Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 54


__ADS_3

Keheningan melanda ke dua manusia yang berada di dalam mobil roll royce yang saat ini sedang melaju membelah jalanan.


Satu wanita yang ada di sana sangat tidak menyukai suasana saat ini. Dia seb Lum nya sudah mengata kan bahwa dia bersama pengawal lain di mobil yang berbeda, tapi ini lah hasil nya.


Dia di paksa untuk ikut bersama dengan tuan nya, bahkan di harus kan satu mobil dengan sang Tuan dan berada di kursi penumpang.


Dia merasa sangat sial tapi di ikuti dengan rasa syukur karena setidak nya dia bisa menjenguk sahabat nya.


Melihat tuan nya tidak ada keinginan berbicara, Megan juga tidak berminat. Dia memilih melihat jalanan yang di penuhi dengan kendaraan bermotor, pemandangan pohon dan kegiatan orang-orang di jalanan.


Sesampai nya di rumah sakit tempat Safira di rawat, Elvio di ikuti dengan Megan nampak keluar dari mobil itu.


Beberapa pasang mata menatap kagum pada sosok pria yang terkenal dengan keramahan pria kaya dan tampan itu.


Elvio tersenyum ramah pada orang-orang yang menyapa nya. Yah, ini lah Elvio Anggara, putra tunggal keluarga Anggara yang memiliki segala nya meski pun nama pria itu masih di bawah Shine Damian Browns.


"Selamat datang tuan Elvio," ucap beberapa pemimpin tertinggi rumah sakit. Dengan senang hati Elvio membalas ucapan si direktur dengan ramah juga.

__ADS_1


Setalah berbasa-basi dan melewati beberapa anjing penjilat, Elvio berjalan menuju ruangan tempat Safira di rawat.


Megan berjalan di depan dan memimpin jalan. Dia berjalan cepat ingin segera menuju ruangan sangat sahabat, hingga dia tidak merasa bahwa sang tuan tidak lagi berada di belakang nya.


Megan menatap ke belakang saat merasa kan bahwa tidak ada orang yang bernama nya sebelum nya. Megan tidak peduli lagi, dia sudah berada di pintu, sangat menyayang kan waktu jika harus mencari pria itu lagi.


Di sebuah tempat kosong di belakang rumah sakit, dia kubu sedang di Landa kepanasan, ralat bukan dua kubu melain kan dia pemimpin dari klan mafia yang berbeda nama di dampingi oleh asisten masing-masing dari pemimpin mafia.


"Apa maksud mu melaku kan ini Shine?" tanya Elvio menggeram marah. Dia datang dengan baik-baik, tapi apa maksud nya ini.


"Jangan berlagak bodoh Elvio sialan. Kau memang baj Ingan Elvio, apa yang kau laku kan pada istri ku sialan?" ucap Shine dengan tenang namun tersirat aura kemarahan yang besar di sana.


**


"Kau boleh keluar?" perintah Elvio dengan datar pada Megan yang berada di sana.


Safira hendak keberatan, bagaimana pun Megan adalah sahabat nya, tidak perlu menutupi sesuatu apa pun itu dari sang sahabat.

__ADS_1


Tapi Safira tidak berani mengeluar kan suara Karena melihat Wajah Shine yang berada di sana nampak dingin dan menebar kan aura membunuh, dia bahkan merasa kan tekanan kuat dari aura Shine.


Belum lagi Melihat wajah Elvio yang babak belur. Safira takut ini adalah awal dari janji shine yang di ucap kan nya sebelum nya.


Namun berbeda dengan Elvio yang nampak biasa saja, tidak seperti diri nya yang merasa kan ruangan serba putih itu terasa mencekam.


"Hai Cantik," ucap Elvio dengan ramah tanpa filter. Dia sama sekali tidak peduli dengan siapa diri nya berhadapan.


BUG


"Breng sek, jangan menguji batas kesabaran ku sialan," maki Shine


Wajah luka Elvio bertambah dengan yang sebelum nya, dia terjatuh ke lantai karena lagi-lagi tidak siap menerima pukulan Shine.


"Keluar! Aku bilang keluar!" ucap Safira menatap tajam Shine.


Safira tidak sadar bahwa ucapan nya itu m memancing amarah Shine yang begitu dalam.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊


Agar author nya tambah semangat up nya 🙂🙏👍👍👍


__ADS_2