
Melihat Elvio sudah keluar dari ruangan nya, Safira meraih ponsel nya yang di letak kan di meja samping brankar.
Terlebih dahulu dia menarik napas dengan dalam mengumpul kan keberanian nya, keberanian itu harus besar dan kuat karena yang akan di hadapi nya adalah orang dengan tatapan memati kan namun dengan sejuta pesona yang memabuk kan.
"Tarik nafas Fira, huuhhh..tarik napas lagi huffff," Safira berbicara pada diri nya sendiri untuk menenang kan diri nya sendiri.
"Sial, kenapa aku takut sekali. Ini adalah berita bahagia, but kenapa...issshhh," kesal Safira pada diri nya sendiri.
Safira kemudian mengulang cara nya tadi untuk menghilang kan rasa gugup pada diri nya. "I can do it," ucap nya langsung menekan nomor dengan nama Daddy mertua.
Dalam beberapa detik sambungan itu akhir nya di angkat oleh orang yang di telepon.
"Ha...halo Dad," ucap Safira gugup.
"Hmmm, ada apa," jawab suara bariton di seberang sana.
Safira hampir meleleh mendengar suara khas bariton milik mertua nya. Mungkin jika tidak bertemu Shine sebelum nya, Safira akan mau menjadi simpanan pria itu. Tapi untung lah tidak terlambat, Shine juga tidak kalah seksi dari mertua nya.
"Jangan membuang-buang waktu ku," ucap suara bariton di sana. Ternyata yang di hubungi Safira adalah Ayah mertua nya.
Rhadika sebenar nya sudah tau apa yang di kata kan Safira. Tapi dia juga harus mendengar kan berita ini dari mulut menantu nya itu sendiri.
"Dad, begini aku sedang di rumah sakit...Tut...Tut," tiba-tiba panggilan suara yang di laku kan oleh Safira di alih kan ke Vidio call.
"S" hit, aishhh, kenapa harus Vidio call," batin Safira. Niat hati tidak ingin menatap mata tajam yang akan siap menghunus nya, tiba-tiba wajah itu akan di hadap kan pada nya.
Mau tak mau Safira mengangkat panggilan Vidio dari ayah mertua nya.
"Emmm, Dad apa Mommy ada di sana," tanya Safira setelah dia melihat wajah tampan paruh baya itu. Meski pun sudah tua tapi tetap menggoda.
"Hmm..." jawab Rhadika di seberang sana. Hanya jawaban singkat yang ke luar dari bibir Rhadika.
Kadang-kadang Safira Sangat iri ke pada mommy mertua nya, bagaimana tidak? Suami perfect, peduli, kaya, tunduk pada istri, manja pada istri, Cih Sangat jauh dengan diri nya.
Jika di banding kan antara Shine dan ayah mertua nya, Safira akan memberi kan 100 pada Rhadika dan -0,100 untuk Shine.
Safira bisa melihat dari panggilan Vidio itu bahwa ayah mertu nya ada di mansion dan sedang berjalan menuruni tangga marmer mahal itu.
"Baby, your daughter-in-law wants to talk to you," ucap Rhadika.
Sangat berbeda ketika berbicara pada Safira yang notabene nya adalah menantu nya, datar dan dingin tatapan menghunus juga.
Saat berbicara dengan mommy mertua nya, Dad mertua nya sangat lembut dan penuh kepedulian.
"Benar kah, menantu ku?" ucap Rosaline berlari ke arah suami nya yang sedang menuruni tangga. Rosaline tadi nya sedang asyik menonton televisi, sedang kan Rhadika harus terganggu pekerjaan nya karena menantu nya.
__ADS_1
"Stop it, jangan lari-lari Baby," ucap Rhadika menghela napas karena peringatan itu tidak akan mempan pada istri kecil nya.
Safira tersenyum hangat di seberang sana melihat ke kompa kan ke dua mertua nya. Ini lah yang membuat Safira tidak tega mengecewa kan para mertua nya.
"Safira, kenapa kau seperti nya ada di rumah sakit?" tanya Rosaline ketika melihat menantu nya berada di ruangan dengan dekorasi serba warna putih.
"Yah mom, but i'm okay. Hanya tidak sengaja kemaren terjatuh dari tangga dan suami Fira langsung membawa Fira ke sini," jawab Safira tersenyum manis.
"Cih, apa anak sialan itu meninggal kan mu di saat-saat seperti ini?" tanya Rhadika cuek.
Safira tersenyum tipis di sana, memang sikap dari ke dua mertua nya Ini sangat berbeda, entah bagaimana Tuhan mempersatu kan dua pribadi itu, dan unik nya ini lah yang terjadi saat ini, keharmonisan tetap melanda ke dua nya.
"Tidak Dad, suami Fira sedang bekerja. Ada urusan yang tidak bisa di lewat kan,"jawab Safira.
Rhadika hanya berdecih di seberang sana.
Hening beberapa saat, akhir nya Safira membuka suara.
"Sebenar nya Dad, mom , ada kabar baik dan buruk yang ingin Safira beri tahu kan, tapi sebelum nya Safira mohon Mom dan Dad jangan marah," ucap Safira menunduk.
"Kenapa nak, apa Shine memperlaku kan Fira dengan tidak baik?" tanya Rosaline.
"No momm, tidak seperti itu. Mommy ingin mendengar kabar baik atau buruk terlebih dahulu," ucap Safira.
"Tell me the good news Nak, karena yang baik akan selalu di nanti kan," jawab Rosaline.
"What??" Rosaline terlonjak mendapat kan berita yang sudah di nanti-nanti kan oleh diri nya sebelum nya.
"Kamu hamil Fira," heboh Rosaline. Wanita itu senang bukan kepalang main membuat hati Safira senang, tidak seperti respon Shine sebelum nya yang benar-benar membuat diri nya kecewa.
"Jadi apa kau baik-baik saja Fira, bagaimana dengan kandungan mu, apakah kau baik-baik saja?" tanya Rosaline penuh dengan ke khwatiran.
Safira tersenyum hangat, "8'm okay momm. Tidak ada yang perlu di khwatir kan," jawab Safira.
Safira menyipit kan mata nya ketika melihat ayah mertua nya biasa saja dan tidak heboh seperti mommy mertua nya. Tidak ada senyum kebahagiaan atau garis kesenangan yang terlihat di wajah Rhadikaz membuat Safira menunduk
Rosaline yang melihat wajah menantu nya menunduk seperti itu melihat ke arah tatapan Safira sebelum nya.
"Ada apa dengan ekspresi mu Sayang?" tanya Rosaline.
"Aku sudah mengetahui nya," ucap Rhadika datar. Namun hati nya sangat senang karena dia akan menjadi seorang kakek, belum lagi gurat kesenangan di wajah sang istri membuat diri nya bahagia berkali-kali lipat.
Namun gengsi pria paruh baya itu sangat tinggi. Dia tidak kelihatan heboh seperti sang istri.
Safira yang menunduk sebelum nya langsung menegak kan wajah nya.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak memberi tahu ku?" tanya Rosaline dengan menggebu-gebu kesal karena berita bahagia yang di ketahui suami nya tidak di jelas kan pada diri nya.
"Jaga cucu ku dengan baik, jangan sampai terluka," ucap Rhadika datar dan mengabai kan sejenak pertanyaan sang istri.
Inilah seorang Rhadika, cara menunjuk kan kasih sayang itu tidak perlu ucapan melain kan tinda kan.
"Apa Daddy juga mengetahui hubungan ku dengan Shine? Apa Dad tau Shine meragu kan anak dalam kandungan ku?" tanya Safira.
"Cih anak bodoh itu. Dad percaya pada menan tu ku," ucap Rhadika tegas.
Bukan tanpa alasan dia mengetahui nya, koneksi dan kepintaran nya tidak boleh di ragu kan.
"A..apa maksud nya Sayang. Shine? Hubungan Shine dengan Safira, Meragu kan? Maksud nya apa?" tanya Rosaline tidak sabar.
"Baby, tenang dulu . Biar kan menantu mu menjelas kan nya, Jangan panik seperti ini, ini yang membuat ku meragu kan sesuatu pada mu," ucap Rhadika mengelus kepala istri kecil nya.
Safira merasa lega mendengar jawaban mertua laki-laki nya. Dan ini lah Herna nya, kenapa mertua nya lebih jeli dari suami lak Nat nya.
"Dad, Safira tidak bisa mencerita kan nya pada mommy, aku mohon Dad saja, Safira ada urusan setelah ini, karena Safira akan kembali k mansion," ucap Safira membuat Rosaline semakin penasaran.
"Hmm, lanjut kan!" ucap Rhadika.
"Mom, Fira akan memberi kan kabar buruk nya," ucap Safira dengan penuh keyakinan.
Rhadika juga menunggu apa yang akan di ucap kan oleh menantu nya.
"Safira akan pisah rumah dengan Shine dan..."
"Tidak bisa Fira, bukan kah kamu sedang hamil? Kehadiran seorang suami sangat penting saat kehamilan," Potong Rosaline.
Sebagai seorang wanita yang sudah berpengalaman, Rosaline tau bagaimana rasa nya seorang wanita yang sedang hamil berjuang sendirian.
"Baby, tenang dulu. Kita dengar dulu sampai akhir," ucap Rhadika menenang kan sang istri.
"Mom, hubungan Shine dan Safira memang tidak baik-baik saja saat ini, tapi Fira berjanji akan tetap bersama dengan suami Fira," jelas Safira.
"Kau tidak ingin meninggal kan putra mommy bukan? Mommy mohon Fira, sudah cukup Shiene dari kecil di patah kan hati nya, mommy mohon," ucap Rosaline
Tanpa terasa air mata Rosaline menetes membuat amarah Rhadika membuncah.
"Jangan membuat ku marah Rosaline, jangan pernah menangis di hadapan ku karena pria lain atau aku tidak akan segan pada putra mu itu," ucap Rhadika dengan nada menekan.
Rosaline yang mengetahui bagiamana sifat dari suami nya, berusaha berhenti dari tangis nya.
"Satu yang harus kau tau sebagai bagian dari Browns Safira. Hidup mu akan selalu incaran musuh ku atau pun musuh Shine. Laku kan sesuka mu apa pun keputusan mu, tapi ingat ada bayi yang tidak bersalah di dalam rahim mu," ucap Rhadika panjang lebar dan langsung memati kan sambungan telepon itu karena tidak ingin membuat istri nya semakin sedih karena keputusan sang menantu.
__ADS_1
Jangan lupa like nya yah Sayang
Agar author nya semakin rajin up 🙂🙏👍👍👍