
...****************...
Kantor Xi Yuan
"Kalau begitu, tolong pijat kan kepala ku,"
"Kenapa?"
"Itu juga salah satu tugas pegawai magang seperti mu"
"Berarti selama ini, sudah lebih dari ratusan pegawai magang yang memijat mu!" pekik Ming Ke emosi.
Langsung berdiri menenangkan Ming Ke. "Tidak, kau salah paham. Aku hanya memberikan tugas itu untuk mu, bukan mereka,"
Ditengah pelukan, seorang karyawan tiba-tiba saja masuk ke dalam kantor.
"Tuan. Hah!" kaget mengatup mulutnya.
"Sial, pengganggu darimana lagi ini," batinnya Yuan.
Ming Ke refleks langsung melemparkan badan Xi Yuan. "Ah ini tidak seperti yang kau lihat," jelasnya.
"Tuan, maaf mengganggu waktu mu. Tapi aku sudah mengetuk pintu bahkan memanggil mu berkali-kali,"
"Itu juga bukan berarti kau bisa sembarangan!" pekiknya.
"Yu, ada apa ini?" tanya Bo Gum tiba-tiba datang dari luar.
"Bo, pecat dia. Perusahaan tidak membutuhkan karyawan yang tidak punya sopan santun sepertinya!"
"Tuan, maaf. Aku benar-benar sudah memanggil mu tadi,"
"Masih berani berdalih!"
"Xi Yuan cukup! Jangan karena hal sepele kau menyalahgunakan kekuasaan mu!" balas Ming Ke.
"Menyalahkan bagaimana? Dia sudah berani masuk kedalam kantor ku tanpa seizin ku"
"Jika begitu, berarti kau juga memecat ku karena sudah masuk ke dalam kantor mu dan mendengarkan semua pembicaraan kalian"
"Keke itu berbeda,"
"Itu sama bagi kami para pegawai bawahan," ujarnya.
Akhirnya Xi Yuan mengalah demi Ming Ke yang terus bersikukuh ingin keluar dari kantor. "Baiklah, baiklah. Kali ini kau selamat, awas kalau terulang lagi," ujarnya menunjuk kepada pegawai tersebut....
Pegawai itu keluar dari ruangannya.
"Kau kenapa sih, selalu marah karena hal sepele?"
"Hal sepele! Itu adalah waktu yang ku nanti-nanti selama ini, bersama mu berdua dengan mu, memeluk mu-"
"Ooh, jadi kau kesal karena itu,"
"Oh saja?"
"Baiklah, kali ini aku akan mengizinkan mu memelukku"
"Benarkah?!"
"Yah, itu juga karena kau sudah menepati janji untuk memperkerjakan ku disini," senyum nya.
"Maka aku tidak akan segan lagi," berjalan cepat ingin menggapai tubuh Ming Ke.
Selangkah lagi pelukan tergapai, pintu kantor kembali terbuka.
Klek...
Keke spontan menghindari rangkulan Xi Yuan.
Bo Gum dan Rey yang baru saja membuka pintu. "Hah! Maaf Yu, kami tidak sengaja"
"Lagiii!!!" kesal nya menggenggam kuat jari-jari nya.
"Ah, kalian ada kenapa?" tanya Ming Ke seolah tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Itu, aku hanya memberitahu rapat akan sudah hampir dimulai tinggal menunggu Yuan saja,"
"Kau, Rey?"
"Aku, laptop ku tertinggal, aku akan segera mengambilnya"
Mereka terburu-buru ingin pergi.
"Berhenti!" pekik Yuan.
Mereka berdua berhenti.
"Ada apa?" tanya Ming Ke.
"Mulai hari ini aku tetapkan Bo sebagai Asisten Ekslusif dan Ming Ke Personal Asisten ku,"
Bo Gum terkejut karena jabatannya turun, "Kenapa jabatan ku turun? Aku sudah menjadi personal selama ini"
"Kenapa aku jadi asisten. Perjanjian kita, aku sebagai pegawai magang"
"Tidak ada alasan. Rapat sudah dimulai. Asisten Ming Ke mari pergi,"
Xi Yuan pergi tanpa menggubris keluhan mereka.
"Bagaimana ini? Aku tidak tahu apa-apa?" paniknya pada Bo Gum.
"Tidak bisa, ayo. Aku akan membantu mu,"
Akhirnya mereka bertiga pergi ke ruang rapat bersama-sama.
"Xi Yuan ini suka sekali mengganti jabatan orang," batin Ri Rey.
Setelah rapat selesai Ming Ke tidak mengerjakan apapun selain duduk dan membaca buku-buku di kantor Xi Yuan.
"Huhh... Membosankan," menghela napasnya. "Asisten apanya, aku sudah lebih seperti pengangguran di sini," lanjutnya.
Xi Yuan masuk bersama Bo Gum.
"Karena kau sudah menyokong perusahaan Su Group, sebaiknya lelang kali ini kita mengundang nya sekalian, siapa tahu dengan begitu kedepannya lebih banyak perusahaan tetangga yang dapat kita ajak kerjasama,"
Cakap mereka memasuki ruangan kerja.
"Ming Ke, ayo pergi ke suatu tempat,"
"Kau tidak lihat, betapa bermalas-malasan nya aku hari ini. Sebelum rapat harus makan, sesudah rapat jangan bekerja, istirahat saja. Bahkan sekarang kau mengatur ku untuk mengikuti kemana kau pergi," dengan suara lantang.
"Aku akan bertemu dengan adik mu, jika kau enggan bertemu dengannya. Rey, akan mengantar mu kembali,"
"Kiki... Aku sudah lama tidak melihat nya," batinnya. "Tunggu! Aku ikut dengan mu," kata Ming Ke mengikuti keduanya.
Suatu tempat
"Ini?"
"Kau ingat, aku pernah mengurung mu disini"
"Menara ini-" Ming Ke mengingat kembali saat-saat Yuan mengurungnya di tempat ini.
"Sudahlah, waktu sudah berlalu. Maafkan aku yang dulu," ujar Xi Yuan menggandeng tangan Ming Ke masuk kedalam Menara.
Penjara bawah tanah yang di kelilingi besi dan baja.
"Ai Ki," lirihnya melihat seorang wanita yang dahulu sangat disayanginya.
Ai Ki terikat dengan rantai besi di kaki nya, dengan baju kumuh, rupa seperti wanita gila, serta beberapa bekas sayatan di wajahnya.
"Jangan bangunkan dia," ucap Xi Yuan perlahan ke telinga Ming Ke.
"Kenapa dia seperti ini?"
"Aku sudah bilang, aku tidak akan melepaskan mereka yang sudah menyakiti wanita ku apalagi sampai bersekongkol membunuh anak ku,"
"Tapi Yu, dia tetap adikku"
"Hatimu terlalu lunak, sepertinya keputusan ku membawa ku melihat nya adalah keputusan yang salah"
__ADS_1
"Tidak, aku hanya merasa kasihan. Bagaimana jika itu aku, dengan anak yang tengah ku kandung. Pasti berat rasanya di posisi seperti ini," ucap Ming Ke melihat sekeliling penjara tempat adiknya terkurung.
"Aku sudah memberikan nutrisi dan gizi yang cukup untuk anaknya, seharusnya dia sudah lebih bisa bersyukur"
Ming Ke mendongak menatap Xi Yuan. "Yu, jika aku menerima perasaan mu. Maukah kau melepaskannya, lagipula aku sudah memaafkan mereka"
"Jika begitu lebih baik kau tidak perlu menerima perasaan ku, jika itu didasari kebebasan untuk mereka," tukas Xi Yuan meninggalkan Ming Ke.
Mengejar, "baiklah, baiklah. Apa yang harus ku lakukan agar kau melepaskan rantai nya saja"
"Kau belajar bernegosiasi dimana?" memutar badannya. "Apa kau kira aku akan melupakan perbuatan jahat mereka! Apa kau fikir aku akan mengampuni kesalahan mereka setelah menyiksa, menjauhkan mu dari ku dan bahkan membunuh keturunan ku!" emosi Xi Yuan meluap karena Ming Ke berusaha membebaskan mereka.
"Aku tahu kau begitu karena dendam. Tapi bisakah kita melupakan itu? Aku hanya meminta mu untuk melepaskan rantai nya saja, tidak lebih" balas Keke.
Xi Yuan tidak tega melihat air mata Ming Ke menetes, "Baik, aku akan melepaskan rantai nya tapi jangan minta aku untuk membebaskannya"
"Terimakasih, Yu"
Xi Yuan memanggil penjaga untuk melepaskan rantai tersebut.
"Tidak, jangan sekarang. Biarkan Kiki istirahat dulu. Kalian bisa membuka nya saat dia sudah bangun,"
Mereka melihat Xi Yuan.
Mengangguk, "Em, sesuai perkataan istri ku,"
Mereka pun kembali berdiri di depan pintu penjara.
"Istri? Sejak kapan aku setuju"
"Xi Yi, Ming Wei, mereka anak siapa?"
"Anak kita"
Xi Yuan kembali bertanya, "Ada anak, ada istri, ada?"
"Suami" jawabnya.
"Iya istri ku," ucapnya menggoda Ming Ke.
Keke tersipu melihat jebakan yang dibuat Yuan untuk nya.
"Xi Yuan, kau menipu ku"
"Tidak, aku serius. Kau adalah istriku"
"Ya, ya, ya... Terserah dirimu saja"
Mereka masuk kedalam mobil.
"Kita langsung pulang?"
"Iya, kenapa?"
"Bolehkah aku membeli makanan terlebih dahulu untuk anak-anak?"
"Boleh, kenapa tidak istriku"
Bo dan Rey mengolok-olok mereka. "Istriku, istriku,"
"Kalian menyetir saja dengan baik, jangan perduli kan kami," ujar Yuan.
"Kami ingin, tapi suara mu begitu nyaring di telinga kami"
"Bo, kau mau jadi manajer?"
Bo mengatup mulutnya, "Tidak, tidak. Aku diam."
Ming Ke tertawa, setelah membeli beberapa makanan. Barulah mereka kembali ke kediaman Xi Yuan.
...----------------...
...Qarry_Adz...
...Teruslah berbuat Baik sebelum kehabisan Kuota Hidup...
__ADS_1