Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
New Years


__ADS_3

...****************...


Keke masuk kedalam kamar mandi tempat terakhir yang didatangi anaknya sebelum menghilang.


"Weiii kamu dimana sayang... Ibu menghawatirkan mu.... Hiksss anak ku... Putri ku, kau dimana, Nak" lirihnya diantara isakan tangis.


"Ibu...!! Ibuu!!.."


"Paman menemukan nya! Ibu dimana kau!!..."


Mendengar teriakan Xi Yi, Ming ke bangkit aku berlari keluar dan langsung memeluk Ming Wei dengan eratnya.


"Wei-Wei putri ku... Huhuhu.. Hiks.."


"Kau darimana saja nak... Ibu sangat mencemaskan mu," sambil terus memeluk dan mencium anaknya.


"Ma.. Maaf.. ib.. Ibu. Hiksss... Hikss..."


"Wei kenapa sayang?... ayo ceritakan pada ibu apa yang terjadi tadi?..."


"Bbbuu... Maaf membuat mu sedih.."


"Tapi, hikss.. tapi kenapa mereka punya ayah, hikss... sedangkan Wei-Wei tidak punya ayah!... Huhuhuhuhu..... Ib-ibu, dimana ayah Wei-Wei Bu?..." jari kecil nya menunjuk ke arah anak-anak yang sedang berbahagia dengan kedua orang tuanya.


"Ming Wei kakak sudah pernah bilang jangan tanyakan hal itu pada ibu!"


"Maaf kakak, Bu maafkan Wei-Wei..." Wei tidak dapat menahan nya, Wei memeluk ibu nya.


"Sayang ibu, Ming Wei, Xi Yi. Maafkan ibu karena belum bisa membuat kalian bahagia sepenuhnya. Untuk Wei-Wei tunggu kalian sekolah ibu akan menjawab pertanyaan itu, ibu janji. Boleh kan?..." Ming Ke menjulurkan jentik nya tanda persetujuan perjanjian.


Melihat Keke berusaha menghindari pertanyaan anak nya membuat hati kecil Fei terpukul.


"Xi Yi, Ming Wei mulai hari ini kalian bisa menganggap paman Fei sebagai ayah,"


Mengingat dirinya juga dibesarkan oleh seorang ayah tanpa kasih sayang dari ibu. Terkadang dirinya juga merasa seperti anak-anak ini jika melihat keluarga anak lain bermain bersama kedua orang tuanya sedangkan dirinya hanya ditemani ibu asuh.


"Apa boleh paman jadi ayah nya Wei-Wei?...."


"Boleh Wei-Wei yang manis, untuk mu semua pun boleh," Fei mencubit manja hidung kecil putri Ming ke itu.

__ADS_1


"A-asyik akhirnya Wei-Wei punya ayah!..." Ming Wei memeluk Liu Fei dengan sangat gembira. Bahkan sangking gembira nya isakan tangis pun langsung berhenti seketika.


"Ibu, Kakak, Wei-Wei punya ayah Yeyyyy...."


Pemandangan haru itu membuat Keke semakin mendalam, entah siapa ayah bajingan yang sudah menitipkan benih tapi tidak tahu merawat nya.


Sampai saat ini Ming Ke sudah melupakannya, tapi mengingat anak-anak ini menderita, tidak hanya sekali niat nya ingin mencari siapa dia lalu membunuh nya karena perbuatan nya itu.


Hari mulai senja, setelah menikmati makanan direstoran besar Ming Ke kembali ke apartemen begitupun dengan Liu Fei.


"Dahh ayah Wei-Wei" sambil melambaikan tangannya kearah Fei.


Kota A


Hari-hari panjang Su Nian-Nian dalam merancang busana terbaru di kota ini akhirnya selesai. "Huhh akhirnya selesai sudah,"


"Setelah ini aku akan kembali, KOTA W AKU DATANGGG!!!" teriak nya didalam kamar.


Dia sangat tidak sabar, pasalnya sebulan yang akan datang adalah hari yang sangat dinanti-nantikan nya.


Hari dimana pernikahan nya dengan Liu Fei berlangsung. Menurut perjanjian pra-nikah mereka akan menikah sebulan setelah keberhasilan Nian-Nian menjadi desainer model terkenal.


"Hihii... Iya nih, aku jadi tidak sabar menggelar acara pernikahan yang megah esok"


"Jangan lupa undang aku lohh..."


"Ai Ki tenang saja, aku tidak akan melewatkan model besar di berbagai negara seperti mu kok," Su Nian-Nian mengajak Ai Ki bercanda sebelum kepergiannya.


"Kau ini!... Pergilah, kabari aku jika sudah sampai okey.."


"Tenang saja.. Byee byee..."


Su Nian-Nian pergi menuju pesawat yang sudah bersiap lepas landas menuju kota W. Tidak butuh waktu lama akhirnya Nian-Nian sampai di kota tersebut. Taksi sudah menunggu kedatangannya. Nian langsung menuju apartemen tempat dimana Fei tinggal.


"Feii kau disana?..." Tidak ada tanda-tanda kehidupan di apartemen tersebut membuat Nian-Nian mengurung niatnya untuk menemui Liu Fei.


Rumah Utama Keluarga Liu.


Dengan hati gembira Su Nian-Nian berjalan mencari calon ayah mertuanya, namun langkah nya terhenti ketika mendengar apa yang sedang mereka bicarakan dibalik dirinya.

__ADS_1


"Ayah.. aku ingin pernikahan tersebut dibatalkan!"


"Liu Fei! Apa kau sadar apa yang kau ucapkan ini!..."


"Bagaimana lagi, kalian yang menjodohkan ku, aku tidak mencintainya, aku mencintai orang lain dan kau juga tahu itu."


"Ming Ke? Gadis itu, apa kau sudah tidak waras bukannya kau berkata dia mengambil banyak cuti karena mengurus kedua anaknya!!... Bagaimana bisa Liu Fei anak Presiden terbesar di kota ini menikahi janda dua anak?!.. Apa kau gila HAH...!!!"


"Aku sudah mencoba untuk melupakannya, juga mencoba membuka hati ku untuk Nian-Nian tapi tetap saja pilihan ku hanya Keke Ayahh.."


"Cinta, cinta KEPALAMU!!... Cinta karena prihatin itu tidak bisa dikatakan cinta!!"


"Kau meninggalkan Gadis pintar hanya demi seorang Janda gatal yang tidak tahu siapa ayah dari anak-anaknya!!" amarahnya semakin menjadi-jadi.


"Cukup!!... Sepertinya aku memang harus jujur pada mu,"


"Xi Yi dan Ming Wei. Mereka adalah anak ku dengan Ming Wei, terserah kau mau bilang apa. Setuju atau tidak aku akan membatalkan pernikahan tersebut dan menikahi Ming Ke secepatnya!!"


Liu Fei membalikkan badan dan terkejut melihat dihadapannya telah berdiri seorang wanita yang sedari tadi mendengarkan semua yang dikatakan mereka.


"Nian-Nian.... Kau... Sejak kapan berada disana..."


"Aku dengar semuanya! Ternyata selama ini kau menipu ku!..."


"Karyawan kantor apanya!... Menitipkan anak!... Ibu tunggal!... Chkk.. Aku tidak menyangka akan dibohongi sejauh ini oleh mu!!" ucapnya dengan nada emosi.


"Lalu kau bilang apa tadi? membatalkan pernikahan?... Anak mu dan dia... Wahh sepertinya aku sudah terlalu lama meninggalkan kota ini..." nada bicara Nian-Nian sedikit merendah.


Su Nian-Nian menahan air matanya, berusaha agar tidak mengalir dihadapan Liu Fei dan juga ayahnya Fei.


"Paman jika dunia tahu apa yang kalian lakukan pada ku. Apa kau yakin perusahaan akan tetap kokoh berdiri?"


Nian-Nian melangkah pergi meninggalkan rumah tersebut. Mengabaikan panggilan dari ayah Fei. Mematikan ponsel nya, dan meminta supir untuk mengantarkannya sejauh mungkin dari rumah tersebut.


"Hei wanita, jika tidak mengetahui tujuan, aku hanya bisa mengantar mu sampai disini. Segera bayar lalu turunlah dari mobil ku!" ujarnya sedikit kesal. Taksi menurunkan Nian-Nian ditengah kesunyian malam.


Baginya memang sunyi tapi sebenarnya malam ini adalah malam menyambut tahun baru bagaimana malam seperti ini dikatakan sunyi.


Nian-Nian berjalan menyusuri kota dan berhenti disebuah tempat dimana pertama kali dirinya bertemu dengan Liu Fei. Dia mengenang kembali apa-apa saja yang terjadi di kedai kopi itu.

__ADS_1


__ADS_2