Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Tuduhan


__ADS_3

...****************...


Yu membaringkan Keke tepat di bawah badannya. Penolakan Keke semakin membuat Yuan bersemangat. Membuka baju, br*, cd, membelai rambut, mengecup mesra dari ujung rambut turun ke dada, naik lagi hingga berkali-kali. Ming Ke meng*eliat pelan tapi pasti, kini Ming Ke mulai mengikuti irama yang dimainkan Xi Yuan diatasnya.


"Tuan Yu ahh kau menindih anak ku ahh hentikan Yuan ku mohon"


"Strong bby.. Oh yeah ahh... Seperti itu... shh ahh... Ayoo lakukan lagi shhh,"


"Aroma ini, benar ini aroma yang selama ini kucari, ternyata itu kau sayang... Aku menemukan mu baby... Aku menemukan mu Ughhh shhh ahhh"


Tangan menahan cakaran, bibir mencium kemana mau, gerakan nya semakin kuat. Ming Ke mengejang menahankan itu semua.


"Benar begitu uhh ikuti aku sayang emmhh"


"Yuan brengsek! Kurang ajar kau!" Ming Ke terus berteriak menolak.


Plupp... "Ahh nikmatnya... Kau sangat pintar baby...


Ming Ke lemah di buat nya. "Hen.. hentikan Yuu"


"Mari lakukan lagi sayang..."


Entah berapa kali Yuan melepaskan Sp**ma miliknya didalam sana, hingga membuat Ming Ke benar-benar tak berdaya. Malam yang indah untuk mereka yang sedang berbuat Dosa Wkwkk...


Matahari telah menjulang tinggi diufuk timur, Yuan baru saja terbangun dari tidurnya karena teriakan seorang wanita.


Ai Ki menarik selimut yang menutupi tubuh Keke, "Dasar sampah! ini masih termasuk hari duka ayah, dan sekarang kau bermain dengan kakak ipar mu.. suami ku!"


Ling berkata, "Apa kau sungguh tak punya malu Ming Ke"


"Kau tak punya hak untuk tetap tinggal disini, setelah upacara penaburan selesai. Saat itu juga hidupmu selesai di kota A ini kau mengerti!" Nenek melanjutkan amarah mereka.


Yu terbangun, "Kalian diamlah!"


"Shh.. Ahh... Kepala ku masih sakit tapi kalian berani berteriak disini!" Yuan berdiri menghadap mereka.


"Sayang kau sudah bangun, ini air untuk mu," Yu menyuguhkan air untuk Keke.


Keke terdiam tidak menjawab.


Ai Ki menyambar gelas di tangan Yu, "Dasar kau ja*ang busuk!"


Yuan menghadang air tersebut dengan badannya lalu menghempas kan gelas tersebut ke lantai.


"Ahh, sayang kenapa kau menghalangi nya, lihat air itu membasahi mu." Ai Ki berniat membersihkan tubuh suami nya.


"Menyingkirlah!!" bentak nya.

__ADS_1


"Xi Yuan dia bertindak lancang menodai kakak ipar nya, aku hanya membela mu.." ucapnya pelan.


"Aku yang memaksanya! dan kalian tidak punya hak untuk memarahinya!"


"Dihadapan istri Sah mu, dihadapan janin mu kau berani berbuat seperti itu kau kira kau siapa!" ucap nenek emosi.


"Aku?... siapa?... kau yang siapa! berani mengatur kesenangan ku! "


"Bukankah kita sudah membuat kesepakatan, apa kau lupa XI YUAN," senyum licik Ling mengarah kepada Xi Yuan.


"Aku kan sudah pernah bilang, meski menikah kalian tak bisa menghalangi kesenangan ku bukan?"


"Tapi ini-" omongannya terpotong oleh Yu.


"Itu bagian dari kesenangan ku! Paham!!" jawabnya.


Yu berjalan mendekati Keke, "Kau tak apa?"


"Hentikan Tuan Yu, dan minta maaf lah segera dengan istrimu" mohon Keke.


Tanpa berkata-kata Yuan langsung menuruti Keke dan mengucapkan, "Maaf," tapi dengan yang nada datar.


"Semudah itu, kau seharusnya menyenangkan istrimu dasar Berandal!!.." lanjut Nenek mendengar jawaban Yu.


"Kalian bawa mereka keluar, aku mau membersihkan diri."


Bo dan Rey memaksa Ai Ki, Ai Ling dan nenek keluar dari kamar.


"Kau kira bisa lari. Anggap ini balas budi mu setelah mengotori jas ku kalau itu," lanjutnya.


"Hei kenapa malah melamun, upacara akan dimulai sebentar lagi, cepatlah!"


Ming Ke dengan terpaksa membantu Yuan membersihkan diri.


"Saya mewakili keluarga besar Ming Lan berharap kepergian beliau tidak meninggalkan kesan buruk terhadap semua rekan terutama keluarga," ucap pimpinan do'a.


Berdoa selesai, menaburkan abu ke laut lepas juga selesai. Sesampainya dirumah Ming Ke merasa sangat lelah, dengan cepat membersihkan diri lalu membaringkan badan ke atas ranjang.


'Tadi malam.. Seperti nya aku pernah merasakan aroma tubuh pria itu, tapi dimana dan Kapan?... Sakit sekali, dia terlalu ganas. Apa selama ini Ai Ki... Ahh sudah lah hentikan fikiran tak berguna mu ini Ming Ke," batinnya.


"Saat ini rumah sangat senyap, ahh sepertinya enak nih ngerjain itu anak, Hemp... Tolong... Tolongg!!..."


Keke berlari keluar kamar mendatangi suara teriakan


"Ai Ki ada apa?"


"Aku melihat kecoa di sana tadi" ucapnya menipu Keke.

__ADS_1


"Dimana? aku tidak melihatnya" ujar Keke.


Ai Ling mengarahkan Keke kepada anak tangga. "Mm sepertinya sudah hilang. Kalau begitu sekarang giliran mu!" katanya. Sambil menyodorkan tangan mendorong Ming Ke.


Mendengar hal tersebut Keke memutar balik melihat Ai Ki. "Maksudnya?" lirih nya, dan dengan sigap menghindar.


"Aarrghhhh!!.." Ai Ki terguling jatuh ke lantai bawah dengan benturan yang keras akibat ulahnya sendiri.


Ming Ke sontak ikut berteriak. "Kikiiii!!...."


Ai Ki mengalami pendarahan hebat. Disaat bersamaan, Bo yang baru saja kembali dari garasi mobil melihat pristiwa tersebut.


Keke panik, "Ai Ki kenapa kau melakukannya," ungkapnya bingung hendak menyalahkan siapa. Karena saat ini usia kandungannya tidak jauh beda dengan Ai Ki, tentunya Keke juga merasakan sakit yang sedang dialami Kiki.


Dokter berkata, "Kami hanya bisa menyelamatkan ibu nya." Nasi sudah jadi bubur setelah operasi berhasil Ai Ki harus kehilangan putra nya.


'Bagusss... Bagus sekali... Dengan begitu CEO Yuan takkan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Hhhhh. Batin Ai Ling senang mendengar anak tersebut tiada.


'Aku harus mencari cara agar Ming Ke menjadi pelaku nya disini.' lanjutnya lalu pergi meninggalkan Rumah Sakit.


"Katakan siapa pelakunya!" bentak Xi Yuan murka.


Kali ini Bo yang menjadi sasaran amarah Yu. "Bo, kau yang memberi kabar ini, katakan apa yang kau lihat tadi!"


Bo melirik kearah Ming Ke yang tertunduk menutupi wajahnya. "Xi Yuan... Sebenarnya..." Bo berhenti berkata.


"Yuan!" teriak Ling, lalu melirik memberi kode ke arah pelayan yang dibawanya.


"Tu... Tuan Yu. maaf sebelumnya, tadi ketika saya sedang bersih-bersih, saya melihat Nona Ai Ki jatuh dari tangga dan hanya ada nona Ming Ke di atas sana, sepertinya.." ujarnya seolah sedang membuat kekacauan.


"Tidak... tidak... Meski aku di sana tapi bukan seperti yang kalian fikirkan. Awalnya Kiki yang ingin mendorong ku, tentu saja aku harus menghindar secepat mungkin, tapi siapa sangka kalau akhirnya Ai Ki lah yang terjatuh," jelasnya kepada semua orang disana.


Ai Ling menjawab, "Kau masih menyalahkan putri ku!"


"Aku tak tahu ternyata kau sejahat ini, pantas saja mereka membuat mu hilang dari keluarga," ucap Xi Yuan melerai amarahnya ketika mengetahui ini semua ulah Ming Ke.


Yuan berjalan perlahan mendekati Ming Ke, "Dengar ini baik-baik, mulai sekarang kau akan terus berada dalam genggaman ku, begitupun dengan anak ini." bisiknya menyudutkan Keke kepada dinding.


"Tap... tapi Tuan bukan aku pelaku nya.." Ming Ke meringis di sela sela bisikan Yu.


"Semua sudah terbukti disini, dan kau harus menanggung resiko nya, " Yuan menyeringai, tangannya menggulung manja rambut Ming Ke lalu menghentak kan tangan lain hingga Keke semakin dibanjiri air mata ketakutan.


"Tuan Yu... Ku mohon lepaskan aku... maafkan aku... aku tak melakukan apa-apa ke istrimu, dialah yang bersalah atas kejadian ini.." tangis nya.


"Kau terus saja berdalih!!"


Vas bunga kecil yang terpajang diatas meja pasien melayang ke arah Ming Ke.

__ADS_1


Pyaarr...


Kaca berhamburan dilantai, vas itu tepat mendarat di sebelah Keke hingga menggores wajahnya. Darah segar kini mengalir, tapi Keke tak melakukan apa-apa, rasa sakit itu mengalahkan rasa ketakutannya akan amarah Xi Yuan.


__ADS_2