
Safira menghela napas ketika tidak melihat ada yang mengejar nya. Dia pikir Xavier akan marah dan meminta pertanggung jawaban dari nya.
Dia sungguh kesal melihat Shine tadi karena beberapa kali mencuri kesempatan di atas kesempitan sejak tadi. Bahkan mempermalukan nya di depan kakak ipar nya.
"Cih, pria menyebal kan itu," ucap Safira.
Tiba-tiba mobil yang di tumpangi nya mendadak berhenti.
"Ada apa?" tanya Safira pada supir yang membawa nya.
"Nyonya, saya harap anda tetap di dalam, seperti nya musuh sedang menghadang kita," ucap si supir yang merangkap jadi seorang bodyguard itu.
"A...ap..apa maksud mu, musuh? Musuh apa?" tanya Safira.
"Saya harap Nyonya tetap tenang!" ucap Si pengawal dengan tenang.
Safira bis melihat ada sepuluh orang yang berdiri di depan. mobil mereka. Berpakaian serba hitam. Tiba-tiba Safira menutup mulut nya saking kaget nya karena melihat beberapa orang di depan mereka langsung mengeluar kan pistol.
"Apa yang terjadi? Bagaimana jika mereka menembak nya?" ucap Safira pada diri nya sendiri.
Kemudian ada mobil yang baru saja berhenti di di belakang mobil yang di duduki Safira. Dua orang pria terlihat baru saja keluar dari sana. Berpakaian serba hitam sama seperti orang yang menghalau mereka dan langsung bergabung bersama sang supir tadi.
Safira merasa lega melihat ada orang yang akan membantu supir nya.
Terlihat musuh mulai menyerang dan mulai mengeluar kan pistol Mereka. Meski pun menurut nya itu juga tidak terlalu seimbang, namun setidak nya akan ada yang membantu pria itu.
Tiba-tiba Safira merasa syok, betapa terkejut nya wanita itu ketika melihat salah satu peluru mengenai kaca jendela depan dan hampir saja terbang ke arah nya.
Ya, Safira memilih mobil yang di bawa rentan terhadap peluru, lebih tepat nya mobil itu belum di lapisi anti peluru.
Safira yang merasa lega meskipun masih di rundungi rasa takut tiba-tiba melihat pintu di samping nya terbuka dengan terpaksa di dahului dengan kaca yang di pecah kan dengan brutal.
__ADS_1
Beberapa pria langsung masuk dan menarik diri nya dengan kasar. Safira yang bermodal kan menjauh dari sana terus bergerak ke arah sudut.
Safira yang panik tidak tau apa yang harus di lakukan hanya bisa berpikir itu akan membuat nya selamat.
tapi apalah harapan seorang yang ingin selamat tapi tetap bertahan di lokasi kejadian.
Dia tersadar saat tangan nya terasa sakit karena di tarik dengan paksaan dan kekerasan.
"Sialan, lembut sedikit bang sat, suami ku saja tidak pernah melaku kan hal kasar seperti ini," bentak Safira. Entah kenapa omongan nya membawa-bawa nama suami tampan nya itu.
Bug
Safira yang baru saja tersadar langsung menyiku kepala pria yang menarik tangan nya dengan kasar.
"CK pria sialan yang tidak tau diri. Berani nya kalian keroyokan," ucap Safira sambil memasang kuda-kudanya. Dia saat ini sudah terlihat lebih tanang meskipun jantung nya masih berdetak tak karuan karena menghadapi situasi yang tiba-tiba ini.
Yah dia harus bersikap tenang, agar tidak terlihat lemah di hadapan lawan nya.
Safira sengaja memprovokasi lawan agar mengulur waktu. Dia memang bisa bela diri tapi Masi hanya dasar saja. Dia menunggu waktu yang tepat ketika melihat pengawal nya sudah menumbang kan sebagian lawan.
"Habis lah kau bit ch," ucap pria itu mengarah kan pistol nya ke Safira.
"Bodoh, apa yang kau lakukan. Kau ingin mati di tangan Bos. Sudah di katakan jangan membunuh wanita itu," ucap salah satu teman musuh itu.
Safira merasa lega mendengar itu dan tersenyum miring, ternyata kehidupan masih berpihak pada nya.
Dia melihat ke arah belakang menanti kehadiran seseorang. Entah siapa, tapi wanita itu benar-benar menanti seseorang dan tak ingin mati mengenas kan di sini.
"Bawa dia!" perintah salah satu pria di depan Safira.
Safira memasang kuda-kuda untuk melawan pria-pria di depan nya. Meskipun pasti kalah, namun dia berusaha sampai titik kemampuan nya.
__ADS_1
Seorang pria langsung melayang kan tinju nya ke pada Safira, wanita itu langsung menangkap nya dan menendang pria itu dengan keras hingga mengadu kesakitan.
"Cih, hanya ini kemampuan kalian?" ucap Safira tersenyum miring. Tanpa sepengetahuan wanita itu ternyata sudah ada yang membekap mulut nya dari belakang karena terlalu fokus melihat ke depan nya.
Aneh nya wanita itu tidak bisa melawan dan tubuh nya langsung melemah hingga tak terasa dia merasa kan gelap melanda penglihatan nya.
**
Di kantor Shine, dia baru saja mendapat informasi bahwa ada masalah dengan kepulanga istri nya. Dia langsung bergegas dan meninggal kan semua pekerjaan nya.
"Sh it, akan kuhabisi siapa saja yang menyentuh istri ku," ucap pria itu sambil berjalan cepat ke arah lift di ikuti Xavier yang sudah menerima informasi itu juga.
Xavier juga mengumpat dalam hati nya. Bagaimana pun dia yang akan bertanggung jawab di sini. Kalau bukan Nyonya tadi yang ngebut tidak jelas, pengawal nya tidak akan ketinggalan seperti ini.
Xavier dan Shine sama-sama tidak buka suara di sana. Lebih tepat nya kedua nya sama-sama khwatir dan takut mereka tidak akan menemu kan wanita yang ingin mereka temui di sana.
Xavier mengendarai mobil itu dengan kecepatan di atas rata-rata. Setelah mereka sampai di sana, terlihat beberapa orang sudah tergeletak tak bernyawa di sana, dan beberapa lagi dengan luka di beberapa tubuh mereka. Tidak ada musuh yang hidup di sana yang membuat Shine sedikit kesulitan untuk mendapat kan informasi secepat nya.
**
Di sebuah mansion yang sangat mewah, seorang pria mengamuk karena mendengar anak buah nya tidak berhasil hanya untuk menangkap satu wanita.
"Bareng sek, hanya membawa satu wanita saja kalian tidak becus sialan!" maki pria itu dengan marah.
"Maaf Tuan, sebenar nya kami sudah berhasil membawa wanita itu, tapi entah siapa ada kelompok yang menghadang kami dalam jumlah banyak dengan perlengkapan yang tinggi Tuan," ucap salah satu pengawal yang mengumpul kan keberanian nya.
"Tuan Alaska, saya mendapat informasi bahwa Tuan Shine juga tidak menemu kan istri nya," beritahu Asisten itu.
Ternyata Alaska sudah mencari kesempatan di setiap saat untuk mengambil kelemahan Shine putra si Rhadika yang menjadi musuh besar nya.
"Cari sebelum pria itu mendapat kan nya. Ternyata banyak yang menginginkan kehancuran keluarga sialan itu," ucap Alaska.
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋