
"Mateo, apa yang kamu laku kan?" tanya Avicennia melihat layar Mateo yang berbeda dengan layar mereka.
Mateo langsung mengalih kan program yang di buka nya dan mengembali kan ke program proyek Mereka.
"Bukan urusan mu!" jawab Mateo dengan malas. Dia tidak suka dengan sikap Nia yang tiba-tiba nyerocos saja melihat layar leptop nya.
"Aku hanya memasti kan sesuatu," ujar Nia dengan wajah menyelidik.
"Jauh kan pikiran bodoh mu itu. Itu tidak akan pernah terjadi," ucap Mateo
Avicennia hanya mengangguk saja. Dia yakin bahwa Mateo adalah orang yang bisa di percaya. Bah kan jika di tanya mungkin Mateo lebih tangguh kepercayaan dari nya, yah bisa di kata kan begitu.
"Sesuai perkataan Nyonya kemaren, kamu seharus nya mencari wanita untuk kebutuhan tubuh mu," ucap Nia dengan baik menasehati Mateo.
"Perkataan bukan perintah! Menjauh lah, koreksi diri dulu baru berbicara
__ADS_1
"Setidak nya aku tidak berbelok dan miring," ucap Nia dengan nada santai melihat ke arah Mateo dengan ngeri ketika membayang kan pedang dengan pedang saling beradu.
"Cih, aset ku berharga dari pada masuk sana sini," ledek Avicennia.
"Hmmm, setelah sampai di mansion ini aku hanya bermain dengan dokter keluarga Tuan, tidak masuk sana sini," ucap Nia sambil melihat ke atas sambil mengingat-ingat kembali.
"What the hell. Aku tidak bertanya siapa dia. Oh God, Nia ingat hukuman mu," perintah Mateo dengan kesal. Bagaimana pun juga Mateo sudah menganggap Nia adalah adik nya karena wanita itu sudah lama bekerja bersama nya.
"CK, tidak apa-apa. Yang terpenting aku sudah merasa kan nikmat nya pedang..Sebelah sana bagaimana, oh sayang nya," ejek Nia tertawa geli membayang kan millik Mateo bermain dengan pedang karatan lain nya.
"Apa kau ingin aku memberitahu pada Tuan tentang mu dan Tuan Darren, seperti akan sangat menarik," ucap Mateo tersenyum devil.
Dia pikir diri nya bisa menang, namun Mateo terlalu licik mempermain kan keadaan.
Dak tidak suka jika Mateo melapor, mungkin tuan nya akan memecat diri nya karena memanfaat kan situasi yaitu bermain panas bersama dengan dokter tuan nya, diri nya terlalu lancang dan tidak sopan
__ADS_1
"Aku..aku hanya menyaran kan pada mu, siapa tau kau bisa lurus kembali dan tidak berbelit," ucap Nia dengan suara lemah yang di buat-buat.
"Aku tidak berbelit bodoh, aku sedang menunggu seseorang," ujar Mateo lalu melanjut kan pekerjaan nya. Dia tidak lagi memperduli kan ucapan Nia, pertanyaan dan semacam nya
Keheningan kembali terdengar di malam sunyi di iringi peluh keringat dari orang-orang yang bekerja seperti kelelawar, bisa di sebut nokturnal.
Tidak jauh dengan suasana awal Mateo dan Nia, di kamar utama Safira sedang memerah wajah nya karena mengajak Shine ke rumah sakit seperti mengajak anak kanguru yang tidak mau masuk ke kantung inang nya agar selamat.
"Shine ku mohon jangan seperti anak kecil. Cepat kita harus ke ruang sakit!" bentak Safira.
Tidak ada jawaban, pria itu tetap bergelut dengan selimut nya.
Safira semakin membara, dia melangkah ke arah Shine dan menarik selimut itu dengan kasar. Shine tak mau kalah, dia tidak suka ke tempat bau obat-obatan yang menyengat itu, ruangan membosan kan yang berwarna putih seperti tidak ada kehidupan.
Srekkk
__ADS_1
Saat berebutan selimut, tidak sengaja selimut di tangan Safira terlepas dan dia terhempas tepat ke dalam pelukan Shine.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍 Agar author nya semangat up nya 🙂🙏👍👍👍👍👍