Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 86


__ADS_3

"Sial, kenapa saat berdekatan dengan pria ini jantung ku serasa ingin ke luar?" batin Safira.


Shine memperhati kan wajah Safira yang berada di bawah nya. Tentu saja Shine tidak akan membiar kan Safira membentur tubuh nya yang kekar, itu akan menyakiti perut Safira yang masih rata. Saat Safira jatuh ke dalam dekapan nya, dia.langsung membalik kan tubuh dan membawa Safira terjatuh dengan pelan dia tas ranjang.


Shine memperhati kan wajah Safira yang lembut saat ini seperti di runding orang lain, lemah tak berdaya.


"Le...lepas kan. Kau berat Shine," kesal Safira.


Shine mendekat kan wajah nya dan tidak mau mendengar ucapan Safira.


"Shine, apa yang kau laku kan?" bentak Safira.


Cup


Dengan sengaja Shine mengecup bibir Safira.


Wanita itu membola, "berani nya kau sialan," umpat Safira.


Cup


Sekali lagi Shine mengulang hal yang membuat Safira kesal.


"Kau....," kesal Safira lagi. Suara nya naik satu oktaf. Kaki nya spontan melaku kan gerakan untuk menendang milik Shine membuat dress selutut yang di guna kan Safira tersingkap ke atas.


Shine yang mengetahui gerakan lincah Safira, dia langsung menangkap Kaki mulus wanita itu.


Safira mengerak kan kaki nya dengan kasar agar Shine melepas kan nya. Bukan nya melepas kan, Shine justru membelai kaki Safira yang tersingkap hingga ke dasar paha mulus nya.


Tubuh Safira bergetar mendapat kan sentuhan itu. Dia sangat murah di hadapan Shine, pada hal dia bukan penggila ****, tapi saat hamil dia sangat suka dengan sentuhan Shine


Safira menahan napas nya agar suara indah nya tidak ke luar.


Safira menikmati sentuhan Shine, Shine mengetahui itu dia langsung menghenti kan aksi nya, dia tidak akan pernah mengambil kesempatan yang akan membuat amarah Safira naik.


"Dasar pria mesum," kesal Safira.


"Jika aku mesum, aku sudah berada di dalam mu Sayang," ucap Shine santai tanpa beban. Dia langsung berguling ke samping dan memeluk Safira dalam keheningan.


"Lepas tidak!" marah Safira berusaha melepas kan tangan Shine


Shine malah mendekap erat tubuh Safira. Dia berusaha memejam kan mata dan membenam kan kepala nya di cetuk leher sang istri.


"Shine, apa maksud mu sialan," ucap Safira dengan penuh kekesalan dan wajah dongkol nya.


Shine tidak menjawab dan keheningan melanda Safira.


"Isss, pria ini selalu saja membuat ku emosi," kesal Safira.


Dia membiar kan Shine memeluk nya karena pria itu sejak tadi tidak menjawab nya. Dia juga lelah karena sejak tadi karena meronta dari kekangan shine.


Menunggu selama dua puluh menit Safira mendengar kan nafas beraturan Shine.


"CK, seperti orang mati saja," batin Safira melihat wajah nyenyak dan teduh Shine.


Tidak ada mata tajam menusuk nya yang kelihatan, wajah nya begitu teduh, rahang tegas dan rupa yang menawan.


"Kau sanga tampan Shine, semoga saja putri ku di dalan sana wajah nya mirip seperti mu," batin Safira mengelus perut nya


Yah dia mengharap kan seorang putri, tapi jika Tuhan Tuhan pun memberi kan laki-laki dia akan menerima nya dengan sangat gembira.


Safira yang mengangkat tangan nya dan menyentuh wajah teduh itu. Dia mengingat kecupan Shine sebelum nya, dia tersenyum menyeringai dan menatap tajam bibir Shine.


"Aku akan membalas mu," bati nya.


Dia langsung mengarah kan wajah nya ke bibir Shine.


Safira menabrak kan bibir nya ke arah bibir Shine, dia menikmati sejenak bibir itu dengan menyesap nya rakus. Dan terakhir dengan keras dia menggigit bibir itu hingga berdarah, Safira menyesal sejenak bibir yang mengeluar kan cairan merah pekat dan kemudian membuat kan nya.

__ADS_1


Safira merasa sangat senang karena sudah berhasil membalas kan dendam nya. Dia memilih tidur dalam pelukan Shine dan mengambil tangan pria itu sebagai tumpuan kepala nya.


Sebelum dia bersiap memasuki alam mimpi, Safira lebih dulu mengambil ponsel nya dan mengirim sesuatu pada pengawal wanita nya.


Tak terasa Safira juga ikut menyelami alam mimpi dan lupa mengata kan tujuan utama nya saat ini adalah mengajak sang suami ke rumah sakit.


Shine yang sebelum nya belum memasuki alam mimpi, membuka mata nya lebar-lebar saat di rasa Safira sudah tidur. Wanita itu mendengkur halus dan mulut nya terbuka sedikit, sungguh tak elegan.


Shine tak sabar ingin membalas perbuatan Safira dia langsung melu mat habis bibir wanita nya. "CK, kau pendendam Sayang," batin Shine terkekeh kecil, dia juga melihat Safira yang mengerak kan kepal nya karena merasa tidak nyaman.


"MMM, princess pun tidak apa, prince juga, yang penting dari rahim mu sayang," batin Shine tersenyum mengelus perut rata Safira. Dia tidak masalah jenis kelamin dari anak yang di kandung Safira, yang penting itu berasal dari rahim wanita nya ini.


"Sebenar nya tembok apa yang menghalangi diri mu Sayang untuk tetap di sisi ku," batin Shine. Hati nya selalu bertanya-tanya tentang itu. Shine yakin dan sangat yakin bahwa Safira masih mencintai nya, tapi seperti ada baru besar yang menahan diri Safira untuk kembali kepada nya.


Tiba-tiba Shine merasa kan kepala nya tambah sakit, lebih sakit dari sebelum nya. Namun Shine menahan rasa sakit yang ada. Bagi nya ini tidak apa-apa, dia masih bisa menahan nya.


Wanita yang sedang tidur di berbantal kan lengan kekar dan berurat nya lebih penting.


Dia memilih mendekap tubuh Safira dengan erat. Memfokus kan pikiran nya dan berusaha memasuki alam mimpi, sangat jarang dia bisa seperti ini dengan wanita nya.


**


Berbeda dengan Nai yang baru mendapat kan tugas dari nyonya nya, dia segera bersiap untuk pergi ke tujuan nya.


Nia ingin berkomentar tentang tugas yang di beri kan Safira, tapi setelah membaca pesan keseluruhan, Nia menghela napas.


"Aku akan pergi terlebih dahulu, kau bersama Nyonya nanti," ucap Nia pada Mateo. Pria itu mengangguk saja karena Nia juga sudah menjelas kan pada nya.


Nia memilih menaiki mobil nya sendiri yang sudah di antar oleh anggota nya. Tidak seperti yang terlihat, meski pun Nia adalah seorang pengawal bukan berarti properti nya tidak ada, dia adalah anggota Black Sky tentu saja mereka buka lah pengawal biasa.


Dia langsung mengendarai mobil sport keluaran terbaru milik nya. Dia melihat tulisan hospital di depan nya, Nia memarkir kan mobil nya dengan baik dan mulai memasuki gedung


Dia terus saja menekan nomor yang di beri kan Nyonya nya tapi tidak pernah mendapat kan respon. Dia memilih pergi ke bagian resepsionis.


Ternyata orang yang di cari oleh Nia baru saja ke luar dari ruang operasi setelah menyelesai kan operasi nya yang berjalan mulus tanpa kendala sedikit pun. Dia meninggal kan ponsel nya dari di kantor milik nya karena itu tidak di butuh kan di ruang operasi.


Baru saja membuka pintu dia di suguh kan oleh perawat yang sedang membersih kan meja nya yang sedang beranta kan. Dia melihat wanita itu menungging dan memperlihat kan bokong nya yang montok.


Rok putih nan pendek itu terangkat ke atas dan mempertonton kan paha mulus yang menggoda.


"Ah, anda sudah datang dokter. Saya akan cepat membersih kan meja anda," ucap wanita itu pura-pura bergerak cepat dan malah menamba kesan murahan nya dengan menggoyang kan pinggul nya.


Darren tersenyum devil, wajah mesum nya sudah mulai ke luar.


"Kenapa harus cepat-cepat honey, lama juga boleh," ucap Darren melepas kan jas dokter nya yang sudah di guna kan di ruang ganti sejak tadi.


Wanita itu tersipu mendengar Darren meminta nya berlama-lama. Dia berbalik dan menatap Darren dengan wajah polos.


"Maksud Dokter?" tanya wanita itu.


Darren semakin tersenyum senang melihat dia kancing bagian atas wanita itu sebagai di buka dan memperlihat kan pangkal buah dada yang montok itu.


Daren tak sabar dan langsung mendekat wanita itu dan mencium bibir nya dengan rakus, pinggul Anita itu di angkat ke meja kerja Darrene membuat semua barang yang tersusun rapi menjadi beranta kan.


"Kau sengaja menunggu ku hmmm... Dan menyiap kan kejutan yang menarik ini," ucap Darren mendekat kan bibir nya ke daun telinga wanita itu. Mengigit dengan penuh godaan, tangan nya tidak diam dan langsung menggenggam buah dada wanita itu dari luar.


"Nghhh...Tuan Darren saya merindu kan anda," ucap wanita itu melenguh akan perbuatan Darren. Yah wanita itu adalah salah satu mainan Daren di rumah sakit ini, banyak perawat yang sudah rela melempar kan tubuh nya dengan gratis ke depan Darren.


Darren tersenyum remeh, namun perawat itu sama sekali tidak tersinggung. Wanita itu sudah menghilang kan harga diri nya di depan Darren.


"Eleanor...nama mu Eleanor bukan?" tanya Darren sambil menyesap sebentar bibir wanita itu.


"Benar Tuan," jawab wanita itu tersenyum genit ke arah Darren


"Buka baju mu," perintah Darren tenang. Dia adalah pria yang yang ketika ber cinta, dia tidak akan terlihat menyukai wanita itu dan harus wanita yang seakan mengingin kan nya tentu bukan sebalik nya.


Hanya ke pada satu orang wanita diri nya tak tahan ber cinta dan tergesa-gesa ke pada wanita itu, dia benar-benar berusaha di sana memuas kan wanita itu dan wanita sama sekali tidak berusaha untuk membuas kan nya dan hanya pasrah di bawah nya dan menikmati sentuhan yang di berikan oleh nya.

__ADS_1


Tanpa rasa malu dan canggung wanita itu membuka satu persatu kumpulan benang yang melekat di tubuh nya hingga tak tersisa satu pun.


"Puas kan aku!" perintah Darren. Dia duduk di salah satu sofa panjang.


Wanita itu berjongkok di hadapan Darren dan mulai mengusap.milim Darren dari luar. Perlahan membuka Casper pria dan mulai meraup penuh milik Darren seperti *** *** profesional.


Darren mulai meraung ke enakan karena servis yang di berikan oleh perawat mainan nya.


Darenw yang sudah hampir sampai puncak meraih rambut mainan nya yang sudah beranta kan. Memaju mundur kan kepala wanita itu di depan senjata Laras panjang nya yang akan siap mengekusr kan peluru.


Cresss


Kini cairan itu ke luar dengan lancar di mulut wanita yang sedang telanjang bulat itu.


"Uhhh, anda sangat hebat Tuan," puji wanita itu.


Darren tersenyum bangga. Wanita kemudia naik ke ata pangkuan Darren dan mendekat kan buah dada nya ke arah Darren SE akan meminta di jamah.


Daren tanpa memberi jeda langsung mer emas dengan kuat buah yang tak bisa di makan itu dan satu mulut nya meraup sebelah lagi, wanita itu mengerang tak karuan membuat Darren semakin semangat karena bagian bawah wanita itu yak kalah menggesek milik nya


Memang benar seperti yang di kata kan Shine, Darenw adalah seorang maniak bawah pusar yang tak kalah gila nya.


Setalah puas mer emas kuat dad wanita itu, tangan nya menulup ke bawa dan tanpa ampun memasuk kan dua jari nya ke milik wanita itu.


"Mmmmm, Tuan ahh...ahh, ucap wanita itu berusaha meminta Darenw memasuki nya.


"Tak semudah itu bit* ch," ucap Darren terus memaju mundur kan tangan nya. Wanita itu merasa enak dengan tangan Darren yang lincah, tapi lebih enak jika milik pria itu menghujam milik nya.


Darren tersenyum penuh kegirangan melihat wajah tersiksa Lauren. Wanita bergerak tak karuan Karena dia hampir sampai.


"Tuan...ah...saya ahh...," wanita itu langsung mengeluar kan cairan milik nya.


"


Uhhhh, wanita itu bergetar hebat.


"Menungging!" perintah Darren langsung tanpa memberi kan jeda pada wanita itu.


Lauren yang sudah menunggu-nunggu sejak tadi untuk di masuki langsung tersenyum manis dan siap memberi kan akses pada Darren.


Brak


Tiba-tiba pintu terbuka dan m nampak kan sosok wanita seksi yang sedang menatap ke dua nya dengan datar.


"Nona, boleh kah anda ke laut sebentar, ini adalah jam istirahat dokter Darren seperti yang anda lihat. Tolong beri kan privasi. Anda juga tidak tau sopan santun dan masuk nyerocos seenak nya saja" ucap Lauren dengan tanpa malu masih dengan posisi menungging.


Darren semakin di buat panas dingin karena kedatangan wanita seksi di depan nya. Kepala nya serasa akan meledak menahan gairah yang di ujung tanduk.


"Tuan, tolong masuk kan saya sudah tidak tahan," ucap Lauren dengan penuh gairah. Dia sudah hampir mati menunggu Darren di dalam nya karena milik pria itu sangat lah memuas kan.


"Siapa kau memerintah ku? Nyonya ku saja tidak selalu ku turuti," jawab wanita itu santai dan memasuki ruangan Darren.


Sedang kan Darren, dia terdiam dan tidak mengata kan apa pun lagi.


Kunci yang lengket di pintu itu seakan membantu diri nya untuk memberi kan pelajaran pada wanita tak tau diri yang berani memerintah nya.


Ceklek


Nia mengunci pintu itu dan membuang nya ke luar melalui sela-sela yang ada di pintu sebagai ventilasi ke luar ruangan rumah sakit.


Dia adalah Avicennia Alba, tuan saja pernah di lawan perintah, apa lagi wanita *** *** yang menjajah kan tubuh itu dengan murah. Tak sebanding dengan diri nya yang memegang salah satu identitas anggota Black Sky yang handal.


Avicennia melihat Lauren yang sudah telanjang bulat, sedang kan Darren masih dengan pakaian lengkap dan hanya burung nya yang nikmat yang ke luar. Dari sini bisa di lihat, Lauren lah yang menawar kan diri.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍


Agar author nya semakin semangat up nya 🙂🙏👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2