
Alaska membawa Aurora ke kamar utama nya di mana tidak banyak orang yang bisa masuk ke sana termasuk asisten nya jika tidak terlalu di perlu kan.
"MMM, Alaska, aku masih lelah. Boleh di lanjut kan nanti saja?" tanya Safira di tengah Alaska sedang bermain di leher jenjang nya.
"Sayang, bukan aku yang terlebih dahulu mencari kesenangan, tapi kamu, tentu aku tidak mau kalah, aku juga harus mendapat kan kesenangan," ucap Alaska di tengah cumbuan nya.
Alaska menjelajahi leher jenjang putih yang pasrah di depan nya. Tangan nya tidak tinggal diam menyusuri punggung Aurora sambil berusaha membuka gaun penghalang nya.
Aurora merasa tangan Alaska sudah berada di kondisi tak normal, gelayar aneh juga menjalari tubuh Aurora ketika Alaska menyesap dengan kuat leher nya dan meninggal kan bekas di sana.
"Al, apa kau ingin melaku kan nya saat ini?" tanya Aurora Berusaha mempertahan kan kewarasan nya.
"Tenang lah Sayang, aku tidak akan memasuki mu sebelum menikah, pasrahkan saja tubuh mu. Aku sudah tidak tahan, aku hanya ingin menikmati mu," ucap Alaska kembali melancar kan aksi nya
Kini perlahan gaun Rora sudah turun hingga mempertonton kan dia bukit kembar yang terbungkus dengan rapi oleh pembungkus nya. Benda ini yang membuat pikiran Al menjadi melayang hingga mengingin kan kegiatan ini.
Mata itu menatap takjub pada benda menggoda itu. Mata nya seakan mengata kan akan melahap benda itu itu hingga habis.
"Jika ingin di anggur kan seperti itu si tutup saja," ucap Aurora tanpa merasa malu. Dia juga bukan anak kecil yang tidak tau maksud Al, dia juga wanita dewasa yang tidak pernah di jamah pria lain selain Alaska.
Tapi Aurora merasa gugup ketika Al melihat tubuh nya. Dia takut-takut pria nya tidak menyukai tubuh nya, karena ini pertama kali Al mengingin kan tubuh nya. Biasa nya hanya bibir ke dua nya yang suka saling beradu.
"Dengan senang hati Sayang, aku tidak akan menganggur kan nya dengan lama-lama. Aku hanya berpikir akan memulai dari mana. Bah kan jika di perboleh kan mulai memasuki bagian bawah, aku siap sedia membongkar nya," ucap Al dengan frontal dan langsung pada inti nya.
Wajah Aurora yang mendengar itu tentu saja kaget dan ingin memarahi Al, tapi tidak jadi karena pria itu sudah membalik kan tubuh nya dan menjelajahi punggung mulus nya. Aurora juga merasa kan bahwa tali pengait tubuh depan nya sudah di lepas.
Sepersekian menit, Al kembali membalik kan tubuh Aurora seperti membalik kan kue saja dengan perlahan agar tidak hancur atau pun terluka sedikit pun.
Bibir Alaska langsung menyusu layak nya bayi pada dada Aurora. Meraup hingga bagian terbesar benda itu , kemudian melonggar kan mulut nya dan memain kan lidah nya di ujung buah yang tidak bisa di makan itu.
Belum lagi tangan satu nya memrmain kan dada sebelah kiri Aurora membuat wanita itu mend esah tak kala karuan karena rasa itu belum pernah di rasa kan oleh Rora.
Al mengulang kegiatan nya berulang kali membuat Rora mer emas dan menekan kepala Alaska ke dada milik nya seakan mengata kan sesapan itu agar lebih dalam.
Alaska mengikuti permintaan permainan Aurora. Perlahan dia turun ke bagian perut sang kekasih sedang kan tangan nya bermain-main di luar penutup inti milik Aurora.
"Nghhh, ahhh.. Al," suara indah itu keluar begitu saja dari bibir Rora ketika merasa kan diri nya seperti di sengat listrik. Dia tidak pernah merasa kan hal ini.
"Kau menikmati nya bukan Sayang. Belum sampai pada inti nya Sayang," ucap Al menyeringai.
Al tua bahwa kekasih nya ini masih pera awan sejati, bukti nya Rora tidak tua mengekspresi kan seperti apa perasaan nya saat di sentuh oleh nya.
Shien dengan perlahan membuka penutup terkahir yang melekat di pinggang sang istri. Begitu menggoda untuk di nikmati ketika kain penutup itu di lengser kan Al tanpa di sadari Rora.
Rora yang tidak merasa kan gera kan lagi menatap Al yang menatap bagian bawah nya yang sudah tidak terbungkus apa pun.
__ADS_1
"Mm, Al.. jangan di tatap seperti itu," ucap Aurora malu.
"CK, Queen Mafia merasa malu, tapi sebelum nya menunjuk kan wajah penuh kenikmatan," ledek Al. Aurora hanya bisa mencebik kan bibir nya karena lede kan A.
"Bersiap lah Sayang," ucap Al memulai aksi nya untuk menikmati bagian bawah sang istri.
Al mulai menyentuh dengan lembut milik sang istri dengan lembut sebagia pemanasan.
Masih di tahap itu Aurora sudah merasa kan diri nya sudah terbang melayang ke udara seperti di awan-awan.
Tahap berikut nya Al kembali melanjut kan aksi nya dan mulai mendorong lidah nya memasuki sang istri.
Al sangat menyukai aroma manis yang berada di inti sang kekasih, rasa nya manis dan aroma nya sangat harum.
Al begitu menikmati rasa nya, sedang kan Aurora merasa kan diri nya ingin terbang karena sakin enak nya menikmati alam semesta ini.
"Ah... Al...aku...aku, inginnn.."
"Keluar kan Sayang, aku menunggu mu," ucap Al masih melancar kan aksi nya.
Aurora merasa di perut nya ada puluhan ribu kupu-kupu beterbangan dan tubuh nya serasa terguncang. Dia merasa kan tubuh nya akan mengeluar kan bada yang sangat besar.
"Ahhhh...." Aurora mengeluar kan ****** ***** nya. Dia merasa akan kenikmatan yang belum pernah di rasa kan nya
"Kau sangat nikmat Sayang," ucap Shine dengan nafas memburu karena merasa kan di bawah sana sudah berkedut sejak tadi.
Setelah merasa kan pelepasan yang begitu memuas kan, Aurora terengah-engah karena merasa kan aksi gila Alas ka.
Setelah memberi kan jeda beberapa saat untuk Aurora menghirup udara segar, kemudian dia dengan sigap menarik tubuh Aurora untuk duduk.
"Sekarang giliran ku untuk di puas kan Sayang," bisik Al. Aurora merasa kebingungan,
"Maksud nya?" tanya Rora dengan bingung.
Al tersenyum miring. Dia dengan cepat membuka seluruh pakaian nya hingga ****** ***** yang menutupi inti nya.
Setelah di buka, Rora menutup mulut nya.
"Benda itu....Kenapa begitu besar sekali?" tanya Aurora tercengang dengan diameter benda berururat yang tumpul itu.
"Akan lebih besar jika dia memasuki mu Sayang, dan akan semakin terasa enak jika dia keluar masuk dari lubang mu Sayang," ucap Al
"Tutup mulut mu Alaska Sialan," ucap Aurora kesal karena ucapan frontal yang lagi-lagi keluar dari mulut seksi Alaska.
"Sekarang waktu mu memanja kan ku Sayang," ucap Al.
__ADS_1
Aurora yang tadi nya tajam menjadi gugup ketika Al tidak membahas itu lagi.
"Tidak perlu berpura-pura polos Sayang, aku yakin kau sudah pernah menyaksi kan nya meski pun belum pernah melaku kan nya Sayang. Aku sudah menelusuri semua.pencarian mu di sosial media," ucap Alaska.
Mata Aurora melotot tak percaya.
"Kau menguntit ku?" tanya Aurora.
"Di kamar bahkan sekali pun di kamar mandi, aku sudah memasang Cctv Sayang, bahkan saat kamu mengusap bagian atas mu, itu membuat ku mendidih," ucap Alaska
"Sialan kau!"
"Hurry up Sayang, atau kau ingin aku menghukum mu kembali seperti semula?" ancam Alaska.
Bukan Aurora nama nya jika di ancam begitu saja meski pun dia sudah merasa kan pelepasan.
"Kau mengancam ku?" tanya Aurora menyelidik pada Alaskan.
"Come on Sayang, kau tega melihat milik ku sudah tegang dan ingin di paus kan?" ucap Alaska menggeram karena milik nya serasa berkedut.
"Aku pernah menonton bahwa itu di masuk kan ke dalam mulut, but mommy mengata kan itu jorok dan tidak boleh di laku kan," ucap Rora tenang.
"Sial, kenapa calon mertua ku mengajar kan hal yang tidak wajar seperti itu pada putri nya," batin Alaska kesal.
"Sayang, tidak ada pilihan kau bisa memacu nya dengan tangan mu," ucap Alaska mendekat pada sang kekasih.
Tanpa memberi kan jeda Alaska mendekat pada sang kekasih dan menarik tangan Aurora untuk mengurut milik nya.
Alaska tidak akan mengguna kan inti sang kekasih untuk saat ini. Aurora adalah wanita yang di cintai nya yang akan di jamah nya saat wanita itu dah menjadi milik nya.
Aurora sama sekali tidak bergerak, dia masih mematung saat tangan nya menyentuh milik Alaska yang melebihi kepalan tangan nya.
Alaska mend esah kesal melihat tingkah kekasih nya. Terpaksa dia mengajari Rora dengan menaik turun kan tangan Aurora.
"Laku kan seperti ini Sayang, ouh...lebih cepat mmmm," kini giliran Alaska yang mend esah tak karuan.
Ke dua insan yang saling mencintai satu sama lain kini beradu kenikmatan satu sama lain tanpa ada yang di rusak.
Inilah cinta sejati bagi Alaska. Dia akan selama nya memiliki Aurora meski pun ada badai yang akan menerpa. Meski pun Alaska belum mengetahui siapa sebenar nya orang tua Aurora tapi dia akan tetap mempertahan kan wanita nya selama nya.
Di tengah kenikmatan itu, Alaska tersenyum melihat wajah kesal sang kekasih yang tidak begitu ikhlas melaku kan itu namun tetap berusaha melaku kan yang terbaik.
Jangan lupa like nya ya sayang
agar author nya tambah semangat dan rajin up nya🙏👍👍😊
__ADS_1