Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 42


__ADS_3

"Ke klub, apa istri ku masih cemburu dengan pria banci itu hingga melampias kan nya ke club'?" tanya Shin melalui earphone nya.


"Maaf Nyonya, jika saya boleh tau apa yang akan kita laku kan di club'. Saya rasa tuan tidak akan memperboleh kan anda ke sana," ucap Mateo dengan hati-hati agar tidak menyinggung sang Nyonya.


"CK, perut mu saja yang sispack Mateo, tapi nyali mu hanya nyali seekor ayam," ejek Safira


Mateo merasa tersinggung dengan nyali nya yang di banding kan dengan seekor ayam, dia sudah membunuh puluhan nyawa dan apa Ayam? Harga diri nya seakan jatuh ke jurang


Tapi apa boleh buat, diri nya hanya pasrah. Dia hanya ingin mencari tahu apa yang di laku kan Sanga Nyonya karena dia yakin tuan nya di sana pun butuh jawaban itu. Tapi jika tidak di tanggapi dia juga tidak boleh memaksa


Suara musik yang begitu keras di sertai dentuman yang begitu menggoda terdengar di club' itu. Belum lagi para wanita yang mengguna kan pakaian kurang bahan yang begitu menggoda iman para lelaki hidung belang.


Mateo yang melihat itu tetap datar, dia tidak terlalu tertarik dengan wanita-wanita *** *** yang kurang bahan ini semua.


Ya dia memang menyukai wanita, CK tapi mainan nya harus bersih. Tidak terlalu sering di masuki atau yang sudah longgar, bahkan mainan biasa nya juga yang masih tersegel.


Dia cukup uang bukan, dengan melempar kan yang begitu saja diri nya sudah puas menikmati yang tersegel.


Jika di tanya kenapa mafia pada umum nya sangat menyukai bermain intim bersama wanita, yah karena mainan nya jika bukan nyawa pasti nya wanita.


Berbeda dengan Safira, dia banyak melihat pria tampan sekaligus buncit di sini. 1 dia kadang merasa mual, belum lagi pria tua yang siap menggoyang kan pinggul nya pada wanita-wanita seksi yang ada di sana. Sungguh tidak tau umur.


Safira yang di jaga dan di dampingi Mateo berjalan lurus ke depan. Safira mencari-cari seseorang yang ingin di temui nya, namun nihil tidak ada.


"Nona, anda mencari siapa?" tanya Mateo.


"Elvio Anggara, pemilik Club' ini," jawab Safira sambil memiring-miring kan kepala nya untuk mencari Elvio


"Untuk?" terdengar suara di earphone Mateo.


"Jika boleh tau untuk apa Nyonya? Apa anda ada urusan dengan tuan Elvio, agar saya bis memberi kan bantuan Nyonya," ucap Mateo lagi.


"Sejak tadi aku terus dan terus mendengar mu, jika boleh tau Nyonya....kau memang sangat kepo," ucap Safira. Dia mengalah dan memilih duduk di sofa karena sudah kelelahan


Mateo dengan tenang dan bersiap berdiri di samping Safira.


"Duduk lah Mateo, kau jangan terlalu formal, aku tidak menyukai nya!" ucap Safira.

__ADS_1


"Kau bertanya bukan tadi, maka duduk lah!" perintah Safira lagi.


Mendengar itu dengan cepat Mateo duduk dan menghadap Safira agar kamera itu mengenai wajah Sang Nyonya agar di lihat sang Tuan dari sana.


"Sahabat ku ada di sini, dia di tahan oleh Elvio. Kemaren aku mengajak sahabat ku itu untuk pergi, namun dia tidak mau. Itu sebab nya aku datang ke sini," jawab Safira.


"Apa teman Nyonya tidak menghubungi Nyonya, lewat sambungan telepon seperti itu?"


Bagiamana pun juga nama nya sahabat pasti memberi kan kabar satu sama lain bukan? Begitulah isi hati Mateo.


"Tidak, kami putus komunikasi saat aku datang ke New York," jawab Safira lagi pandangan nya lurus ke depan berlawanan dengan Mateo yang menghadap nya.


Safira yang memandang lurus ke depan seperti mengenali postur tubuh wanita yang ada berjalan di sana.


"Megan," ucap Safira berdiri dan mengejar orang itu.


Mateo segera bergerak dan menyusul sang Nyonya.


"Megan, oh Syukurlah. Kau masih ada di sini," ucap Safira sambil memegangi Megan.


Megan membeku.


"Safira jangan bilang kau ....," Megan tak kuasa melanjut kan ucapan nya.


"Dia pengawal ku. Nama nya Mateo" ucap Safira.


Megan sempat terpesona dengan pria kaku dan dingin di depan nya.


"Wowo, dia sangat tampan tapi sangat kaku. Tapi biasa nya orang kaku seperti ini yang lihai di atas ranjang," batin megan sambil menelti tubuh Mateo seperti ingin menelanjangi nya.


Tuk


Safira langsung menjitlak dahi sahabat nya.


"Singkir kan pikiran kotor mu itu, dasar wanita cabul," kesal Safira yang sudah tau isi pikiran sahabat nya itu.


Yah Megan memang seperti itu, jika dia dalam keadaan tenang bahkan di situasi darurat pun, wanita itu akan terpesona jika melihat wajah tampan pria dan pikiran wanita itu akan melayang menjelajahi tubuh pria yang di pandang nya

__ADS_1


Safira mengedar kan pandagan nya ke seluruh isi Club', dia tidak menemu kan pria seribu muka itu di sana, dia sangat bersyukur.


"Megan, ayo pergi. Elvio tidak ada di sini. Kita harus memanfaat kan waktu kita, ayo!" ajak Safira sambil menarik tangan Megan.


Megan tetap saja diam di tempat tanpa melaku kan apa pun.


"Ayo, kenapa kau diam? Apa kau mau di jadi kan sebagai budak hah?" kesal Safir Ake pada Megan yang hanya diam di tempat saja sejak tadi.


"Maaf Fira, aku akan tetap di sini. Jika kau kangen kau bisa datang ke tempat ini," Megan menolak dengan halus ajakan Safira


Safira melepas kan tangan nya dati Megan setelah mendengar kan ucapan sahabat nya itu.


"Apa maksud mu Megan," emosi Safira seketika naik saat melihat kebodohan Megan.


"Apa kau membutuhkan uang hah, kata kan pada ku. Jangan mau menjadi wanita penghuni bar Megan itu sangat salah," ucap Safira.


Megan merasa miris dengan ucapan Safira. Secara tidak langsung Safira sudah mengata kan nya sebagai seorang *** *** bukan .Tapi itu benar, Megan tidak perlu sakit hati. Tapi mengingat Safira adalah sahabat nya, sangat sakit mendengar itu keluar dari mulut sahabat nya.


"Kau mau mendengar ceri ta ku?" ucap Megan pada akhir nya.


Safira yang melihat tatapan sendu dari sahabat nya menjadi merasa bersalah.


"Maaf aku terlalu terbawa emosi."


"Tidak, tidak. Kau tidak salah Safira. Hanya saja kau tidak tau fakta nya," ucap Megan.


Mateo yang melihat drama sahabat itu merasa terharu dan sekaligus bosan. Terharu karena satu sama lain bisa memahami dan bosan karena ke dua nya akan memulia percakapan panjang seperti nya.


Tiba-tiba, saat akan ke sofa bar, beberapa penghuni club' berhamburan tak jelas.


Dor Dor


Mateo langsung siaga, dia langsung membawa Sanga Nyonya ke zona nyaman. Tembakan itu menanda kan bahwa ada situasi sedang bahaya. Bah kan tembakan senjata api terdengar.


"Mari Nyonya, ikut saya."


"Megan, tetap pegang tangan ku," ucap Safira mengikuti langkah Mateo.

__ADS_1


Jangan lupa yah like nya


Agar author nya semangat dungs😊🙏👍👍


__ADS_2