
"Aku ada urusan sebentar, tidur lah lebih dulu!" ucap Shine mencium kening Safira. Kemudian Shine berlalu dari sana dan keluar dari mansion di mana Xavier sudah menunggu di sana.
"Ck, aku tidak bertanya," batin Safira sambil memegangi dahi nya yang di cium oleh Shine
"Dia pikir aku Safira yang dulu yang haus perhatian" ucap Safira.
Dia berdiri dan meninggal kan meja makan. Dia segera menuju kamar utama. Ada suatu hal yang mengganggu nya yaitu sahabat nya Megan, biar bagaimana pun wanita itu sudah dia anggap seperti saudari nya sendiri.
Safira terlihat berpikir seperti sedang menyusun rencana.
**
Shine yang sudah duduk di sofa club' yang empuk, dengan tidak memberi jeda para wanita langsung merapat ke sisi pria itu.
Shine belum memberi perintah yang arti nya Shine belum ingin di sentuh. Wine adalah pelampiasan nya saat ini.
Dia mulai menyesap dan menatap datar ke arah depan. Tidak ada yang berani menyinggung pria itu jika belum berani mati.
Pikiran nya sedang berkecamuk mengingat kejadian di club' milik Elvio sebelum nya.
##Flashback
Saat Shine masuk ke dalam club' Elvio, semua orang membeku di tempat melihat wajah tak bersahabat dari Shine. Semua orang mengira bahwa akan ada pertumpahan darah di antara seorang CEO dan seorangafia yang berkedok CEO.
"Ahhh, maaf Tuan, saya tidak sengaja," ucap seorang wanita yang menabrak Shine di keheningan club' itu.
Deg
Shine mengenali suara itu, suara yang akrab beberapa tahun yang lalu.
"Gila, apa wanita itu ingin mati? Berani nya dia mengganggu seorang CEO yang sedang mengamuk"
"Beraninya wanita itu mencari perhatian pada Tuan Shine,"
"Aku yakin dia sengaja, untuk mencari perhatian,"
Banyak sekali bisik-bisik para pengunjung club' yang tentu nya memaki si wanita.
"Maaf Tuan Shine Damian," ucap wanita itu dengan suara lembut nya.
"Tidak apa-apa," ucap Shine dengan datar. Pria itu berhasil menetral kan hati nya. Tanpa melihat wanita itu lagi, Shine pergi dari sana dan menuju ruangan Elvio di mana pria itu sudah ada di sana.
Shine masuk dan langsung duduk di sofa ruang kerja Elvio. Pria itu tidak fokus dan menarik napas dalam. Shine benar-benar terngiang dengan suara wanita tadi. Tanpa di sebut kan pun Shine sudah mengetahui siapa wanita itu.
"Julie," batin Shine gusar.
"Apa anda mencoba merusak hubungan keluarga Anggara dan Alexander?" tanya Shine dengan dingin setelah diri nya sudah memfokus kan pikiran nya.
Elvio tersenyum tipis, tidak ada wajah yang ramah seperti tadi yang di tunjuk kan pria itu saat di dalam club' tadi.
"Seharus nya anda menerima titah tuan Rhadika tuan Shine. Anda tidak seperfect tuan Browns," ucap Elvio.
"Apa maksud mu?" tanya Shine datar. Dia tidak terpancing dengan ucapan Elvio. Tenang dan penuh kehati-hatian.
"Anda pikir saya akan mengambil resiko akan di serang Black Sky dan menghancur kan hubungan Browns dan Anggara?" ucap Elvio.
"Sh" it, apa maksud mu ada orang lain yang ingin menculik istri ku?" ucap Shine.
__ADS_1
Benar saja, tidak mungkin Elvio dengan Bernai nya merusak hubungan dia keluarga besar itu.
Elvio hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Shine.
Setelah mendapat kan jawaban itu, Shine langsung beranjak pergi dari sana tanpa ucapan terimakasih karena pria itu telah menolong Safira.
"Jaga Nyonya Safira dengan baik Tuan Rhadika, atau dia akan berpaling pada ku!" ucap Elvio. Shine yang mendengar itu menghenti kan langkah nya.
"Dalam mimpi mu," ucap Shine dengan datar dan keluar dari sana.
Shine langsung keluar dari club' itu dan tetap berpapasan dengan Julie mantan atau masih ke kasih itu. Karna belum pernah ada kata putus dari ke dua nya.
Saat baru tamat SMA entah kemana Julie menghilang dan tidak ada kabar sampai shine menikah. Tapi tiba-tiba wanita itu muncul saat ini saat Shine berkomitmen sudah memulai hidup nya .
Shine berjalan lurus tanpa mengalihkan pandangan nya ke wanita itu.
##Flashback end
"Laku kan tugas kalian"! perintah Shien kemudian.
Para ***"*** yang berada di sana langsung berlomba-lomba menyentuh Shine dengan buas.
Siapa yang tidak ingin bermain bersama dengan pemilik club' ini dan pengusaha seperti Shine. Sangat di sayang kan tidak akan ada yang menolak nya.
Tiba-tiba pintu terbuka dan menampak kan seorang wanita seksi berjalan menggoda ke arah Shine. Pria itu menatap datar ke arah wanita yang baru saja duduk di pangkuan nya.
"Keluar kalian semua!" perintah wanita itu ke pada para wanita yang ada di sana.
Tentu saja wanita-wanita bayaran lain nya tidak akan mau, memang nya siapa wanita berparas cantik dan bersifat ***"*** ini.
"Shine, bukan aku saja sudah cukup?" tanya wanita itu.
wanita itu merasa puas dengan apa yang di dengar nya. Shine tetap lah yang dulu yang selalu melaku kan apa pun yang di minta nya.
melihat semua orang sudah keluar wanita yang di pangkuan Shine semakin berani saja.
"Sayang, aku merindu kan mu," ucap wanita itu.
Shine tidak menjawab dan tetap menatap datar wanita di depan nya.
Tanpa rasa malu wanita itu memaju kan bibir nya dan langsung menubruk kan bibir nya pada bibir Shine.
Awal nya Shine tidak merespon, namun melihat mata ang wanita Shine langsung membalas ciuman itu bahkan wanita di pangkuan nya sulit untuk mengimbangi nya.
Wanita itu sangat senang mendapat kan respon shine. itu artinya pria itu masih mengingin kan nya.
Setelah melihat wanita di pangkuan nya kehabisan oksigen, dia langsung melepas kan tautan bibir mereka.
Kedua nya terengah-engah menghirup oksigen sebanyak mungkin. Setelah di rasa sudah tenang, Shine mulai buka suara.
"Apa yang kau laku kan di sini Julie," ucap Shine.
Pria itu tidak basa-basi menanya kan kenapa wanita itu baru muncul sekarang.
"Kau menyewa ku, aku akan memuas kan mu," ucap Julie tersenyum manis.
"Apa kau menjadi wanita bayaran?" tanya Shine tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Ya, benar. Wanita bayaran mu," jawab Julie kembali menempel kan bibir nya kembali ke bibir Shine
Tidak hanya itu, wanita itu mulai menggoyang kan pantat nya di atas milik Shine. Tangan nya mulai berkeliaran ke mana-mana memancing gairah Shine.
Shine mengerang merasakan gera kan dan sentuhan yang di berikan oleh Julie.
"Jangan menyesal Julie," ucap Shine kemudian membalas Sentuhan Shine
Pria itu nampak tak sabar dan mulai dengan sentuhan kasar nya.
Dia mulai membalas pangutan Julie.
Julie merasa kan pangutan Shine kasar namun terasa nikmat.
SREK
Dress Julie yang kurang bahan dalam satu tarikan langsung terbelah dua hingga menampak kan dia buah benda kenyal milik Julie.
Shine yang melihat itu semakin di ambang gairah.
Dia langsung mere"mas benda itu dengan kuat membuat Julie mende sah.
"ouhhh shine, itu sangat nikmat," ucap Julie sambil mengeluar kan suara yang membuat Shine semakin naik hasrat nya.
Di tengah bibir nya yang bermain di dada Julie, mer emas, memilih dan mengecup nya, dan memain kan ujung benda kenyal itu dengan sesuka nya, tangan nya di bawah sana sudah berhasil membuka kain segitiga merah itu dan bermain di sana dengan laku cepat dan lambat.
Seperti nya Julie sudah yakin bahwa Shine akan menyentuh nya hingga wanita itu mengguna kan pakaian yang seksi saat making love.
Setelah puas di bagian atas Julie Shine mulai melebar kan kaki Julie. Tanpa pemanasan apa pun Shine langsung mendorong milik nya ke arah milik Julie.
Wanita itu pun kaget, Shine tidak melaku kan pemanasan pada milik nya.
"Ouhh, Julie kenapa sangat sudah masuk," ucap Shine merasa milik nya susah memasuki liang milik Julie.
"Ahhhh, Shine pelan-pelan. Ini pertama untuk ku," ucap Julie sambil memekik karena merasa sakit.
"Apa maksud mu Julie?" tanya Shine berhenti.
"Yah, ini pertama bagi ku, ku mohon pelan," ucap wanita itu sambil menahan rasa sakit.
Ingin rasa nya Shine berhenti, tapi gairah sudah di ujung kepala.
Shine kembali mendorong milik nya masuk ke dalam dengan kasar tanpa ada kelembutan sedikit pun
Jleb
"Ahhh, Shien sakit," ucap Julie sambil mencengkram kuat baju Shine.
Setelah berhasil menjebol milik Julie, pria itu melihat darah membasahi milik nya.
Diam sebentar, pria itu kembali melakukan milik nya dengan tempo sesuka nya. Julie yang awal nya merasakan sakit kini sudah berganti dengan kenikmatan tiada dua.
Beberapa kali, Julie merasa kan pelepasan. Sedang kan Shine belum sama sekali. Pria itu terus menggempur milik Julie hingga merasa puas anda merasa kan pelepasan terakhir nya.
Shine langsung m narik milik nya dari dalam Julie dan mengeluar kan cairan nya di atas perut Julie.
Napas pria itu npak tersengal-sengal setelah melaku kan aktivitas panas itu. Dia berjongkok di atas Sofa itu sambil memandang Julie.
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya guys agar aku tambah semangat nih, biar aku tau kalian suka apa nggak 😊👍👍👍👍