Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Gencatan Senjata


__ADS_3

...****************...


Pagi Hari


"Ayah, kau tidak tidur?" Seorang anak perempuan datang.


"Ming Wei, pagi sekali,"


"Aku bermimpi mommy sudah bangun, Yah..." duduk di pangkuan Xi Yuan.


"Sayang, ibu masih tidur, kita tunggu sampai dia bangun ya,"


"Em.." angguk Ming Wei.


Bo Gum kembali setelah beberapa waktu lalu meninggalkan rumah sakit.


"Semuanya ayo dimakan, aku sudah membelikan sarapan untuk kalian," serunya.


"Ming Wei, makan ya, Ayah yang akan menjaga ibu disini"


"Wei-Wei juga mauu..."


Chu Xia datang setelah dipanggil oleh Bo Gum.


"Ming Wei kita yang baik, kau harus makan. Nanti jika ibu terbangun dan melihat mu sakit perut, menurutmu bagaimana?"


"Dia akan sedih," jawab nya menunduk.


"Jadi..."


"Baiklah, Bibi. Ayah, jagain mommy nya Wei-Wei sebentar ya,"


"Iya, sayangg..." mengelus rambut Ming Wei.


Bo menghampiri Xi Yuan. "Tuan, kau juga harus makan, kau belum memakan apapun dari kemarin."


"Bo, nanti saja,"


"Nih," Xi Yi datang dengan sebungkus sarapan yang sudah dibeli oleh Bo Gum.


"Kauu?..." tanya Xi Yuan heran.


"Jangan sampai sakit," ucapnya lalu pergi.


Bo yang melihat nya, "Tadi malam, aku melihat Xi Yi diam-diam mengamati Tuan Yu dari jauh. Dia sama persis seperti Tuan, kejam. Tapi sebenarnya dia memiliki hati yang lembut," batinnya.


Setelah semuanya selesai makan, panggilan dari Kota C membuat Xi Yuan beranjak dari tempat tidurnya Ming Ke.


"Katakan,"


"Kemarin malam, orang-orang Brian melihat Richard di tengah Kota, namun saat di kejar. Jejaknya hilang dengan mudah, sampai saat ini kami belum menemukan apa-apa lagi,"


"Teruskan pencariannya, itu lebih dari cukup untuk memastikan keberadaannya saat ini."


"Baik, Tuan."


"Belum menemukannya?" Xi Yi tiba-tiba datang menghampiri Xi Yuan dari belakang.


Xi Yuan menoleh, "Belum,"


"Sepertinya aku tahu dia dimana,"


"Kau tahu?" tanya Xi Yuan heran.


"Yahh, saat menjadi tawanan nya, mereka pernah bercerita tentang Tentara bayaran."


"Bagus! Itu berita yang sangat penting, terimakasih, Nak."


"Aku belum menyetujui mu,"


"Baiklah, aku tahu."


Xi Yuan kembali menelpon Rey saat itu juga.


"Rey, cari tahu tentang tentara bayaran yang ada di Kota C, kemungkinan besar saat ini Richard dibawah perlindungan mereka. Oh iya, minta bantuan dengan Brian,"


"Aku akan melaksanakan nya,"


Yuan memutuskan panggilan.


Bo menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tuan, ada kabar buruk di kota W,"


"Ada apa?"


"Ini bukan tentang perusahaan ataupun klien kita,"


"Lalu? jelaskan secara detail,"


"Ini terjadi di perusahaan Su Mao. Su Group," menunjukkan data yang ada di iPad nya.


"Ada seseorang yang melaporkan tentang produk yang dibuat mereka sama dengan perusahaan saingan, hal ini membuat saham turun drastis,"


"Kapan itu terjadi,"


"Berita tersebar sekitar 3 sampai 4 jam yang lalu, berarti itu terjadi sekitar pukul 4 atau 5 subuh dini hari,"


"Masalah kita masih banyak, Ming Ke juga belum sadarkan diri. Panggil Su Nian-Nian, suruh dia kembali untuk mengatasinya sendiri,"


"Baik, Yuan."


Xi Yi dibalik berita palsu tersebut tersenyum smrik, "Tuan Yu, maaf membuat mu terlilit masalah. Tapi aku sudah berjanji akan melindungi ibu ku sampai nanti," batin Xi Yi.


Dari dalam kamar Bo Gum berlari menghampiri Xi Yuan.


"Tuan! Tuan! Nona Ming Ke!" teriak Bo Gum.


"Ada apa?!"


Xi Yuan berlari masuk kedalam bangsal diikuti Xi Yi dan juga Bo Gum.


"Ayah, mommy!" pekik Wei-Wei.


"Ibuuu! Ibu kau kenapa?Ibuu!..."


"Waa... Aaa.... Shh... Sakittt!!... Aaa..." Ming Wei mengalami sakit kepala yang dahsyat, hal itu membuat semuanya panik.


"Panggil dokter!" teriak Xi Yuan.


Dokter pun datang, "suntikan penenang," kata nya memerintahkan para suster bekerja cepat.


Setelah Ming Ke tenang, Dokter baru melakukan pemeriksaan lagi.


"Bagaimana keadaannya?"


"Kapan bisa menggunakan obat itu,"


"Tuan, untuk saat ini kondisi nona masih tenang dibawah pengaruh obat, kita tunggu 10 menit lagi, jika kesehatannya kembali normal. Aku akan langsung menggunakan obat ini,"


Mereka menunggu sampai saat yang ditentukan.


"Bibi, mommy akan baik-baik saja 'kan?" menyandarkan kepalanya di dada Chu Xia.


"Mommy akan baik-baik saja, Wei-Wei jangan menangis lagi,"


"Tidak, Wei tidak menangis, kok," setitik air mata nya mengalir menolak jujur.


"Wei-Wei, ibu mu akan segera pulih, berdo'alah, Nak. Lagipula ayah mu juga tidak akan membiarkan ibumu kenapa-kenapa," ujar Bo Gum.


"Tuh, lihat... Paman juga percaya pada ayah, apa Wei-Wei tidak mempercayai ayah?"


"Percaya..." lirihnya.


"Kita tunggu ibu sembuh bersama-sama ya..."


"Em," sahut nya menganggukkan kepala.


10 menit berlalu.


Dokter kembali masuk kedalam bangsal Ming Ke.


"Tuan, kita bisa melakukan pengobatannya sekarang,"


Dokter mencampurkan ramuan penawar ke dalam infus Ming Ke, yang di buat beberapa ahli ilmuan sebelumnya. Setelah itu, dokter menyarankan agar Keke tidak di ganggu oleh siapapun terlebih dahulu.


Siang berganti malam, malam berganti malam. Namun, Ming Ke belum juga sadar dari ranjang nya. Sore itu Xi Yuan mendapatkan telepon dari Kota C.


"Tuan, kami menemukannya!"


"Bo, aku akan menangkapnya sendiri. Kau jaga mereka semua termasuk keluarga ku."


Tanpa berkata lain lagi, Xi Yuan langsung terbang ke Kota C.

__ADS_1


"Bagaimana situasi nya?"


"Dia memang dibawah perlindungan tentara bayaran di Kota C, kami sudah mendeteksi lokasi nya dan itu tepat berada di sudut Kota," sahut Brian.


"Yuan, darimana kau mendapatkan informasi akurat ini? Aku dan semuanya sudah mencari nya kesana-kemari," tanya Rey.


"Dari seorang anak kecil, itu tidak penting. Saat ini senjata kita mungkin tidak dapat mengalahkannya."


"Tuan, pasukan yang kita miliki juga sudah berkurang sangat banyak, apalagi dengan di ambil nya pasukan mafia Richard inti di Kota ini," jelas Rey.


"Benar, Yuan," lanjut Brian.


"Tidak perduli senjata apa yang kalian gunakan, meski hanya tersisa baju saja. Kita harus mengalah kan nya malam ini!" sahut Xi Yuan dengan semangat nya.


Malam Hari.


"Titik ini memang sepi, dan lebih banyak hutan. Tapi bisa saja hutan itu dipenuhi ladang ranjau. Semua orang harus berhati-hati, pastikan keselamatan kelompoknya masing-masing," ucap Xi Yuan memberikan nasihat.


"Kita bagi jadi 2 kelompok, kalian ikut dengan Xi Yuan sergap dari arah Timur dan Selatan. Dan kalian ikut dengan ku untuk wilayah Barat dan Utara," lanjut Brian membagi tugas.


"Baik!!" jawab mereka serentak.


"Kalian dengarkan sekali lagi, untuk wilayah Tuan Brian, kalian akan melintasi satu titik sungai lumayan lebar, hati-hati dengan suara air nya. Sementara wilayah Tuan Xi Yuan, kalian akan melewati dataran naik turun, yang memungkinkan mereka menyebar ranjau di sana." ujar Rey menjelaskan secara rinci.


"Jika mengalami keadaan darurat kalian bisa pergi ke arah jam 2, di sana ada sebuah Gua, aku akan membantu kalian dari sana," lanjutnya.


"Bergerak!!!" teriak Xi Yuan.


Rey menepuk punggung keduanya, "Xi Yuan, Brian, berhati-hatilah."


"Rey, jika aku tidak terselamatkan, aku titip anak-anak dan juga Ming Ke kepada kalian berdua (Bo Gum dan Ri Rey)"


"Aku menunggu kemenangan kalian," jawab Rey.


Lokasi Gencatan


Mereka memulai serangan tanpa senjata.


Bugh


Bugh


Bagh


"Timur sudah lumpuh,"


"Barat selesai,"


"Selatan musnah,"


"Utara beres,"


"Masuk!!" ucap Xi Yuan dan juga Brian memimpin pasukan nya.


Bang


Bang


Pyarr


Spash


Aghh


"Awas meriam!"


"Lindungi Tuan Brian!"


"Mereka menyudutkan Tuan Xi Yuan!"


"Serangan dari arah jam 11. Tuan, hati-hati!"


Bang


Bang


Bang


Peperangan berlangsung lama, mulai dari masuk ke pintu awal hingga ruang bawah tanah yang terkunci rapat. Tempat Richard bersembunyi.


...----------------...

__ADS_1


...Qarry_Adz...


...Berusaha agar timbangan Baik lebih berat daripada yang Buruk...


__ADS_2