani mengemban perusahaan dan klan mafia tuan besar agar bisa menyelamat kan Nyonya. Bah kan tuan tanpa ragu mengemban tugas itu, bahkan tuan rela menyamar tanpa mempertimbang kan nyawa nya untuk nyoya. Saya harap Nyonya mempertimbang kan keputusan Nyonya yang ingin pergi dari sisi Tuan," ucap Xavier panjang lebar.
Dia baru sekali ini bisa berbicara sepanjang jalan tol menurut nya. Dan aneh nya dia memberi kan nasehat pada seorang wanita yang sudah bersuami sedang kan diri nya saja belum pernah memiliki wanita di sisi nya.
Safira terlihat menerima saran dari Xavier. Dia terlihat memikir kan ucapan Xavier dengan wajah nya yang masih pucat.
"Aku menerima saran mu Xavier," ucap Safira.
Xavier cukup senang mendengar itu.
"Keputusan ku bulat akan bercerai dengan Shine. Tolong urus surat nya Xavier," putus Safira pad akhir nya.
Xavier terkejut mendengar ucapan Nyonya nya.
Jangan lupa like nya agar author semangat up yah gays 🙂🙏👍👍👍👍
__ADS_1