Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 97


__ADS_3

Xavier saat Inis sedang berada di sebuah cafe yang sering di kunjungi bersama sahabat-sahabat nya dulu.


Di depan nya ada seorang pria yang sudah menyesap wine dengan santai. Tidak ada ekspresi di wajah pria itu saat ini.


"Kenapa?" tanya Xavier singkat.


Terlihat pria yang ingin menyesap wine nya terhenti dan meletak kan kembali minuman itu ke meja yang ada di depan nya.


Pernyataan singkat itu bisa di mengerti oleh Darius. Dia mendesah pelan dan menatap Xavier.


"Kau tidak melihat Queenza?" tanya nya dengan lirih


"Darius, jangan lemah. Dia adik mu satu-satu nya dan wanita yang bisa mengobati rindu mu jika ingat Tante," ucap Xavier.


"Aku sudah begitu keras pada nya tapi dia sangat bebal. kau tau dia sangat ambisius."


Xavier menghela napas. Dia tau Adik Darius memang sangat bebal jika di kait kan dengan Shine. Pada hal Shine saat ini sudah bahagia karena sudah ada Safira di sisi nya, bah kan Safira saat ini sedang hamil.


"Kekerasan tidak akan membuat seorang wanita luluh Darius," ujar nya sambil menyesap wine nya.


"Maksud mu?"


"Wanita akan luluh jika kau bersikap lembut dan pengertian."


"Maksud mu aku membiar kan Queenza mengejar-ngejar Shine?"


"Tidak, tapi bersikap lah lembut pada nya. Cari pria yang memenuhi kriteria nya."


"Tapi aku sudah bersikap lembut pada nya selama ini."


Xavier menggeleng-geleng kan kepala nya.


"Lembut bukan berarti kau harus menuruti semua keinginan nya, memberi kan apa yang di butuh kan nya."


Darius sejenak mencermati ucapan Xavier


Memang dia selalu menuruti dan memberi kan apa pun yang di butu kan oleh Queenza. Yah dari segi itu, Darius mengarti kan sikap nya selama ini lembut, penyayang dan perhatian pada adik semata wayang nya itu.


"Apa kau pernah berbicara dengan nya dan bertanya apa yang di miliki Shine yang tidak di miliki oleh pria lain? Dari segi mana dia menyukai Shine? Dan kenapa full selama ini dia benar-benar sama sekali tidak melirik pria lain? Apa kau pernah berbicara berdua dengan nya dengan kepala dingin?"


Xavier benar-benar menjabar kan itu semua pada Darius. Dia hanya berusaha bisa membantu sahabat nya itu.


Darius menatap pemandangan di deoan nya dengan lekat. Namun isi pikiran nya bukan lah tentang pemandangan yang begitu indah di depan nya. Kemudia dia mengangguk angguk kan kepala nya.


"Wanita mana?" Darius kini megalih kan pandangan nya ke arah Xavier.

__ADS_1


Xavier mengernyit kan kening nya. Seharus nya pria mana bukan? Pria mana yang cocok dengan Queenza.


segala pikiran berkecamuk di kepala Xavier. Apa sebenar nya Queenza adalah letsbian, tapi bersuara memperbaiki diri menjadi wanita wanita normal dengan mendekati Shine?


Lain hal nya dengan pandangan Darius.


"CK, ke pada Sahabat nya saja harus seserius ini," batin Darius.


"Maksud mu, Queenza ada..adalah letsbian. Ini..ini tidak mungkin."


Plak


Darius geram dan menggeplak kepala Xavier.


"Bodoh, sialan guna kan otak mu. Percuma kepala Mus besar kuali tapi tidak di guna kan," Darius menatap tajam Xavier


Xavier menggosok kepala nya yang di pukul oleh Darius. Dia tidak tau di mana salah nya.


"Wanita mana bodoh yang mengajari mu seperti itu?" tanya Darius kini wajah nya sudah berubah menggoda Xavier.


Xavier menggeleng kan kepala nya.


Dia sama sekali tidak dekat dengan wanita mana pun dan sama sekali tidak berniatam untuk itu.


Dia juga pernah berhasil menasehati tuan nya Shine dan itu berhasil. Tidak mungkin jomblo lebih pandai dan pengalaman dari yang sudah bersuami bukan?


"Jangan bilang setan yang mengajari ku," suara ejekan itu menyadar kan Xavier dari lamunan nya.


"Tidak ada?"


"CK, kau pikir aku anak kecil yang bisa di bodohi?"


"Aku tidak memiliki wanita. Aku belajar banyak dari kisah Tuan Shien dan Nyonya Safira, jika kau mengikuti kisah mereka. Maka di dalam otak mu akan ada, istri kontrak ku tidak akan pernah ku lepas kan," Xavier begitu mendalami dan menjiwai judul yang di beri kan nya.


Darius paham dan mengerti ucapan Xavier. Semua teman dekat Shine tau bagaimana pria itu menikah, tentu saja di awali dengan pernikahan kontrak.


*******


"Bodoh!!! Bodoh aku pikir kau kenapa? Ternyata kau minum cairan sialan itu," Safira sejak tadi memukuli dada suami nya.


Tadi nya Safira sudah panik, tapi saat merengkuh tubuh Shine. Tiba-tiba Safira di kejut kan Shine yang tiba-tiba saja bangun dengan wajah nya yang biasa saja.


Safira yang berjongkok di samping nya membuat wanita itu berbalik dengan arah pandangan Shien yang mengarah ke pintu.


"Ah Darren, kau sudah datang. Ayo kita harus memeriksa istri ku," ucap Shine bangkit berdiri.

__ADS_1


Darren di buat syok oleh sahabat Sialan nya itu. Dia jatuh terduduk di lantai dan menetralisir perasaan nya tadi yang sudah kalang kabut.


"Breng sek sialan, suatu saat aku benar-benar menanti kan kematian mu breng sek," umpat Darren kemudian dia berlalu dari ruangan itu.


Di sini lah Mereka berkumpul, Safira masih terisak di pelu kan Shine, wanita hamil memang sudah mood nya.


"Jadi apa tujuan mu sialan memanggi ku, jika tak penting aku akan segera pergi," Darren masih kesal saja melihat Shine


"Istri ku, aku ingin kau memriksa kandungan nya,"


"Kau pikir aku dokter kandungan? Datang saja ke rumah sakit!"


"Aku tidak mau tau. Itu bukan urusan ku."


"Oh God, beri kan aku kesempatan untuk membunuh pria ini," batin Darren dengan menggebu-gebu.


"Harus ke rumah sakit Shine, di sana ada peralatan, semua bisa kita tua secara lengkap terutama jenis kelamin nya,"


"Apa aku bertanya?"


Parah, Darren memilih mengalah. Shine juga tidak meminta jenis kelamin apa kandungan Safira. Dia hanya harus memeriksa kesehatan Safira dan kandungan nya.


"Bagaimana keadaan istri ku dan kandungan nya?" tanya Shine setelah Darren selesai berkutat dengan peralatan medis nya.


"Kakak ipar baik-baik saja, begitu juga dengan kandungan nya," jelas Darren dengan malas.


Posisi nya saat ini Safira sudah bangun dari ranjang dan duduk di tepi ranjang. Shine duduk di samping sang istri sambil mengusap kepala Safira dengan sayang.


Darren si penggila lubang kenikmatan, dia saat ini duduk di sofa single yang ada di kamar utama itu.


"So, apa aku sudah bisa bebas ber cinta dengan istri ku?"


Safira syok dan malu mendengar ucapan sang suami.


"Cih, Sialan. Bilang saja kau menyuruh ku hanya untuk bertanya tentang itu," Darren sudah mengerti kenapa Shine sampai memanggil nya ke mansion ini.


"Jawab Saja dokter cabul!"


"Sudah. Tapi ingat jangan laku kan gaya ***** *****, itu berbahaya untuk kandungan nya," ucap Darren lantas bergegas dari sana karena rasa jengkel nya.


"Bagus kau mengetahui tempat mu dokter Sialan," ucap Shine masih di dengar oleh Darren


"Si breng sek itu, bukan nya berterima kasih," ucap Darren mempercepat langkah kaki nya. Dia sungguh ingin menghilang dari tempat ini segera. Sayang nya tidak ada pintu Doraemon di sini.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍👍

__ADS_1


Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍


__ADS_2