
"Shine bangun! Sudah pukul delapan, kau mau terlambat ke kantor?" Safira berteriak dari walk in closet.
Yang di teriaki masih bergelut dengan selimut nya. Dia Sangat merasa nyaman tidur di ranjang king size ini. Baru kali ini semalam full diri nya bisa tidur seranjang bersama sang istri.
Biasa nya Safira akan membanguni nya subuh dan mengusir Shine dari kamar mereka, entah apa alasan nya tapi wajah Safira terlihat kesal.
"Oh God, Shine cepat bangun!" kesal ?Safira menggoyang kan tubuh sang suami dan menarik selimut itu dengan kasar.
"Lima belas menit lagi Baby, aku masih ngantuk," Shine kembali menarik selimut yang ada di tangan Safira, tentu dengan lembut karena dia tidak akan pernah mengasari wanita yang sedang hamil itu.
"Nanti kau terlambat Shine, Xavier pasti sudah menunggu di bawah."
"Aku bos nya, terlambat atau tidak datang sekali pun tidak akan ada yang keberatan Sayang!"
Shine kembali menelusup kan kepala nya ke dalam selimut dengan begitu nyaman.
Safira terlihat berkacak pinggang di samping ranjang. Dia berusaha memutar otak nya gar Shine tidak betah di ranjang nya.
"Aku akan pergi hari ini bersama dengan Elvio. Bye bye Shine," ucap Safira berteriak mulai melangkah kan kaki nya menuju pintu kamar utama.
Srek
Selimut yang awal nya menutupi tubuh nya tadi yang terasa begitu nyaman teronggok tidak etis begitu saja di lantai.
Greppp
Tubuh Safira tiba-tiba saja melayang di udara dan tau-tau nya sudah berada di atas ranjang. Tentu saja Safira di kungkungan Shine.
Pria itu menahan tubuh nya agar tidak menindih perut buncit sang istri.
"Apa tadi Sayang, kau ingin pergi bersama siapa?" Suara itu terdengar serak, berat dan menakut kan. Terdengar rendah namun penuh penekanan
Wajah Shine nampak memerah menahan marah. Rahang tegas nya mengeras ingin menumpah kan panas di hati nya, mata tajam nya seakan menguliti Safira.
Ini bukan tujuan Safira, dia hanya berusaha membangun kan Shine agar suami nya tidak terlambat ke kantor, karena Shine adalah pria yang on time jika akan bekerja.
"A..aku ingin pergi bersama Nia ke ...ke mall, yah ke..."
Shine tiba-tiba saja melahap bibir Safira. Wanita itu yang masih syok karena takut melihat wajah Shine tadi.
Shine menggigit bibir Safira agar wanita itu memberi kan akses. Shien dengan tergesa gesa memasuk kan lidah nya bermain-main di dalam mulut Safira.
Nghhh
Safira melenguh merasa kan cecapan Shine yang membelit lidah nya. Dia hanya diam mematung tak tau melaku kan apa.
Dia memang sudah pernah berciuman dengan Shine, tapi itu sudah sangat lama, dia pun tidak pernah latihan jadi tidak tau bagaimana cara berciuman yang benar.
"Balas Sayang!" titah Shien kembali bermain-main dengan bibir Safira.
Safira berusaha membalas permainan liar lidah Shine namun terasa masih sangat kaku. Tentu saja Shine lah yang sangat mendominasi.
Safira berusaha mendorong dada bidang Shine ketika dia merasa pasokan oksigen sudah mulai habis.
Shien memang melepas kan ciuman nya dari bibir sang istri. Namun perlahan cecapan bibir hangat shine kembali menjelajahi leher jenjang sang istri.
Ahhhh
Tak berhenti di sana, Shine mengusap lembut punggung sang istri agar ibu hamil itu rileks.
Shhhhhsss ahhhh
Shine menghisap kuat leher jenjang istri nya hingga meninggal kan bekas keunguan di leher itu.
"Ahhh, Shine jangan ahhhh...jangan di gigit!"
Shien sama sekali tidak berniat mendengar kan perintah sang istri. Tangan nya koni berkeliaran meningkat kan libodi istri nya.
Ah sial, Shine yang ingin memancing hasrat istri nya, justru dia yang terang sang terlebih dahulu.
Milik nya di bawah sana sudah mulai mengembang tanpa di beri kan pengembang . Hanya suara istri nya yang seksi dan kulit hangat halus sang istri membuat diri nya cepat terang sang.
Tubuh nya terasa sangat panas.
Shine masih dalam posisi mengungkung tubuh sang istri, Shine m lepas kan bibir hangat nya dari leher sang istri dan segera membuka piyama atas nya.
Safira yang masih terengah-engah mengatur nafas nya kembali di buat sesak dengan otot-otot yang tersusun rapi di perut sang suami
"Masih giliran ku Sayang," ucap Shine kembali menyesap kulit sang istri.
Srakk
Dress yang di guna kan oleh Safira do robek begitu saja oleh Shine.
Ahhh
Safira kaget merasa kan robekan kuat dari sang suami.
Shine semakin menggelap ketika merasa kan panas di tubuh nya semakin meningkat. Dia merasa kan di bawah sana semakin mengeras. Milik nya ingin segera memasuki lubang nya tempat bersarang.
Tapi Shine akan bermain seliar mungkin namun harus bisa lembut pada istri nya yang sedang hamil.
Shine kembalj bermain dengan bibir Sang istri dan kemudia memporak-poranda kan nya hingga Safira merasa Kelu dengan kisah nya karena liar nya Shine
Shine turun kembali menyesap tipa inci leher jenjang itu. Menikmati kehausan yang selama ini di tahan nya karena perang dingin yang di mulai Safira.
Kedua tangan Shine berusaha memasuki punggung sang istri dan secara perlahan membuka pengait penyangga dua bukit kembar nan halus yang terus saja menggoda nya.
Uhhhh
Safira melenguh merasa kan dingin menyapa dada nya. Ternyata dada nya tidak memiliki penutup lagi, sudah terbuang begitu saja di lantai karena ulah sang suami .
Shine semakin berkabut dengan gairah ketika dua bukit kembar nan putih dan halus menyam but nya setelah ke luar dari sarang.
Ujung nya berwarna pink membuat Shine tak sabar.
Dia langsung melahap nya dengan bibir tipis nya. Menyusu layak nya bayi yang sudah sangat merindu kan asi ibu nya. Tangan satu nya tidak tinggal diam mer emas bukit satu nya, tak di biar kan ke dua tangan nya menganggur begitu saja.
Safira yang tak pernah mengalami ini sudah seperti per awan saja. Meski pun dia sudah pernah menyatu dengan Shine, tapi dia tidak tau bagaimana rasa sebenar nya waktu itu karena dia dalam pengaruh obat perang sang.
"Ahhh...ahhh... Shine...bukan kah kau akan...ahhh ...bekerja...Xavier pasti sudah menunggu di uhhhh...,"
__ADS_1
Suara Safira yang terputus-putus tidak sampai mengata kan ucapan nya dengan lengkap Karena Shine membuat nya menggelinjang hebat.
Saat ini shine memutar pit ing Safira yang sudah mengeras karena mulut nya sedang bekerja di bukit satu nya.
Shine sama sekali tidak buka suara. Dia lebih banyak aksi saat ini.
Mulut Safira ingin mengusir Shine pergi bekerja, namun tubuh nya seakan mendamba kan cecapan maut dari suami nya.
Bah kan jika di lihat dari gra kan Safira, dia terus saja menekan kepala Shien ke dalam dada nya agar Shien semakin liar dan dalam mempermain kan ke dua bukit nya.
"Ahhh, shhh, perih Shine berpindah"
Shien menuruti nya dan berpindah ke bukit Safir ayang satu nya. Tangan nya tak henti-henti mer emas rambut Shine karena merasa kan kenikmatan tiada Tara pertama kali dalam keadaan sadar.
Tangan Shine mulai turun menyentuh halus perut Safira yang mulai membuncit. Shine bisa merasa kan tubuh Safira sudah semakin berisi seiring dengan perut nya juga yang sudah mulai membesar.
Safira juga tak ingin tinggal diam, dia tidak mau hanya diri nya yang di nikmati tapi dia juga ingin menikmati tubuh suami nya.
Meski pun Shien sudah memberi kan titah ini masih giliran sang suami tapi dia jelas jelas tak mau kalah.
Di sela-sela Des ahan nya, tangan Safira ayang gemetar berusaha turun ke bawah dan meraba-raba punggung suami nya dengan menggoda.
Erangan-erangan kenikmatan ke luar dari mulut ke dua nya.
Safira saat ini sudah merasa kan ke dua pangkal paha nya di tusuk-tusuk oleh sesuatu. Safira tidak bodoh, dia sudah tau apa itu. Meski pun dia secara langsung belum pernah melihat nya, namun adegan film sudah mencermin kan apa itu.
Milik suami nya jelas sudah menegang dan ingin.masuk ke sarang nya. Sejenak Safira tersentak takut namun kemudian dia benar-benar di buat melayang ketika sapuan halus berada di bagian bawah nya.
Uhhh ahhhh shhhhh
Safira di buat gila ketika tangan Shine mengelus milik nya dengan sensual di bawah sana, dan lebih gila nya lagi serentak ke dua tangan Shine menyentuh area sensitif nya secara berbarengan.
Tangan kiri nya mengelus milik nya dengan sensual, tangan pria itu meremas pucuk dada nya dengan sesekali menjepit dan memelintir pucuk nya yang kadang kala mengeras dan lembut kali. Bibir pria itu mengecupi perut nya yang sudah mulai besar hingga meninggal kan Saliva yang membuat gelayar aneh dan nikmat memenuhi otak Safira
"Ahhh Shine, ini ahhh...nikmat...ah. Lebih dalam Shine," pinta Shine ketika dia hanya bermain main di ujung bukit nya.
Shine tersenyum puas kala istri nya tak henti-henti nya terus meminta dan meminta.
Shine kemudia menusuk-nusuk jari nya yang bermain di bagian bawah istri nya. Meski pun di tusuk dari luar, Safira menggeliat tak karuan Karana inti nya sudah di tusuk-tusuk dengan lembut oleh Shine.
Blush
CD itu terbuang begitu saja karena Shien sudah tak sabaran.
"Ahhh...ahhh. Shine... uhhh ini kenapa nikmat uhhh," Safira mengeluar kan suara indah nya ketika Shine sudah secara langsung memaju mundur kan jari-jari nya.
"Ouhhhhh Shine cepat, ahhh cepat ahhh"
Shine semakin mempercepat laju tangan nya dan volume jari nya membuat Safira terus saja mengerang kenikmatan
"Sial, kenapa sangat sempit," umpat Shine dalam hati karena dia jari nya saja yang di paksa masuk milik Safira sudah menghisap nya dengan kuat. Bagaimana jika milik nya, ouhhh Fantasi Shien membuat milik nya semakin membuat kepala nya hampir pecah.
"Ouhh Sayang , ahh milik mu sangat sempit," ujar Shine.
"Uhhh ahhhh Shine...aku aku...inginnn"
"Keluar kan Sayang, aku ah...menunggu nya,"
Mengobrak Abrik milik sang istri hingga Safira terlihat seperti ayam yang menggelepar.
"Ahhh....aku ingin pipish ahhhh bleshhh"
Slurp
Shine langsung menyesap ****** ***** sang istri dengan rakus. Tangan Shine memegang pinggang Safira yang menggelinjang hebat.
Tubuh Safira lemas seperti ayam yang sudah di potong leher nya. Pelepasan ini menurut nya sangat hebat dan dahsyat, terasa nikmat dan memabuk kan, ini pertama kali nya buat diri nya.
Namun tidak dengan Shine, pria itu semakin aktif. Ki i lidah nya sudah masuk ke dalam liang istri nya. Lidah nya menusuk-nusuk dengan lembut dan mengobrak-abrik milik sang istri.
Sungguh manis dan nikmat. Kaki Safira yang mengangkang memberi kan akses yang lebih mudah untuk pria itu.
Safira yang merasa nikmat kembali memejam kan mata, tapi saat sesuatu yang lembut dan tak bertulang menyentuh bagian bawah nya, sakin nikmat nya Safira membuaka mata dan Meliahat ke arah bawah nya, ternyata kepala sang suami sudah beraksi di bawah sana
"Shine ouhhh nikmat sekali ahhh kenapa ahhh ouhhh kepala mu di sana ahhhh,"
Safira semakin mengerang kenikmatan.
Shhhhh ahhhh Shine, aku aku ahhhh
Tubuh Safira kembali menggelinjang hebat, ****** ***** yang ke dua kali nya kembali membuat Safira lemas kembali.
Lagi-lagi Shine dengan sambutan manis nya mengisap cairan itu dengan kuat di bibir liang milik Safira.
Ahhhhhh
Safira kembali mende sah
Shien melihat istri nya dengan tergesa-gesa. Dia menjilat bibir nya yang terdapat sisa-sisa cairan milik istri nya di bibir sang istri.
"Milik mu sangat nikmat Baby, sekarang giliran ku?" Shine menyeringai. Dia melepas kan celana tissue yang melekat di bagian bawah nya.
Safira yang masih terengah-engah mengatur napas nya Karana kenikmatan pelepasan nya, di buat terlonjak kaget karena melihat benda berurat dan panjang menjulang di bagian tengah tubuh sang suami.
Dia langsung beringsut takut ketika melihat benda panjang berurat itu semakin mendekat ke arah wajah nya.
"Ingin merasa kan nya Baby di mulut mu?" Safira menggeleng dengan kuat.
Shine mengerti posisi Safira saat ini yang belum pernah mencoba nya.
Shine tersenyum miring. Dia akan mengalah saat ini tapi tidak dengan lain kali.
Shine menarik kaki sang istri dengan pelan dan langsung menindih kembali tubuh yang ringkih itu
"Let's play the game Baby!"
Shine kembali meraup bibir sang istri dengan penuh cinta dan kelembutan, dia tidak ingin menyakiti istri nya.
Safira terbuai kembali dengan cecapan bibir seksi sang suami, tapi bagaian bawah nya di sentuh oleh benda keras membuat nya menggeliat tak tentu.
"Ahhh, Shine ahhhh di bawah sana, ada yang mengganjal ahhh," ucap Safira di sela-sela desa Han nya ketika Shine bermain-main di buah dada nya
__ADS_1
"Kau tidak sabar Baby?" ucap Shine menyeringai.
Shine bangkit agak berdiri dan mengarah kan milik nya yang mengeras ke liang Safira.
"Ahhh shhh Shine," teriak Safira frustasi ketika Shine tidak memasuk kan milik nya ke lubang Safira.
Shine justru menyiksa Safira dengan menggesek-gesek kan milik nya di depan pintu lubang Safira.
Shine sebenar nya merasa tersiksa, tapi dia harus bertahan. Dia ingin memberi kan pelajaran pada sang istri.
"Shhhh, Shine ahhh"
"Kenapa Sayang hmmm, apa ahhhh,"
"Ahhhh please, aku ahhh aku tidak tahan ahhh"
"Bicara yang benar Baby, jangan sete ah... setengah "
"Masuk kan milik mu ahhh ouhhh," ujar Safira semakin menggelinjang kala merasa kan usapan Shine begitu eksotis di lubang milik nya.
Settt
Shine langsung menarik diri dari tubuh Safira.
"Itu hukuman untuk mu Baby karena sudah berani menyebut nama pria lain. Elvio heh, kau pikir aku tidak mendengar nya tadi?"
Shien berusaha untuk menahan gairah yang sudah berada di ubun-ubun sejak tadi.
Dia harus bisa dan harus meski pun diri nya harus tersiksa. Dia tidak ingin istri nya itu dekat dengan pria lain, ini adalah bentuk sebuah pelajaran pada wanita ini.
Shine berbalik dan berjalan menuju walknin clost
Safira yang di gantung seperti play cap kakap menyeringai. Apa dia akan pasrah saja ketika suami nya memperrmain kan nya? Tentu saja tidak, dia sudah menanti ini sejak lama. Gairah nya juga sudah terlebih dahulu di pancing.
Kini giliran Safira bukan?
Grep
Safira langsung memeluk Shine dari belakang dengan tubuh telanjang nya.
"Yakin ingin pergi?" Safira menantang sang suami.
"Tentu saja!" jawab Shine yakin tapi jantung nya sudah tak berdetak seirama dengan perkataan nya.
Safira menggosok kan dada nya dengan eksotis di belakang punggung Shine.
Meski pun agak sulit memeluk Shine tapi dia juga tak mau kalah dengan pria itu.
Nghhhhhh
Shine mengerang merasa kan benda bulat itu bertubrukan halus dengan punggung nya yang kokoh. Darah nya berdesir, milik nya juga sudah sangat mengeras.
Safira mencebik dalam hati. "Siapa yang akan lebih kuat Shine Damian Browns," batin Safira tersenyum penuh kemenangan.
Tangan Safira langsung membalik kan tubuh Shine. Tangan nya yang halus langsung menghitung kotak-kotak yang terbentuk di perut pria itu.
"Ahhhh Sayang ahhhh, Jangan memancing ku,"
"Memancing mu heh, kita lihat sampai kapan kau bertahan Sayang," batin Safira. Tanpa sadar juga dia mengata kan Sayang pada Shine.
Ke dua tubuh telanjang itu saling berhadapan dengan rasa tidak memiliki malu satu sama lain.
Tidak menggoda sampai di sana, tangan Safira dengan perlahan menyentuh batang Shine yang sudah menegang sepenuh nya.
"Lumayan, aku menyukai nya," ucap Safira dengan wajah menantang.
Shien berusaha sekuat mungkin untuk menahan gejolak dalam tubuh nya. Dia mengetat kan rahang nya dengan kuat untuk pertahanan diri agar tidak melahap bibir sang istri yang sudah berani menantang nya.
Ahhh ahhh
"Sayang ohhh ahhh ouhhh,"
Kini giliran Shine yang di buat mengerang tak karuan.
Safira membelai lembut ujung batang Shine yang sudah mengeras. Tangan Safira bermain-main sejenak di sana.
Shine masih bertahan
, mengepalkan kuat tangan nya hingga buku-buku jari itu terlihat memutih. Segitu besar nya Shine berjuang dan bertahan.
"Masih bertahan rupa nya. Kita lihat sampai di mana kau bertahan Shine," batin Safira menyeringai. Otak Safira tentu saja tidak suci lagi, berbagai film dewasa yang paling menarik sudah pernah di tonton nya, hanya Sangat di sayang kan dia sedang hamil, jika tidak huh, Safira sudah bisa memberi kan gaya yang lebih menggairah kan untuk Shine.
Kini Safira melepas kan diri sepenuh nya dari Shine. Dia melenggak-lenggok eksotis ke arah Ranjang.
Shine memperhati kan aksi istri nya yang sangat menggoda. Perut besar itu seakan membuat Shine ingin menggelepar Karena keseksian Safira.
Safira tersenyum miring, dia duduk di ranjang dengan menghadap sang suami.
Perlahan tapi pasti, Safira mulai menumpuk kan tangan nya kebelakang. Kaki jenjang dan mulus itu di buka secara perlahan di depan Shine
Final, kaki Safira di buka dengan begitu lebar menampak kan liang Safira yang begitu indah. Shine Meliahat itu, otak nya kosong. Shine bisa melihat milik Safira berkedut meminta untuk di masuki.
Tak sampai di sana, gerakan Safira semakin membakar gairah Shine.
Safira dengan senyuman menyeringai nya memaju mundur kan bokong nya dengan gerakan sensual.
Bug
Shien langsung berlari dan menindih tubuh Safira.
"Baby, kau yang meminta nya," ucap Shine dengan bringas langsung menciumi leher jenjang sang istri Yang sudah memiliki bekas-bekas cinta milik nya.
"CK, kau kalah Tuan Shine," batin Safira sambil kekeh Safira.
"aku yang meminta nya?" Safira tersenyum smirk kemudian mendorong kuat bahu sang suami.
Safira bangun dan dengan santai turun dari ranjang.
"Kau yang mulai duluan kok," jawab Safira dengan santai dan berjalan ke arah walk in closet.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍👍
__ADS_1
Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍