
"Urus semua nya Vier!" perintah Shine. Dia bangkit dari duduk nya dan membawa Safira keluar dari sana.
Safira sudah menguat kan jiwa dan batin nya. Jika saja ini menjadi akhir hidup nya dia sudah siap untuk menanggung segala nya. Dan jika harus mati pun dia sudah rela.
Berbeda dengan Shine, dia sama sekali tidak merasa ada masalah yang di timbul kan oleh istri nya. Dia justru sangat senang atas ke datangan sang istri.
Sesampai nya di ruangan Shine, pria itu melepas tangan Safira hendak mengajak wanita nya duduk.
"Maaf, aku mohon maaf. Tidak seharus nya aku datang ke ruang rapat mu dan menghancur kan rapat kalian," ucap Safira menunduk. Di tangan nya tetap melekat tentengan makan yang di bawa nya dari mansion.
Shine mengernyit kan dahi nya.
"Apa maksud wanita ini?" batin Shine.
Melihat Shine terdiam, Safira di Landa rasa bersalah yang besar. Itu pertanda Shine sedang marah. Karena sejak dulu jika shine marah pad Anya, pria itu akan diam dan menunjuk kan wajah datar nya.
"Apa dia investor besar? Maaf aku membuat rugi perusahaan mu," ucap Safira lagi merasa bersalah.
__ADS_1
Shine kini mengerti apa maksud wanita itu mengata kan hal itu sejak tadi. Dia tersenyum smirk tanpa sepengetahuan Safira.
"Wanita ini. Bodoh!" batin Shine. Dia sangat beruntung di sini, biarlah dia di katakan pria yang memanfaat kan situasi, yang terpenting itu di laku kan untuk istri nya bukan.
Dia melangkah maju ke arah Safira, Safira yang melihat itu siap menanti kemarahan Shine. Dia semakin melangkah mundur seiring langkah kaki Shine.
"Kau tau berapa kerugian yang harus ku tanggung Sayang?" ucap Shine penuh penekanan. Dia menghimpit tubuh Istri nya.
Safira merasa gugup. "maaf, dan jika bisa boleh mundur sedikit!" ucap Safira di tengah rasa gugup nya sambil mendorong tubuh Shine.
Segala kemarahan yang di pendam nya sebelum nya hilang begitu saja ketika Safira merasa sudah melaku kan kesalahan besar.
"Apa maaf mu akan mengembali kan kerugian besar yang kau buat Sayang?" tanya Shine.
Safira melihat wajah datar itu sedang menahan emosi yang tinggi.
"Maaf..., apa yang harus ku laku kan agar kau tidak marah lagi? Aku sudah membawa makanan untuk mu," jawab Safira dengan polos. Berharap itu bisa mereda kan Emosi sang suami.
__ADS_1
Tatapan ke dua nya kini bertemu. Sial, Shine benar-benar tidak tahan melihat wajah imut istri nya, di tambah bibir manis di depan nya, dia sudah tidak tahan.
Tanpa sadar, dia langsung menyesap bibir sang istri dengan rakus. Menikmati betapa lembut nya bibir itu.
Safira yang awal nya benging dan tidak membalas Shien, kini mulai memberontak berusaha melepas kan tangan nya yang di tahan oleh Shine. Namun sia-sia karena tangan besi shine tidak bisa di tolak nga sedikit pun.
Shine yang merasa kan perlawanan Safira melepas kan bibir nya secara perlahan.
Dia mendapat tatapan tajam dari wanita nya.
"Kau tau sayang berpaa orang di dalam ruangan rapat itu? semua nya kepala departemen keuangan, marketing, HRD, IT. Jangan membuat ku marah dan melampias kan nya pada Meraka. Semua karir mereka berada di tangan mu sekarang. Aku berusaha meredam amarah ku karena ada wanita ku u di sini," ucap Shine panjang lebar.
Dia kembali melahap bibir sang istri. Dalam hati dia sangat happy DNA kegirangan di atas kepolosan sang istri.
"Apakah bisa seperti itu meredam emosi?" batin Safira. Tanpa sadar dia membalas ciuman yang begitu lembut dari sang suami. Kenapa dia bisa begitu murahan di depan suami nya.
Di tengah suasana ke dua nya menikmati bibir pasangan nya, tiba-tiba pintu terbuka menampak kan wanita cantik dan elegan yang melihat mereka berdua dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍
Horas ✋✋✋✋