
...****************...
Masih di Kota A
Rumah Utama Xi Yuan
"Yu, tuan Brian baru saja tiba di Kota ini"
"Ada urusan apa dia ke sana?"
"Bo, bukannya kain sudah mengosongkan jadwal kerja ku 3 hari ini,"
"Aku sudah mengosongkan nya sesuai dengan perintah mu,"
"Yuan, aku merasa ada yang tidak beres, karena tyan Brian masuk ke wilayah terlarang sekarang," sambil terus melihat titik lokasi yang ditempuh Brian.
"Aku akan kembali sekarang juga"
Bo mengantar Yu menuju Bandara. Sementara Bo ditugaskan untuk tetap memantau Chu Xia di sekolah Wei dan Yi.
Yuan mengambil penerbangan paling cepat, dan tiba di Kota ini sebelum fajar menjelang.
Rey menjemputnya di bandara, "Tuann!" melambaikan tangan.
Masuk kedalam mobil. Rey menunjukkan GPS tempat Brian saat ini.
"Awalnya aku mengira ini tempat biasa, tapi sebenarnya ini adalah tempat dimana para mafia menyelundupkan barang curian maupun barang ilegal lalu mengirimkannya pada pelanggan mereka.
Yuan terus memperhatikan laptop sambil mendengarkan ucapan Rey.
"Yu, sepertinya mereka sedang merencanakan perluasan wilayah di sana, sehingga Brian ke sana," tukas Rey.
"Aku sudah memeriksa semua peralatan yang mereka gunakan saat ini, satu hal membuat yang ku curiga setelah nya ialah, ponsel seluler milik mereka sama dengan ponsel seluler yang kita temukan di Villa tempat Liu Fei menyembunyikan Ming Ke 5 tahun yang lalu,"
"Kenapa bisa!?" Yuan terkejut mendengar ucapan Rey.
"Apa Brian ada hubungannya dengan hilangnya Keke saat itu maupun sekarang?" lirih Yuan mencurigai Brian.
"Tapi setahu ku, Brian bukan seorang ketua Mafia, siapa yang sudah memberikan perintah untuk nya," lanjut nya.
"Aku juga sudah menyelidiki identitas Brian, dan tidak menemukan keganjilan apa pun di sana"
"Rey, kembali ke rumah utama dulu. Kita lihat siapa yang akan berhasil malam ini, setelah itu aku akan memeriksa keadaan di sana, siapa tahu Ming Ke juga berada di sana"
Malam berlalu, Rey dan Yuan juga sudah melihat bahwa Brian berhasil. Yuan ingin segera mendatangi mereka namun,
Drett...
"Apa Rey"
"Yuan jangan ke sana!"
"Kenapa?"
"Aku mendapatkan sinyal ganjil di Markas itu, sepertinya markas itu sudah di lindungi oleh Bos mereka,"
"Lalu?"
"ID mereka berasal dari kota C, jangan gegabah!"
"Mereka bisa langsung membunuh mu tanpa sentuhan di wilayah itu,"
Chittt
Yuan menghentikan perjalanannya, lalu mengikuti arahan Rey untuk menahan diri dahulu.
......
Kota C
Mansion Richard
"Bagaimana hasil di kota A"
"Tuanku kita berhasil memperluas sekitar sepuluh persen wilayah bagian utara"
__ADS_1
"Bagus, beritahu mereka untuk memperluas barat dan juga selatan terlebih dahulu."
"Pastikan mereka mempersiapkan segala senjata, segara kirim senjata api yang baru saja masuk sore ini"
"Baik Tuan,"
Ai Ling mengikuti Richard masuk ke dalam ruang kerja.
"R, aku sudah mempersiapkan semua nya"
"Bagus tinggal menghitung hari saja,"
Tok.. Tok..
Bawahan mengetuk pintu Richard, "Tuan ada hal mendesak!"
Keluar dari ruangan, menuju ruang komputer.
"Tuan ada situs dari Kota A yang ingin membobol sistem keamanan Markas"
"Si@l! Apa saja yang sudah mereka dapatkan!?"
"Masih baik aku datang dan melihat nya dan dengan cepat mengganti semua sandi keamanan"
"Jelaskan! Bagaimana ini bisa terjadi!!" teriak Richard menatap semua bawahannya.
"Ma-Maaf tuan, hari ini aku lalai dengan penjagaan keamanan situs GPS kita," menunduk.
"Dasar tidak berguna!"
Bughh. Richard menendang keperkasaan nya.
"Aghh" merunduk kesakitan.
"Kau, gantikan posisi dia,"
"Kalian bawa pria tidak berguna ini ke kandang belakang"
Ai Ling terbelalak kaget, "Kandang belakang? Jadi santapan Hiu!... Huh pria ini makin tua makin seram saja," batinnya.
"Cari tahu siapa dia, dan apa tujuannya"
Tek, tek, tek,
Bawahan itu terus menyelidiki siapa mereka.
"Tuan aku mendapatkan nya," ucapnya mendekati Richard.
"Em"
"Dia bernama Xi Yuan, CEO terkaya di Kota A, dia pemilik perusahaan NN yang bekerjasama dengan perusahaan mu sejak 5 tahun lalu," menunjukkan foto Xi Yuan.
"Xi Yuan? Kenapa aku baru mendengar nama ini.."
Ai Ling masuk kedalam ruang ini selepas mengantarkan pria tadi ke kandang belakang.
Richard menunjuk Ai Ling yang sedang berjalan, "Kau, kenal dia,"
Ling langsung bisa mengenali menantu nya ini, "Ini kan Xi Yuan! Dia menantu ku,"
"Ah Tuan, aku ingat kemarin saat menjemput anak ku pulang sekolah, pria ini juga menyebutkan alamat rumah mu,"
"Lalu kenapa kau tidak memberitahu ku!"
"Maaf tuan aku lupa,"
"Hiiss.... Brakk.." Richard memukul meja dan mengabaikan nya.
"Ling, sebutkan riwayat hidup pria ini,"
Ling mulai memberitahu seluk beluk semua yang dia ketahui mengenai Xi Yuan pada Richard.
"Berhenti!" menghentikan Ai Ling ditengah pembicaraan nya.
"Ada apa Tuan?"
__ADS_1
"Nama ibu nya... Kenapa aku merasa tidak asing," mengingat kembali.
Tersenyum smrik. "Hm ternyata dia sudah dewasa," lirih Richard setelah mengingat nya.
"Kau kenal dia?"
"Tadi nya tidak, tapi sekarang aku sudah tahu siapa dia,"
"Tuan hal terakhir yang harus kau ketahui," lanjut Ai Ling.
"Apa?"
"Dia menantuku, tapi dia adalah ayah dari anak Vivian atau Ming Ke" ucap Ai Ling.
Menepuk tangannya kagum. "Woahh ini benar-benar cerita yang menarik. Xi Yuan putra ku ingin membalaskan dendam ibu nya pada ku, sementara wanita yang dicintai nya kini sudah berada digenggaman ku, wanita itu juga sudah menjadi wanita dari anak angkat ku." menyambungkan segala nya.
Memainkan tangan seperti sedang berpuisi. "Ahahaa sepertinya dunia memang sempit anak kandung dengan angkat mereka menyukai satu wanita. Chih.. Sepertinya akan seru jika mempertemukan mereka semua nanti,"
"Tuan apa yang kau rencanakan?" Tanya Ai Ling mendekati Richard.
"Kau tidak perlu tahu, saksikan saja pemandangan indah yang akan ku buat nanti," tersenyum smrik, melangkahkan kaki meninggalkan Mansion.
......................
Rumah Alm. Nenek
"Bibi, apa Wei dan Yi sudah bisa sekolah besok?"
"Belum bisa ya Wei-Wei, bibi takut kehilangan kalian,"
"Bibi Chu, kenapa kita tidak bisa menelepon ibu"
"Seingat bibi, kalau nenek sedang melakukan hukuman di rumah itu, nenek juga tidak boleh menelpon"
Wei menjawab dengan wajah melas, "Wei rindu mommy"
"Sabar ya sayang, mom bilang dia dihukum selama 1 minggu, ini sudah hari ke empat jadi 3 hari kemudian kalian juga akan bertemu dengannya," mencoba menenangkan mereka.
Mereka menganggukkan kepala nya, Chu Xia tahu semua tentang problem Ming Ke dengan Tuan Xi Yuan, hal itulah yang membuat Chu Xia harus benar-benar melindungi kedua bocah ini.
3 hari berlalu
Malam ini Brian kembali ke Kota C setelah keberhasilannya memperluas wilayah markas mereka.
Rey masih saja menahan langkah Xi Yuan untuk menemui Brian.
Bo Gum setiap hari selalu memantau sekolah tapi dia tidak menemukan Chu Xia ataupun kedua anak itu di sana.
.....
Kota A
Rumah Utama Xi Yuan
Rey terus berusaha membobol situs ID mereka namun mereka lebih pandai dalam melindungi segalanya.
"Sudah, lanjutkan besok," melewati Rey sambil membawa gelas air mineral.
"Yu, mereka mengirim pesan khusus dari Kota C!"
Yu memutar arah kembali pada Rey.
Tertulis dalam bahasa Inggris.
"Undangan ulang tahun pimpinan utama perusahaan V? Bukannya ini perusahaan presedir Brian"
Rey menyelidiki sesuatu.
"Yuan ini semakin mencurigakan, sepertinya perusahaan ini juga dilindungi orang yang sama"
Rey menunjukkan kecocokan ID mereka.
"Siapa pimpinan utama itu, kenapa status nya juga rahasia?"
"Rey beri kabar pada Bo untuk waspada mulai sekarang. Kau juga bersiap ikut aku pergi ke kota itu,"
__ADS_1
"Baik Yu,"
Mereka pun mempersiapkan segala nya.