Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 111


__ADS_3

Sudah sejak dua hari Mateo di beri kan perintah ke sana, namun pria itu belum pulang. Kabar yang mereka dapet kan hanya belum menemukan restoran yang pas untuk membeli makanan pesanan Mateo.


Safira juga tidak mendapat kan kesempatan untuk menelepon Mateo karena suami nya selalu saja menempel pada nya. Di siang hari Seperti ini, Mateo tidak bisa di hubungi, hanya malam saja dia bisa di hubungi, tapi Shine selalu berada di sisi nya hingga mereka tidak bisa berkomunikasi.


"Nia, kita ke kantor suami ku sekarang!" ucap Safira bangkit dari duduk nya yang sudah bisa. Sejak tadi dia tidak melaku kan apa pun.


"Tapi Nyonya tidak di izin kan untuk ke luar dari mansion."


"Aku akan memberitahu suami ku, buat kan bekal untuk kita bawa.


Safira beranjak ke arah kar dan menelepon sang suami.


"Kenapa Baby?" Shine saat ini sedang ada rapat, namun di jeda sejenak karena sang istri sedang menelepon.


"Aku mau ke kantor mu, kita makan siang bersama. Aku bawa bekal."


"Tidak Baby, di mansion saja. Aku yang akan datang ke sana."


"Tidak, tidak mau. Aku mau nya datang ke sana," kukuh Safira.


"Baik, aku jemput!"


"Tidak, tidak, aku akan bersama Nia dan pengawal. Banyak pengawal pun tak masalah, aku tua kau sedang bekerja Sayang. Akua kan baik-baik saja sampai di sana, aku menjamin nya seratus persen" Safira nampak yakin bahwa dia tidak akan kenapa-kenapa.


Nampak hening di seberang sana sejenak.


"Baiklah, Xavier akan menjemput mu. Tidak ada bantahan."


"Oke Sayang, aku merindukan mu"


Muah


Keheningan ruangan membuat ciuman jarak jauh Safira terdengar jelas di ruang rapat.


Mereka bersemu merah. "Nyonya sangat sosweet," itu lah bisikan-bisikan yang terdengar di sana.


Shine terkekeh geli, seperti nya bukan hanya dia yang tidak bucin saat ini, tapi istri nya juga.


Shine mantap Xavier, Pria itu langsung beranjak pergi dari ruang rapat dan menunduk sedikit ke pada Shine sebelum ke luar dari ruang rapat.


"Lanjut kan!"


Rapat di lanjut kan kembali sesuai instruksi Shine.


Entah kenapa Safira merasa sangat rindu pada suami nya. Tidak biasa nya namun, semakin hari wanita itu selalu saja jatuh dalam pesona suami nya. Seperti saat ini, baru tadi pagi Mereka bertemu, namun Safira sudah sangat merindu kan sang suami.


Wanita itu nampak bersenandung ria sambil berputar pelan membuat gaun selutut berwarna biru langit itu sedikit mengembang. Ukuran bunga di dada sebelah kiri gaun itu menambah elegan namun sederha. Jepitan kecil bermotif bunga berwarna biru langit senada dengan warna dress Safira membuat wanita itu semakin cantik.


Wajah cantik nan mulus itu di poles sedikit, lipstik warna pink flash membuat benda kenyal itu semakin menarik.


"Perfect, mari bertemu suami tampan ku," ucap wanita itu bersenandung ria sambil berlari kecil ke arah pintu.


"Nyonya, mari!"


"Aish Xavier kau sudah seperti hantu saja. Aku kaget tau," sentak Safira dengan kesal


"Salah saya Nyonya," ujar Xavier dengan wajah datar nya


"CK, jika bukan mood ku yang sangat bagus, aku akan mencakar wajah mu," ucap Safira melengos pergi.

__ADS_1


Nia sudah berada di dekat mobil dengan tentengan yang masih melekat di tangan wanita itu.


"Mari kita berangkat," Safira tersenyum ria dan masuk ke dalam mobil.


Xavier di ikuti oleh beberapa rombongan pengawal yang akan mengawal kendaraan mereka sampai ke perusaha. Mata pria itu meski pun terlihat fokus ke depan, nyata nya dia juga memperhati kan sekitar, mata tajam nya tak henti memperhati kan rupa sudut kota yang mereka lewati.


Begitu juga Nia, dia memperhati kan sekitar. Tidak ada yang mencuriga kan. Begitu lah kata insting dua anggota Black Sky itu


"CK, sudah ku bilang aku akan mana kan," ucap Safira sambil ke luar dari mobil di ikuti oleh Nia.


Xavier tidak menampik apa yang di kata kan sang Nyonya, memnag tidak ada yang berbahaya tadi, sama sekali tidak ada yang mencuriga kan.


Safira naik ke lantai paling atas di ikuti dengan Nia. Dia ingat terkahir kali ke luar dari perusahan raksasa ini, dia bertengkar dengan salah satu bawahan Shine dan berakhir wanita itu di pecat.


Ting


"Beri kan kotak bekal nya, aku akan makan bersama suami ku, jika kau ingin ke bawah pergi saja, tapi tidak sampai ke luar perusahaan, seperti nya aku akan cepat pulang," ujar Safira. Dia tidak ingin mengganggu pekerjaan suami nya seharian penuh.


"Baik Nyonya," jawab Nia.


Safira langsung masuk ke ruangan Suami nya tanpa mengetuk pintu.


"Surprise...."


Shine dan sekertaris wanita yang berada di ruangan itu spontan kaget. Si sekertaris wanita spontan mendekat ke arah Shine dan bersembunyi di belakang nya.


Safira memanas melihat si sekertaris wanita yang mendekati Shine.


"Kau, keluar sekarang juga!" ucap Safira dengan menunjuk tepat di dahi wanita itu.


"Baik Nyonya, saya tadi hanya ka..."


Si sekertaris itu langsung pergi dari sana dengan berlari kecil takut terkena amarah istri bos nya.


"Baby tenang lah!" ucap Shine mngusap lembut punggung sang istri.


"Tenang? Wah, anda sangat santai Tuan Shine," ucap Safira tertawa hambar.


"Kita bisa melihat Cctv baby. Kau tidak percaya pada ku?" Shine mengangkat Safira kepangkuan nya.


"Aku hanya tidak suka wanita kecentilan," ucap Safira memeluk leher sang suami dengan erat.


"Dia pekerja yang handal Baby, bukan wanita seperti yang kau pikir kan," jelas Shine.


"Kau membela nya?"


Cup


"Aku tidak akan berpaling ke siapa pun Baby," ujar Shine mulai ******* bibir istri nya.


Safira menikmati rasa memabuk kan yang di beri kan oleh suami nya.


"Kau mengingin kan nya juga Baby?" Shine mulai memberi kan sentuhan-sentuhan sensual yang menggoda tubuh wanita nya.


"Ah...aku sangat mengingin kan nya Ahhh," Safira menggoyang kan pinggul nya tak nyaman di bagian bawah suami nya yang menusuk-nusuk.


Akhir nya ke dua insan itu menghabis kan waktu sejenak untuk menikmati indah nya surgawi dunia.


Tak berbeda jauh dengan dua orang insan yang berada di salah satu ruang tamu di kantor Shine, seorang wanita mend esah tak karuan merasa kan Hujaman di dalam milik nya.

__ADS_1


"Guna kan jari mu untuk membuka bibir milik mu Honey!"


Dengan telaten si wanita langsung melaku kan perintah si pria yang dalam keadaan nya yang menungging.


si pria bisa langsung melihat denyutan yang ada di dalam milik lawan main nya. Tidak tahan si pria langsung mendorong milik nya sedalam yang dia bisa.


Yah, mereka adalah Nia dan Darren. Setelah si pria mendapat kan posisi Nia, pria itu tidak membuang-buang waktu dan langsung menyusul Nia ke perusahaan Shine.


Menikmati masuk keluar nya batang pria itu di dalam milik nya membuat Nia kelupaan waktu, hampir saja dia lupa tugas utama nya.


Setelah selesai bercinta, tanpa jeda Nia langsung menuju kamar mandi dan salam sekejap sudah ke luar dengan pakaian lengkap dan wajah segar. Kaki jenjang nya segera berlari dan dengan cepat menuju lift.


*****


Beberapa saat kemudian Shine terlihat memandi kan tubuh sang istri yang masih terlelap dalam mimpi nya karena rasa lelah yang bertubi-tubi dari goyangan suami nya.


Shine tersenyum melihat kissmark yang bertaburan di tubuh istri nya. kulit putih nan mulus itu sangat mudah di beri kan tanda oleh bibir Shine.


"Makan!" Shine mulai menyuapi Safira dengan telaten, dia terlebih dahulu memberi kan suapan pertama nya untuk Safira kemudian ke pada diri nya sendiri.


"Enak?" Shine mengelus kepala Safira dengan sayang. Wanita itu duduk di pangkuan sang suami dengan nyaman.


"Enak banget, koki mansion sangat pintar memasak," ucap Safira melahap setiap suapan Shine.


Shine tersenyum melihat pipi istri nya yang mengembung karena full makanan.


"Aku akan pulang setelah ini," ucap Safira setelah Shine memberes kan sisa-sisa makanan mereka.


"Kenapa?"


"Hanya ingin pulang saja."


"Temani aku di sini saja, kita akan pulang bersama."


"Tidak, tidak. Aku lebih baik pulang dan tidur. Aku tidak ingin mengganggu mu," ucap Safira.


Shine merasa perasaan nya tidak enak sejak tadi saat sang istri mengata kan akan datang ke kantor nya.


"Aku khwatir Baby, di sini saja hmmm," Shine berusaha menahan istri nya.


"Tidak Sayang. Bekerjalah dengan rajin. Lihat kan tadi aku sampai dalam keadaan sehat. dan baik-baik saja"


Shine mengiya kan penjelasan sang istri dan benar apa yang di kata kan sang istri.


"Tapi, tidak bisa kah di sini saja?"


Cup


Safira menggeleng dan akhir nya ke luar dari ruangan Shine dan menemu kan Nia yang datang dengan nafas ngos-ngosan.


"Baru selesai olah-raga Nyonya," ucap wanita itu


Safira mengernyit kan dahi nya bingung, tapi kebiasaan mafia. Olahraga setiap saat mungkin.


"Aneh, olahraga saat siang bolong begini," ucap Safira berjalan duluan dari Nia


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍


Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2