
Safira tidak banyak bicara karena melihat aura tajam kakak ipar nya yang baru dia ketahui identitas nya. Dia merasa sangat segan di tambah Shine tidak ingin memulai pembicaraan di antara mereka.
"Hmmm..."
"Apa yang terjadi dengan kalian sebelum nya?" Kakak ipar Safira membuka pembicaraan terlebih dahulu, membuat Safira gugup.
Safira melihat ke arah Shine agar pria itu menjelas kan apa yang terjadi sebelum nya, tapi itu juga membuat nya tidak nyaman. Sedang kan Shine dia melanjut kan aktivitas nya.
Safira sengaja menggoyang-goyang kan kaki nya yang sedang di obati Shine agar pria itu sadar.
"Jelas kan apa yang terjadi istri ku," ucap Shine santai menatap Safira yang sudah dengan wajah menjengkel kan nya.
Mata Safira saat ini sudah seperti elang yang siap mencabik-cabik mangsa nya, tapi mangsa itu memiliki perlindungan hingga membuat elang tidak bisa menghabisi nya dan di ganti kan dengan rasa jengkel yang membara.
"A...aku?" tunjuk Safira pada diri nya sendiri sambil tersenyum tipis, tapi tidak ada yang tau dalam hati nya ingin memakan shine hidup-hidup karena melihat pria itu tidak ada perasaan bersalah sama sekali.
"Iya, kau istri ku," ucap Shine. Safira tersen ke arah Aurora Kakak ipar nya yang sama dengan Shine, datar dan dingin.
Tidak mungkin Safira menghadiahi kedatangan kakak ipar nya dengan mengata kan perceraian nya bukan.
__ADS_1
"Mmm, kami tadi... seperti itu karena...Shine tadi memaksa... aku, yah dia memaksa aku kakak ipar," jelas Safira dengan gugup.
Shine juga menatap aneh ke arah Safira.
"Memaksa? memaksa apa?" batin Shine.
"Memaksa? Memaksa seperti apa? tanya Aurora dengan menyipit kan mata nya. Pertanyaan Shine sama dengan pertanyaan Aurora.
Safira berpikir permasalahan ini akan selesai dengan dia mengata kan itu, ternyata terus berlanjut. Dia terjebak dengan ucapan nya sendiri.
"Emmm, Shine memaksa Safira un..untuk memiliki anak-anak," seru Safira. Dia menutup mulut nya Karena kaget akan ucapan nya. Dia tidak tau entah kenapa mulut nya sampai mengata kan itu.
Shine juga tertawa dalam hati.
"CK, kapan itu terjadi," batin Shine.
Dia mendekat ke arah Safira sebentar dan berbisik di telinga Safira.
"Sesuai permintaan mu Sayang, aku akan memaksa mu memiliki anak. Bercinta memang menyenang kan Sayang" bisik Shine dengan pelan
__ADS_1
Blush
Wajah Safira langsung memerah mendengar ucapan spontan Shine.
"Apakah itu benar Shine?" tanya Aurora.
Shine terlebih dahulu melihat ke arah Safira.
"Yah, seperti yang kau tau kak, aku meminta nya setiap hari dan hanya di kasih sekali sebulan bahkan sekali tiga bulan," jelas Shine. Dia jelas-jelas menyudut kan Safira di sini.
"Apa maksud nya?" batin Safira. Shine semakin berani karena ada Aurora di sana.
Aurora manggut-manggut mendengar penjelasan Shine.
"Itu sebenar nya salah mu Safira. Bukan karena Shine adik ku, bit as a woman, kita harus memberi kan hak suami kita," ucap Aurora.
"Sialan kau Shine Damian, seharus nya ini adalah ujung dari rumah tangga ini, but kau memang ingin di habisi setelah ini," batin Safira.
"Ingat Safira, kalian sudah menikah selama tiga tahun, jangan sampai mengecewa kan mom Rosaline, dia sangat berharap besar untuk mu," jelas Aurora lagi
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍