Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Bibit Unggul


__ADS_3

...****************...


Yuan yang tengah memberikan arahan pada karyawannya terkejut dengan panggilan tersebut. Begitupun dengan mereka yang juga mendengarkan suara anak perempuan itu berteriak memanggil CEO arogan ini dengan sebutan ayah.


"Hei.. Sayang ayah..." sambut Xi Yuan memeluk nya.


Para Karyawan


"Ayah?"


"Ini... apa selama ini Nona Kiki dan Tuan Xi Yuan menutupi identitasnya?"


"Tidak heran Tuan begitu sibuk beberapa tahun terakhir, ternyata sedang membantu Nona mengurus anak,"


"Tapi, bukan kah waktu itu sempat beredar rumor bahwa Nona Kiki keguguran?"


"Dunia orang besar, siapa sih yang tidak pandai menyembuhkannya,"


"Iya benar, apalagi untuk urusan anak,"


"Mereka pasti tidak ingin anak nya terbebani dengan dunia kerja Nona Kiki sebagai artis model terkenal,"


"Ya, apalagi paparazi saat ini terlalu kejam, terkadang mereka menyebarkan rumor negatif tanpa tahu kebenarannya."


"Hei... Kenapa kau?"


"Lihat, adik kecil itu begitu imut wajah chubby nya, uuhhh pengen gigit,"


"Benar, lihat saja. Nona Kiki yang begitu cantik sangat cocok dengan CEO Yuan kita yang tampan juga tajir melintir."


Di tempat lain. Seorang wanita yang lagi-lagi menyaksikan kehangatan keluarga itu menghentikan langkahnya. Cukup lama dia berdiri namun, sepertinya tidak terlihat oleh semua orang khusus nya Xi Yuan.


Mereka semua memfokuskan pandangan kepada anak kecil yang dibawa Ai Ki tersebut.


Mendengarkan semua pujian karyawan juga omongan mereka terhadap anak CEO itu. "Memang imut, pasangan yang serasi, dan juga... bibit yang unggul. Sepertinya kita datang di waktu yang salah, Nak," ujarnya sembari mengelus perut nya.


Ming Ke berbalik menutupi kesedihannya, masuk ke dalam lift. Meneteskan air mata, merasakan kehancuran dari sebuah harapannya. Sambil terus memegang semangkuk sup jamur yang tadinya ingin di berikan kepada Xi Yuan. Tapi... seperti yang dia gumam kan, dia telah datang di waktu yang salah.


Ai Ki melirik ke arah dimana Ming Ke berdiri sebelum nya, "Chk... Ming Ke ini baru awal, masih banyak kejutan untuk mu. Setelah ini, kau harus berterimakasih pada ku, bukan? Ahaha..." batin Ai Ki tersenyum licik.


Ming Ke tidak kembali ke dapur kantin melainkan keluar dari perusahaan, memanggil taksi, lalu pergi tanpa supir pribadi yang sudah di atur kan Xi Yuan untuk nya.


"Sayang, maafkan ibu. Ibu terlalu bodoh jika berfikir untuk menghancurkan rumah tangga adik ibu, maafkan ibu ya 'Nak. Ibu berjanji akan merawat mu tanpa harus terikat oleh-Nya," gumam Ming Ke sembari menyeka air mata nya.


Dalam Kantor Xi Yuan.


Meletakkan Ming Wei bermain di kamar pribadi nya. Lalu melangkah mendekati Ai Ki. "Kenapa kau kemari?" bertanya secara datar.


"Aku ingin mengantarkan makan siang untuk suami ku, apa salah?"


"Letakkan di sana, setelah itu kembali ke rumah,"

__ADS_1


"Tapi, Ming Wei masih merindukan mu, Tuan,"


"Dia urusan ku, kau tidak disambut disini, pergi cepat."


Bentakan kecil Xi Yuan, dengan tatapan seram nya, membuat Ai Ki tidak berani mengubah keputusan lagi selain pergi dari sana.


"Baiklah, urus sendiri anak Mu itu. Tugas ku juga sudah selesai, selanjutnya aku harus terus berfikir bagaimana akan membuat hati Nya hancur berkeping-keping. Lagipula mereka juga sudah melihat ku membawa anak itu, juga memanggil mu ayah. Kau kira manusia begitu sederhana meski mereka hanya sebatas karyawan, Khihiii...." gumam Kiki meninggalkan kantor Xi Yuan.


"Si pembuat onar ini, sungguh merepotkan saja!" ujar Xi Yuan mengacaukan rambutnya.


Masuk kedalam kamar pribadi, "Sayang, kau sudah makan?"


"Sudah, Ayah"


"Mau menemani ayah makan?"


Bangkit dari duduk, berjalan keluar kamar. "Tidak, Wei-Wei sudah berjanji pada Bibi. Tidak akan mengganggu pekerjaan Ayah, juga setelah mengantarkan makan siang, kami harus kembali atau Bibi dan kakak akan menunggu," melihat sekeliling luar kamar.


"Ehh, kemana Mommy?"


"Ibu mu kembali ke pekerjaannya,"


"Kenapa dia meninggalkan ku, bukannya tadi sudah berjanji akan mengantarku pulang baru dia kembali bekerja," ucapnya dengan nada sedih.


"Sudahlah, jangan bersedih lagi, bagaimana jika Ayah yang mengantarkan mu kembali,"


Seseorang masuk ke dalam kantor


"Em," jawab Xi Yuan. "Ada hal penting? apakah mengenai Richard?" gumamnya terdiam.


"Ayah, kau bekerja saja. Wei-Wei bisa kembali bersama pak supir,"


"Baiklah, supir akan mengantarkan mu kembali. Ayah akan membawakan pesanan mu selepas kerja nanti ya.."


Ming Wei di antar turun Xi Yuan sampai masuk ke dalam mobil.


"Byee... Byee Ayah...!!"


Xi Yuan langsung menemui Brian di ruang tunggu.


"Brian?"


"Xi Yuan. Ada berita penting, mendadak pihak barat dan selatan kota C yang sudah di tangan ku kembali ke tangan seseorang tidak dikenal. Dia bahkan sudah mengambil alih mafia terbesar Richard yang sudah bersusah payah ku ambil di Kota ini,"


"Seseorang tidak di kenal? Siapa?"


"Aku juga tidak tahu, setelah melakukan penelusuran selama hampir 2 hari kami hanya mendapatkan alamat ID nya saja,"


"ID? Apakah terjadi pembobolan juga di sistem keamanan mu?"


"Benar, apa kau juga?"

__ADS_1


Xi Yuan melakukan panggilan ke Kota C.


"Rey, 1 menit. Telusuri ID yang masuk kedalam sistem keamanan kita 1 hari yang lalu,"


"Tunggu sebentar,"


1 menit berlalu.


"Tuan, ID itu bernama XY03II,"


"Benar! Itu juga ID yang mengambil alih berkas-berkas kepemilikan mafia yang ku simpan selama ini," jawab Brian.


"XY03II? Siapa kau sebenarnya, apa mau..." batin Xi Yuan.


"Rey, terus cari tahu siapa itu. Brian kau juga cari tahu siapa dia. Richard berhasil melarikan diri, aku khawatir ini adalah ulah dirinya,"


"Yuan, aku tahu saat ini anak-anak dan juga Vivian aman bersama mu. Tapi ku mohon jangan pernah membohongi anak kecil, kau tidak akan tahu apa akibatnya."


"Apa maksud mu?"


Brian menunjukkan sebuah foto yang baru saja boming.


"Sialan, mereka tidak berguna!" marah Yuan melihat foto ketika dirinya membawa Ming Wei dan Ai Ki masuk ke dalam kantor. "Siapa yang berani menyebarkan foto ini.. sepertinya mereka sudah bosan hidup!" Xi Yuan penuh dengan kemarahan.


"Rey, ku berikan waktu 5 menit. Hapus semua postingan itu. Beli semua berita mereka, aku tidak perduli meski mereka melalang nya dengan harga mahal. Hapus sekarang juga!" perintah Xi Yuan.


"Baik Yu, perintah dilaksanakan."


"Aku tidak ada urusan lagi, barang ku juga sudah datang, aku permisi,"


Brian meninggalkan Xi Group. Sedangkan Xi Yuan menghampiri tempat dimana karyawan melihat dirinya dengan Ai Ki sebelumnya.


Bertanya dengan wajah dingin juga menyeramkan, "Siapa yang berani memotret ku secara diam-diam!" gertak Yuan memukul meja salah satu karyawan.


Mereka hanya mengedikkan bahu tapi tidak menjawab pertanyaan Xi Yuan.


Asisten Xi Yuan mengirimkan surel berita dimana foto tersebut telah menjadi topik terhangat dunia permodelan.


#ALASAN SEORANG MANTAN MODEL AI KI MENINGGALKAN DUNIA MODEL NYA. Ternyata karena mengurus anak Nya dengan COE terkaya di Kota A, CEO Xi Yuan. Selama ini tidak pernah di ungkit di depan umum dan secara tidak sengaja tertangkap oleh paparazi hari ini.


"Kenapa diam!! Atau kalian semua mau ku pecat sekarang juga, iya!!" menatap sekeliling karyawan nya.


"Bagus, ternyata kalian sudah bosan bekerja disini." membalikkan badannya menghadap asisten cadangan nya. "Xiao Yun, buatkan surat pengunduran diri untuk mereka semua!" ucap Xi Yuan sudah murka.


"Tidak! Jangan, CEO. It-itu aku," jawab seorang wanita dari sudut yang pas dengan hasil jepretan Foto yang beredar.


"Kau?... Ikut aku!" perintah Xi Yuan mengajak karyawan tersebut masuk ke dalam kantor nya diikuti dengan dua ajudan dan juga asisten nya.


...----------------...


...Qarry_Adz...

__ADS_1


...Jika bisa Berjuang Bersama kenapa harus menunggu Berjaya...


__ADS_2