
Setelah Safira menghabis makanan yang membuat nya sangat kenyang, dia.duduk sejenak di kursi yang di duduki nya.
"Mmmmm, Mateo apa wanita itu masih di sana?" tanya Safira.
"Benar Nyonya,"
"Apa tuan mu belum datang. Aku malas meladeni wanita itu," tanya Safira.
"Tidak Nyonya, Tuan sedang ada urusan jadi tidak ada waktu keluar dari kantor apa lagi mengurusi wanita tidak penting itu Nyonya," jawab Mateo.
"apa dia mengata kan sesuatu, apa yang harus kalian laku kan pada wanita nya itu?" tanya Safira.
"Xavier mengata kan, Angelin di biar kan pergi Saja Nyonya," jawab Mateo.
"Tidak semudah itu,. CK melihat wajah nya saja aku malas. menghilang kan mood ku makan saja," ucap Safira.
"Ahemm," Mateo hanya bisa berdehem mendengar kata menghilang kan mood yang ke luar dari mulut Safira. Yang benar saja, mood makan seperti apa lagi? Makanan yang full di atas meja tinggal setengah lagi. Tapi Mateo tidak berani mengata kan nya karena seperti yang di kata kan tadi, wanita tidak bisa di tebak
Safira mengangguk angguk kan kepala nya pertanda mengerti.
"CK, sebenar nya aku sangat malas melayani.Taoi sebagai tuan rumah yang baik dan perhatian, aku harus menjamu nya," ucap Satria sok penuh wibawa.
Kini tingkat kepercayaan diri Shine menular pada Safira.
Nampak Mateo tidak setuju dengan ucapan Nyonya nya.
"Nyonya sebaik nya anda istrirahat saja atau mencari udara segar di sekitar balkon, jangan menambah pikiran Nyonya dengan menghadapi Nona Angelin, saya bisa mengurus nya," tutur Mateo.
"Apa kau takut Angelin akan melukai ku?" tanya Safira mengernyit kan dahi nya dan menatap Mateo.
"Benar Nyonya, wanita tidak bisa di tebak," jawab Mateo seperti orang yang sudah pengalaman terhadap sikap wanita.
"Jadi apa guna nya patung bernapas seperti mu mengikuti kemana Pun aku melangkah," ucap Safira dengan begitu pedas. Dia melewati Mateo yang masih mencerna ucapan pedas dan sarkas dari Safira. Safira langsung menuju ruang tamu tempat Angelin menunggu nya.
Mateo merutuki kebodohan nya yang juga tidak sadar akan kehadiran nya yang bisa melindungi sang Nyonya. Dia segera melangkah kan kaki nya ke arah ruang tamu dan menyeimbang kan langkah nya mengikuti Safira dari belakang.
Setelah sampai di ruang tamu, Safira duduk di sofa yang berhadapan dengan Angelin. Safira tersenyum manis ketika melihat wajah Angelin yang sedang menahan emosi
"Sudah lama menunggu? Sebagai pemilik rumah yang baik dan sopan, aku me.. menyambut mu," ucap Safira dengan percaya diri.
Angelin mengepal kan tangan nya. Dia pikir Safira akan meminta maaf, ternyata jauh dari ekspektasi.
"Dan sebagia tamu yang baik, aku sudah menunggu hampir satu jam. Pemilik mansion ini memang sangat sopan dan ramah hingga membuat tamu nya menunggu berjam-jam" jawab Angelin menyenggol Safira.
"Itu tanda nya kau tidak di terima bodoh," jawab Safira enteng tidak merasa ada yang salah dengan ucapan nya.
Mateo menampil kan senyum tipis nya.
Ternyata bukan hanya dia saja yang kena uacapan asam istri tuan nya.
Angelin semakin mengetat kan kepalan tangan nya. Dia benar-benar di permalu kan di sini.
Angelin memilih memaling kan wajah nya dari Safira. Dia benar-benar akan membalas perbuatan Safira berkali-kali lipat nanti nya. Sekarang dia harus fokus pada Shine. Dia akan menunggu pria nya. Namun lagi-lagi Safira benar-benar menguji nya.
"Suami ku tidak akan datang, kata nya dia jijik melihat wanita *** *** seperti mu. CK, setelah di pakai di campak kan, menyedih kan," ucap Safira. Dia mengata kan nya santai tapi begitu menusuk hati seseorang di sana.
Lagi-lagi Mateo di buat menganga dengan ucapan Safira. Dia tidak percaya setalah masa kehamilan wanita akan lebih menyeram kan.
__ADS_1
"Diam, aku tidak membutuh kan suara mu sialan," ucap Angelin.
"MMM, bagaimana jika aku juga tidak membutuh kan kehadiran mu di sini," jawab Safira.
Angelin muak melihat tingkah Safira yang seperti nya ingin menjatuh kan nya.
Tiba-tiba seorang pelayan datang membawa potongan buah segar yang siap untuk di saji kan.
"Nyonya sambil berbincang, anda harus memakan buah nya," ucap pelayan itu. Ternyata itu adalah pelayan yang sama dengan tadi pagi yang memberikan nya susu.
"Harus?" tanya Safira menatap tajam pelayan yang terkesan seperti memaksa nya.
"Ya Nyonya, tuan berpesan pada saya anda harus memakan nya, dan saya harus memasti kan nya," jawab pelayan itu.
"CK,puas," kesal Safira memasuk kan buah itu ke dalam mulut nya.
"Terimakasih Nyonya," jawab wanita itu tersenyum manis.
Safira terpesona dengan senyuman wanita pelayan itu. Bagaimana tidak, senyuman itu menghanyut kan siapa pun, dan di lihat dari segi mana pun wanita itu sama sekali tidak cocok menjadi seorang pelayan.
"Saya permisi Nyonya, Mateo tolong pasti kan Nyonya memakan buah nya" ucap pelayan itu dengan pelan.
Safira kembali fokus pada Angelin yang masih setia tidak tau diri akan posisi nya. Dia memiliki akal lagi membuat Anglin semakin malu.
"Ahh....Mateo suami ku sangat sweet bukan? Dia bahkan d Ngan teliti memperhati kan istri cantik nya ini," ucap Safira dengan wajah imut nya.
Anglin semakin jijik dengan tingkah Safira.
Mateo juga tiba-tiba syok melihat tingkah Safira yang mendadak berubah. Apalagi wajah sok imut Nyonya nya itu.
Melihat Mateo yang diam saja membuat Safira geram. Mateo yang melihat tatapan itu sadar dengan kode yang di berikan Safira.
jawab Mateo pada akhir nya.
Angelin mendapat kan celah kali ini.
"Apa kau yakin anak itu anak Shine? Aku tidak yakin karena tempat main mu adalah club'" ucap Angelin.
Safira tidak mau mengalah.
"Apa kau mengaplikasi kan nya pada diri ku hingga bisa menebak kemungkinan hasil nya," jawab Safira dengan santai tanpa terprovokasi sedikit pun.
"Tidak ada pria yang menyentuh ku kecuali Shine. Bahkan my virginity ku kasih pada kekasih ku yang tentu saja adalah Shine," jawab Angelin.
Safira tersenyum pahit dalam hati tapi tidak menunjuk kan nya.
Mateo yang mengamati perdebatan ini memilih mengambil jalan ke luar.
"Sebaik nya anda ke...,"
Mateo menghenti kan ucapan nya ketika melihat Safira mengangkat tangan nya.
"Selamat!" ucap Safira penuh penekanan.
"Seperti nya kau sangat bangga sebelum menikah sudah tidak suci lagi," tambah Safira lagi
"Aku sudah memberikan nya pada orang yang ku cintai. Apa salah nya," jawab Angelin santai. Seperti nya dia sudah berhasil memancing Safira.
__ADS_1
"Tidak ada salah nya, seorang *** *** yang tidak di anggap dan di buang memang selalu berpikiran sempit. Sudah di campak kan seperti seonggok sampah pun masih tidak tau diri " ucap Safira tenang.
"Breng sek, sudah cukup sejak tadi aku menahan amarah ku karena mulut kotor mu sialan," bentak Angelin berdiri.
"CK, itu fakta. Kenapa, kau tidak terima?" tanya Safira tak kalah seram nya. Dia juga berdiri dan menatap tajam ke arah Safira.
"Aku yakin bayi yang ada di dalam kandungan nya juga sama seperti ibu nya saat ini, tidak tau diri dan hanya perempuan murahan yang hidup menumpang pada orang kaya," ucap Angelin merendah kan bayi yang ada di dalam kandungan Safira.
Plak
"Berani nya kau sialan," ucap Angelin menatap tajam ke arah Safira. Tangan nya dengan penuh amarah ingin menampar Safira.
Mateo yang berada di samping Safira dengan sigap menahan pergelangan tangan Angelin.
Safira tersenyum smirk bagai kan orang yang ingin melahap manusia hidup-hidup.
Safira maju dan mencengkram rahang Angelin.
"Kau boleh merendah kan ku sesuka mu bit"ch, tapi jangan kau kait kan mulut kotor mu itu pada diri nya," ucap Safira mengeras kan tangan nya di rahang Angelin.
"Lepas kan," ujar Angelin dengan marah.
Bruk
Dengan rasa tidak berbelas kasihan Safira mencampak kan Angelin dengan keras ke lantai.
Sekelebat bayangan pria yang di tunggu Angelin terlihat ketika dia terjatuh tidak estetis ke lantai mansion.
"Ahhh, maaf kan aku Safira, ah ini Sanga t sakit. Aku ingin berbicara baik-baik. Aku hanya ingin bertemu shine sebentar," ucap Angelin dengan suara serak yang sudah menangis. Pipi nya juga sudah di banjiri air mata.
Safira mengernyit kan dahi nya. Kenapa Angelin berubah tiba-tiba.
Safira melihat bayangan lurus ke arah depan nya.
Guci mahal yang ada di sana memantul kan dia pria Yang saat ini menatap drama yang di laku kan Angelin.
Safira menyeringa, dia sudah biasa menghadapi drama menjijik kan yang di laku kan oleh wanita-wanita pengagum suami nya.
Safira pura-pura tidak mengetahui keberadaan Shine. Mungkin sekalian saja dia membuat Angelin benar-benar merasa sakit seperti yang di keluh kan, dan salah satu cara ini akan menjadi batu loncatan Safira ke luar dari mansion ini.
Safira melangkah dan dengan sengaja menginjak tangan Angelin.
Ahhhhk
Terdengar teria kan Angelin menggema di mansion.
"Uppsss, aku tidak sengaja," ucap Safira santai tanpa rasa bersalah.
"Safira..." terdengar suara dingin dari belakang Safira memanggil nama nya.
Angelin tersenyum penuh kemenangan di dalam hati nya meski pun rasa sakit masih melekat di tangan nya, tapi setidak nya itu berguna bukan?
Sedang kan Mateo menatap takjub drama yang di akhiri drama di dalam drama itu.
"Amazing," batin nya.
jangan lupa like nya 😊👍👍👍
__ADS_1
Agar author nya tambah semangat yak