Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 41


__ADS_3

Seorang wanita sejak tadi sudah di ambang batas kesabaran. Bagaimana tidak? Sepuluh perusahaan yang di datangi nya, semua nya tidak ada yang menerima dia bekerja.


Saat dia memberi kan lamaran, lalu mereka membaca nya mereka langsung menolak diri nya dengan alasan kualifikasi nya kurang. Saat Safira bertanya kualifikasi bagian mana yang kurang, tidak ada yang memberi kan jawaban dan langsung menyuruh nya keluar.


"Huffff, apa begini rasa nya mencari pekerjaan tanpa jalur orang dalam. Sial, bagaimana tidak banyak pengangguran di dunia ini jika mencari pekerjaan sangat susah seperti ini?" ucap Safira menghapus keringat nya yang bercucuran.


"Nyonya, saya membawa tissue," ucap sang supir sekaligus pengawal Safira.


Safira menerima nya, "Bisakah kita mencari makan terlebih dahulu? Aku sudah lapar."


"Kau juga bukan?" tanya nya ke pada sang supir.


"Tidak terlalu Nyonya," jawab Supir tersebut.


Sesampai nya mereka di sebuah restoran ruangan VVIP, sang supir memesan makanan untuk nyonya.


Mateo sengaja memilih Private room agar mengurangi resiko bahaya dan semua itu tidak lepas dari perintah sang Tuan. Lagi pula Shine sudah mempercayai Mateo.


"Pesan untuk mu juga dan makan bersama ku. Tidak ada penola kan," ucap Safira ketika melihat wajah pengawal nya yang ingin menolak Safira.


Mau tak mau pengawal itu duduk dengan canggung di hadapan Safira sambil menyala kan kamera Cctv yang berada di kancing jas hitam nya sehingga seseorang di sana bisa melihat wajah sang istri dan mendengar isi percakapan mereka.


"Siapa nama mu," ucap Safira memulai percakapan sambil menunggu makanan mereka datang.


"Nama saya Mateo Nyonya," jawab pengawal Safira.


"Kenapa aku baru melihat mu di mansion?" tanya Safira.


Yah, dia tidak memang baru melihat Mateo ada di mansion Shine. "Tpi jika di lihat, Mateo tampan juga. Meski pun lebih tampan pria sialan itu," batin Safira.


"Ah aku hampir lupa. Apa kau pernah melamar pekerjaan. Apa sesusah ini mencari pekerjaan di sini? Di negara ku negara cina tidak sesuai ini," ucap Safira dibarengi dengan pertanyaan-pertanyaan.


Mateo menatap aneh sang Nyonya, namun dia tetap bersikap profesional, layak nya bawahan mafia. Pertanyaan pertama saja dia belum menjawab, namun sudah di cerocosi pertanyaan baru lagi.


"Yah, memang mencari pekerjaan tidak semudah ya g di pikir kan Nyonya," jawab Mateo.


"Aku setuju dengan mu Mateo. Bah kan aku sudah menjalani belasan perusahaan, tanpa membaca CV ku mereka langsung menolak nya. Menyebal kan," ucap Ros kesal.


Shine yang melihat istri nya kesal terkekeh kecil.


"Bagaimana cara nya kau mendapat pekerjaan Sayang, semua nya sudah di bawah kendali ku," batin Shine tertawa mendengar keluh kesah sang istri.


"Bagiamana jika Nyonya melamar di perusahaan Tuan, aku rasa tuan bisa memberi kan posisi di sana untuk Nyonya," saran Mateo.

__ADS_1


"Dan menjadi kan diri ku menjadi pusat perhatian semua orang? Wah Nyonya Shine ternyata sangat rajin bahkan Bekerja, kau pasti suruhan pria itu. Apa kau di suruh untuk menghasut ku? Cih tidak mempan," jawab Ros sambil berdecih.


Makanan yang di pesan oleh Mateo sudah sampai di meja makan. Mateo membiar kan san Nyonya makan terlebih dahulu kemudian diri nya mengikuti sang Nyonya untuk makan.


"Apa kau anak baru di mansion, ah kau tidak menjawab pertanyaan itu tadi," ucap Safira setelah mereka sudah selesai makan.


"Bagaimana saya menjawab Nyonya, anda tidak memberi kesempatan," batin Mateo.


Shine di seberang sana nampak iri melihat Safira yang mau berbicara banyak dengan pengawal nya. Namun tidak apa, dia harus memberi kan kebebasan pada sang istri dan tidak mengekang nya


"Yah benar Nyonya."


"Selama ini kamu di mana? Apa ada tempat pelatihan khusus seperti itu untuk bawahan suami ku?" tanya Safira lagi. Dia tidak sadar mengata kan kata suamiku


Shine berbangga diri di sana karena Safira mengakui nya


"Yah bisa di bilang seperti itu Nyonya."


"Keren. Apa kau lebih dari suami ku jika adu otot?" tanya Safira lagi.


"Nyonya, apakah anda berniat memasuk kan saya ke dalam lobang kematian," batin Mateo.


"Kemampuan saya masih jauh di bawah Tuan Nyonya," jawab Mateo.


"Saya mohon jangan menyusut kan saya lagi Nyonya. Saya ingin hidup lebih lama lagi," batin Mateo.


Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang menghina Safira. Safira berbalik dan melihat siapa wanita yang menghina nya.


Ada dua orang, sepasang kekasih yang menjijik kan yang sudah lama tidak di lihat oleh Safira dan sebenar nya Safira juga tidak ingin melihat nya lagi


"Apa kau wanita simpanan nya?" tanya wanita itu dengan nada meremeh kan.


"Jaga mulut mu Sahara, ini tempat umum," ucap Safira dengan menekan.


"Hoooh, lihat lah Patrick sayang, dulu kau ternyata menyukai seorang *** ***," ucap Sahara sambil bergelayut manja di tangan Patrick.


Mateo ingin berdiri dan membalas perkataan tidak pantas Sahara yang di luar batas. Tatapan nya tertuju ke arah Sahara sekaan ingin meremuk kan tulang wanita itu.


Safira langsung menatap tajam ke arah Mateo seakan mengata kan aku bisa mengatasi nya.


"Sial, kenapa aku bisa bertemu dengan pasangan menjijik kan ini?" batin Safira.


Yah, mereka adalah pasangan menjijik kan yang mengkhianati diri nya. Mantan pacar dan teman nya.

__ADS_1


Safira seakan ingin mual melihat tingkah menjijik kan yang Sahara perlihat kan di depan nya. Sahara seakan mengata kan " Patrick adalah milik ku dan tidak ada yang boleh memiliki nya selain aku"


"Cih, *** *** seperti mu memang cocok dengan baj Ingan seperti Patrick," ucap Safira telak.


"Gelar yang serasi," batin Mateo.


"Cih, kau yang *** *** Safira. Aku yakin kau bis berada di kota ini bukan hasil kerja mu tapi hasil kau tidur bersama pria lain," kini giliran Patrick yang menghina Safira


"CK, jangan mengaplikasi kan diri mu pada ku Patrick. Apa kau saat ini berada di sini karena menggelap kan uang kantor mu?" balas Safira


Patrick terdiam, dia mengepal kan tangan nya.


"Hoooh, jangan bilang aku benar!" ucap Safira tersenyum remeh.


"CK, bagiamana dengan mu Safira, apa kau yakin cuman tidur bersama dengan satu pria saja? Tapi aku tidak yakin," Sahara tidak mau tinggal diam.


Safira tersenyum tipis.


"Cih, dua cecunguk yang gak punya otak," batin Safira.


"Kau seperti mengata kan diri mu Sahara. Sebelum nya aku juga pernah mendengar bahwa kau pernah di nikmati pengusaha di Negara Kita. Tapi aku pikir itu adalah fake, ternyata...," Safira sengaja menjeda kalimat nya.


Sahara kembali memanas wajah nya.


Sebenar nya tujuan Meraka bukan lah ruangan itu, namun diri nya tadi melihat Safira yang di kenal nya ada di sana, dia penasaran apakah itu benar-benar Safira yang dia kenal.


Bahkan ruangan Safira dan prai nya di jaga oleh pengawal. Untung saja, dia panda bersilat lidah dengan menunjuk kan foto SMA Mereka hingga pengawal percaya.


Mendengar ucapan Safira yang kembali memancing nya, Sahara tidak tahan lagi dan mengangkat tangan nya untuk menampar Safira.


Plak


"Kau terlalu lemah untuk menjadi lawan ku Sahara," ucap Safira.


Ternyata tangan lemah Sahara dengan mudah di tahan oleh Safira dan justru tangan nya lah yang melayang di pipi Safira.


Patrick menatap tajam ke arah Safira.


"Jaga mata anda dari Nyonya saya Tuan, atau Mata anda tidak akan berada di posisi nya lagi," suara Max yang dingin m nusuk itu membuat Patrick menggigil.


"Kita pergi Mateo, kita ke club," ucap Safira berlalu dari san dengan menyeringai.


"Tunggu pembalasan ku *** *** sialan," teriak Sahara dengan meraung.

__ADS_1


Jangan lupa like nya yah


Agar author nya semangat dan tau kalau kalian menyukainya nya 🙏👍👍👍👍


__ADS_2