
...****************...
Pukul 5 subuh di Lokasi Kejadian
"Kenapa bisa kehilangan jejak! Bukannya aku sudah bilang tawanan itu sangat penting!"
"Maaf, Tuan. Mereka datang dengan persiapan, bahkan CCTV juga sudah dihancurkan,"
"Sial!! Siapa yang berani mengambil mereka dari ku!"
"Tuan Richard, apa kau tidak menaruh kecurigaan terhadap anak mu Brian? Ini juga tidak mungkin Xi Yuan, karena dia juga tidak tahu kalau kau menawan anak kecil itu," hasut seorang wanita disisinya yaitu Ai Ling.
"Kau benar! Sudah lama dia tidak muncul, mungkin saja itu dia!" Richard juga menduga bahwa itu adalah perbuatan Brian. Karena Brian mencintai Vivian.
"Kalian semua. cari Brian! Temukan di manapun dia berada!"
"Baik, Tuan."
"Si lumpuh yang tidak tahu berterimakasih!!" batinnya memaki Brian.
Richard masih juga belum sadar bahwa lumpuhnya Brian bukan lumpuh total, melainkan hanya untuk mengelabuhi dirinya.
Sementara Richard sibuk mencari keberadaan Brian, Xi Yuan sudah masuk kedalam salah satu rumah yang ditinggali Ri Rey selama berada di kota C.
"Yu, sepertinya Richard mengira penculikan balik ini dilakukan oleh Brian,"
"Bantu aku menghubungi Brian secepatnya,"
Saat ini, Xi Yuan masih menunggu ke tiga tawanan Richard terbangun dari tidurnya. Sementara Rey terus memantau agar tidak diserang.
Menyerahkan ponsel, "Tuan, Yu..."
Menerima, "Brian, sudah lama..."
"Xi Yuan?! Orang sepertimu sebanyak apapun aku melakukan panggilan telepon jika tidak menjelaskan dulu permintaan ku, sampai kau menikah dengan Vivian (mustahil) baru kau berkenan menerimanya,"
"Kau!... Hmm... Sudahlah aku tidak perlu basa-basi lagi, Richard akan menyerang mu, dengan tuduhan pencuri,"
"Mencuri!?"
"Aku sudah mengambil ke tiga manusia ini, bantu aku memblokir Richard,"
"Sial!... Bagaimana bisa kau sekejam itu!!... Kau yang menculik mereka dan aku yang di incar nya!!...." teriak Brian.
Dari arah lain, "Tuan! Ada sinyal merah!!"
"Xi Yuan!!.... Kau berhutang atas ini!!" ujarnya sebelum menutup telepon.
Melemparkan ponsel, "Terus pantau, jika memerlukan bala bantuan kirim beberapa orang ke sana,"
"Baik, Yu..."
Mereka masih terus terjaga di salah satu kamar, hingga waktu menunjukkan pukul 11 pagi.
Bangun perlahan, merenggangkan otot-otot nya, "Shh... Leher ku sakit sekali..." mengingat kembali kejadian malam tadi.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ingatan kembali, "Akh!! Anak-anak!" melihat ke sisi kanan dan kiri. "Huh... Ternyata kalian disini..." menyapa kedua bocah yang sudah bangun sebelum dirinya.
Seseorang membuka pintu kamar, "Kalian sudah bangun..."
"Siapa kau! Kenapa kau menculik kami!" bentak nya pada Bo Gum.
Xi Yuan masuk setelah mendengar keributan dari arah kamar tersebut. "Bo... Jangan menakuti mereka... Segera panaskan ulang semua makanan, mereka tidak boleh sakit,"
Keluar dari kamar, "Baik, Yu..."
"Tu-Tuan Xi Yuan...." lirih nya.
"Chu Xia. Kau ingat aku?"
Xia-Xia mengangguk mengiyakannya.
"Baguslah, beritahu mereka," memberi kode pada kedua bocah yang berlindung di belakang badannya.
"Agh... Ming Wei, Yi-Yi, beri salam pada Tuan Yu,"
"Bibi, Wei-Wei takut..." lirih nya pelan.
Melepaskan pelukan sang adik, "Dasar siput, kura-kura, keledai," berdiri tegak berhadapan langsung dengan Xi Yuan.
"Anak kecil, Kenapa kau menyebutku lambat?"
"Itu layak, karena kau terlalu bodoh dalam memahami perkataan,"
"Maksudmu,"
"SOS?" mengingat kembali saat-saat Xi Yuan melawan salah satu orang yang sangat lihai dalam permainan itu.
"Jika bukan karena mereka terus memantau, dan kau tidak begitu bodoh, kami pasti sudah keluar dari sana sejak lama!" ujarnya dengan wajah kesal.
Xi Yuan seolah melihat Xi Yuan kecil dalam anak ini, "Jadi.... Id Pria Dewasa itu milik mu?"
"Tuan, sudah siap,"
"Astaga ternyata kau hanya seorang anak kecil! bagaimana bisa kau selalu mengalahkan ku!"
"Itu karena kau bodoh," ujarnya santai.
Bo melirik, "dasar si tua Xi Yuan, dia sama sekali tidak bisa merebut hati anak kecil," batin Bo Gum.
Mereka terus bercerita sambil menyantap makanan di atas meja. Sebelum nya Xi Yi mendengar percakapan dari penjaga yang menyebutkan nama Xi Yuan. Saat mereka pergi berganti sip, Xi Yi memanfaatkan waktu 10 menit itu untuk mencari tahu siapa Xi Yuan.
Setelah melacak dan mengetahui Yu adalah seorang pria berkuasa dan terlihat sangat mirip dengan nya, dan juga mengetahui bahwa mereka sedang mencari nya, Yi berulang kali memberitahu kan keberadaan mereka lewat Game. Tapi Xi Yuan sama sekali tidak berfikir itu adalah mereka.
Setelah melalui banyak percakapan, dan Bo Gum juga membantu Xi Yuan mendapatkan hati anak-anak, mereka jadi semakin akrab.
Sementara itu di Kota A
Pagi ini Ming Ke sudah bersiap untuk mengikuti les memasak dengan Chef Charles di perusahaan Xi Yuan. Yuan sengaja mempersiapkan segala hal untuk Ming Ke termasuk transportasi untuk mengantar kan Ming Ke kemanapun.
Perusahaan Xi Yuan.
__ADS_1
Resepsionis, "Selamat pagi, Nona Ming Ke,"
"Pagi..." jawabnya. "Mereka kenal aku? Ini pasti perintah Xi Yuan, baru juga kemarin kesini, masa iya mereka sudah mengenali ku," ujarnya dalam hati.
Ming Ke menuju kantin perusahaan, tapi para koki berkata Chef Charles belum sampai di sana. Merasa bingung harus melakukan apa, Ming Ke pergi ke kantor Xi Yuan.
"Huhh... Aku terlalu bersemangat, lebih baik melihat-lihat kantor Tuan Yu saja," ujarnya lirih.
Kantor Xi Yuan.
Ming Ke berjalan menuju dinding kaca yang memperlihatkan suasana pagi yang damai dan tentram dibawah sana. Memperhatikan gedung-gedung pencakar langit yang memiliki tinggi tak jauh beda dengan milik Xi Yuan.
"Tuan Yu sangat kaya ya..." lirihnya.
Dibawah gedung, seorang wanita berjalan masuk kedalam perusahaan. Menyapa resepsionis yang sebelumnya menyapa Ming Ke.
Resepsionis yang sudah datang lebih awal. "It-itu Nona Ai Ki?"
Resepsionis 2 yang baru saja datang, "Iya, ada apa?"
"Emhh... Tidak ada,"
Kantor Xi Yuan.
Kiki masuk tanpa mengetuk pintu. Ming Ke pun menoleh setelah pintu terbuka.
"Xi Yuan sayang!..." teriak Ai Ki.
"Tuan Yu tidak ad-" melihat Ai Ki dengan wajah terheran-heran, "....da"
"Ming Ke!"
"Kiki..."
"Apa yang kau lakukan disini? bukannya kau berada di Kota C?"
"Aku ada urusan, Kota C? Maksudmu?"
Ai Ki terdiam heran, berkata di dalam hati, "Ming Ke... jangan-jangan obat itu berhasil menguras ingatannya."
Flashback On
"Ai Ki, kembali ke Kota A. Jika Xi Yuan menyelamatkan Ming Ke segera beritahu ibu, karena ibu ingin memastikan bahwa ingatannya benar-benar hilang. Dengan begitu mudah bagi kita untuk melenyapkan nya dan juga mengambil seluruh aset keluarga,"
Flashback Off
Tersadarkan dari lamunan, "Hmm... Lebih baik menjauhkan juga memutuskannya dari Xi Yuan, agar tidak menjadi penghalang ku lagi. Setelah itu baru serahkan Ming Ke yang putus asa ini kepada ibu, beres deh.." batinnya tertawa licik.
Ming Ke kembali bertanya lagi, "Tadi kau juga memanggil Tuan Yu-" terpotong oleh Kiki.
"Sayang?... Yah, aku memanggil sayang untuk suami ku, apa menurutmu itu sebuah kesalahan?"
Terkejut, "Suami?! Tapi saat itu Tuan Yu berkata akulah kekasihnya,"
Tersenyum licik, "Aduhhh... Ming Ke kakak ku tersayang, kau masih saja bodoh dan pelupa seperti dulu, lihat," menyodorkan ponsel dengan wallpaper foto pernikahannya dengan Xi Yuan.
__ADS_1
Ming Ke terbelalak melihat foto itu, "In-ini... Ka-kalian sudah menikah?" Semakin terkejut juga merasa kecewa.