Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 102


__ADS_3

Suasana mansion Shine Damian saat ini sangat heboh. Lalu lalang para pelayan di meja makan membuat kepala Shine tambah pusing saja. Kenapa harus sekarang?


Sekarang adalah kedatangan keluarga besar dan saudara-saudara jauh dari keluarga Browns. Ini sangat membuat Shine kesal, bah kan sang istri yang sedang membawa beban besar juga ikut mondar mandir di sana, pada hal tidak ada sama sekali di laku kan membuat kepala nya tambah pusing Saja.


"Sayang duduk lah dulu! Tidak baik untuk ibu hamil mondar mandir seperti itu, nanti kamu kelelahan," Si Tuan besar pemilik mansion ini berusaha menegur sang istri agar duduk saja.


Safira terlihat menggeleng kan kepala nya. Dia kemudian melihat menu-menu yang ada di meja makan melihat apakah semua sudah rapi dan perfect.


"Tidak Shine, mommy mertua akan membawa sedikit teman-teman nya aku harus berjuang extra. Mommy tidak boleh merasa malu nanti, aku harus membuat nya bangga di depan teman-teman nya tau pun keluarga lain nya," Safira terlihat bangga dan bersungguh-sungguh seperti itu.


"Hanya karena itu alasan nya?" tanya Shine yang sedang duduk di salah satu sofa dekat meja makan.


"Yah tentu saja, aku juga tidak ingin kolega Daddy bergunjing nanti Karena menantu nya tidak berkualitas menyambut tamu," Safira terkekeh geli membayang kan sang mertua Tampan bangga memiliki menantu seperti nya.


Shine mengernyit melihat ekspresi sang istri.


"Kau menyukai Daddy?" tanya Shine dengan sinis.


Safira tersenyum ria.


"Pertanyaan macam apa itu? Siapa pun akan menyukai Daddy yang notabene nya adalah pria tampan dan kaya, aku suka yang lebih tua . Ohhh, beruntung nya mommy Rosaline mendapat kan Daddy. Tapi setidak nya aku sudah menjadi menantu cantik nya. Ah aku sangat bangga."


Kenarsisan Safira membuat Shien jengah. Jadi maksud nya Safira lebih bangga menjadi menantu dad nya dari pada menjadi istri seorang Damian? Bah kan kekayaan Damian sudah lebih besar dari pada Rhadika, klan juga sudah berpindah di tangan nya, apa lagi yang di miliki pria tua sialan itu. Diri nya jauh lebih tampan dan muda, lebih perkasa lebih kuat menghangat kan ranjang sang istri.


"Oh jadi itu yang membuat mu semangat?" Shine menatap tajam sang istri.


Shine mengerti arti suka yang di kata kan istri nya, suka dalam bentuk kasih sayang Daddy nya. Meski pun Rhadika terkesan dingin tak tersentuh, tapi Jika bersama Safira sang Daddy akan berusaha lembut sama seperti berhadapan dengan Mommy nya, juga setelah Safira hamil jika mereka berbicara melalui panggilan Vidio, pria itu juga tidak sedingin sebelum nya berbicara dengan Safira.


Safira yang tidak pernah mendapat kan kasih sayang orang tua, sangat senang mendapat kan kasih sayang dari mommy Rosaline, karena hati wanita itu bak malaikat yang tak tertandingi, baik lembut perhatian dan bahkan shine cemburu melihat mommy nya lebih memperhati kan sang istri dari pada putra nya sendiri


Yang di tatap tersenyum ria, dia akan melihat Daddy mertua nya yang sangat tampan dan kaya. Safira mengangguk dengan ekspresi senang nya.


Tak tahan melihat sikap istri nya yang kelewat batas di hadapan nya, Shine mengambil ponsel nya. Dengan cepat Shine mengambil ponsel nya yang terletak di meja depan sofa, dia menekan nomor seseorang di ponsel nya dengan penuh kekesalan.


Apa yang di laku kan oleh Shien tak luput dari pandangan Safira. Wanita itu mengernyit kan dahi nya ketika melihat wajah kesal Shine.


"Batal kan acara ini!" ucap Shine menatap tajam ke arah Safira. Suara nya sangat rendah dan penuh penekanan.


"Apa?" teriak Safira dengan kesal.


Dia langsung saja berlari ke arah Shine dan Melupa kan perut nya yang buncit. Kepala nya memanas ketika mendengar Shine akan membatal kan acara yang sudah di siap kan nya saat ini. Segitu mudah nya kah membatal kan ini semua? Mom dan Dad mertua nya akan kecewa kalau pelayan menarik semua dekorasi dan makanan yang sudah di tata nya dengan sepenuh hati.


"Apa yang kau laku kan Safira?" teriak Shine tak kalah kencang. Pria Itu berdiri dan berlari ke arah Safira. Apa kah wanita itu bodoh? Apa dia lupa perut nya sedang besar nya, oh God bagaimana jika wanita cantik itu terjatuh, Shine tak akan bisa melihat nya.


Suasana yang tadi nya sangat seru karena persiapan yang meriah dan bawaan Safira yang tersenyum pada pada pelayan membuat para pelayan semakin semangat malah di kaget kan dengan teriakan dua pemilik mansion yang begitu keras dan menggema.


Semua penghuni mansion tidak ada lagi yang heboh dan hanya ada keheningan di dalam mansion itu.


"Beri kan ponsel nya! Beri kan tidak!" Safira langsung merebut ponsel yang ada di tangan Shine dengan cepat ketika pria itu memeluk nya. Safira melihat siapa yang di telepon nya dan benar tebakan yang ada di hati nya.


"Halo...halo Xavier?"


Safira tak mempeduli kan Shine yang sedang memeluk tubuh nya dari samping dan menatap tajam ke arah nya.

__ADS_1


Shine semakin menggelap Wajah nya ketika Safira tidak mempeduli kan tubuh nya meski pun hampir saja limbung tadi.


"Apa yang ada di otak wanita ini, apa dia lebih memnting kan acara itu, bagaimana jika dia terluka? Siapa yang akan jadi pemeran utama di acara ini.


"Iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Xavier di sana menghela napas dengan malas. Bisa-bisa nya dia terlibat dengan perdebatan pasangan suami istri yang sedang di Landa asmara itu.


"Jangan dengar kan kata suami ku yah, dia sedang bercanda," jelas Safira tergesa-gesa. Bukan nya lebai, tapi Safira tau pasti bagaimana cara kerja Xavier, cepat dan cekatan.


"Maaf Nyonya, tapi pihak dokorasi sudah pergi menuju mansion untuk menarik fasilitas yang sudah di antar sebelum nya," jelas Xavier ikut menggoda sang Nyonya.


"Cepat tarik mereka kembali. Jangan sampai mereka nanti mengambil nya. Suami ku hanya bercanda tadi, benar kan Shine?"


Tidak ada jawaban dari orang yang di tanya. Pria itu terus saja menatap tajam sang istri dengan tajam.


"Maaf Nyonya, saya belum mendapat kan perintah dari Tuan," jawab Xavier.


"Shien MMM, ayolah. Kau cuman bervanc kan? Cepat kasih tau Xavier. Cepat lah," Xavier mendengar sang Nyonya sedang merengek pada tuan nya. Sungguh drama pasutri yang menyebal kan bagi jomblo akut sampai tulang belulang seperti diri nya.


"Duduk!" Shine membawa Safira duduk. Wanita itu hanya pasrah dan mengikut saja. Wajah nya tetap memelas ke arah Shine.


Pria itu menyeringai, dia berhasil mengecoh sang istri. Dia diam sejenak membuat wanita itu khwatir Karena takut pihak dekor akan sampai dan menarik fasilitas.


"Aku akan mengizin kan nya dengan..."


"Xavier kau mendengar nya?" Shien mendengus ketika Safira memotong ucapan nya.


"Dengan satu syarat!"


Safira memicing kan mata nya, dia menatap kembali mata tajam sang suami.


Xavier yang mendengar itu ingin muntah, bisa-bisa nya Shine membuat nya mendengar hal-hal tak senonoh, sungguh tak beretika.


"Tidak mau!"


"Terserah!" Shien bangkit dari sofa yang ada di sana dan menuju ruang keluarga. Dia sengaja berjalan dengan pelan, dia tau sang istri akan mengejar nya. Shine bisa menebak jika dia berjalan cepat maka wanita bumil itu juga akan berjalan cepat.


"Maaf Nyonya, jika saya belum mendapat perintah dari Tuan saya tidak bisa melaksana kan nya," suara menyebal kan Xavier membuat kepala Safira semakin pusing saja.


"Shine, tunggu aku!" Safir berjalan dengan pelan sambil mengelus perut buncit nya.


"Kenapa?" berubah pikiran?" kini Shine sudah duduk di sofa panjang empuk yang ada di sana.


Wajah Safira yang kesal tadi nya sebisa mungkin di netral kan nya menjadi wajah senang dan ceria.


"Oke, aku akan melaku kan nya, tapi ngomong dulu pada Xavier."


Xavier di jomblo ngenes memerah wajah nya. Meski pun pasutri itu Yang akan mengalami nya, tapi dia tetap merasa malu


"Laku kan!"


Tanpa jeda, setelah melaku kan itu, Shine langsung menciumi sang istri dengan rakus. Menggigit pelan bibir mungil itu hingga akses lidah nya tidak terhambat sedikit pun, berkeliaran layak nya anak yang baru di kasih banyak jajan.


Lidah itu bermain dengan lihai membuat yang di gagahi Mende sah tak karuan.

__ADS_1


"Ahhhh, Shine jangan di sini ahhh"


"Di sini, tidak ada bantahan!"


Tangan Shine bergerak tak karuan menyusuri tiao inci sang istri. Bukan nya dia tak sabaran, tapi dia menerima telepon bahwa satu jam lagi Daddy tua nya dan mommy cantik nya akan sampai di bandara. Jadi dia harus cepat mwnyelesai kan ini karena dia bersama sang istri harus menjemput Nyonya besar nanti nya.


"Jangan mening ahhh gal kan ahhh b kas di sana"


Ciuman Shine kini turun ke leher Safira, tidak meninggal kan bekas sama sekali sesuai permintaan sang istri.


Tubuh Safira tidak bisa diam kala tangan Shine shine sudah bermainnya di buah dada nya. Bokong nya juga bergerak tak tertentu membuat milik Shine juga tak bergerak tak tentu di dalam sarang nya


Tak terasa CD safira sudah terenggok ke samping sofa dan shine mengeluar kan milik nya dari sarang nya.


Jleb


"Ouhhhhh, sayang ini sangat nikmat"


"Ahhhh, sangat sesak Shine,"


"Bergerak lah!"


Shine menggerak kan pinggang Safira dengan tangan nya.


Henta kan Safira di atur oleh tangan Shine. Dia tidak akan menjadi kan wanita nya lelah.


"Ahhh ahhh Shine ouhhhh, ini ahhh nanti ahhh kita terlambat menjemput Mommy ahhh"


"Sayang ahhh aku sudah mengatur nya. Ouhhh kau selalu membuat ku gila Sayang"


"Shien ahhhh aku ahhhh"


"Bersama Sayang!"


Ahhhhj


Ahhhh


Dia wdnagan sekaligus terdengar di ruang keluarga itu.


Safira memeluk tubuh Shine dengan lemas merasa kan pelepasan nya begitu juga dengan Shine.


Tiba-tiba suara tapak kaki terdengar menuju ke arah Safira dan Shine, wanita itu gelagapan tak jelas.


"Shine ada orang, aku harus ahhhh"


Shien tersen miring dan menghentak kan milik nya yang masih menyatu dengan Safira.


Jangan lupa like nya yah 👍 😊 👍 👍 👍


👍👍👍


Agar t

__ADS_1


Author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍👍


__ADS_2