
Saat ke luar dari ruangan Safira, asisten Elvio langsung menemui atasan nya. Rasa nya tidak perlu memberi kan pesan yang di beri kan pemimpin klan mafia bengis Black Sky, tapi perintah itu secara langsung di keluar kan oleh rapi itu pada nya.
Asisten Elvio bukan nya meragu kan kekuatan sang Tuan, tapi dia yakin tuan nya tidak akan bisa bertahan lama karena tuan nya itu belum sembuh total dari luka yang ada di tubuh nya saat kembali dari luar negara ini.
"Why?" tanya Elvio menatap asisten nya yang enggan untuk berbicara.
"Maaf Tuan, sebenar nya ini tidak terlalu penting tapi harus saya sampai kan karena tuan Shine sendiri yang mengata kan pada saya," ucap asisten Elvio.
"Kata kan, apa yang di kata kan oleh pria itu?" tanya Elvio santai.
"Tuan Shin mengata kan, bahwa dia menunggu anda di ruangan yang berada di belakang rumah sakit ini," ucap asisten Elvio.
Elvio tersenyum sinis, "Cih pria bodoh itu. Kita akan ke sana," ucap Elvio.
"Tapi Tuan, anda belum pulih sama sekali. Bukan meragu kan Tuan, tapi anda tau sendiri tentang tuan Shine," ucap Asisten Elvio dengan khawatir.
"Meski pun kalah setidak nya aku menyanggupi permintaan nya bukan, bukan berperan sebagai pengecut," jawab Elvio santai.
"Tuan, apa kita akan pulang?" tiba-tiba seorang wanita menghenti kan langkah Elvio dan asisten Elvio. Ternyata di adalah Megan, tawanan Elvio.
"Tidak, kau jaga Safira. Temani dia, kita akan pulang bersama nya nanti," ucap Elvio berlalu dari sana tanpa menunggu jawaban Megan
"Pulang, apa yang terjadi dengan rumah tangga Safira. Oh tidak, dia pasti sedih," batin Megan berbalik menuju ruang inap Safira.
Saat akan masuk ke ruangan Safira, Megan menghenti kan langkah nya, dia lagi-lagi terpesona dengan paras pria yang pernah menyelamat kan diri nya dan Safira.
"Mateo tampan, apa kamu sudah sembuh?" tanya Megan dengan tatapan memuja dan berbunga-bunga.
CK, dia hanya berani menunjuk kan kebiasaan nya mengagumi pria-pria tampan di sekitar nya di belakang Tuan nya Elvio, jika tidak habis lah nyawa nya
"Sudah Nona," jawab Elvio datar.
"Mmmm, aku suka suara mu, seksihhh," ucap Megan. Kemudian dengan senyuman yang di tinggal kan semanis permen lollipop di tinggal kan Megan untuk Mateo.
Pria itu menatap heran pada wanita genit yang menggoda nya tadi.
"Hei!" ucap Megan melihat Safira yang melamun di ranjang nya dengan wajah pucat yang tercetak jelas di wajah Safira.
Sontak Safira yang sejak tadi memikir kan sesuatu langsung tersadar dan menoleh ke arah suara yang menyapa nya.
"Oh hai Megan,"jawab Safira tersenyum berharap sahabat nya itu tidak akan menggosipi diri nya dalam hati.
"Tidak usah tersenyum. Cih, senyum mu itu membosan kan," ucap Megan muak dengan Safira yang selalu berusaha menutupi masalah nya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan rumah tangga kalian? Apa maksud tuan Elvio kau akan pulang bersama kami? Bagaimana dengan Tuan Shine? Oh God, apa Yang sedang terjadi?" tanya Megan dengan gaya khas nya jika hanya bersama Safira.
Mondar mandir tidak jelas seperti dialah yang merasa kan masalah sekarang bukan Safira.
Safira pusing mendengar pertanyaan beruntun sahabat nya ini. Tidak bisa kah satu per satu di tanya kan, ini justru membuat Safira semakin pusing.
"I'm pregnant," ucap Safira singkat dan tidak menjawab satu pun pertanyaan Megan.
Megan yang mondar mandir sejak tadi hampir jatuh karena merasa lutut nya lemas, untung saja tangan nya bertumpu pada besi ranjang Safira.
"Wait..wait..., maksud mu, ka..mu hamil? Ba..bagiamana bisa," tanya Megan dengan konyol nya. Entah kenapa pertanyaan konyol itu muncul di pikiran Megan.
"Pertanyaan macam apa?" ucap Safira heran melihat kebodohan yang tiba-tiba menghinggapi Megan.
Bersamaan dengan itu terlihat pintu terbuka dan memperlihat kan dokter yang biasa memeriksa Safira.
Megan heboh sendiri, dia mengabai kan ketampanan dokter muda itu.
"Kata kan, apa wanita yang di ranjang itu hamil?" tanya Megan memegang kerah jas dokter muda itu. Megan tidak sadar dia sudah seperti tukang palak saat ini.
"Ya benar Nona," jawab Dokter itu singkat.
"Bagaimana bisa?" tanya Megan lagi tidak sadar dengan kekonyolan nya.
"Kehamilan Nyonya Safira murni dengan hubungan suami istri Nona," jawab Dokter itu.
Megan semakin syok, dia menutup mulut nya tak percaya.
Sementara Megan menguasai diri nya atas keterkejutan nya, Dokter memeriksa kandungan dan kesehatan Safira dan hasil nya baik-baik saja.
Setelah dokter itu pergi, Megan mengucap kan terimakasih.
"Terimakasih dokter Tampan," ucap Megan dengan senyuman manis nya. Berbeda dengan sikap nya yang heboh tadi.
"Cih, mata kecentilan," ucap Safira berdecih.
"Tidak usah berbasa-basi. Apa selama ini kamu berdamai di depan ku? Cih, tau-tau nya sudah hamil," ucap Megan kesal karena dia terlambat mengetahui kabar bahagia bahwa dia akan memiliki keponakan.
"Nama nya juga rumah tangga Meg," ucap Safira mend esah dengan pelan.
Megan yang mengerti keresahan sang sahabat tidak bertanya lebih jauh lagi.
"Jadi apa maksud Tuan Elvio kau ikut pulang bersama kami," tanya Megan mengalih kan topik pembicaraaan.
__ADS_1
"Yah, aku butuh menenang kan pikiran Meg," ucap Safira.
"Dengan Tuan Elvio?" tanya Megan tapi ada rwba kan lain nya yang tidak bisa dia ungkap kan
"Ya, sesuai dengan teba kan mu."
Megan mengangguk-angguk kan kepala nya. Dia mengerti plot yang sedang di main kan oleh Safira saat ini.
**
Berbeda dengan ruangan Megan dan Safira. Ruangan bernuansa gelap dengan posisi ring seperti mma di tengah ruangan itu sedang di penuhi dengan amarah bercampur dengan pukulan dan wajah babak belur tercetak di beberapa wajah pria yang bermain di atas ring
Siapa lagi jika bukan Shine yang saat Ini sedang melampias kan amarah nya yang begitu besar.
Dia benar-benar menghajar para bawahan nya tanpa memberi jeda sedikit pun.
Tangan berotot dan berurat milik Shine Melayang di udara dengan gesit nya hingga menubruk perut dan wajah lawan main nya tanpa ampun
"Sudah ku kata kan keluar kan tenaga kalian," ucap Shine sambil melayang kan kaki nya ke perut bawahan nya yang sedang mencari celah.
"Bukan tidak mengeluar kan tenaga Tuan, tapi mereka sudah mengeluar kan tenaga nya seluruh nya," batin Xavier yang sudah sejak tadi melihat pertarungan yang kalah telak itu.
Xavier bisa melihat bahwa para pengawal yang berada di atas ring sebagai lawan Shine sudah hampir tumbang. Tapi menta kan kalah mereka sama sekali tidak Berani, karena itu adalah hal tabu di klan Black Sky.
Sebagai anggota Black SKy mereka tidak akan kalah sebelum titik darah penghabisan termasuk bertanding di ring bersama dengan sang Tuan.
Seorang pria yang baru masuk dari pintu ruangan yang bernuansa gelap khas seorang petarung tersenyum sinis.
"Bodoh, tidak bisa memenang kan hati istri nya, dia melampias kan nya pada bawahan," ucap Pria itu sambil menerima perlengka pan untuk bertanding di ring.
Dia bukan orang bodoh, dia adalah Elvio yang juga memegang gelar bos mafia terlebih dahulu dari pada shine. Dia tidak bodoh tidak mengetahui maksud shine mengajak nya ke tempa ini.
Elvio juga sudah merasa tidak tega pada para pengawal yang sudah babak belur di atas ring akibat ke bodohan pria yang hampir di tinggal kan istri nya.
BUG
Shine merasa kan ada pukulan mengenai wajah nya. Amarah nya semakin m nbhncah dan Melihat siapa yang berani menyentuh wajah nya.
Shine tersenyum miring melihat Elvio yang berada di ring.
Aura membunuh pria itu semakin kental, bah kan Xavier dan asisten Elvio yang berada di luar arena merasa merinding melihat aura pria itu.
"Semoga Tuan Shine tidak membunuh tuan Elvio hingga membuat dua perpecahan antara dua keluarga besar," batin Xavier khwatir.
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊🙏👍👍
Agar author nya semangat up nya 🙂