Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 57


__ADS_3

Di tengah Alaska dan Aurora menikmati indah nya masa lajang nya dan menikmati peristiwa ranjang, sepasang suami istri di barengi dengan kehadiran pria lain yang menjadi sumber permasalahan bagi sepasang suami istri itu.


"Kau mengusir ku?" tanya Shine menatap tajam ke arah Istri nya. Tidak kalah sengit, Safira menatap tajam ke arah Shine.


"Apa kau lupa kenapa aku masih duduk di ranjang membosan kan ini?" Safira balik bertanya pada Shine.


Shine terdiam tidak melanjut kan ucapan nya lagi, kan melepas kan kerah Elvio di mana tangan berotot dan berurat nya sudah siap menghajar pria pebinor itu


"Elvio, apa yang kau laku kan di sini, aku rasa kita tidak sedekat itu untuk kau datang menjenguk ku," ucap Safira menatap Elvio tanpa tatapan iba.


Sama sekali tidak ada rasa kasihan tercetak di wajah Safira. Yah itu bisa di tebak Elvio dari wajah Safira sejak pertama kali diri nya melihat wanita yang penuh keberanian dan tidak ada rasa takut di mata nya ketika dia menodong kan pistol ke pada Safira.


Tidak ada gentar sedikit pun di wajah wanita itu.


"Tidak ada alasan untuk tidak menjenguk mu," jawab Elvio.


Safira mengernyit kan kening nya mendengar jawaban tidak jelas Elvio.

__ADS_1


Sedang kan Shine yang mengerti arah pembicaraan Elvio menekan emosi nya kuat-kuat agar bisa menahan amarah di hati nya.


Safira tidak ambil pusing.


"Terserah. Shine, bisa beri kami waktu sebentar? Ada yang ingin ku bicara kan dengan Elvio," ucap Safira menatap datar ke arah Shine.


Sungguh Shine merasa kan sakit dan kosong hati nya ketika melihat tatapan Safira sama sekali tidak berminat atau mengharap kan kehadiran nya.


Pria itu menatap sejenak ke arah Safira dengan tajam namun mengandung rasa pedih di sana. Namun Shine lagi-lagi harus menahan emosi nya karena takut akan memancing Safira. Kemudian di alihkan nya pandangan nya ke arah Elvio, tatapan memati kan tertuju ke arah Elvio sebagai kode peringatan.


Shine meninggal kan ruangan itu dengan hati yang membara yang siap membunuh orang.


Beberapa menit Shine sampai di tempat yang sudah di tentu kan oleh Shine tadi.


Sebelum benar-benar menjauh dari ruang inap Safira Shien terlebih dahulu berbicara dengan asisten Elvio yang setia menunggu tuan nya datang di depan pintu.


Melihat sang tuan sudah datang, Xavier yang sudah menerima perintah langsung memberi kan perlengkapan pada Shine.

__ADS_1


Yah saat ini Shine akan melawan anggota nya dengan Tema MMA siap sampai akhir.


Tidak di pilih, melain kan anggota itu lah yang menawar kan diri untuk sebagai lawan pemimpin mereka.


Bukan merasa lebih hebat, tapi mereka juga ingin mencoba merasa kan pukulan sang Tuan dan jika Dewi berkehendak mereka di perkenan kan memukul wajah dengan rahang tegas penuh wibawa itu.


"Keluar kan seluruh tenaga kalian, tidak perlu m/rasa segan, karena tuan juga tidak akan segan dikit pun untuk menjatuh kan kalian. Jika kalian tumbang dalam sepuluh menit itu arti nya kalian tidak mendapat apa-apa dan di nyata kan kalah, dan jika kalian berhasil membuat luka di bagian tubuh tuan , di mana pun itu, itu arti nya kalian memang," ucap Xavier panjang lebar untuk menjelas kan aturan main yang berlaku.


Lima pengawal itu mengangguk.


"Mulai!" ucap Xavier.


Sedang kan di ruang ruang sakit, tepat nya di ruangan Safira, Elvio tertawa senang, tapi tidak ada yang bisa menebak isi hati pria itu.


Entah suatu kebetulan atau takdir, tapi dia benar-benar senang mendapat kan kabar itu dari Safira sendiri.


"Welll, mansion ku terbuka lebar untuk mu Sayang, kapan pun kau datang, pintu mansion ku akan siap sedia menja mu mu," ucap Elvio tersenyum senang penuh kemenangan.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊🙏👍👍


Agar author nya rajin up dech 🔥🔥👍👍👍


__ADS_2