
Safira spontan mendorong Shine mendengar pintu yang terbuka tanpa permisi. Sial, dia merasa sial saat ini, jika saja ada lubang yang sangat besar dia akan masuk ke lubang itu saat ini.
Shine menatap tajam ke arah wanita yang berdiri di depan sana dengan wajah datar nya. Tidak ada rasa segan atau bersalah di wajah yang sangat menyebal kan itu bagi Shine.
Seharus nya dia masih bisa menikmati bibir istri nya hingga puas, mungkin dengan permainan nya juga dia bisa menikmati kesenangan duniawi jika tidak di ganggu oleh wanita itu.
"Kak, kakak ipar. Ka... kauu sudah datang?" ucap Safira sambil melangkah ke arah kakak ipar nya.
"Aku hanya datang sebentar, tidak untuk makan siang. Kalian lanjut kan lah kegiatan panas itu," seru Aurora berlalu dari sana dan segera menutup pintu.
Shine begitu sial melihat tingkah kakak nya itu. Apa-apaan, dia sudah berusaha mencari celah tapi di gagal kan oleh Kakak nya sendiri. Apa sesial ini nasib nya jika mencuri kesempatan d i tengah situasi yang sempit seperti ini?
"Dasar pria gila mesum," ucap Safira dengan kesal.
Shine melewati Safira yang sedang mengumpat nya. Hilang sudah minat nya untuk menikmati bibir sang istri.
"Untuk apa makanan ini di bawa jika tidak untuk di makan?" ucap Shine kesal di sana. Dia membuka makanan itu, dia melaku kan nya dengan kesal. Dia tidak sadar bahwa dia menyiap kan makanan nya sendiri dan menyiap kan makanan itu untuk mereka berdua.
Sejarah nya seorang Shine selalu di layani bukan melayani.
Safira berdiri di sana melihat bagaimana shine menyiap kan makanan mereka. Dia bisa mengamati wajah Shine yang terlihat kesal. Safira memperhati kan wajah Shine yang begitu tampan, dingin dan juga tegas. Dia terpesona dengan wajah Shine saat ini yang di hiasi wajah kesal yang sangat menarik untuk Safira.
__ADS_1
"Aku tau aku tampan Sayang. Sekarang cepatlah, aku ingin makan!" ucap Shine melihat Safira yang mengamati nya dengan intens.
Safira tersadar dari lamunan nya dan mencibik kan bibir nya kesal karena mendengar penuturan yang menurut nya berlebih meski pun itu benar.
Safira mendekat ke arah makanan nya. Dia kemudian mulai memakan makanan itu dengan santai tanpa mengajak sang suami. Beberapa suapan, Safira masih setia memakan makanan nya. Dia tidak memperhati kan orang yang di samping nya karena sakin menikmati makanan itu.
"Ahemm..ahemm"
Terdengar suara batuk dari Shine. Safira menoleh ke arah Shine, dia melihat Shine sama sekali belum menyentuh makanan nya sendiri.
"Kenapa?"
"Suapi!"
"Apa kau tidak punya tangan?" tanya Safira kembali melanjut kan makan nya.
Shine semakin kesal saja wajah nya. Dia mengambil ponsel nya dan menelepon Xavier.
"Pecat semua yang orang yang ada di ruangan meeting tadi meski pun kita mengalami kerugian besar," ucap Shine menatap Safira kemudian menutup telepon.
Safira awal nya tidak tau apa maksud Shine. Tiba-tiba dia sadar, dan langsung merebut ponsel Shine.
__ADS_1
"Cepat...cepat! Buka telepon nya!"
Shine malah berjalan dan duduk dengan tenang.
"Shine jangan bermain-main!" kesal Safira. Shine tetap tidak menanggapi.
"Baik, aku akan menyuapi mu. Cepat batal kan perintah mu," ucap Safira akhir nya memilih mengalah.
Dia tidak ingin membuat orang menanggung kerugian akibat ulah nya.
CUP
Shine mengecup sekilas bibir istri nya membuat Safira bengong seketika merasa kan bibir nya yang bertubru kan dengan benda kenyal hangat milik Shine.
Shine mengambil ponsel nya.
"Batal kan!" ucap Shine dengan santai lalu menatap Safira tanpa rasa berdosa. Bahkan lagi wajah itu terlihat menagih ucapan Safira yang ingin menyuapi nya.
"Shine Damian Browns...," ucap Safira dengan nada meninggi.
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas ✋✋✋