Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 84


__ADS_3

Safira mengernyit bingung.


Bagaimana bisa ada racun tubuh Shine. Bukan kah pria itu adalah pria paling hati-hati. Kapan dan di mana Shine terkena racun itu.


"Tuan Shine harus segera di periksa Kakak ipar, mohon bujuk Tuan Shine. Jika tidak itu akan berakibat fatal untuk nya," jelas Darren.


"Tentu saja, aku akan membawa nya besok. Terimakasih atas bantuan mu Darren," ucap Safira dengan senyuman tulus nya


"Baik Kakak ipar, Tuan Shine bukan lah seseorang yang keras kepala di depan Kaka ipar. Aku yakin itu," ucap Darren menggoda Safira.


"CK, kau selalu saja menggoda ku," kesal Safira dengan senyuman dongkol nya.


Di Kamar utama, Shine menunggu Safira untuk kembali. Dia penasaran dengan penyakit yang di derita nya. Aneh juga jika dia sakti, dia tidak pernah makan sembarangan, bah kan jika makan di luar sekali pun


"Apa yang terjadi? Apa itu bisa membunuh ku?" tanya Shine datar. Tidak ada ekspresi di wajah pria itu meskipun sudah berbicara antara hidup dan mati dan nyawa yang akan melayang.


"Berhenti lah mendebat, sekarang tidur lah sejenak agar tenaga pulih," ucap Safira menasehati.

__ADS_1


Shine meneliti wajah Safira dan ada ekspresi tersembunyi di sana.


"Tidak perlu menutupi sesuatu dari ku, cepat atau lambat aku akan mengetahui nya," ucap Shine menatap lekat ke arah Safira.


Safira yang mendengar ucapan shine mengiya kan perkataan pria itu di dalam hati nya.


"Saat ini ada racun dalam tubuh mu, bukan racun melain kan serbuk nya. Untung saja masih hanya serbuk, jika butiran racun itu benar-benar masuk ke dalam tubuh mu, Darren mengata kan kematian akan segera mendatangi mu, tapi beruntung hanya serbuk nya yang memasuki makanan mu dan itu dalam jumlah sangat sedikit," jelas Safira panjang lebar agar Shine tidak khawatir.


"Ouhw...., baiklah," ucap Shine singkat dan kembali bersandar di ranjang king size milik mereka berdua.


"Ouhw...Hanya itu?' tanya Safira tak percaya.


"Seperti nya pria seperti mu sudah tidak waras. Hidup mu sedang di ujung tanduk dan hanya ouhw... " ucap Safira dengan membara dan meledak-ledak


"Kau terlihat peduli," ucap Shine sedikit menyentil Safira namun tetap dengan wajah datar nya.


"Kau masih sempat berpikir seperti itu di situasi saat ini. Apa otak mu sudah miring. Apa kau tak sabar bercerita dengan ku? Apa kau ingin segera menendang ku?" kini Safira dengan emosi mengalih kan topik.

__ADS_1


"Kau adalah satu-satu nya wanita yang akan ada di hidup ku saat ini mau pun selama nya. Apa pun keinginan mu akan ku laku kan semampu ku. Terkecuali dengan kata cerai, aku tidak bisa menerima nya, tapi kau memaksa ku. Jika aku ada kekuasaan mematah kan kata itu ada di antara kita berdua aku akan melaku kan nya, tapi kau sudah berjuang kata itu aku bisa apa?" ujar Shine panjang lebar


"Jangan membawa-bawa kata......"


"Aku ingin istirahat," ucap Shine langsung memotong ucapan Safira dan membelakangi Safira.


Safira ingin sekali terjun ke dalam ucapan Shine, tapi waktu tiga tahun tidak lah mudah untuk di lalui terutama hanya sebatas ini, sebatas ucapan maut Shine.


Shine mendengar langkah kaki menjauh dari nya.


"Safira, boleh kau aku meminta satu hal sebelum kau pergi dari sisi ku ke sisi Elvio?" tanya Shine. Shine tidak mendapat kan jawaban apa pun, tapi dia bisa mendengar bahwa langkah kaki Safira berhenti. Dia melanjut kan ucapan nya.


"Tolong beri kan aku satu kenangan perpisahan yang bisa ku jadi kan sebagai pengobat rindu ku pada mu," ucap Shine tetap membelakangi Safira. Dia tidak berani menoleh ke arah wanita itu.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍


Agar author nya semangat up nya 🙂🙏👍👍👍

__ADS_1


"Pada anak kita juga," batin Shine


__ADS_2