Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 69


__ADS_3

Alaska merasa Safira seperti mengenal nya tadi. Dari tatapan nya dan saat mereka sudah menghilang dari pandangan wanita itu bahkan dia berusaha mencari keberadaan Alaska dan Clarias.


Untung saja tadi Elvio bisa menghindari Safira meski pun harus menyeret wanita dengan paksa dengan alibi ada produk baru.


"Kenapa wanita itu seperti mengenal ku? Apa dia pernah mengenal ku? Sial," ucap Alaska.


Sedang kan di markas terbaru Black Sky tepat nya di Kota New York, Shien sedang melihat profil dari pria berwajah buram yang ada di layar laptop nya.


Bebrapa kali mereka menyesuai kan orang yang ada di tebakan mereka dengan pencocokan DNA sensor namun tidak satu pun yang berhasil.


Tapi dari profil pria itu, Shine mengetahui alamat nya yaitu Chad, negara di Afrika. Shine mengingat-ingat, dia tidak pernah berhubungan dengan negara Benua hitam itu, bisnis, dunia bawah, pemasok senjata sama sekali tidak pernah terhubung, tapi sekarang kenapa bisa?


"Apa identitas nya hanya sebatas ini?" tanya Shine.


"Benar Tuan. Tidak ada identitas lain Pria itu"


"sama sekali tidak ada atau ads identitas tersembunyi?"


"Memang tidak ada Tuan," jawab Ahli It yang duduk di sana.


"Cari tahu lebih dalam, rekan atau komplotan nya. Tidak mungkin dia bekerja sendiri," ucap Shine dengan yakin. Insting nya mengata kan seorang yang kuat pun tidak akan berani melawan Black Sky jika mereka memang pandai dan tidak berniat mengantar nyawa ke benua Amerika ini.


**


Sedang kan Safira yang berada di mall tak terasa wanita itu sudah menjelajahi hampir tiga per empat mall besar itu.


Safira masih sibuk melihat barang-barang cantik dan imut yang ada di sana mulaindari sepatu, tas dan baju-baju yang ada di sana dan yang paling membosan kan bagi Mateo, hanya dua yang di minati Nyonya nya dari sejuta barang yang sudah di lihat sejak tadi.


Ponsel Mateo berbunyi, dia melihat siapa yang menelepon, pria itu segera bergegas mengangkat nya karena itu adalah tuan nya.


Avicennia fokus mengamati benda imut yang di tunjuk kan Safira, karena wanita itu meminta pendapat Nia.


Safira juga fokus melihat benda-benda lain nya.


"Wah itu juga sangat cute," ucap Safira melihat sebuah senapan anak-anak yang ukuran nya sama dengan senapan orang dewasa.


"CK, dari segi mana imut nya Nona," tiba-tiba seorang pria dengan suara yang di kenali Safira menghampiri Safira yang di lihat nya sejak tadi. Wanita itu sendirian dan lebih dominan di antara semua orang membuat pria itu tertarik dan yah, ternyata dia mengenali nya


"Wah Leon, kita bertemu di sini," girang Safira bertemu dengan teman nya saat SMA hingga sekarang. Siapa lagi jika Bukan Leo jas putih.


"Yah, kita bertemu di sini ," jawab Leo tersenyum.


"Aku ingin membeli kameja untuk pengesahan gelar MD ku," ucap Leo.


"Sudah dapat?" tanya Safira.


"Not yet, mau kah kau membantu ku?" tanya Leo.


"Sure...tapi teman-teman ku tidak keliatan" ucap Safira baru sadar dia sudah jauh dari Nia dan Mateo.


"Kau bisa menelpon nya," ucap Leo.


"Ponsel ku tertinggal di pelayan ku. Yahh, aku juga tidak bawa uang," ucap Safira sambil memeluk senapan itu, padahal dia ingin membeli nya.


"MMM, bagaimana jika ku antar saja nanti, atau kau mengingat nomor ponsel mu? Ah aku lupa, aku punya nomor ponsel mu, hubungi saja melalui ponsel mu," ucap Leo memberi kan ponsel nya pada Safira.

__ADS_1


Safira menelepon pada nomor nya namun tidak di angkat, akhir nya dia mengirim SMS pada ponsel nya, setidak nya dia sudah mengabari bukan?


"Ayo, aku akan membantu mu. Aku sudah mengabari lewat SMS," ucap Safira.


"Ayo," ajak Leo.


Leo melihat gera kan Safira yang enggan untuk meletak kan senapan itu.


"Kau ingin membeli nya?" tanya Leo.


"Iya, tapi aku tidak memegang uang," ucap Safira dengan polos nya hendak meletak kan mainan anak-anak itu.


Leo tersenyum melihat tingkah Safira yang polos itu.


"Aku akan membayar nya, Ambil saja, tapi untuk apa kau membeli nya? Kau sudah besar Fira," ejek Leo.


"Bukan aku yang mengingin kan nya, tapi anak ku," ucap Safira mengelus perut rata nya


Entah mengapa hari Leo terasa sakit mendengar itu, tapi dia mengabai kan nya.


"Kau sedang hamil?" tanya Leo


Safira mengangguk.


"Baiklah, ayo," ajak Leo membawa Safira ke arah lift .


Sedang kan komplotan Mateo di buat panik ketika melihat sang Nyonya tidak ada di sana begitu juga dengan Avicennia dan pengawal lain nya.


Pengawal jarak jauh pun tidak melihat Safira karena tadi wanita itu masuk ke bilik-bilik tempat belanjaan, jadi mereka mengira Safira masih melihat-lihat di dalam bilik itu.


"Cepat temu kan Nyonya sialan, Nia kau melaku kan kesalahan besar," ucap Mateo dengan dingin.


"Apa yang terjadi di sana sialan?" ucap Shine mendengar ucapan Mateo.


Mateo menarik napas dalam. Hukuman sudah menanti nya, tapi dia tidak sempat untuk memikir kan itu saat ini, musuh berkeliaran di mana-mana dia harus bergerak cepat.


"Nyonya menghilang Tuan," ucap Mateo dengan keberanian yang sudah terkumpul.


"Breng sek, temukan istri ku dengan keadaan tidak lecet sedikit pun, atau ku bunuh kau sialan," ucap Shine di seberang sana


"Baik Tuan," jawab Mateo setelah itu langsung bergegas mencari Safira.


Terdapat empat blok di mall ini, jumlah Meraka tidak cukup banyak untuk memenuhi setiap lantai, jadi mereka berbagi hanya beberapa saja untuk setiap blok.


"Berpencar, kabari sekecil apa pun info yang kalian dapat," ucap Mateo. Dia juga mulai mencari Safira.


Shine masih dalam perjalanan, dia menatap dingin ke arah jalanan yang di halangi kaca. Rasa kekhwatiran nya saat Ini sangat besar, bahkan rasa takut seperti ini belum pernah di rasakan nya. Bahkan Safira saat Ini sedang mengandung, bagaimana jika terjadi apa-apa pada bayi nya juga.


Xavier juga merasa tegang, tapi hati nya begitu marah. Siapa orang yang bernai ibu hamil milik tuan nya, ketua Black Sky, ini juga akan berdampak pada nya karena dia lah yang memilih Mateo dan Avicennia untuk datang ke new York.


Setelah sampai di mall Shine langsung menunju ruangan di mana ada Cctv di sana, Mateo juga ada di sana.


BUG


"Jika istri ku lecet sedikit pun habislah kau sialan," marah Shine

__ADS_1


Mateo hanya diam menahan perut nya yang terasa kram. Mateo benar-benar merasa kan efek dari pukulan itu, tapi dia tidak berni bersuara.


"Apa sudah mendapat posis nya?" tanya Shine.


"Belum Tuan. Tapi Blok Empat belum di cari."


"Tunjuk kan," ucap Shine dingin.


"Dapat Tuan, Nyonya bersama seorang pria di bilik pakaian pria," ucap seseorang yang memeriksa komputer. Dia berada di sebelah kanan Shine.


Pria itu langsung berpindah ke sana.


Shine menghela napas lega, setidak nya istri nya baik-baik saja meski pun saat ini Safira sedang asyik tersenyum dengan pria berprofesi dokter itu.


"Seret pria itu ke hadapan ku!" perintah Shine.


Mateo langsung bergerak cepat, dia tidak mengetahui siapa pria itu, tapi jika di lihat Nyonya nya nyaman bersama Dengan pria itu.


Shine ke luar Cctv di ikuti dengan Xavier dan pengawal lain nya.


Saat Safira asyik dengan baju-baju di sana, Safira menemu kan satu yang cocok, tapi bukan untuk Leo tenti nya.


"Apa itu untuk ku?" tanya Leo.


"Sabar...sabar, aku akan mencari yang lain untuk mu, ini buat suami ku," ucap Safira.


"CK, rupa nya suami mu adalah yang terutama," decak Leo.


"Tentu saja," ucap Safira tersenyum.


"So, ini untuk mu!" ucap Safira memberi kan kameja warna hijau botol pada Leo.


"Tidak, cari yang putih saja," ucap Leo merasa aneh dengan kameja itu.


"Why ini Cocok untuk mu. Kau tidak lihat aku memilih soft pink untuk suami ku," ucap Safira.


"Tapi tetap harus putih Fira, itu untuk acara formal, harus putih"


"Yah gunakan saat kau bekerja," ucap Safira tak mau kalah.


"Terserah," ucap Leo akhir nya kembungkus kameja itu


Saat membayar ke kasir, di tangan Safira terdapat dia belanjaan, satu senapan anak kecil, satu kameja suami nya.


"Aku berjanji Leo, aku akan mengembali kan nya!" ucap Safira seperti bersungguh-sungguh seperti anak kecil yang takut berhutang.


"CK, jika kau memaksa aku bisa bilang apa?" jawab Leo seperti wajah tak ikhlas membayar belanjaan Safira.


"Is, dasar pelit," kepala Safira. Pada hal kan dia hanya bercanda tadi, ya sudah lah. Dia juga punya kartu Black card bukan, ini juga bukan untuk nya, jadi apa salah nya. Sesekali juga dia harus menghabis kan uang suami nya juga.


Leo mengambil dompet nya dan membayar ke arah kasir. Belum sampai kartu nya Sampai di tangan Kasir, pria itu sudah di tarik dan di beri kan Bogeman di wajah nya.


Safira terkejut dan menatap si pelaku dengan tatapan nyalang.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍

__ADS_1


Agar author nya semangat up nya 😊👍👍


__ADS_2