Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 21


__ADS_3

"Siapa nama mu?" tanya seorang wanita dewasa yang sangat cantik, tinggi, berwibawa tinggi dan jika di lihat penampilan nya pasti banyak pria yang sudah jatuh hati di buat wanita di depan Safira.


Bahkan Safira sempat jatuh hati melihat keanggunan wanita di depan nya, di tambah lagi mata bulat dan tatapan tajam dari wanita di depan nya membuat orang tidak berani berbicara berlebihan pada wanita di depan nya.


"Sa..saya Nona?" tanya Safira menunjuk diri nya sendiri. Kemudian dia melihat ke arah Shine yang tidak mempeduli kan sama sekali pertanyaan wanita di depan nya. Juga, tidak ada jawaban atas pertanyaan yang di lontar kan Safira, dia mengarti kan bahwa pertanyaan itu di aku kan pada pertanyaan nya sendiri.


"Nama saya Safira Nona," jawab Safira.


Shine yang mendengar kata Nona menghenti kan tangan nya yang sedang membersih kan telapak kaki sang istri.


"Panggil dia kakak ipar," ucap Shine datar lalu melanjut kan membersih kan kaki Safira yang berdarah.

__ADS_1


Entah angin apa yang membuat Shine lebih perhatian pada Safira saat ini. Bahkan Kaki Safira saat ini berada di paha Shine. Dengan telaten pria itu membersih kan luka Safira dengan lembut.


Mendengar kata kakak ipar, Safira kaget dan spontan berdiri. Dia menunduk dan minta maaf, tapi kaki nya kembali mengeluar kan darah.


"Maaf...maaf Kakak ipar. Safira tadi tidak sopan. Hanya tidak tau saja bahwa Fira punya ipar, aisss sakit," ucap Safira. Tapi dia khir ucapan nya dia seperti bergumam.


"Tidak usah berdiri. Kaki mu berdarah kembali. Berhenti lah bersifat berlebihan," ucap Shine dengan dingin tapi mengandung nada kesal.


"CK, kau yang berlebihan Shine," ucap wanita dewasa di sana berdecak kesal. Dia melipat tangan nya pertanda j mgah dengan sikap berlebihan sang adik yang jauh dari biasa nya.


Dia adalah Aurora. Wanita dewasa yang sampai saat ini masih dalam dunia single nya. Wanita mafia mandiri yang bisa melaku kan segala hal. Maka dari itu dia sulit mendapat kan pasangan Karena merasa diri nya sudah bisa melaku kan segala nya.

__ADS_1


Mommy nya, Rosaline dan daddy nya selalu menanya kan diri nya kapan dan kapan menikah. Itu membuat nya sangat malas pulang ke mansion, tak terkecuali Adik satu-satu nya ini yang juga ikut-ikutan dengan pertanyaan mom dan dad nya.


Mang like father like son. Ayah dan adik nya selalu saja menyelip kan unsur candaan ketika bertanya tentang kapan Aurora akan menikah. Misal nya "Apakah Aurora terlalu cantik untuk pria-pria di luaran sana Baby?" candaan Dika.


"No Dad, Seperti nya kak Aurora terlalu sempurna untuk mereka, bukan begitu mom?" Shine. Itulah yang selalu membuat kesal Aurora jika shine dan dad nya berkumpul.


Shine abai dengan ucapan Kakak nya.


"Kakak ipar sudah makan? Fira akan buat kan makanan," ucap Fira kembali melepas kan kaki nya dari paha sang suami. Hal itu membuat Shine kesal.


Fira juga mengamati saudara itu tidak terlalu dekat dari cara merak bicara sama sekali tidak ada kehangatan.

__ADS_1


"Bisa kah kau diam di tempat mu? Apa kau tidak melihat apa yang terjadi pada kaki mu?" seru Shine. Suara nya menekan setiap kata-kata nya.


Hal itu membuat Aurora semakin berdecak kesal melihat tingkah berlebihan adik nya.


__ADS_2