
"Jangan masuk, banyak orang bersenjata di sini," batin Safira. Dia tidak tau dengan siapa Shine berada di sini, tapi dia berharap pria itu tidak sendirian.
Shine tidak tahan lagi melihat istri nya yang di sekap di sana.
"Hancur kan mereka," ucap Shine dengan gigi yang gemelatuk.
Inti Black Sky yang mendapat kan perintah itu dengan lihai menyusun formasi. Mereka masuk secara mengejut kan hingga menarik perhatian para pria yang ada di sana.
Anggota Black Sky tidak menyia nyia kan kesempatan itu dan langsung menembaki musuh dengan cepat dan tepat
Sky langsung berlari menuju tempat Safira sebelum nya dan menghindari peluru yang di arah kan Kepada nya.
Seorang pria yang sudah kehabisan amunisi menyerang Shien dengan tangan terbuka. Dengan senang hati Shine meladeni pria itu itu karena Shine juga butuh pelampiasan saat ini.
Shine dengan mudah mematah kan pertahanan lawan nya karena Shine juga sedang di Landa emosi yang begitu tinggi.
BRAK
Pria itu di hempas kan Shine hingga jatuh ke lantai dengan kuat di ikuti dengan pukulan kuat dari tangan besi Shine. Pria itu jatuh ke lantai dengan kuat dan langsung batuk darah.
Shine tersenyum miring ke pria yang sudah jatuh di lantai itu. "Sampah!" ucap Shine dengan santai
Dia mengalih kan pandangan nya ke arah tempat Safira di sekap tadi.
__ADS_1
"Sial," batin Shine.
Dia tidak melihat Safira ada di sana.
Shien tersenyum mengedar kan pandangan ke seluruh ruangan.
Tidak ada musuh yang bergerak. Semua nya sudah rata. Shine semakin mengetat kan rahang nya ketika tidak melihat Safira di sana.
Shine berbalik ketika merasa kan ada nya gerakan di belakang nya.
"Kau tidak ingin hidup rupa nya," ucap Shine ketika melihat pria itu dengan berani meletak kan belati di leher istri nya.
"Aku yakin seratus persen pria licik seperti mu tidak akan melepas kan ku," ucap pria itu.
"Safira menatap Shine yang kini sudah berubah tatapan nya dari biasa nya. Memang biasa nya pria itu dingin tak tersentuh, tapi saat ini yang sudah bertambah, tatapan membunuh seperti haus akan darah.
Ngehhhh
Safira mengeluh merasa kan leher nya sudah mulai basah dengan aliran darah. Perih bercampur sakit, entah lah Safira saat ini merasa sudah Safira tidak bis amengingkap kan ini.
Kepala nya terasa sakit, di gabung dengan leher yang sudah terasa perih, perut nya terasa keram.
Safira menahan kesadaran diri nya, dia menggit bibir nya dengan kuat.
__ADS_1
Dia melihat Shine dan melihat pria itu menatap nya dengan lekat-lekat.
Safira juga membalas tatapan suami nya dengan lekat. "Aku harus melaku kan sesuatu," batin Safira.
Di sisa-sisa tenaga nya dia mencari ide dalam pikiran nya.
Entah apa yang di bicara kan oleh Shine dan pengawal di A. Merasa kan tekanan tangan Si pengawal A sudah tidak sekuat sebelum nya, belati di leher nya pun nampak tidak menekan leher nya.
Dengan sekuat tenaga Safira menyikut perut si pengawal A hingga pria itu melepas kan cekikan dan pisau di tangan nya.
Dor
Sebuah temba kan melayang ke kaki si pengawal A.
Bruk
Pria itu terjatuh, dan berlutut di lantai memudah kan Safira untuk menjauh.
Bersamaan dengan itu Safira merasa kan kepala nya sangat berat, hingga akhir nya penglihatan nya buram dan akhir nya terjatuh.
"Sayang," ucap Shine panik dan menangkap Safira agar wanita itu tidak terjatuh ke lantai.
Jangan lupa like nya yah gays
__ADS_1
agar author nya makin semangat 🙏👍👍👍