
Setelah memberi nasehat pada Safira, Aurora meminta wanita itu untuk meminta pelayan menyiap kan makanan untuk mereka. Safira sebagi seorang istri yang baik di depan kakak ipar nya harus lah menjaga perilaku nya, dia ikut membantu pelayan menyiap kan makanan untuk menyambut kedatangan Kakak ipar nya yang baru di ketahui identitas nya.
Melihat adik ipar nya tak terlihat, wajah Aurora terlihat mengejek Shine.
"Kenapa kakak melihat ku seperti itu?" tanya Shine. Namun pria itu tetap setia dengan wajah datar nya
"Aku tau istri mu meminta cerai, ralat kalian hampir cerai," ucap Aurora.
Shine hanya menghela napas nya. Ternyata Kakak nya itu tidak berubah, selalu mengetahui detail kejadian yang terjadi pada nya, sudah seperti mata-mata saja. Sedang kan Dad nya dan Mommy nya tidak mengetahui keadaan rumah tangga nya yang hampir di ujung tanduk.
Melihat adik nya terdiam dan menatap diri nya intens, dia melihat sang adik dengan perasaan kasihan. Dia tau bagaimana hubungan adik nya selama ini dengan sang istri, dari mulai bertemu, nikah di atas kontrak, semua nya dia tau.
"Dad sudah memperingati mu Shine, but this happened right?" Aurora bisa melihat wajah Shine yang semakin menyesal.
"Apa pun yang terjadi aku akan mempertahan kan istri ku Kak," jawab Shine dengan tegas.
__ADS_1
"Yah, dan bersiap lah. Kau sudah secara terang-terangan mengungkap kan identitas istri mu ke hadapan publik. Kau tau arti nya bukan?"
Memang Shine sudah mengetahui resiko ini. Dia harus lebih ketat nanti nya menjaga sang istri. Meski pun Safira sudah menolak nya, dia akan berusaha. Dia akan berusaha seiring berjalan nya waktu akan membuat istri nya patuh dan penuh kasih seperti dulu.
"Mmmmm...," Shine berdehem sejenak sambil melihat ke arah kakak nya, antara mau bertanya atau tidak dia sangat bingung.
"Apa kakak bisa menjawab nya, bagaimana pun dia wanita. Tapi dia bukan wanita pada umum nya," batin Shine.
"Berhenti lah berpikir seperti orang bodoh. Apa yang ingin kau tanya kan?" Aurora buka suara setelah melihat wajah adik nya, kadang dahinya mengerut, kadang menggeleng sedikit.
Shine mengenal identitas kakak nya yang sebenar nya yang sebenar nya adalah Queen dari sebuah organisasi bawah tanah. Hanya Shine yang mengetahui identitas itu.
Aurora menatap tajam ke arah adik nya.
"Apa maksud mu? Kau menghina ku? Kau berpikir aku ini tidak seperti wanita pada umum nya. Asal kau tau adik kecil, aku ini bisa lebih lembut dan penyayang dari adik mu... mampus kau, dasar...dasar adik l4kn4t!!!"
__ADS_1
Aurora memukuli Shine dengan bantal yang berada di tangan nya.
Berani sekali anak itu menghina diri nya, memang nya versi diri nya bagaimana?
"Stoped kak, aku bertanya dengan benar. Apa salah nya?" ucap Shine menahan bantal yang sejak tadi berayun-ayun di atas kepala nya.
Safira yang melihat kakak ipar dan suami nya yang hampir di cerai kan seperti itu, dia merasa ada sesuatu yang mengganjal, tapi entah lah.
"Rasa kan!!! Dan hal yang terpenting, jangan bertanya apa pun, a..pa..pun, ingat itu!" Kesal Aurora. Dia berdiri dan berjalan ke arah Safira yang sejak tadi sudah di lihat oleh nya berdiri sejak tadi di samping tembok.
"Sial, seperti nya aku salah membawa manusia ke sini. Bagaimana jika nanti cahaya alam yang menari-nari itu(Arti Aurora ya ges) itu menghasut istri ku. Seperti nya aku harus bertindak cepat," batin Shine
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋
__ADS_1