
Seorang pria yang jatuh tersungkur di lantai kini telah berada di brankar rumah sakit. Ada pula satu orang wanita yang sejak tadi membuat keributan di luar ruangan memberontak agar dia bisa masuk
"Lepas kan aku sialan, aku istri nya aku berhak masuk ke sana!" Dia adalah Safira dan pria yang sudah sadar adalah Shine yang audah sejak tadi mendengar sang istri membuat keributan.
"Biar kan dia masuk!" sebuah telepon tersambung ke Xavier yang menjaga di depan.
"Silah kan masuk Nyonya!" ujar Xavier dengan penuh kesopanan.
"Shine, kenapa kamu melarang..."
Tak
"Surat perceraian. Ambillah," ucap Shine begitu datar.
"Apa maksud mu?" Safira mulai luruh air mata nya ketika melihat tandatangan Shine ada di sana.
"Tolong gunakan mata Ma Nona," Shine mengganti nama panggilan Safira membuat wanita itu semakin sakit hati nya.
"Seorang wanita yang membohongi suami nya dan...,"
"Aku bisa menjelaskan semu..."
"Dan wanita yang susah hamil, aku tidak membutuhkan itu sama sekali," ucap Shine.
Jantung Safira serasa berhenti sejenak setelah mendengar kalimat terakhir Shine.
"Apa menurut mu aku adalah mesin penghasil anak buat mu?"
"Ya, wanita yang naik ke atas ranjang ku tidak berhak mendapatkan dua kali kesempatan," ucap Shine dengan nada merendah kan.
Safira benar-benar hancur, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Seharus nya dia lah yang mengata kan itu pada Shine. Dia menyangka cinta pria itu tulus selama ini, Ternyata dia hanya di jadi kan penghasil anak.
Padahal Safira sudah merencana kan sesuatu untuk pengobatan Shine, tapi hancur sudah pikiran nya saat ini.
Dia keluar dari sana dengan tersedu-sedu, membuat Xavier dan yang lain nya merasa iba, tapi mereka satu pun tidak ada yang memperhatikan Safira.
Wanita merasa benar-benar sudah di Huang dari keluarga Shine. Ayah mertua nya juga di sana seakan tidak melihat diri nya keluar dari ruangan Shine.
Melihat Safira sudah keluar dari ruangan nya, Shine membanting segala sesuatu yang ada di samping nya. Dia benci, dia benar-benar benci melihat air mata Safira. Air mata nya luruh, dia tidak mempeduli kan lagi Daddy nya yang masuk ke ruangan nya dia menangis sejadi-jadinya.
Safira tidak tau lagi ke mana tujuan nya, kenapa dalam sekejap semua kebahagiaan nya menghilang? Safira.berjalan tak tentu arah, Mateo dan Nia tidak ada lagi di sisi nya.
Dia bersandar di sebuah tembok, tubuh nya luruh begitu saja.
"Apa nyonya akan baik-baik saja Sayang. Aku tau bagaimana Nyonya nanti akan hancur ketika di ceraikan Tuan."
"Lebih baik Sayang, tuan Shine kemungkinan tidak tertolong."
"Jadi alasan Tuan menceraikan Nyonya bukan karena Nyonya sulit hamil? Melainkan..."
"Benar, rahim Nyonya sama sekali tidak bermasalah. Kau tau bahkan semua harta Shine sudah di pindah kan atas nama Nyonya."
Suara itu begitu di kenal oleh Safira. Secercah harapan muncul di wajah nya.
__ADS_1
"Bukankah tuan Sangat marah tentang Nyonya menyembunyikan masalah tentang kekasih Nona Aurora?"
"CK, itu sama sekali tidak ada hubungan nya dengan perceraian ini Sayang. Ah, aku tidak tahan Sayang, aku ingin bercinta dengan mu," suara itu tak lain adalah milik Darren dan Nia yang mungkin sudah manta pengawal Safira
****
Brak
Pintu dek tendang Safira begitu kuat.
"Daddy, boleh aku berbicara terakhir kali nya ke suami ku?" tanya Safira. Dia masih mendeklarasi kan bahwa Shine suami nya.
Tanpa berbicara Rhadika langsung ke luar dari sana
"Ada apa lagi?" tanya Shine ketus.
Safira smirk ke arah Shine.
Dia kemudian mengambil surat cerai yang sudah di tanda tangani Shine.
Srek
Suara itu di sobek oleh Safira hingga berkeping-keping. Lalu kemudian dia pergi ke arah pintu dan mengunci pintu.
"Apa maksud mu Safira," kesal Shine.
"Maksud ku?" Safira mendekat ke arah ranjang Shine.
Safira mendekat ke arah Shine dan menatap shine dengan intens.
"Benar kah kau ingin bercerai dengan KH Sayang?" tanya Safira mendekat kan wajah nya pada Shine.
Cup
Shine terbengong dengan aksi berani Safira. Bukan kah seharus nya wanita nya ini pergi?
Safira dengan perlahan naik ke atas ranjang.
Kemudian mengambil ponsel nya dari tas milik nya.
"Aku akan menelepon Leo mantan kekasih SMA ku, dan akan bercinta setelah aku tidak mendapat kan kepuasan dari mu, tak apa masih ada cadangan," ucap Safira.
Kini posisi nya tepat duduk di perut Shine. Shine mengepal kan kuat tangan nya yang berada di dala selimut.
Tidak, tidak apa, yang terpenting Safira akan menemukan kebahgai nya.
Safira tersenyum smirk, Shine ternyata tidak terpancing dengan ucapan nya.
Cara terakhir.
Safira menunduk kan wajah nya dan menpel kan bibir nya pada Shine. Shine terkejut bukan main, tapi ketikan Safira menuntut ciuman, Shine membalas nya.
"Aku, Safira. Nyonya Browns, akan memperkosa mu di masa sakit mu," ujar Safira lembut di telinga sang suami.
__ADS_1
Tangan nya sudah bergerilya dan membuka satu persatu kancing milik Shine.
"Hentikan Safira! Jangan menjadi wanita murahan," ucap Shine menahan gejolak dalam diri nya.
Ahhhh
Shine Mende sah ketika dengan Bernai nya Safira meremas halus milik Shine.
Safir tak mau kalah, benar Shin emasih bisa menahan godaan nya, dia harus melaku kan cara ini, hal yang menjijik kan bagi nya.
Srek
Ah....ahhh...Baby...ah...
Tanpa sepengetahuan Shine, dia sudah mengganti nama panggilan Safira. Dia kemudian spontan memegang kepala Safira memaju mundur kan kepala Safira.
"Baby, ahhh begitu..ouhhh...kenapa ah.... tidak...ahh..sejak dulu....Ah begini," ucap Shine meracau keenakan.
"Baby, semakin cepat ah....."
Byur
Cairan Shine keluar begitu banyak dan Safira dengan cepat mengambil tabung kecil dan menampung nya sedikit.
Wajah Shine saat ini tidak pucat seperti sebelum nya. Shine juga tidak merasa kan sakit sama sekali.
Tanpa memberi kan jeda, Safira langsung membuka dress yang di gunakan nya dan CD nya.
Jleb
Tanpa jeda Safira memasuk kan batang Shine ke sarang miliknya.
"Ouhhhh...ini...ahhh... enak," ucap Safira Menaik turun kan bokong nya.
Shine meracau di bawah Safira, dia juga ikut menggerak kan pinggul Safira.
Safira tersenyum miring melihat Shine terpancing oleh nya.
"Aku tau Sayang kau mencintai ku," batin Safira terus memacu pinggul nya. Safira menepati perkataan nya bahwa dia akan memperkosa Shine habis-habisan.
Shine terus berteriak di bawah kuasa Safira begitu juga dengan Safira yang kadang berada di bawah kuasa Shine.
Di tengah pelepasan Safira dan Shine, Safira kembali mengambil tabung kecil dan memasuk kan keringat Shine ke sana.
Tak sampai dua kali pelepasan, stamina Shine tidak berkurang sama sekali. Dia memacu Safira dengan lembut namun dalam durasi yang panjang membuat Safira menyesal memancing Gairah Shine.
Jangan lupa like nya ππ
agar author nya semangat up nya
######
Akan ada judul baru untuk Al dan Aurora, doakan semoga bisa launching bulan ini βοΈππππππ¦Έπ¦Έπ¦Έ
__ADS_1