
"Beri kan identitas nya pada ku!" Safira menengadah kan tangan nya ke arah Avicennia.
Pengawal pribadi itu segera memberi kan iPad yang sudah berisi kan identitas pria yang sedang di rantai tangan nya.
"Ternyata kamu memiliki dua anak perempuan, hmmm. Sangat di sayang kan," Safira kembali menggeser layar iPad yang ada di tangan nya
"Seorang supir truk, istri nya suka bermain di club. Menyenang kan," Safira mengangguk-angguk kan kepala nya.
"So, sekarang aku ingin kau berbicara. Siapa yang menyuruh mu?" Safira menatap tajam pria paruh baya yang ada di depan nya
Pria paruh baya itu menatap sinis ke arah Safira.
"Orang bunting jangan banyak tingkah, rawat saja anak mu itu. Perhati kan, apa dia akan selamat atau tidak," ucap pria itu tersenyum sinis.
Safira tersenyum manis mendwngar ucapan pria itu.
"Ohh, terima kasih, aku sangat terharu, kau begitu peduli pada kandungan ku," Safira mengusap lembut perut buncit nya.
"Tapi ku saran kan kau harus lebih peduli pada nyawa mu," tatapan Safira kini menyeram kan mengintimidasi pria paruh baya di depan nya.
"Ingat lah paman, kau tau sedang berhadapan dengan siapa bukan?"
"Cih, hanya seorang wanita dari mafia pengecut, untuk apa ku takuti?" Pria itu semakin berani saja.
"Ah, seperti nya paman sangat banyak bicara," Safira mendengus kesal. Dia mengembung kan pipi nya.
Pria paruh baya di depan nya semakin yakin bahwa wanita hamil di depan nya tidak akan berani menyakiti nya.
"Ferdinan Alibata, nama putra pertama mu bukan?" Safira tersenyum miring kala melihat wajah pria itu terkejut
"Istri mu adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak tau profesi mu seorang Mafia," Safira lagi-lagi semakin happy kala melihat raut wajah pria itu berubah menjadi ketakutan
"Kau ingin mengecoh istri dari ketua Black Sky dengan identitas palsu mu?" Safira lagi-lagi berubah menjadi menyenang kan melihat pria itu ketakutan
"So, kata kan siapa?" Safira bertanya sekali lagi.
"Aku tidak tau siapa ketua kami," ucap pria itu.
"Ah, apa aku potong saja satu tangan putra tunggal mu itu? Tapi seperti nya dia suka bermain bisbol, bah kan dia juara," wajah Safira kini seperti sedih mengata kan itu
Avicennia tak percaya dengan wajah imut yang selama dua bulan ini terpampang di depan wajah nya. Kini berubah menjadi seorang iblis yang menheram kan.
"Apa jika wanita sedang hamil akan lebih menakut kan?" batin wanita itu.
__ADS_1
"Sialan, jangan sentuh tangan putra ku, bisbol adalah masa depan nya," pria itu tiba-tiba memberontak membuat tangan pria itu terluka.
"Aku tidak ingin. Tapi kau tidak memberi tahu aku siapa orang yang menyuruh mu," Safira menunduk tak menatap pria itu seperti orang yang sedang di paksa oleh Daddy nya sekolah.
"Dasar wanita iblis!" ucap pria itu.
"Iblis? Aku iblis?" Safira kini menatap ke arah Mateo dan Nia.
Yang di tatap gelagapan tak tentu.
"Tentu saja tidak Nyonya, anda istri Tuan Shine," jawab Mateo segera.
Safira kini mengalih kan tatapan polos nya ke arah Nia. Wanita itu tampak mengangguk setuju dengan ucapan Mateo.
"Kau yang mengata kan aku iblis, baik lah. Nia beri kan aku belati kecil," Safira menengadah kan tangan nya ke arah Nia.
"Sangat menyeram kan," batin Nia namun ia tetap menyerah kan belati yang tersemat di paha nya ke arah Safira.
Creshhhh
Darah segar tiba-tiba memuncrat dari lengan pria paruh baya yang sedang di ikat tangan nya.
"Belum bicara?"
"Aku tidak membunuh paman. Aku hanya bertanya dengan baik tapi di jawab dengan buruk. Aku hanya memberi kan pelajaran
Ahhhhh
"Aku dengar juga istri mu sangat baik. Dia wanita terhormat yang selalu mencintai suami nya. Apa aku perlu mengirim pengawal ku ke sana yang sudah lama di pedalaman?"
Siapa pun bisa menafsir kan apa yang ada dalam pikiran Safira.
"Apa kau gila, kau juga seorang wanita nyonya," pria itu berteriak histeris.
Pria mana yang akan membaik kan istri nya yang sopan dan terhormat di aniaya oleh pria-pria yang sudah haus akan wanita.
Safira memang wanita yang berkomitmen tinggi,.dia tidak akan membiar kan sesuatu yang di miliki nya akan terluka hanya karena orang lain. Sudah cukup diri nya selama beberapa bulan belakangan dia mengabai kan Shine dan berkorban untuk tidak dekat-dekat dengan pria itu sehingga mereka berdua tersiksa.
"So, siapa pelaku nya Paman?"
"Xavier, waktu ku tidak banyak. Dia tinggal di Chile dan saya pernah mendengar dia memiliki wanita asia nama nya adalah AU...."
Bugg
__ADS_1
Pria itu tiba-tiba saja kejang-kejang dan langsung terjatuh lemas di lantai.
"Apa yang terjadi?" Safira heran melihat pria yang ada di depan nya. Dia tidak melaku kan apa pun.
Mateo langsung maju dan memeriksa pria paruh baya itu.
""Dia sudah mati Nyonya"
"Kenapa?"
Mateo menggeleng. Dia kembali meriksa tubuh pria itu tidak ada yang memiliki luka besar yang bisa berpotensi menyebab kan kematian.
Mateo beralih ke pada bagian wajah dan kepal pria itu. Tangan Shine basah ketika meraba kepala si pria.
"Nia, panggil salah dokter bedah ke sini!" Mateo langsung mengangkat pria itu ke atas meja yang berada di sekitar ruangan.
"Bagaimana?" tanya Safira tak sabaran ketika melihat si Dokter membuang sarung tangan milik nya.
"Otak nya pecah Nyonya, ada sebuah chip yang tertanam di otak nya dan akan bisa meledak jika pembuat benda ini menghadap kan itu," jelas di dokter sambil memberi kan chip itu ke arah Safira
"Silah kan pergi dokter!" ucap Nia.
"Pantas saja dia mengata kan waktu nya tidak banyak, ternyata dia di kontrol oleh seseorang," ucap Mateo.
"Berarti ini sudah di perkira kan sebelum nya dan di sudah di atur sejak lam," ucap Safira sambil duduk di kursi yang di beri kan oleh Nia.
"Nyonya, apa tidak sebaik nya kami memberitahu kan ini pada Tuan. Bisa saja Tuan tau tentang ini dan kita bisa bekerja sama hingga lebih mudah menemu kan musuh secepat nya," Nia membuka suara dengan pelan.
"Tidak, aku tidak akan menberita Shine. Aku tau beban nya sangat banyak. Aku juga tidak akan membahaya kan diri dengan mencari informasi ke luaran sana. Aku hanya mengandal kan kalian," ucap Safira dengan serius.
"Anda terlalu percaya diri Nyonya, rasa pengen tau anda selalu mengalah kan segala nya," batin Mateo.
"Aku akan mencari tau sendiri chip ini. Tetap jaga rahasia ini dari suami ku!"
"Bagaimana anda mencari informasi tentang chip itu Nyonya? Saya harap anda menepati janji dengan tidak ikut terlibat langsung dalam masalah ini," Mateo berusaha mengingat kan sang Nyonya.
"Nyawa kami berada di tangan anda Nyonya, sedikit saja anda terluka anda harus ingat kamu Yanga akan menerima konsekuensi nya," Nia menatap tajam sang Nyonya.
"CK, aku tidak akan ke mana-mana Nia. Aku punya seseorang untuk di tanyai dan dia sama seperti kalian," ucap Safira santai.
"Kakak ipar, aku harap kau bisa membantu ku," batin Nia dengan penuh harapan.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍
__ADS_1
Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍