Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 49


__ADS_3

"Siksa wanita itu, tapi jangan biar kan dia mati!" perintah seorang pria di seberang sana pada para penjaga yang berada di depan Safira saat ini.


"Baik Tuan,"


"Putar balik, pria itu sudah ada di sana. Saat ini kita tidak ada kekuatan untuk melawan pria itu," ucap si penelepon tadi ke pada supir nya.


"Baik Tuan," ucap si asisten yangs Edang mengemudi.


"Apa kau sudah memasti kan Mereka semua tidak mengetahui siapa aku?" tanya pria yang duduk di kursi belakang.


"Ya Tuan. Mereka adalah anggota baru."


"Bagus, kita akan melihat pria itu frustasi di depan kita."


**


Byrurr


Seember air di siram pada seorang wanita yang memakai dress dan posisi sedang di ikat di sebuah kursi.


Ngehhhh


Wanita itu perlahan terbangun karena merasa kan ingin di tubuh nya. Dia perlahan membuka mata nya dan melihat ruangan yang luas tapi pencahayaan minim. Dinding nya berwarna hitam dan nampak nya tembok itu sudah lusuh menanda kan tempat ini adalah bangunan lama.


Dia merasa kan dingin luar biasa menggerayangi tubuh nya. Dia mulai sadar kalau diri nya sedang di culik dan berhasil pingsan karena terkena Coto kan tadi.


"Sial, mereka membangun kan ku seperti ini," batin Safira melihat dress nya yang basah.


Dia merasa kan perih yang luar biasa di lengan nya. Mungkin karena tembakan yang menggores kulit mulus nya tadi terkena air memuncul kan rasa perih yang luar biasa.


Safira kembali mengedar kan pandangan ke sekitar nya, banyak pria yang berada di ruangan itu tapi hanya dua orang yang dekat dengan nya saat ini.


"Apa yang kalian ingin kan?" tanya Safira menatap tajam ke dua pria pengecut di depan nya.


"Wah, dia sangat berani," ucap pria 1 dengan tertawa


"Berhenti lah menunjuk kan tawa mu yang menjijik kan, dasar pengecut," ucap Safira ganas.


Plak


"Tutup mulut mu wanita sialan," ucap pengawal dia menampar Safira dengan keras.


Sudut bibir Safira nampak sobek karena tamparan itu begitu keras. Pipi nya memerah dan dia merasa kan adadarah yang mengenai mulut nya.


"Cih, wanita memang sangat merepot kan. Kau tau, suami mu telah memegang kendali pria penguasa itu. Itu karena wanita seperti mu tentu saja menjadi kelemahan suami mu itu," ucap si pria tertawa sinis.


"Cih, aku bukan kelemahan siap pun," sangakal Safira.


"Apa kau yakin? Kau pikir dia akan masuk ke dunia mafia Jiak tidak menculik mu seperti ini? Bah kan dia akan mati sewaktu-waktu karena banyak musuh yang akan mengumpan kan wanita lemah seperti mu."


"Apa kalian pikir akan lolos jika sudah melukai ku seperti ini," ucap Safira. Dalam hati dia memikir kan ucapan nya itu dia kali. Memang nya dia siapa bagi Shine?


"Sangat lucu," batin Safira


"Meski pun kami mati, akan ada banyak yang akan membunuh nya. But, sasaran utama nya adalah diri mu. Kelemahan seorang mafia akan di manfaat kan oleh musuh, dan kelemahan pria itu adalah diri mu Nona," ucap si pria 2 sambil menggenggam keras rahang Safira.


Kemudian menghempas kan nya bagai kan sesuatu yang ingin di remuk kan tapi tidak Sudi.


"Kelemahan? Aku tidak lemah," batin Safira. Mungkin kata itu berlaku untuk dulu tapi tidak untuk sekarang, meski pun pada kenyataan nya dia memang masih dalam tahap memulai.


"Tapi kehadiran mu sangat di nanti kan dunia mafia dan musuh suami ku. Mereka memiliki kelemahan suami mu, itu arti nya da celah untuk membunuh dan memindah kuasa perusahaan besar itu," ucap si pengawal A kemudian.


"Cih, itu tidak ada akan pernah terjadi, dalam mimpi mu saja. Kalian saja masih berperan sebagai anjing tuan kalian,. Bagaimana bisa kalian bermimpi sejauh bintang, bldoh" ucap Safira tersenyum remeh.

__ADS_1


Plak


Sebagian nya kau bersikap baik wanita, atau kau akan benar-benar menghabisi mu," geram pria 1.


Lagi-lagi, kedua pipi Safira terkena tamparan yang kuat. Cairan berwarna merah muda itu mengalir ke dalam mulut Safira.


Wanita itu tidak menangis sama sekali. Tapi rasa sakit itu benar-benar ada.


Safira menunduk sejenak merasa kan sakit di pipi nya. Bohong dia tidak mengharap kan kehadiran suami nya saat ini.


Tapi satu yang Safira takuti. Apa dia yang akan menjadi jalan terbunuh nya shine nanti? Bagiaman ini, apa yang ahrus dia laku kan. Ini membuat nya bimbang untuk melangkah jalan apa..


Bahkan Shine rela mengemban berat klan mafia ayah mertua nya hanya untuk menyelamat kan diri nya.


**


Di sisi lain gedung itu, para penjaga yang berada di luar di heboh kan dengan dua orang pria yang di ketahui mereka adalah rekan mereka juga.


"Bodoh, apa yang kau laku kan?" teriak si pria A yang mendapat kan bogemma dari si pria B yang sejak keluar dari pesta itu menjadi partner nya.


Si pria A berusaha menahan Bogeman itu namun dia tidak bisa bertahan karena pukulan itu pelan namun berisi dan tepat menuju tiap otot yang berada dalam tubuh.


"S"hit," ucap si pria A saat sudah babak belur dan terjatuh di lantai.


"Apa masalah mu?" tanya pria A.


Di balik masker nya si pria A menyeringai. Dia memperhati kan sekitar nya bahwa sudah ada bayangan di belakang sana yang sudah mengambil posisi.


Dia mendekat ke arah si pria A dan berjongkok di depan nya. Dengan pelan dia membuka masker yang di beri kan si pengawal A.


"Terimakasih untuk pelindung nya," ucap si pria B sambil membuka masker itu hingga menampak kan seluruh wajah nya.


Si pengawal A terkejut bukan main melihat wajah asli dari pria di depan nya. Para rekan yang menonton itu masih diam di tempat karena tidak jelas melihat pria B yang sedang berjongkok agak membelakangi mereka.


"Dia Tuan Shine, pemimpin Black Sky," teriak pria A dengan lantang. Spontan semua Rakan nya langsung mengangkat senjata tanpa pikir panjang.


Dor Dor Dor


Tiba-tiba hujamana peluru peredam berdatangan dari arah belakang dan langsung merata kan rekan si pria A.


Temba kan itu begitu mulus tidak terdengar seperti hembusan angin malam saat ini.


Ternyata anggota Black Sky yang di bawa oleh Xavier adalah senjata FN (Five-seveN) yang tidak mengeluar kan suara.


Xavier sempat terkagum dengan kemampuan senjata itu. Saat akan memasuki pekarangan ini tadi Xavier di beri kode untuk tak mengeluar kan suara dengan pistol nya.


Namun, para anggota Black Sky itu justru memegang erat pistol di tangan mereka dan tetap mengarah kan ke depan sebagai bentuk kesiap Siagaan.


Xavier tidak membantah, dan tetap melaku kan perintah yang di beri kan oelh anggota Black Sky. Dan sekarang Xavier paham apa arti kode yang di beri kan oleh anggota Black Sky itu.


"Menurut atau ku lubangi kepala mu," ucap Shine menatap tajam si pria yang masih hidup. Rekan nya yang bertugas di laut sudah tidak ada satu pun yang bernyawa lagi.


Ingin melawan, tapi pria itu merasa sesuatu telah menekan di bagian jantung nya.


Xavier mengambil alih pria yang saat ini menjadi tawanan.


"Tuan, kami sudah menerima perintah dari Tuan Rhadika bahwa kekuasaan black Sky akan ada di genggaman anda," ucap salah satu anggota inti Black Sky.


Shine mengangguk saja dan tidak mengata kan apa pun lagi.


"Tunjuk kan jalan nya!" perintah Xavier mendorong tubuh si tawanan. Moncong pistol yang berlubang menyimpan timah panas tetap mengarah ke pada kepala pria itu.


Xavie melihat suasana hati tuan nya sedang buruk. Xavier mengetahui itu dan tau apa penyebab nya.

__ADS_1


Tawanan itu menunjuk kan di mana letak Safira di sekap.


Saat sudah di depan pintu Shine menatap Xavier sejenak. Xavier yang mengerti itu menekan pistol yang ada di tangan nyalebih kuat.


"Jangan macam-macam. Guna kan kode ketukan bahwa itu adalah kau, sekali saja kau salah. Tidak segan-segan peluru ini akan menembus kepala mu," ancam Xavier.


Tawanan yang sudah memikir kan akan mengetuk pintu dengan kode bahaya langsung mencium nyali nya.


Ini lah dunia mafia. Segala nya berjalan sesuai dengan kode masing-masing klan. Semua para klan berusaha membuat kode sulit agar tidak bisa di ketahui oleh orang lain.


Pria itu mengetuk pintu sesuai dengan kode biasa nya. Pria itu masuk sendiri dengan wajah biasa dan babak belur. Tapi pria itu bersikap biasa saja.


Para pria yang sedang asik beradu mulut dan sesekali melaku kan kekerasan pada Safira berhenti.


Pintu tidak tertutup rapat hingga bisa memberi kan celah untuk orang di luar melihat isi ruangan itu.


Safira pun menatap ke arah pria yang baru saja masuk.


"Dia?" batin Safira melihat pria yang membawa nya ke tempat ini.


"Ada apa dengan mu?" tanya si pria 1 ke pada pengawal A.


"Tidak ada," jawab nya singkat.


Orang-orang di ruangan itu menatap aneh ke arah Pengawal A.


Si pengawal A negri melihat Safira yang sudah beranta kan. Berbeda dengan saat tadi dia membawa wanita itu.


Baju basah, pipi merah, ke dua sudut bibir terluka dan menyisa kan darah kering, rambut yang tadi nya tertata rapi di ganti kan dengan rambut seperti orang gila yang sudah berlari sepanjang masa.


"Habis lah Meraka," batin pria itu.


Kemudian dia pergi ke arah Safira.


"Lepas kan dia!" perintah pengawal A dengan tegas.


"Kenapa?" tanya pengawal 2


"Tuan memberi ku perintah untuk membawa nya ke suatu tempat," ucap pengawal A.


Safira tidak peduli dengan pembicaraan pria-pria di depan nya. Dia saat ini berusaha melonggar kan tali Yanga da di tangan nya sambil melihat dia orang itu berdebat tanpa memperduli apa isi percakapan itu.


Safira secara perlahan menggeser kepala nya ke arah pintu namun tidak sepenuh nya pandangan nya ke sana agar tidak ketauan pria-pria ini.


Deg


Safira langsung mengalih kan pandangan nya dari arah pintu.


Dia tidak mungkin salah lihat. Meski pun pencahayaan di balik pintu sedikit, tapi dia benar-benar mengenali siluet itu.


"Apa dia benar-benar datang?" batin Safira.


Sedang kan Shine di balik pintu mengepal kan tangan nya kuat melihat istri nya bernata kan seperti itu.


Amarah nya semakin naik ketika melihat pipi dan sudut bibir istri nya. Dia saja sebagai suami tidak pernah melaku kan kekerasan pada istri nya.


Meski pun dia tiga tahun tidak mempeduli kan istri nya bukan berarti dia pernah melaku kan kekerasan fisik pada sang istri.


Hanya luka dalam yang tidak bisa di obati nya saat ini yang telah ia gores kan di hati sang istri.


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Agar author nya semangat up nya 🙂🙂🙂

__ADS_1


__ADS_2