
Safira senang dengan berita bahwa kakak ipar nya ternyata sudah memiliki kekasih. Setidak nya kecemasan mommy mertua nya sudah di tangani meski pun tidak di beritahu kan untuk saat ini.
Safira men desah kan napas nya ketika mengingat perkataan Kakak ipar nya.
"Jangan beritahu pada siapa pun, baik itu suami mu sendiri atau mommy mau pun Daddy, ada waktu nya dan itu adalah kewajiba ku memberitahu mereka," yah Safira mengangguk setuju akan itu.
Safira seakan lupa dengan permasalahan sebelum nya karena kedatangan Angelin. Entah Kenapa hari nya seratus persen bahwa Shine tidak mungkin menghamili Angelin, tapi jika di kata kan bercinta Safira percaya itu.
Dia sebenar nya sakit hati, tapi ada saat nya membalas itu. Penyebab Shine mencari kepuasan dengan wanita penghibur di luar adalah karena diri nya juga, dia tidak ingin di sentuh oleh Shine.
Siapa pun pria jika sudah menikah namun tidak merasa kan keringat di ranjang bersama istri nya itu arti nya pria akan mencari yang di luar.
Satria tidak terlalu menghawatir hal ini karena Safira yakin Shine seperti Dad nya yang tidak suka menabur benih pada wanita lain.
Sekarang diri nya harus bertemu dengan Mateo Karena ada hal yang harus di beri tahu kan.
Safira turun dari ata dan segera di sambut oleh pelayan Yangs Ama dengan yang memberi susu pada Safira tempo waktu.
"Nyonya, silah kan anda makan siang dan segera meminum susu," ucap pelayan itu.
"Kau...kenapa pelayan seperti mu sangat menyebal kan. Aku tidak mau, kenapa?" tanya Safira menantang.
Pelayan itu tersenyum karena sudah terbiasa dengan sikap Safira.
"Nyonya, ini adalah keharusan untuk anda," jawab nya.
"Siapa nama mu hah? Aku akan ....mmmm, akannnn," Safira tidak bisa melanjut kan ucapan nya.
Jika dia memecat itu terlalu kasar bukan? Safira melihat wajah pelayan itu juga seakan menantang dan menunggu ucapan nya.
"Akan memecat m...,"
"Saya bisa membantu anda seperti yang anda minta pada Mateo," jawab pelayan itu dengan cepat sambil tersenyum.
Safira tercengang.
"Siapa sebenar nya kau?" tanya Safira mulai awas.
"Saya Avicennia Alba Nyonya," jawab wanita itu dengan senyum nya.
Safira akhir nya menurut dan melaku kan Segala nya sesuai permintaan Avicennia. Bah kan Safira di sini meragu kan diri nya yang sebagai Nyonya di ruang ini.
Setelah selesai makan, saat ini Safira berada di daerah taman bersama dengan Avicennia dan Mateo yang selalu setia di samping nya.
"Si, who are you Avicennia?" tanya Safira menatap wanita itu. Safira sengaja mengambil tempat yang jauh dari Cctv.
"Saya adalah anggota klan mafai Blac Sky Nyonya sama dengan Mateo," ucap Nia.
"Apa kau sudah meminta izin pada Tuan Nia, jangan melanggar perintah Tuan," ucap Mateo dengan dingin
"Tuan mengata kan aku harus menuruti segala permintaan Nyonya termasuk jika Nyoya bertanya dengan identitas ku," jawab Nia
"Jadi kenapa tadi kau mengancam ku?" Safira sinis.
"Kecuali bagian itu Nyonya, tuan seratus persen menyerah kan itu pada saya," jelas Nia.
"Terserah!" ucap Safira jengah.
"Jadi Nyonya, apa yang harus saya bantu Nyonya?" tanya Avicennia?"
__ADS_1
"Nia, sebenar nya saya tau kau adalah bawahan suami ku, dan kamu tau bukan aku sedang hamil?" tanya Safira.
"Tentu saja Nyonya," jawab Nia.
"Sekarang kau bekerja untuk ku bukan untuk suami ku, jadi apa pun yang akan kita laku kan ini di luar semua klan Black Sky. Jadi jangan pernah melapor kan apa pun pada Shine dan ingat misi ini rahasia," ucap Safira.
"Saya tidak janji Nyonya, itu nama nya berkhianat pada Tuan," jawab Nia tidak terima.
"Baiklah, itu arti nya kau tidak bersedia membantu ku, pad ahal aku hanya ingin bertahan di mansion ini" ucap Safira sedih
Avicennia serba salah.
"Pikir kan baik-baik Nia. Ku beri kau Waktu satu jam, jika setelah itu kau menerima nya temui aku," ucap Safira berlalu dari sana menuju kamar.
"Mateo, apa kau gila sialan? Kau pikir ini misi biasa? Tidak apa jika nyawa mu melayang sialan, tapi tidak dengan Nyonya bodoh," ucap Avicennia dengan marah.
Hal gila apa yang membuat Mateo tiba-tiba bodoh setelah keluar dari mansion. Oh tidak ini sangat gila
Mateo dengan tenang menghadap Avicennia.
"Kau tau bukan Nyonya seang Hamil, jika aku tidak menuruti nya Nyonya sendiri yang akan ke luar dari mansion dan menjalan kan misi Ini sendiri," ucap Mateo juga tak kala resah nya.
"Gila, jangan pernah membuat Nyonya ke luar dari mansion ini tanpa pengawasan. Musuh sudah bergerak dan berkeliaran," tekan Avicennia.
"Mungkin Nyonya akan ke luar bersama ku sore ini jika kau tidak menerima nya, hanya kami berdua," ucap Mateo.
"Breng sek, kemana kau akan membawa nyonya bodoh, ingat penerus Browns sedang ada di sana," ucap Avicennia menggebu-gebu. Ternyata wajah Avicennia berbanding terbalik dengan sikap nya yang kasar.
"Secret, sebelum kau menjadi bagian misi ini Nyonya melarang ku," jawab Mateo.
"Kenapa tidak kau beritahu kan ini semua pada Tuan?"
"Terlambat, Nyonya sudah memulai misi ini terlebih dahulu," jelas Mateo.
Dia pikir menjadi seorang pelayan akan lebih mudah dari pada ke lapangan, ternyata beban nya lebih besar karena menjaga seekor singa betina berkedok kelinci.
Mau tak mau dalam lima belas menit Avicenni menerima tawaran nyonya nya dan tentu Safira Sangat senang. Rekan nya bertambah satu orang lagi.
"Kita nanti akan ke mall, kita undur rencana kita dan first time meraya kan kehadiran Avicennia," jelas Safira.
"Tidak Nyonya, di luar berbahaya. Tuan melarang," ucap Avicennia tegas.
"Tidak, aku merasa penat di mansion. Aku harus ke luar!" tegas Safira.
**
Berbeda dengan suasana Di Amerika Bagian New York, Di kota San Fransisco seorang pria sedang melihat pemandangan dari hotel tempat dia menginap, dia menghisap nikotin berbentuk batang yang terselip di antara jari nya.
Dia saat ini sedang bertelanjang dada karena baru saja selesai melaku kan kegiatan panas nya bersama dengan putri dari rekan nya. Wanita itu bersikeras ikut ke New York untuk mengantar nya ke negara ini.
Dia adalah Al, dan tunangan nya yang ada di ranjang saat ini adalah Clarias batrachus. Putri dari rekan nya yang akan menghancur kan klan Black Sky.
Dia baru saja berc inta dengan Clarias, wanita itu sangat menggoda dan liar hingga Alaska tidak bisa menuntas kan hasrat nya bersama wanita itu. Bukan pertama kali, namun pertemuan pertama mereka di bar, Alaska sudah bermain bersama bersama wanita itu, dia di bubuhi obat perang sang
Jika Clarias bukan putri rekan bisnis nya, Alaska akan membunuh wanita itu karena mencuri keperja kaan nya yang sudah dia jaga untuk Aurora. Tapi itu tidak penting sekarang, dia butuh rekan saat ini.
Alaska yang masih setia memikir kan respon Aurora pada nya, tiba-tiba sebuah sentuhan sensual dan benda yang kenyal menempel di punggung nya.
"Honey, mau bermain? Ini terakhir ku berada di negara ini. Jika tidak aku tidak akan pulang," ucap Clarias sambil tangan nya mengelus milik Alaska membangkit kan gairah pria itu.
__ADS_1
"SH it," Alaska mengeram merasa kan milik nya kembali lepas kendali saat mulut Clarias sudah berada di antara paha nya.
Clarias memang sangat ahli, tidak heran saat pertama kali bermain bersama Clarias wanita itu tidak suci lagi.
Alaska tidak tahan dan menghantam milik Clarias saat sudah berada di ranjang. Tidak memberi jeda, kasar, gaya TKA elit. Itulah yang di laku kan Alaska, dia mendapat kan kepuasaan tidak peduli dengan wanita di bawah nya dan yang terpenting dia sampai di puncak.
"uhhh ahhhh..ouhhh," setelah beberapa jam, akhir nya kedua nya mencapai puncak.
"Ohhh, Alaska kau sangat hebat," puji Clarias terkapar di ranjang
"Aktivitas terakhir, segeralah," ucap Alaska meninggal kan Clarias di sana. wajah pria itu sama sekali tidak menunjuk kan rasa senang sedikit pun setelah dia merasa kan pelepasan.
"Okay honey," ucap Clarias.
Yah, Alaska akan menemani Clarias berbelanja ke salah satu mall paling terkenal di new York yaitu Manhattan.
Dalam waktu dua jam Clarias dan Alaska sudah berada di mall Manhattan. Clarias dengan gaya angkuh nya sedang melihat barang-barang branded di sana.
Sedang kan Alaska merasa aneh karena mata jeli nya menangkap pergera kan beberapa orang seperti mengawasi tempat ini. Bukan diri nya yang saat ini di awasi, itu jelas dari pandangan mereka yang tidak pernah fokus pada nya.
Alaska berjalan mendekat ke salah satu orang itu dan pura-pura menabrak nya,.
"Black Sky," batin Alaska melihat tato itu berada di leher pria itu, Jiak Shine tidak sengaja melihat leher pria itu yang tertutupi pakaian, dia tidak akan tua siapa mereka sebenar nya.
"Apa yang mereka laku akan di sini," abtin Alaska.
Begitu Safira yang juga baru saja masuk ke mall Manhattan. Wanita itu sangat senang bisa ke luar dari mansion, tujuan nya ke sini bukan lah berbelanja, tapi menghirup udara segar dan melihat keramaian yang tak pernah ia lihat.
Meski pun di segala sudut mall dia melihat pengawal Black Sky begitu banyak yang berpura-pura menjadi pengunjung, baik pria tau pun wanita mereka sangat banyak.
Belum lagi Mateo dan Avicennia yang ada di samping nya.
Safira langsung melihat barang-barang Yang da di sana.
Dia tersenyum sendiri melihat barang-barang unik dan lucu yang ada di sana.
Safira naik ke lantai atas di ikuti Mateo dan Avicennia. Pengawal yang berada di mana-mana juga memperhati kan gerak gerik Safira sekitaran nya.
"Ohh, di sana-sina," ucap Safira melihat tas unik yang terpajang di sana. Safira layak nya anak kecil yang abrus aja menemu kan boneka Barbie.
Bersamaan dengan itu Clarias bersama dengan Alaska baris aja dari sana dan tepat berpapasan dengan Safira dan rombongan nya.
DEG
Alaska melihat wajah Safira.
Dia baru melihat wanita itu, istri dari Shine Damian Browns. Sial, Jiak tidak banyak pengawalan Alaska akan langsung membunuh wanita itu tapi peluang sama sekali tidak ada melihat banyak nya Black Sky di sini.
"Pantas saja banyak anggota Black Sky di sini, istri si sialan itu berada di sini," batin Alaska.
Sedang kan Safira dia berhenti sejenak. Dia seperti tau wajah itu, tapi siapa.
"Ahhh, mirip seperti pacar kakak ipar," batin Aurora melihat ke belakang dan melihat-lihat pria itu hingga menghilang.
"Tapi yang di tunjuk kan kakak ipar lebih tampan dan muda, dia sudah seperti tua dan mempunyai tahi lalat. Tidak mungkin juga pacar Kakak ipar ada di sini. Jika ia tidak mungkin Kakak ipar tidak mengabari kami," batin Safira.
"Apa anda mengenal mereka Nyonya? Apa perlu kami panggil?" ucap Avicennia
Safira menggeleng dan melanjut kan aktivitas nya. Mateo hanya menggeleng karena sifat nyonya nya yang aneh, tak saja sangat tertarik dengan pasangan itu tapi tiba-tiba saja tidak
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Agar author nya semangat up nya 🙂🙏👍👍