Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 93


__ADS_3

Safira bersama dengan Nia dan Mateo sudah sampai di rumah rumah sakit.


Para petugas sudah mengetahui siapa identitas Safira, mereka menunduk menghormat pada Safira dengan penuh hormat.


Penjaga yang berada di kamar Shine juga turut serta menghormat ketika melihat sang Nyonya datang.


"Sudah berapa lama Darren ke luar dari sini?" tanya Safira.


"Sekitar empat sampai lima jam Nyonya," jawab salah satu penjaga.


"Nia, tolong panggil Darren ke sini," ucap Nia


"Baik Nyonya."


"Hai Shine," sapa Safira melihat Shine sedang berkutat dengan laptop nya.


Shine tersenyum senang sambil meletak kan laptop itu ke meja.


"Kenapa tidak di mansion saja, hmmm. Tempat ini tidak cocok untuk mu," ucap Shine dengan tatapan nya melekat pada sang istri.


"Sudah makan? Kenapa Darren tidak rutin ke sini?" ucap Safira


"Pasien nya banyak sayang, bukan cuma aku,"


Safira mengangguk membenar kan ucapan Shine.


"Taon aku sudah memanggil Darren, Nia tadi sudah pergi ke sana," ucap Safira.


"It's okay, mungkin dia sudah selesai operasi," ucap Shine


*****


Nia yang sudah sampai di depan kantor Darren mengetuk pintu dengan sopan.


"Masuk!" ucap Darren dari dalam.


Nampak pria itu sedang kelelahan dan menjatuh kan kepala nya di atas meja kerja.


"Tuan, Nyonya memanggil anda ke ruangan Tuan Shine," ucap Nia dengan sopan dan profesional.


Darren yang mengenal suara itu tersentak kaget dan langsung mengangkat kepala nya.


"Baby," ucap Darren tersenyum mesum


"Tolong segera Tuan," ucap Nia


"Bagaimana jika menunggu sepuluh menit hmm," ujar Darren langsung berdiri dan memeluk Nia


"Tolong anda profesional ah....," Nia melenguh karena bibir Darren sudah berada di leher nya.


"Sepuluh menit saja, aku sudah memasti kan Tuan baik-baik saja," ucap Darren mulai memulai aksi nya.


Pria itu langsung memain kan bibir Nia dengan bibir nya. Kelihaian nya selalu bisa membuat Nia yang juga se x puas dan selalu menanti.kan permainan Darren.


Nghhhh


Lenguh Nia merasa kan Darren menyesap lidah nya dengan rakus. Belum lagi tangan Darren sudah bermain di area sensitif nya.


Entah sejak kapan tapi tangan itu sudah menusuk-nusuk milik Nia dari luar kain tipis milik nya membuat sensasi yang di dapat kan Nia sangat nikmat.


Kini bibir Darren sudah mulai bermain di leher Nia dan mulai turun menyesap dada nya yang terekspos. Memang Nia yang menyukai pakaian terbuka selalu bisa.menbuat Darren meremang dan dengan mudah bisa menikmati tubuh Nia.


"Ohhh Honey kau sudah basah" ucap Darren di sela percintaan mereka.


Mmmm ahhhh sshhhh


Suara indah Nia membuat Darren semakin semangat melaku kan percintaan ini.


Srekkkk


Kain tipis itu langsung terenggok ke lantai. Jari Darren langsung menusuk-nusuk, masuk ke luar dari liang Nia.

__ADS_1


"Ahhh Mmmmm ssshhhh, lebih dalam lagi" pinta Nia dengan semangat


"Di terima Honey," ucap Darren semakin menusuk lebih dalam milik Nia.


Tangan satu nya tentu saja tidak menagnggur, Dia mer emas bukit Nianyang sudah menyembul dari tempat nya dari luar. Membuat Nia semakin bergerak liar menjamah tubuh atas Darren yang sudah sejak.kapam di buka Nia.


Nia merasa permainan Darren kalo ini berbeda karena orai itu tidak langsung menrobek atau membuka pakaian nya dan bermain dari luar hingga membuat dia frustasi.


Ahhhhj shhhhh, Darren aku keluar"


"Keluar Baby, aku menanti kan nya," ucap Daren terus memompa Nia dengan tiga hari milik nya.


***


"Nia kok lama sekali yah, apa Darren belum selesai operasi?" ucap Safira sambil menyuapi makanan ke mulut sang suami.


Dia semakin khwatir ketika tadi tak sengaja tangan nya menyingkap baju pasien Shine saat memperbaiki selimut suami nya. Dia melihat duan di sana tapi sudah memudar dan akan menghilang.


"Mungkin sebentar lagi Sayang," ucap Shine.


"Tunggu sebentar!" ucap Safira meletak kan kotak makan yang sudah bersih.


"Mateo, tolong jaga suami ku sebentar, aku ada keperluan sebentar," ujar Safira berlalu dari sana.


Mateo mengangguk dan masuk ke dalam ruangan tuan nya


"Istri ku di mana?" tanya Shine celingak celinguk.


"Nyonya ada urusan sejenak Tuan, Nyonya menitip kan Tuan pada saya sebentar," jelas Mateo.


Shine memilih untuk bersandar di ranjang dan berpikir sejenak. Urusan apa, bukan kah hanya diri nya yang menjadi urusan sang istri.


wanita yang di pikir kan oleh Shine sedang bersenandung ria menuju ruangan Darren. Dia tidak sabar bertanya dengan pria itu ada apa dengan suami nya. Kenapa bisa seperti itu dan apa racun itu semakin memiliki tingkat toksitas yang lebih tinggi hingga mengakibat kan ruam di tubuh sangat suami.


Tanpa pikir panjang Safira langsung membuka pintu ruang kerja Darren dengan santai.


"Mmmmmm, ahhhhh, Darren. Guna ahhh kan milik mu...," lenguhan itu terdengar begitu nyaring di telinga Safira. Nia saat ini menghadap ke arah nya namun dengan mata tertutup


"Aku tidak tahan..... Ohhhh.... Aku akan mencari yang lain jika begitu ahhhh," ujar Nia lagi-lagi dengan lenguhan nya.


Darren yang mendengar itu tidak terima, dia langsung saja menolak permintaan Nia, tidak akan dia biar kan siapa pun membuat Nia puas kecuali Nia.


"Baik lah Honey aku akan memasuki mu, bersiap lah," ucap Darren mulai membuka resleting nya.


Safira membeku di sana mendengar dan melihat dua orang Yangs Aling berhubungan intim di sana. Sial, kapan dia terakhir melaku kan nya, bah kan dia saat mengidam ingin melaku kan hubungan, diri nya tidak bisa dan memenuhi itu.


"Benar kah, tapi hanya lima menit saja tidak lebih" mata Nia yang sebelum nya terpejam langsung terbuka bersemangat. Namun, mata nya membelalak sempurna


Deg


Jantung Nia berdegup kencang kala melihat Nyonya nya berdiri mematung di sana.


"Oh God, sial...sial, sejak kapan Nyonya di sana," raut wajah itu begitu takut dan khawatir. Gairah yang sudah berada di puncak sejak tadi lenyap sudah.


"Aku akan masuk honey," ucap Darren tergesa-gesa ingin mengeluar kan milik nya yang sudah sesak di sana.


Bug


Nia mendorong kasar tubuh Darren. "Menjauh dari ku Tuan Darren," ucap Nia dengan keras dan segera memberes kan pakaian nya.


Darren yang sudah berada di puncak tiba-tiba di hempas kan begitu saja ke dasar jurang.


"Honey, jangan bercanda. Kau menyiksa ku," ucap Darenw dengan wajah frustasi nya.


"Berbalik lah sialan!" umpat Nia dengan suara rendah agar tidak di dengar Safira.


"What the...., Kakak ipar sejak kapan kau berdiri di sana?" tanya Darenw menutup kandang burung nya ha v sudah hampir lepas.


"Sejak kalian memulai nya," jawab Safira dengan tatapan datar nya.


Deg

__ADS_1


Nia hampir mati di tempat nya. Berarti sejak tadi Safira mengawasi nya. Oh sial, dia akan kembali mendapat kan hukuman dari Tuan nya dan yang terburuk nya lagi adalah mungkin dia tidak akan di tempat kan di sisi sang Nyonya.


"Nyonya...sa...."


"Selesai kan dulu urusan kalian!" ucap Safira berlalu dari sana.


Safira kembali ke ruang rawat Shine. Wanita itu kembali dengan wajah kesal nya. Bagaiman dia yang tidak pernah merasa kan indah nya duniawi harus di hadap kan dengan dua sejoli ini.


Brak


Pintu di buka dengan keras oleh Safira hingga membuat Shine dan Mateo yang berjingkat kaget.


"Why Baby?" tanya Shine heran.


Pembahasan nya harus berhenti dengan Mateo karena melihat kedatangan Safira. Wajah serius dari ke dua nya berubah masam seketika.


"Aku benci, malas, tersiksa. Ahhh, aku mengingin kan nya, hiks...hikss," ucap Safira berusaha menolak gejolak yang ada di dalam tubuh nya. Dia benar-benar mengingin kan nya saat ini.


Mateo yang peka dengan situasi langsung bergegas dari sana setelah menunduk hormat ke pada tuan nya.


"Apa yang kau ingin kan heh, bilang pada ku," ucap Shiene bangun dari tidur nya. Dia sudah merasa fit hari ini namun Darren meminta nya untuk di sini beberapa hari. Sungguh menyebal kan, tapi jika langsung pulang ke mansion peralatan di sana tidak akan selengkap di sini Tidak menungkin kan diri nya untuk memindah kan laboratorium rumah sakit ke sini.


"Kau sudah sehat?" tanya Safira melihat wajah suami nya sudah fresh.


"Ya,sudah sangat sehat memenuhi keinginan mu Sayang. Apa yang kau ingin kan hmmm," ujar Shine menghapus air mata sang istri.


"Tidak ada, aku sudah lupa," ucap Safira dengan wajah bersemu merah. Di mana harga diri nya jika dia duluan yang meminta nya.


"Jangan berbohong sayang!" ujar Shine lagi. Dia mendekat kan wajah nya pada sang istri berharap menemu kan kebohongan di sana.


"Ti..tidak ada. Aku...aku sudah lu..pa karena itu tidak terlalu penting," ucap Safira tergagap karena wajah shine sangat dekat dengan nya.


Tubuh nya tiba-tiba melayang dan saat ini ke dua nya ada di ranjang shine.


"Kenapa sampai menagis hemm?" Usapan lembut di labuh kan Shine di pipi mulus sang istri.


Tangan itu tidak sampai di sana, dia mengelus bibir tipis sang istri. Sudah sangat lama dia tidak menyesap nya.


Shine tidak tahan lagi, dia memiring kan kepala nya dan menubruk kan bibir nya pada Safira.


Safira yang di serang tiba-tiba menutup mata nya. Dia dengan senang hati menerima lumayan Shine. Ini yang di ingin kan nya.


Safira dengan suka rela membuka mulut nya membiar kan Shine masuk dan mengobrak- Abrik isi mulut Safira. Ke dua nya hanyut dalam pangutan masing-masing saling melepas kan rindu yang sudah lama tak saling membelit lidah.


Nghhh uhhh mmmppp


Safira memukul dada bidang shine ketika pasokan oksigen di paru-paru nya sudah habis.


Shine memberi kan sejenak Safira menghirup udara segar, masih satu tari kan napas, mulut Safira kembali di bungkam dan di larang terlalu lama berinteraksi dengan oksigen di udara. Shine semakin menekan kepala Safira agar dia bisa menyesap lenihd alam isi mulut wanita itu


Entah kapan, Safira tidak tau sekarang tubuh nya saat ini sudah mengangkang di depan Shine. ke dua tangan nya sudah melekat di leher sang suami. Kaki nya mengakung di pinggang sang suami.


Tangan Shine tidak tinggal diam, dia sesekali mengelus punggung Safira dan mer emas pinggang wanita itu hingga bokong nya membuat Safira semakin menggila.


Dia mengingat bagaimana percintaan Nia tadi, dia mengingin kan hal itu dengan Shine. Setalah Shine puas dengan permainan bibir nya yang dia balas oleh permainan lidah sang istri, dia sangat puas.


Shine kemudian membaring kan tubuh istri nya ke ranjang dengan perlahan.


Safira bersorak dalam hati, ternyata tanpa bicara pun Shien sudah tau maksud nya.


Safira semakin malu-malu melihat Shine. Itu berarti permintaan Safira terpampang jelas di wajah nya, dia sudah siap siap untuk tahap selanjut nya. Kaki nya di buka dengan senang memberi kan akses pada Shine.


Shine terlihat slow motion mengambil selimut yang sudah jatuh terenggok di lantai.


"CK, kau sangat nakal shine, kenapa harus bermain dalam selimut," kesal Safira.


"Tidur lah Sayang, aku akan menjaga mu," ucap Shine menyelimuti tubuh Safira dengan penuh sayang.


Shine ingin sekali melanjut kan kegiatan nya namun dia menahan nya sebisa mungkin karena jika dia memaksa Safira maka bayi dalam kandungan sang istri mungkin akan terganggu, dia harus terlebih dahulu konsultasi dengan Darren.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍

__ADS_1


Agar author nya semangat up nya 🙂🙂 👍 👍 😊 👍😊


__ADS_2