
...****************...
Pagi Hari di Hari Yang Sama
"Nian-Nian... hari ini Ai Ki ada pemotretan penting, pastikan kamu mengurus rapat nya dengan baik"
"Tapi ibu... Ai Ki selalu bisa mengerjakan pekerjaan nya, bagaimana dengan aku... Aku juga harus membuat pola desain ku..."
"Stt... Patuhi saja perkataan ku... Malam ini saat tugas ku sudah selesai aku akan segera kembali."
Memutuskan panggilan
"Ugh.. Dia anak mu, aku juga anak mu. Kenapa selalu dia sihhh!!" mengepalkan tangannya di atas sofa.
Seorang wanita masuk ke dalam kantor Ai Ling.
"Wututu... Sepertinya ada yang kesal nih..."
"Diam kau!"
"Sabar ya Su Nian-Nian... Aku tidak akan lama kok... Paling juga 24 jam saja, khihihi..." tertawa sambil menutup mulut nya.
"Lihat saja kau Ai Ki... Aku berdo'a semoga pemotretan mu hari ini gagal! Hemph..." melipat tangan menuju meja, dan mengambil beberapa dokumen.
Ponsel Ai Ki bergetar.
Asisten Ki-Ki. "Ai Ki dimana kau?"
"Aku mampir ke perusahaan, ada barang ku yang tertinggal di sini kemarin"
"Emm... Mulai hari ini jadwal mu di kosongkan selama 2 bulan.. Kau bisa berlibur sepuasnya..."
"Yakk! Apa maksudmu! 2 bulan ini jadwal ku sudah penuh... Dan itu pemotretan dengan para artis papan atas dari perusahaan besar!"
"Perusahaan sudah memutuskan kontrak dengan mu"
"Kenapa bisa!"
"Sebaiknya kau fikir lagi, siapa yang baru-baru ini kau singgung kehidupannya..."
"Aku mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan itu berkat Xi Yuan... apa dia? Ahhh..."
Ai Ki teringat terakhir kali dia sudah berani mengusik Vivian dengan sengaja mematikan lampu apartemen dimana Vivian tinggal.
Panggilan terputus.
"Ini pasti karena Xi Yuan... Aghh... Si@l... Aku kan cuma menakuti Ming Ke karena itu fobia nya... Kenapa sekarang malah aku yang kehilangan pekerjaan!!"
Melemparkan tas, ponsel juga mengacak rambut nya.
"Ming Keeee!!... Lihat saja aku akan membunuh mu!!"
Dari arah lain, seorang wanita yang mendengarkan semua nya.
Berjalan mendekat, "Ahahaha.... Sepertinya Tuhan mengabulkan permohonan ku... Ai Ki kakak ku tersayang.... Selamat bekerja!" menyerahkan tumpukan dokumen ke tangan Kiki dengan kuat.
"Nian-Nian!! Ini kan tugas mu!"
Tidak di gubris Su Nian-Nian,
"Arghhhh.... Kenapa hari ini sial sekali!!" menyerak semua dokumen itu ke lantai.
Ting..
__ADS_1
📩"Ai Ki, Tuan Richard gagal, terus awasi Xi Yuan... Pastikan dia tidak menemukan Ming Ke, karena kami juga sedang mencari keberadaan nya setelah kecelakaan itu.."
Ai Ki kembali berduka dengan dirinya sendiri.
"Ahaha... Kiki... Kiki... Ming Ke begitu beruntung dalam hidupnya... Sedangkan kau... Kau memang istri dari pria kaya dan juga tampan di seluruh kota ini... Tapi dia.. Lagi-lagi dia yang memenangkan semuanya..."
Mengambil pisau buah yang ada di atas meja, "maka dari itu... Kau tidak bisa bahagia sebelum ajal menjemput nya. Ming Ke, lihat saja aku akan mengambil kembali pria ku, aku juga akan segera memberinya keturunan agar kau menjauh dari kehidupan kami! Aku bersumpah atas semua perkataan ku!!"
Jeeps..
Pisau di lempar dan tertusuk pada sofa dihadapannya.
Di tempat lain
Rumah Sakit FamilyXi
Xi Yuan dan anggota baru saja sampai di Rumah Sakit keluarga. Yuan sengaja membawa mereka ke sini demi menjaga dari mata-mata Richard.
"Cepat periksa mereka! Berikan penanganan total!"
Mereka langsung masuk kedalam ruang UGD.
2 jam berlalu. Lampu hijau tanda mereka sudah selesai memeriksa.
Xi Yuan langsung berdiri. "Bagaimana!"
Shutt
Shutt
Vivian kembali di bawa menuju ruang lain dengan terburu-buru.
Melihat itu Xi Yuan kembali berteriak. "Kenapa dia! Mau dibawa kemana!"
Dokter berkata, "Tuan, kami sudah menyelamatkan luka Tuan ini," menunjuk ke arah Brian. "Tapi setelah melakukan pengecekan menyeluruh, Nona itu ternyata mengalami pembekuan darah pada bagian kepala nya... Mungkin itu terjadi akibat benturan keras yang membuat dirinya tidak sadarkan diri... Menurut waktu tenggelamnya kapal kemungkinan besar dia tidak sadar karena sudah terlalu lama terendam."
"Tuan, dia harus segera di operasi, dan itu dilakukan dokter lain nya."
Menatap sendu, "Vivian..."
"Aghhh! Dasar tidak berguna! Lihat saja, jika kalian tidak bisa menyelamatkan nya, aku pastikan hari ini adalah hari terakhir kalian bekerja disini!!"
Para dokter dan perawat yang sebelumnya mengurus Vivian juga Brian segera pergi meninggalkan mereka.
1 jam berlalu... 2jam berlalu... 3 jam berlalu... Akhirnya Vivian pun keluar dari ruang operasi.
"Vivian.." menatap sendu ke arah wajah wanita yang di cintainya.
"Tuan, kami sudah melakukan yang terbaik... Operasi berhasil tapi..."
"Katakan!"
"Tapi kami tidak tahu pasti sampai kapan dia akan terus terbaring..."
"Apa yang salah..." Xi Yuan mulai merendahkan ucapannya sambil terus menatap Vivian.
Seorang pria datang dengan kursi roda, "Vivian terbentur dinding kapal saat kami berusaha menyelamatkan diri"
"Brian kau sudah sadar!"
"Xi Yuan, aku tahu ini ulah nya... Aku akan kembali malam ini, pastikan kau menjaga Vivian dengan baik, awasi terus jangan sampai dia menemukan kalian"
"Aku tahu." Xi Yuan mendorong Vivian untuk masuk kedalam kamar nya.
__ADS_1
"Apa kau separah itu, Tuan?" tanya Bo.
"Tidak... Ini agar lebih mudah menghadapi R kedepannya"
"Owh... Baguslah, Tuan aku bisa mengantarmu"
"Tidak perlu, aku punya orang.. Kau urus saja keamanan Vivian disini"
Brian berlalu diikuti anak buahnya.
Brian menatap kosong ke arah luar kaca mobil. "Richard... awalnya aku menyepelekan mu, bahkan meski tahu kau tidak kan menyerah aku tetap membawa Vivian melalui jalur air... Tapi kau juga terus melancarkan serangan mu... Setelah semua yang ku lakukan dan setelah semua yang sudah kau ambil dari ku... Aku tidak kan mengampuni mu!"
Panggilan mobil terhubung
"Tuan, pesawat telah tiba di lapangan wol"
"Emh..."
Panggilan di akhiri.
"Richard... Aku akan mengambil semuanya... Semuanya... Bahkan jika itu mempertaruhkan nyawa ku sekalipun!" batinnya.
Brian kembali ke Kota C, menggunakan pesawat pribadi. Sedangkan Xi Yuan terus menunggu Vivian sadar, dia juga tidak pernah lepas dari pengawasan dan juga keamanan yang dibuatnya.
"Tuan Yu, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Rey... Kau bantu saja Brian mengatasi mereka... Aku akan mengatasi semua tanah milik Richard di Kota ini, setelah semuanya berhasil terebut... Kekuatan kita juga semakin kukuh dalam menghadapi nya."
Sementara itu Kota C
Mansion Richard
Suara ricuh terdengar jelas dari kamar Richard. Seorang pria lumpuh masuk ke dalam dan menyapa mereka. Tentu saja membuat semuanya terkejut bukan main.
Pyarr
Shutt
Membuka pintu, "Ahh... Apa kau tidak lelah ayah dengan keributan ini..."
Semuanya. "Hah Brian!"
Terus masuk mendekat Richard di kursi kerja nya. "Kau terkejut ayah?... Iyaa ini aku Brian... Anak yang berusaha kau bunuh malam kemarin.."
Mencoba merayu dan melupakan keraguannya. Mendekati Brian juga menyentuh kedua kaki nya. "Brian, apa yang kau bicarakan... Kenapa kaki dengan kaki mu?"
Menepis paksa tangan Richard. "Aku belum selesai dengan mu... ingat saja ini... aku akan membalas mu meski itu mempertaruhkan nyawa ku sekalipun," berputar keluar dari kamar itu.
Brakk
Pintu ditutup keras oleh anak buah Brian.
Brian mengepalkan tangannya. "Dia sudah merebut milik ku... Dia sudah menghancurkan masa depan perusahaan ayah ku... Dia juga merencanakan hal buruk untuk wanita yang ku cintai.. Bahkan sekarang dia juga sudah mau menyingkirkan ku!.... Richard aku akan membalas mu, hidup ataupun mati!" batinnya.
Dalam Mobil.
"Pergi ke alamat 09"
"Baik, Tuan."
...----------------...
...Ming Ke...
__ADS_1
...Jangan mempertahankan seseorang yang salah...
...Karena kebahagiaan mu terletak di sana...