
"Tuan, pergi saja. Kami akan menahan mereka selagi anda mencari aman," ujar salah satu bawahan Mateo yang sejak tadi mengikuti pria itu.
Tanpa menjawab ucapan bawahan nya, Mateo sudah segera pergi dari sana dengan langkah lebar nya.
Masuk ke dalam mobil dengan tergesa-gesa. Dia melihat sekilas ke belakang dari spion mobil. "Bagu, ternyata orang tua itu berguna juga," batin Mateo. Dia melihat beberapa orang suruhan ayah nya lumayan banyak.
Brum
Mobil itu melaju kencang meninggal kan dua bentro kan yang terjadi antar beberapa orang dengan dua kubu yang berbeda.
Tadi saat dia sedang melaku kan misi, tak sengaja melihat ada satu rombongan yang terlihat mencolok. Akhir nya Mateo mengikuti mereka. Namun naas saat Mateo mengintai dan mendengar isi pembicaraan mereka, tak sengaja salah seorang melihat diri nya dan berakhir dengan aksi kejar-kejaran.
Tidak mungkin mateo bisa melayani orang sebanyak itu, terlebih mereka seperti nya membawa alat lengkap yang bisa mengundang perhatian publik. Mateo tidak suka jadi pusat perhatian.
Mateo kini fokus mengemudi kan mobil nya, ini yang ia suka. Ada dua buah mobil yang mengikuti nya, mobil yang sama dengan rombongan tadi.
Mateo mengemudi kan mobil dengan ugal-ugalan di jalan raya hingga banyak umpatan dari para pengemudi lain nya.
Mateo melihat persimpangan yang begitu menukik di depan. "Bermain-main sebentar mungkin akan menyenang kan," ucap nya sambil dengan lihai menghindari mobil-mobil yang ada di depan. Dia saat ini sedang melawan arah, jadi jika dia tidak hati-hati mungkin saja nyawa nya bisa melayang tak berguna
Ckittt
Mateo memutar setir nya hingga kandas dan bunyi decitan ban mobil terdengar di telinga para pejalan kaki. Sukses, mobil yang di kendarai Mateo bisa memasuki persimpangan yang hanya bisa di lewati oleh satu mobil.
Bammmm
Satu mobil menabrak sebuah truk yang ingin melintas. Pas, tebakan Mateo benar-benar tepat. Satu mobil lagi masih bisa mengelak namun mobil itu melaju terlalu jauh dari simpang yang di masuki Mateo.
"Sh it," pengendara mobil itu mengumpat dan memukul setir mobil nya. Dia memutar kembali ke arah di mana mobil Mateo sedang melaju
Dia sudah kehilangan jejak, tapi dia memelan kan laju dari mobil yang di kendarai. Di tersenyum menyeringai.
"Ini hanya satu jalur dan di depan sana adalah jalan buntu," ucap si pengemudi
"Cih, banci sialan itu tidak akan bisa lari dari kita," ucap pria yang duduk di samping di supir.
Dua pria yang duduk di bangku belakang mengangguk angguk kan kepal nya pertanda setuju.
Tiba-tiba mobil yang di kendarai oleh mereka tersendat-sendat.
"Periksa ban mobil!" perintah si supir.
Satu orang ke luar dan memeriksa ban mobil. Ternyata sudah kempes.Dia meraba ban mobil, ternyata ada sebuah peluru di sana.
Bug
Pria itu di seret ke tempat yang terbilang cukup gelap dia pingsan dan langsung di ikat, mulut nya di sumpal oleh kain
Ternyata Ini semua adalah trik Mateo agar mudah melumpuh kan lawan nya. Ada bangunan yang sudah tidak di guna kan di sana, bisa di kata kan bangunan terbuang.
Para pria yang sedang berada di dalam mobil sudah menunggu lima menit namun si pria utusan belum masuk kembali ke dalam mobil. Serempak mereka turun dari dalam mobil dan melihat teman mereka.
"Ke mana dia pergi?"
Mereka bertiga memutari mobil itu.
"Welcome!" Suara Mateo mengalih kan perhatian mereka semua.
"Kalian mencari teman kalian?" Mateo menatap tajam ke arah mereka.
"Bang sar, bunuh pria banci ini!" Mateo langsung melayani mereka dengan mudah.
****
Mateo langsung berlari dan melompat ke arah meja yang rusak di sana. Untung saja ada meja itu, jika tidak sebulan peluru itu akan menusuk tiap bagian tubuh nya.
"Dasar banci sialan! Pengecut!"
Mateo tersenyum miring, apa Meraka pikir bisa memancing emosi nya begitu saja, tidak tau saja Mateo sudah menghabisi banyak orang dengan memain kan emosi nya.
Mateo memperhati kan sekitar, dia harus berpindah saat ini karena musuh nya sudah mendekat. Mateo memperkira kan jarak yang harus dia tempuh dan waktu yang di butuh kan oleh musuh untuk membidik nya.
Trik, dia membutuh kan trik kali ini.
"Banci sialan, keluar lah! Kau kalah!" ucap pria supir tadi sambil berteriak. Tiga lawan satu, sebenar nya siapa yang banci
Dor Dor Dor
Mateo meleset kan peluru nya namun hanya mengenai satu orang saja tepat di kepal nya.
Hap
Mateo berguling dengan cepat dan mencari perlindungan kembali. "Cih, tikus sialan," kesal Mateo melihat lengan nya yang tergores.
Tak ingin memberi kan Mateo waktu untuk mengisi peluru, ke dua orang yang masih bertahan segera menyusul Mateo dengan pistol yang mengarah ke tempat di mana Mateo bersembunyi tadi.
Ada ll
Dor Dor
Serentak dua orang itu langsung menembak ke arah meja yang di tempati Mateo saat berguling.
"Sial, di mana dia,"
"Hai."
Dor Dor
Kini temba kan Mateo yang melubangi kepala musuh nya. "Bersih!" Mateo menghembus kan debu-debu yang ada di tangan nya.
Mateo yang sudah bebas dari kejaran musuh bernafas lega. "Sh it" pria itu mengumpat saat mengingat tujuan nya untuk datang ke tempat ini.
Dia berlari ke arah musuh nya yang kini sudah berubah menjadi mayat. Dia memeriksa bagian kepala dari pria-pria itu, benar. Mereka adalah orang yang sama dengan yang di tangkap mereka saat itu dan berkahir meledak di depan mereka. Mateo menemu kan chip yang sama.
Dia kemudian kembali ke tempat persembunyian nya tadi dan masih menemu kan pria pertama yang di sekap nya dalam keadaan pingsan.
Mateo memutar otak agar bisa mendapat kan informasi dari orang yang berada di depan nya. Jika di ajak bicara, maka si pemilik cip juga akan mengetahui apa yang di tanya kan nya.
__ADS_1
Tidak mungkin juga Mateo membawa nya ke tempat tinggal nya saat ini, sama saja dia memberitahu posisi nya pada musuh sesungguh nya.
Byur
Mateo menyiram wajah pria itu hingga dia bangun. Sumpalan di Mulut pria itu membuat nya tak bisa bicara dan hanya menggumam saja.
Mateo mengambil ponsel nya dan mengetik kan sesuatu di sana.
"Apa ku ingin bertahan hidup?" Wajah pria itu masih menatap tajam ke arah Mateo.
Mateo lagi-lagi mengetik kan sesuatu.
"Apa kau mengetahui ada chip di kepala mu yang bisa saja sewaktu-waktu meledak sesuai dengan keinginan bos mu?"
Wajah pria itu terlihat di biasa saja. Seperti nya semua orang memang mengetahui bahwa ada chip di kepala nya, sama dengan tawanan mereka kemarin.
"Baik lah, jika kamu tidak ingin bicara. Aku ada hadiah untuk mu!"
Mateo membuka satu Vidio di ponsel nya. Mata pria tawanan Mateo membulat kan mata nya tak percaya.
"Kau menyukai wanita itu bukan?"
Pria itu mengangguk lalu menggeleng dengan cepat.
"Kau tidak ingin aku membeber kan Vidio ini ke publik, bukan? Kau tidak ingin wanita yang kau cintai yang sedang merintis menjadi artis menjadi di kenal sebagai baby se x bukan. Siapa pun tidak akan memandang latar belakang wanita itu melaku kan nya meski pun itu demi adik nya," Mateo mengetik panjang lebar.
"So, beritahu aku siapa nama pemimpin mu, sedikit banyak nya informasi yang ku dapat kan maka akan ku pertimbang kan karena Vidio ini ada banyak," Mateo nampak santai.
Dia memberi kan ponsel itu ke pada si pria. Kaki yang di ikat dengan rantai tidak akan memudah kan nya untuk kabur.
"Berjanji lah tidak menyebar kan Vidio itu !" Itu adalah kalimat pertama yang di ketik oleh si pria.
Mateo mengangguk setuju.
"Nama nya adalah Xavier, kamu tidak pernah bertemu dengan nya. Tapi dia lebih banyak menetap di New York, itu lah gosip yang ku dengar dari sesama anggota bawahan," isi keti kan di pria.
Mateo mengernyit kan dahi nya.
Kenapa selalu saja Xavier, apa ini ada kaitan nya dengan Xavier sekertaris Shine?
"New York?" Ini semakin membingung kan
Apa Xavier dalang dari semua ini? Tapi apa itu masuk akal?" batin Mateo.
"Jujur lah, jangan bermain-main dengan nama itu. Apa dia orang terdekat Shine Damian Browns? Apa kau mengenal nama.itu? Maksud ku orang yang bernama Xavier sering berkeliaran dan an berteman dekat dengan Shine?"
Pria itu mengambil ponsel Mateo
"Aku mengenal Shine, bagaimana aku tidak mengenal nya? Bah kan istri nya kami kenal, dia adalah incaran kami. Tentang nama Xavier, tidak mungkin dia ingin berdekatan dengan musuh nya," ketik pria itu.
"Incaran? Apa kalian selama ini mengincar Nyonya Safira?"
"Tentu saja!"
"Kapan kalian menyerang nya?"
Mateo menghapus nya segera, dia tidak ingin membuang-buang waktu
"Dia saat ini tidak berada di Santiago, kami tidak tau!"
Dia tidak memiliki keluarga sama sekali! Dia juga tidak pernah menampak kan muka!"
"Apa maksud mu tadi mengaya kan hari ini, memang nya hari ini apa yang terjadi?"
"Mereka pasti sudah dekat karena mengetahui chip yang mereka tanam tidak bersuara," pria itu tiba-tiba membuka suara.
"Kata kan apa maksud mu hari ini?" Mateo juga mendesa si pria itu.
"Satu yang semua anggota tau, dia sering ke Barcelona. Nama nya sering berganti, aku juga pernah mendengar nama nya Ala..."
Boom
Kepal pria itu tiba-tiba meledak di ikuti dengan deruman mobil dan motor yang sudah dekat dengan persembunyian Mateo.
"Sial," pria itu langsung melompat dari tembok dan menaiki mobil yang sudah menunggu nya sejak tadi.
****""
Alarich yang mendengar informasi kosong tentang pria yang menyerang mereka marah bukan main. Dai sempat mendengar pembicaraan mereka dan hanya informasi tentang identitas nya yang di bahas oleh mereka.
"Sial, apa itu anak buah Shine? Sh itu, jangam sampai mereka benar-benar sudah mengetahui markas ku," Alarich memijat pangkal hidung nya.
"Cari terus pria sialan itu, bah kan dia bisa menutup identitas nya, pasti dia bukan orang sembarangan.
****"
Sangat berbeda dengan keadaan Mateo yang menegang kan, Safira saat ini merasa senang karena sudah mendapat kan tujuan nya datang ke tempat pencakar langit ini.
"Anda terlihat begitu senang Nyonya," Xavier buka suara. Pria itu tetap ikut untuk mengantar kan Safira ke mansion.
"Tentu saja aku senang, aku baru saja bertemu suami ku, tidak seperti diri mu jomblo ngenes," Safira memaju kan tubuh nya ke arah kemudi dan meledek Xavier tepat di sebelah wajah pria itu.
Xavier tetap diam tidak menanggapi ucapan Safira. Gunakan seat belt anda Nyonya!" Xavier justru memikir kan keselamatan wanita itu.
"Xavier, kau tau sekertaris teman mu itu, dia cantik, seperti nya pintar dan kalem juga," oceh Safira.
Xavier sudah paham ke mana arah bicara Safira.
"Maksud Nyonya Tuan, anda bisa dekat dengan sekertaris itu karena Nyonya cemburu wanita itu dekat dengan Tuan Shine dan sewaktu-waktu akan merebut Tuan Shine dari dekapan nya," bukan Xavier buka suara Namaun Nia
Plak
"Nia, kau....Bukan begitu maksud ku," kesal Safira. Wanita itu marah pada Nia dan langsung membelakangi Nia.
"Itu tidak akan terjadi Nyonya, Tuan adalah orang yang setia dan mencintai Nyonya," ucap Xavier terkekeh melihat wajah memerah Nyonya nya.
"Tentu saja, tidak seperti Nia. Pacar nya selalu saja celup sana sini," kini giliran Safira mengejek Nia
__ADS_1
Bukan nya marah dan kesal, Nia juga terkekeh.
"Aku tidak cukup dengan satu pria Nyonya, jadi kami imbang," ucap Nia bangga
Rahang safira hampir saja terjatuh.
Bagaimana sepasang kekasih melaju kan itu, aneh saja.
Kini Safira fokus ke jalanan begitu juga Nia dengan Xavier. Meraka sekarang di kawal oleh empat mobil.
Iringan mobil itu berjalan dengan pelan dan santai. Safira menikmati angin sejuk yang ada di tengah pohon rindang yang ada di jalanan sepi.
Xavie menajam kan mata nya ketika melihat ada sesuatu benda yang tiba-tiba menancap di mobil bagian depan, berbentuk tabung yang lumayan besar. Xavier juga memeprhati kan mobil yang ada di belakang. Dia menepi kan mobil ke arah samping agar bisa melihat bodi mobil yang ada di belakang. Benar saja, di body mobil bagian samping seluruh mobil ada benda asing yang menancap.
Tak
Xavier merasa kan mobil yang di bawa nya juga kena.
Mobil yang ada di depan mereka tiba-tiba meledak. Xavier langsung meraih walkie talking yang ada di dashboard.
"Cepat, cari jalan ke luar untuk mematah kan tabung yang melekat di body mobil sebelah kiri.
DUAR duar
TIga mobil sekaligus meledak setelah beberapa saat, Xavier melihat ada tiang yang berdiri kokoh di jalanan, pria itu langsung mendekat kan sisi mobil yang ada peledak, dan berhasil, dia berhasil membuat benda itu patah. Begitu juga dengan mobil yang ada di belakang nya berhasil melewati maut.
"Nia lindungi Nyonya," ucap Xavier menoleh ke belakang. Ternyata Nia sudah memeluk sang Nyonya dan mendekap nya.
Brak
Tiba-tiba saat di persimpangan sebuah truk menghantam mobil yang di kendarai oleh Mateo.
Mobil itu berguling-guling tak tentu karena hantaman truk yang begitu besar. Terakhir mobil itu berhenti berguling karena pembatas jalanan.
Mobil yang ada di belakang Mateo langsung turun dan berjaga di depan, mereka langsung bersiaga sebagian langsung pergi menuju mobil berharap orang-orang yang ada di mobil itu masih hidup.
"Periksa mobil Nyonya!" perintah seorang pria yang berjaga dari sekitar.
"Nyonya masih hidup."
"Segera keluar kan!"
"Sial, Nyonya berdarah banyak!"
Mereka mengevakuasi Safira yang sudah banyak megeluar kan darah dari kaki nya, entah dari mana asal darah itu mereka tidak bisa memasti kan. Safira masih dalam keadaan pingsan hingga mereka agak sulit mengevakuasi
"Bagiamana dengan yang lain?"
"Meraka juga pingsan."
"Fokus pada Nyonya."
Evakuasi akhir nya di laku kan, meski pun sangat sulit tapi tetap di usaha kan.
Nghhhh
Safira merasa kan perih yang luar biasa di bagian perut nya hingga memaksa mata nya yang tertutup kini terbuka dengan lebar. Dan sial nya, sepert nya Tuhan tidak mengizin kan Safira hanya merasa kan sakit yang seperti ini.
Dor Dor Dor
Temba kan dari berbagai arah kembali berkeliaran di mana-mana.
"Nyonya, anda sebaik nya berlindung di belakang kami. Angkat Nyonya ke belakang mobil kita!" ujar salah satu dari mereka
Safira di bopong oleh salah satu anggota dan di bawa ke belakang mobil mereka yang masih utuh.
"Bawa mati atau hidup!" Suara yang orang-orang dengar kan melalui earphone yang terpasang di telinga mereka. Mereka saat Inis yang bersembunyi di belakang pohon.
Semua orang yang di sana saling menganguk dan ke luar dari persembunyian, begitu juga dari mobil-mobil yang baru saja berdatangan.
Peluru mulai bermunculan di mana-mana, anggota Black Sky tidak bisa lebih lama menahan serangan bertubi-tubi dari begitu banyak nya orang.
"Mundur!" Sebagian orang- yang mendengar itu segera mundur dan masuk ke dalam mobil.
Sebagian lagi masi berjuang untuk melawan anggota Balck Sky.
Dor Dor
Ternyata ada penbak jitu yang bersembunyi entah di mana membuat dua Anggota Black Sky tumbang. Tinggal dua orang lain dan mereka segera di lumpuh kan karena masih banyak orang-orang yang menjadi lawan mereka.
"Seret wanita itu!" Salah satu di antara mereka segera pergi dan melangkah menuju Safira yang masih tergeletak tak berdaya di belakang mobil . Penembak jitu juga segera ke luar dari tempat nya karena misi sudah selesai
Dor
Satu temba kan meleset di dada pria yang menghampiri Safira. Kemudia temba kan itu kembali ke luar dari arah belakang Safira, ternyata itu adalah Nia dan Xavier yang sudah berdiri dengan sempoyongan dengan mata yang sudah mengabur tapi mereka masih berjuang sekuat tenaga.
Meraka.biaa membidik beberapa manusia sialan yang menyerang mereka. Tapi tak bertahan lama, mereka kembali tumbang karena peluru kembali mengisi tubuh mereka.
"Ayo kita seret wanita itu! Laku kan dengan cepat sebelum bala bantuan mereka datang," ucap salah satu dari mereka yang ternyata adalah penembak jitu tadi
Xavier yang sudah tumbang masih samar-samar bisa melihat siapa" yang ada di sana, dia melihat kembali dua orang mendekati Safira. Dengan sisa tenaga yang ada , dia berusaha mengangkat senjata milik nya dan dengan sekuat tenaga mengangkat pistol yang ada di tangan nya.
Dor
Satu temba kan ia ke luar kan dan tepat mengenai dada pria penembak jitu. Setelah itu Xavier benar-benar tumbang dan tidak sadar kan diri lagi.
Pria yang tertinggal bersama Safira yang notabene nya adalah seorang penakut langsung menyeret Safira dengan kasar tanpa rasa iba dengan tubuh Safira yang sudah berlumuran darah. Wanita itu pun hanya bisa pasrah karena diri nya tidak memiliki tenaga sedikit pun.
Darah semakin mengalir deras tanpa ada tanda-tanda berhenti.
Si pria itu meninggal kan Safira di tengah jalan dan mencari mobil yang akan di kendarai nya. sekitaran sepuluh meter dia berlari mengitari mobil nya dari depan.
Brak
Mobil yang begitu kencang menabrak pria itu yang tepat berada di depan mobil yang akan dia kendarai. Tubuh nya terhimpit mobil yang menabrak mobil nya dan mobil yang akan di kendarai nya
Jangan lupa like nya 😊👍👍 Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍👍
__ADS_1