
Sesampai nya di mobil, Xavier langsung menjalan kan mobil untuk menuju kantor.
Shine bisa melihat raut wajah Xavier yang ingin bertanya.
"Tanya kan saja!" ucap Shine dengan dingin. Berbeda dengan saat masih di mansion tadi ketika berbicara dengan sang istri.
"Kenapa Tuan memberi kan izin Nyonya keluar Tuaan. Bukan kah itu Sangat berbahaya?" tanya Xavier khwatir.
Hening sejenak, Xavier melihat dari kaca depan bahwa Shine menatap lurus ke depan.
"Seperti nya aku terlalu mengekang dia. Mungkin karena itu dia marah," ucap Shine.
"Marah? Sejak kapan tuan mementing kan perasaan orang lain?" batin Xavier. Dia tidak berani berkata langsung seperti itu karena dia masih sangat menyayangi nyawa nya.
**
Di negara New seorang wanita sedang memarahi habis-habisan suami banteng nya. Bagiamana tidak? Dia baru saja mendengar putra nya sudah mulai dengan kebiasaan nya dulu bermain-main dengan wanita *** *** .
"Apa kau sudah puas hah? Apa kau sudah puas putra ku kembali ke kebiasaan dulu?"
"Apa hubungan nya dengan ku Baby?"
"CK, Rhadika Browns. Itu semua karena ulah mu. Itu semua karena mu putra ku Shine jadi pemain wanita," Siapa lagi kalau bukan Rosaline Browns, satu-satu nya mahluk hidup yang bisa memarahi habis-habisan seorang penguasa yaitu Rhadika Browns.
Nampak wanita itu berkaca pinggang seperti seorang ibu yang memerahi anak nya yang sudah mulai nakal
"Aku berada di Spanyol, sedangkan putramu berada di New York. Bagaimana itu semua karena ku?" tanya Rhadika mencoba membanding kan jarak jauh itu.
"Itu karena kau dari dulu seorang player Sayang. Jadi anak mu Mengikuti mu. Sama seperti dulu kau suka mengguna kan wanita seperti mengganti kameja saja," marah Ros
"Baby, seperti kau sudah kelewatan," ucap Rhadika dengan dingin. Dia bangkit dari duduk nya menatap tajam Sanga istri.
Ros di buat merinding karena suara itu begitu dingin.
"Jika itu adalah kesalahan ku, apa pun akan hukuman nya akan ku tanggung jawabi. Bahkan jika kau tidak memberi ku jatah dalam seminggu walaupun aku harus mati-matian menahan nya. Tapi jika itu karena kesalahan anak mu itu, itu bukan urusan ku," ucap Rhadika dengan dingin.
__ADS_1
Setelah mengata kan itu, tubuh Ros tidak lagi berada di atas lantai mansion tapi sudah berada di pundak Dika.
"Akan ku beri kau hukuman agar tidak melaku kan kesalahan kecil lagi Baby," ucap Dika.
Ros tentu nya sudah tau hukuman apa yang akan menyambut nya. Hukuman manis bercampur nikmat yang akan menyambut nya.
**
Berbeda dengan di dunia belahan lain, seorang wanita saat ini berdiri di hadapan Kakak nya. Entahlah, lebih baik di sebut kakak atau yang lain nya.
"Apa yang kau laku kan Aurora di sini?" Bukan kah di Cina kau sudah banyak bisnis dan lain nya?"
"Apa aku tidak boleh mendatangi kakak ke sini? Aku juga merindu kan kakak " tanya Aurora menatap pria di depan nya.
Dia adalah Lebih, cinta kedua Aurora setelah Dad Rhadika. Wanita itu selalu memendam nya tanpa pernah memberi tahu kebenaran nya pada sang kakak.
Karena dia tau, bahwa Kakak nya Levi menyukai adik Dad nya yaitu Felice. Dan hanya dari mata Levi saja Aurora bisa mengetahui nya.
"Bohong, kata kan apa tujuan mu datang ke sini!" ucap Levi lagi dengan nada dingin.
Yah, Felicia dan Levi sudah menikah. Sejak di temukan nya Rosaline dan Shine. Levi dengan berani melamar Felice kepada Rhadika. Rhadika sempat terkejut, tapi mendengar ke duanya sudah sejak lama saling menyukai membuat Rhadika setuju.
Dan semua tentu saja bantuan dari ratu Browns yang selalu saja menghasut Rhadika untuk menerima hubungan Levi dan Felice.
Hal itu juga yang mendorong Aurora untuk berpisah dan mencari jalan sendiri dari keluarga Browns agar dia tidak larut dalam kesedihan nya
Sekarang juga tidak mencintai Levi, meski pun dalam hati yang paling dalam masih ada bekas rasa itu.
Aurora langsung bangkit dan memeluk Felice kakak nya.
"Are you okay kak?" tanya Aurora santai seperti sudah menganggap Felice sebagai Kakak nya.
"Yah, i'm okay. Bagaimana dengan mu? Apakah kau tidak akan membawa seseorang untuk kau kenal kan pada kakak?" tanya Felice receh. Aurora hanya menanggapi nya dengan snyuman saja.
"Aku sudah mengata kan jika dia ingin datang ke sini, lebih baik membawa pasangan nya. Kau tau Sayang, Kakak ipar selalu saja menanya kan bagaimana dengan Aurora? Apa kau tidak ada rencana mencari jodoh untuk adik mu itu? Levi, kau tidak berguna. Itulah yang selalu Kakak ipar kata kan pada ku," kesal Levi.
__ADS_1
"Karena itu aku tidak mau pulang ke mansion mommy Rosaline. Itu terlalu membosan kan," ucap Aurora sambil duduk santai di sofa panjang yang ada di sana.
"Aku harus pergi, Rora Kakak ada urusan di perusahaan. Tidak apa bukan Kakak pergi dulu?" tanya Levi dengan lembut berbeda dengan suara nya yang terkesan dingin seperti sebelum nya
"Baik ka, kau harus mencari banya uang untuk kak Felice," ucap Aurora dan hanya di angguki oleh Lebih. Dia terlebih dahulu mengecup singkat bibir Felice baru bergegas pergi.
"CK, kalian keterlaluan. Menunjuk kannhal tidak senonoh di depan anak kecil," ucap Rora dengan kesal.
"CK, maka nya cari pasangan. jangan terlalu suka dengan masa jomblo mu," ketus Felice.
Aurora merasa tersinggung dengan ucapan kakak nya.
"Kau pikir aku tidak punya calon? Banyak mengantri di luaran sana hanya ingin menjadi pacar Aurora," jawab Aurora dengan penuh percaya diri.
"Hahaha, dan bukti nya sedang ada ratusan pria di samping mu saat ini bukan? Sampai mata ku tidak melihat satu pun pria yang pernah kau bawa," ejek Felice dengan tawa remeh nya.
"Tunggu saja waktu yang tepat kak Felice, akan ku tunjuk kan dengan siapa kau berhadapan. Aurora si warna-warni alam semesta," ucap wanita itu dengan sungguh-sungguh.
Felice yang melihat kesungguh-sungguhan nya itu mengangguk kan kepala nya.
"Tapi ingat Aurora, saat kamu memilih pasangan. Kenali dulu siapa pasangan mu, jangan sampai kau memiliki pasangan dari dunia bawah," ucap Felice.
Aurora tersentak, kenapa tebakan kakak nya benar? Tapi dia belum berani mengungkap kan identitas kekasih nya saat ini
"Memang nya kenapa ka? Ada masalah? Aku juga memiliki organisasi itu tapi Dad Dika dan mommy Rosaline tidak melarang ku," ucap Aurora. Dia mencoba menerima nasihat kakak nya.
"Sebenar nya tidak apa, tapi ingat jangan sampai itu adalah musuh dari Kak Dika atau pun keponakan ku Shine, karena itu akan Sangat berbahaya demi keutuhan maaf depan kita terutama diri mu," ucap Felice menghela napas.
"Kau tau bukan? Kau sudah kami anggap sebagai bagian keluarga inti kami, tidak peduli dulu siapa identitas mu. Dan berharap akan seperti itu selama nya. Dan jika dia dari dunia bawah, berhati-hati lah Rora. Meski pun aku dari dunia bawah, tapi tidak semua permainan yang kau lewati sama dengan permainan orang lain," ucap Felice.
Aurora mengangguk mengiya kan nasehat Kakak nya. Yah, dia memang belum tau identitas dari kekasih nya Alaska, begitu juga dengan Alaska yang belum mengetahui identitas nya.
"Dan satu lagi yang terpenting Aurora, ibu mu sampai saat ini belum di ketahui kabar nya," tambah Felice lagi.
Jangan lupa like nya yah🙏👍👍👍
__ADS_1
Agar author nya tau kalau kalian suka😊