Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Misi Penyelamatan


__ADS_3

...****************...


Mereka duduk bersama setelah beberapa cemilan tersuguh kan.


"Jadi... Kau yang memanggil nya," melihat kepada Xi Yuan.


"Yah... Aku lihat kau begitu antusias dan bersemangat tadi malam"


"Tuan Yu... terimakasih..." senyum tipis terukir diwajahnya.


"Charles, aku sudah menyiapkan apartemen untuk mu di gedung Hua kamar nomor 1717"


"Baik, besok sesuai kesepakatan aku akan menunggu kedatang mu di kantin perusahaan"


Ming Ke mengangguk setuju.


Setelah Chef Charles pergi.


"Tu-"


"Sudah waktu nya makan siang, lanjutkan pertanyaan mu di mobil," menarik tangan Keke.


Mobil


"Tuan Yu, kita mau kemana? bukannya mau makan, kenapa malah berhenti disini?" melihat sekitar Rumah Sakit.


"Dasar pikun, lihat... Sudah waktunya untuk mu melakukan pemeriksaan,"


Melihat ke arah ponsel Xi Yuan yang tertulis tanggal pengingat.


Dalam Bangsal.


Dengan Ming Ke menunggu di kursi tunggu luar ruangan.


"Tuan, dari hasil pemeriksaan, kesehatan nona pulih dengan stabil, jika terus begini kita bisa langsung membuat penawar nya dalam beberapa hari ke depan"


"Bagus, aku akan mengatur segalanya"


"Tapi... Tampaknya untuk saat ini ada satu ingatan yang tidak bisa di hadapinya"


Mendengarkan dengan seksama.


"Sepertinya itu ingatan tentang anak kecil, dari hasil yang kita dapatkan, Nona mengalami reaksi berlebihan ketika mencapai titik ingatan ini"


"Aku mengerti, dua hari lagi aku akan mengantarnya untuk kepastian penawar nya,"


Mereka menuju resto terdekat yang sangat mewah.


"Tuan, kau diam saja setelah keluar dari Rumah Sakit, apa kondisi ku semakin memburuk?"


"Tidak, aku hanya memikirkan beberapa hal,"


Mereka diam lagi.


Xi Yuan mulai berbicara, "Ming Ke, lusa aku harus pergi mengerjakan beberapa urusan... Bo akan menemani mu"


"Meski tidak tahu apa itu, kembalilah setelah semuanya selesai," senyum manis nya membuat Xi Yuan merasa iba.


"Selama aku tidak ada, jangan mengingat apapun"


"Tuan. Kau pergi lusa, bukan besok. Berhentilah berkata-kata seolah kau akan pergi selama bertahun-tahun"


Xi Yuan, hanya membalasnya dengan senyuman.


"Tuan, kenapa kau mengontrak ku... Kau juga membuat ku masuk kedalam posisi sebagai chef perusahaan, bukan, bukan, lebih tepatnya Chef yang khusus melayani mu"

__ADS_1


"Aku boss. aku berhak mengatur karyawan ku, bukan?"


Dalam hati berkata, "kau boss, jadi sesuka mu begitu," kesalnya.


Mereka kembali ke kantor.


Ramai..


"Kau lihat wanita yang keluar dari kantor CEO tadi?"


"Aku lihat, dia lumayan cantik, mungkin itu wanitanya CEO"


"Wajahnya seperti familiar"


"Ya, ya, ya... Aku juga merasa begitu"


"Apakah kalian sepemikiran dengan ku, aku rasa wanita itu sangat mirip dengan Nona Ai Ki"


"Kau benar!"


"Suttthh... Mereka datang!"


Ming Ke dan Xi Yuan melintas diantara mereka.


Mereka kembali berkerumun.


"Hei.. Tapi ya, sampai detik ini Tuan belum pernah sekalipun membawa Nona Ai Ki ke perusahaan, padahal aku juga ingin lihat model papan atas itu seperti apa aslinya,"


"Huss... Kenapa tidak, buktinya dia sudah disini"


"Dari segala sudut wanita ini tidak seperti model pada umumnya, apalagi dari cara nya berjalan, benar tidak?"


Membuka pintu secara mendadak, "Kalian!" peringatan Bo.


Mereka terkejut.


Mereka terdiam tidak berani menentang dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Kantor Xi Yuan.


Mendekatkan diri dengan Ming Ke. "Keke, saat ini kondisimu belum sepenuhnya pulih, aku sengaja mengontrak mu untuk masa pemulihan, agar saat aku pergi nanti kau hanya perlu fokus pada les memasak saja"


"Eum, terimakasih... Jika sudah pulih nanti, aku akan membalas kebaikan mu"


Ming Ke hanya duduk diam melihat Xi Yuan bekerja di meja nya, sampai-sampai dirinya tertidur di atas sofa.


Xi Yuan berjalan menuju sofa, melepaskan jas milik nya untuk menyelimuti Ming Ke. "Imut sekali," batinnya.


Bo Gum membuka pintu dengan tergesa-gesa, "Tuan!"


"Sttt...." melirik ke arah Ming Ke.


Bo berbicara perlahan, "Tuan, mereka menemukan nya,"


Xi Yuan terbelalak, "Tampaknya rencana awal gagal, ganti ke rencana cadangan. Segera siapkan segala hal, aku akan mengantar nya ke apartemen terlebih dahulu," melihat ke arah Ming Ke.


Mereka segera bergegas, Xi Yuan menggendong Ming Ke perlahan takut membangunkannya.


Apartemen.


Xi Yuan kembali menggendong Ming Ke. Namun kali ini Keke terbangun dari tidurnya.


"Eh.. Tuan, kenapa tidak membangunkan dan kau malah menggendong ku," mencoba turun.


"Kau terlihat sangat lelah. Stt... Jangan bergerak lagi, atau kau mau bertanggung jawab jika adik kecil ku ikut terbangun seperti mu," ujar Xi Yuan menyeringai licik.

__ADS_1


Dengan terpaksa Ming Ke harus mengikuti arahannya. Yuan menggendong nya sampai ke dalam kamar.


"Keke, jaga diri mu baik-baik, aku harus melakukan beberapa tugas penting. Aku akan memberi kabar setelah kembali," mengelus juga mengecup manja kening Ming Ke.


"Emh... Baiklah, kau harus berjanji untuk kembali. Ingat kau masih punya hutang pengobatan dengan ku,"


"Dasar bawel, iyaa aku tahu... Ingat untuk memberitahu semua kegiatan mu..."


"Em... Pergilah,"


Xi Yuan pergi meninggalkan apartemen, Ming Ke terus melihat kepergian mobil Xi Yuan yang melaju hingga jauh.


Di tempat lain


"Tuan, semuanya sudah selesai, Rey juga sudah mengepung tempat itu... Kita harus segera bergegas, mereka berencana untuk memindahkan mereka ke tempat lain lagi,"


"Tahan mereka, tunggu sampai kita datang,"


"Baik!"


Tanpa menunggu lama Xi Yuan beserta para anak buah juga bodyguard andalan nya langsung melakukan penerbangan ke Kota C.


Kota C


Rey sudah memerintahkan beberapa orang untuk menjemput mereka menggunakan mobil bus, guna menghindari kecurigaan orang-orang Richard.


"Rey, bagaimana situasi nya?"


"Tuan, kami sudah membagi beberapa tugas, setelah para penjaga dilumpuhkan kita bisa langsung masuk ke dalam dan membawa mereka dengan aman,"


"Bagaimana dengan CCTV?"


"CCTV juga sudah dimatikan 2 menit yang lalu. Waktu kita tinggal 7 menit lagi, mereka akan segera berganti sip."


Mendengar itu Xi Yuan tahu tidak akan ada kata selamat jika terlambat 1 menit saja, "Maju!" perintahnya pada semua anggota.


30 anak buah langsung turun tangan melumpuhkan para penjaga.


"Xi Yuan, saatnya!" Ucap Rey memberi perintah dari kejauhan.


Yuan langsung menerobos masuk tanpa halangan lagi dibantu dengan Bo dan juga bodyguard nya menelusuri setiap kamar.


"Dapat!" ujar salah satu dari mereka.


Yuan berlari menghampiri mereka.


"Siapa kalian!" ujarnya melindungi dua anak dibelakang nya.


"Nanti saja, angkat mereka!" Perintah Xi Yuan.


Mereka membawa wanita dan juga 2 anak kecil tersebut keluar dari sana.


Dari jauh Rey memberikan sinyal merah, "Celaka! mereka tiba lebih awal dari perkiraan!"


Xi Yuan dan lainnya berhenti.


"Apa tidak ada cara lain?!" Teriak Xi Yuan.


"Yu, lempar mereka dari jendela selatan, aku akan mengerahkan sebagian orang untuk menampung dari bawah,"


"Baiklah, selamatkan dulu ketiganya, kami akan menghadapi mereka," ujar Xi Yuan


Wanita itu sengaja dibuang pingsan agar mulutnya tidak ribut meminta pertolongan, sedangkan kedua anak kecil ini saling memeluk. Mereka di lemparkan dari atas dan ditangkap langsung oleh anak buah Xi Yuan yang lainnya.


"Penyusup!!" teriak orang-orang Richard.

__ADS_1


Pembantaian tanpa senjata pun terjadi, meski Xi Yuan tidak menggunakan banyak orang, tapi karena mereka lebih kuat alhasil semua orang nya Richard berhasil di lumpuhkan.


Richard yang mendengar kabar bahwa tawanan nya sudah berhasil dibawa pergi oleh sekelompok orang tak dikenal langsung bangkit dari tidur nya dan memeriksa lokasi kejadian.


__ADS_2