
...****************...
Sore Hari
"Ming Wei, Xi Yi, lihat apa yang paman bawakan kali ini!"
"Ah.. Fei kau berkunjung lagi," sambut Keke.
"Tadi pulang rapat aku melihat mainan edisi terbatas ini dan langsung membelinya untuk mereka"
"Fei lain kali sudah saja ya... Mainan yang kau beli sudah cukup untuk mereka membuka Toko mainan dengan dua lantai sangking banyaknya." Candaan kecil namun bertujuan lain.
"Selagi mereka suka, apapun itu akan kuberikan"
Kedua bocil dengan pakaian dalam yang masih basah keluar dari kamar mandi berlari mendatangi Fei.
"Pamannn Fei datang, lihat Yi-yi huhuhuu..."
"Wei yang manis, ada apa?"
"Yi-yi kejal-kejal Weeiii..."
"Yi, Weii apa yang kalian lakukan dengan tubuh basah kuyup itu, bagaimana jika air nya menjatuhkan kalian"
"Mommy Yii ja'at huhu..." ucap Wei dengan air mata sandiwara nya.
"Ada apa ini Yi?" tanya Keke.
"Ibuu saat Yi mandi Weii mem-"
Wei memotong ucapan Yi,"Tidak ibuu Wei tidak ja'at, Yi yang silam-silam Wei-wei.
"Wei intip Yi mandi bu!" teriak Yi.
"Huaa.... Yi ja'at Wei tamau belteman," Wei berbalik arah meminta perlindungan Fei.
"Wei-wei bukankah ibu pernah bilang-"
"Tidak boleh intip-intippp hiksss," lanjutnya memotong omongan Keke.
"Nah itu faham"
"Tapi, tapi, Wei kan cuman liat dikiiiit aja," lirih nya sambil memeluk Liu Fei.
"Puftt," Perkataannya itu membuat Fei dan ibunya tertawa kecil.
"Tetep gak boleh ya sayang" Keke berusaha meraih putri kecil nya itu.
"Sudah-sudah Yi selesaikan mandi mu, kita tunggu Yi selesai dahulu lepas tu biar paman yang mandikan Wei-wei ya"
"Baik paman," seketika raut wajahnya berubah menjadi ceria lagi.
"Huu dasar manja!" sindir Yi.
Setelah selesai mandi, mereka pun makan bersama. Fei sering berkunjung melihat mereka. Fei sudah seperti ayah mereka, apalagi Weii yang selalu manja dengan nya.
Balkon Apartemen
__ADS_1
"Dimana mereka?"
"Sudah tidur. Feii terimakasih kau selalu membantu ku, aku tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu. Dan juga uang yang waktu itu aku pinjam untuk mengobati Wei akan aku lunasi tapi perlahan-lahan ya"
"Tidak usah kau fikirkan, aku saja sudah melupakannya"
"Fei setelah novel kedua ku ditayangkan aku berencana membeli sebuah rumah dipinggir kota"
"Ada apa?... Apa ada seseorang yang mengusikmu belakangan ini?"
"Tidak-tidak bukan begitu, kontrak kerjasama ku dengan perusahaan kurang lebih tinggal 3 tahun lagi, sudah selama ini aku berada dalam perlindungan mu, aku hanya tak ingin suatu saat nanti ada yang curiga dengan ku yang keluar masuk kedalam apartemen mu ini"
"Hmm Keke, bagaimanapun aku akan tetap melindungi mu, kau tetaplah disini ikuti perintah ku, mengerti." Fei berbalik badan lalu pergi meninggalkan Apart disela-sela Pembicaraan mereka.
"Aku sudah melindungimu sejauh ini dari semua orang,aku tidak mau jika harus berpisah, kau akan tetap berada dalam genggaman ku, Ming Ke," lirih Fei ketika sudah masuk kedalam kamar.
Rumah Utama Liu Fei
"Selamat pagi Pamann.."
"Ehh bukan kah ini Su Nian-Nian"
"Hihii benar sekali, aku kira paman Shen melupakan ku."
Nian-Nian menarik kursi untuk ayah Liu Fei, Liu Shen.
"Mana mungkin lupa, ayah mu pernah membantu paman mendirikan perusahaan ini, sayang nya di tengah kejayaan beliau meninggalkan kita semua,"
"Kalau begitu paman pasti tidak melupakan perjanjian itu kan!" ucapnya menyelidiki.
Melihat Shen terdiam gadis itu mengalihkan pembicaraan. "Ahh sudahlah Paman, tak perlu merenungi ayah ku lagi, ayo coba cicip kimchi ini aku membawakannya dari Kota A khusus untuk mu"
"Ngomong-ngomong dimana Liu Fei?... Kenapa aku tak melihatnya"
"Entahlah semenjak 2 atau 3 tahun terakhir Fei lebih sering berada di apartemen pribadi nya daripada berada di rumah ini"
"Benarkah!!..." Nian-Nian gembira tak sabar memberikan Fei kejutan.
"Kau akan menemukannya disana, pergilah jika kau mau"
"Terimakasih paman, dahh..."
"Hmm dasar anak muda sekarang," Shen tersenyum menatap kepergian punggung gadis yang masih sangat remaja itu.
Su Nian-Nian jodoh yang diatur oleh ayah mereka yaitu Su Mao dan Liu Shen ketika mereka masih remaja. Saat itu demi memenuhi permintaan anak nya Su Mao membuat kesepakatan akan membantu Shen menanggulangi krisis perusahaan nya dengan syarat perjodohan tersebut. Shen tahu Fei sangat mencintai Keke tapi hari itu dirinya tak berfikir panjang dan langsung menyetujui kesepakatan tersebut tanpa sepengetahuan dari Fei.
Melihat Fei kembali gembira setelah kedatangan Ming Ke, membuat hati Shen senang.
Dia lah yang mengatur agar Ming Ke datang ke perusahaan selama 6 tahun, dengan tujuan membuat Su Nian-Nian menyerah.
Tapi sepertinya Shen salah, ini malah akan menjadi salah satu awal pertengkaran diantara keduanya.
Apartemen Liu Fei
"Kenapa tidak ada yang membuka ya? bukannya paman bilang Fei-Fei tinggal disini," sambil terus mengetuk.
"Mm sepertinya aku tau sandi apartemen ini, coba aja deh," sandi dimasukkan, dan benar saja pintu akhirnya terbuka.
__ADS_1
"Hah... Ternyata benar tanggal pertemuan itu. Aku tahu Fei pasti terus menunggu ku," ucapnya.
Mendengar suara pintu terbuka gadis kecil ini berlari menuju pintu. "Ibu tolong selamatkan Wei-Weiiii"
Dukhh
"Ahh, pala Wei-Wei sakitt," lirihnya sambil menatap ke arah wanita yang baru saja ditabrak nya.
Sementara itu sambil menggunakan kostum harimau Yi mencari adiknya. "Wei-Wei, dimana kau? Kakak datang... Grraaagghhhh..."
Langkahnya langsung berhenti ketika melihat wanita asing berdiri dihadapan adiknya. "Siapa kau!" teriaknya.
Tangannya meraih gadis kecil itu, "Ming Wei kemari!"
"Siapa kalian?" tanya Su Nian-Nian pada dua anak itu.
Yi menjawab, "ini kan rumah nya paman Fei kami."
"Ini rumah tunangan ku."
"Jangan bohong atau Wei akan menembak mu!" Kata Wei yang tengah mengenakan kostum polisi.
Duarr...
Suara itu berasal dari pistol mainan Wei namun sangat mirip dengan pistol asli, berhasil membuat Nian-Nian terkejut, "AAAA...!!!" teriaknya kencang.
Brrukk...
Sekantong buah-buahan yang tadinya berada ditangan Nian-Nian terlepas dan jatuh menimpa kedua kaki nya.
"Ahhhh!!" teriaknya lagi.
65 menit kemudian
"Wututu... Kaki kecil ku yang malang.." sambil mengelus kedua kakinya.
"Kakak Wei lelah,"
"Bibi, sampai kapan kami akan berhenti memijat kaki mu!" ucapnya dengan nada sedikit kesal.
"Tentu saja sampai aku bilang SELESAI" jawabnya.
"Kami sudah memijat lebih dari satu jam lamanya, apa masih kurang?"
"Chh... Rasanya masih 5 menit berlalu" ungkap Nian-Nian sambil terus memainkan ponsel nya.
"Kau datang kesini pukul 16:20, dan membuat kekacauan selamat 10 menit, kami mulai memijat pukul 16:45 dan saat ini sudah masuk jam 17:50. Bukan 5 menit melainkan sudah satu jam lebih lima menit. Apa kau tidak tahu menghitung, Bibi?" jelas Xi Yi secara rinci.
"Perhitungan macam apa itu, ka-kau mencoba bermain dengan ku!" ucap Nian-Nian sedikit meninggikan suaranya.
"Lagi pula kalian yang menyebabkan ini semua, aku hanya meminta pertanggung jawabannya saja," lanjutnya.
Pintu terbuka Ming Ke dan Liu Fei telah kembali.
"Ibuuu, pamannn, ada bibi jahat, tangan Wei sudah capek," ucapnya manja.
Su Nian-Nian menoleh kearah mereka. "Liu Feiii.... Akhirnya kau pulang, aku sudah lama menunggumu," Nian-Nian langsung memeluk Fei dihadapan mereka.
__ADS_1
"Nian-Nian! Sejak kapan kau kembali?" Fei terkejut dengan kehadiran nya.
"Kau tak merindukan ku? Siapa dia, dia, dan dia.." Nada nya merendah ketika menatap Ming Ke.