Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Gigitan Kucing Nakal


__ADS_3

...****************...


Kamar Mandi


Yuan mencari Vivian, "Dimana dia,"


"Yu, aku tahu kau merindukannya, tapi tidak seperti ini juga, kita semua bisa dalam bahaya,"


Yu tidak menggubris perkataan Rey, dam terus mencari Vivian.


"Dapat!"


Menangkap tubuh Vivian, menarik masuk kedalam kamar mandi lagi.


"Emm, emmm"


"Stt diam keke, ini aku"


"Lepaskan! Apa maksudmu menarik ku ke dalam sini!"


"Maaf, tapi aku tidak punya cara lain, Ming Ke aku sudah tahu semuanya. Sepulang dari sini aku akan menjelaskan semuanya pada mu, kau tenang saja aku akan menyelamatkan mu dari mereka"


Ming mencoba menutupi diri, "Siapa Ming Ke? Aku tidak mengenalnya"


"Kau Ming Ke, kau ibu dari anak-anak ku,"


"Aku bukan Ming Ke, aku juga tidak punya anak dari pria sembarangan seperti mu!" Vivian mencoba melepaskan diri dari genggaman Xi Yuan.


"Aku tahu, kau pasti berprasangka buruk pada ku tapi percayalah aku disini untuk membantumu,"


"Sudah aku katakan aku bukan Ming Ke! Aku belum punya anak! Nama ku Vivian!" Dia berusaha untuk melepaskan diri


Tapi Xi Yuan langsung menempelkan tubuh keke ke dinding dengan tangan yang diangkat ke atas,membuat Ming Ke tidak bisa melawannya.


"Tidak kau Ming Ke, jangan coba untuk menutupinya!!" Yuan menekan kuat lengan Vivian.


Menahan sakit nya, menggigit bibir bawah nya, "shh.... Tu-tuan a-aku Vivian buk-bukan Ming-"


Xi Yuan menutup mulut Vivian dengan bibirnya, mengecup paksa wanita itu.


"Emm... Emmm," Vivian menggeliat berusaha melepaskan diri, namun Yu semakin menekan kuat tubuhnya.


"Ehh..." Yu melepaskan ciumannya dan terlihat benang-benang diantara bibir mereka.


"Brengsēk kau! Kau sudah mengotori bibir ku!!" Vivian mencoba menggunakan kaki nya untuk menendang adik Yuan.


Tapi usaha itu gagal, Yu langsung menangkap kaki nya dengan tangan lain, menahannya agar tetap berada di paha nya.


Lutut Yuan ikut menempel di dinding seperti badan Vivian, Yu berbisik, "jangan bergerak, sepertinya adik kecil ku sudah tidak sabar masuk ke dalam rumah impian milik mu,"


"Si@l kau! Jangan kira kau bisa menundukkan ku disini!"


Vivian menggunakan cara lainnya untuk meminta bantuan, "TOLO-. emm... emmm hosh... hosh..."


Yu lagi-lagi menggunakan bibirnya untuk mengatup mulut Vivian.


Rey yang mendengarkan suara merdu mereka berkata, "oh tuhann, Xi Yuan kau membuat ku jijik"


Mendengar ucapan Rey, Xi Yuan melepaskan ciumannya lagi.


"Kau kira kau kucing! bisa mencium orang dengan sembarangan!! Aku juga masih punya harga diri dasar Srig@la busuk!!"


"Nama ku Xi Yuan, takkan mungkin kau lupa kan?"


Dari arah luar, "Vivian? Vivian?"


Vivian menunduk, "ah Brian, benar itu Brian,"


"Brian! aku disini!" teriaknya.


"Sial! Mengganggu saja!"

__ADS_1


Yuan melepaskan tangannya, "kali ini kau bebas, lihat apa yang akan kau temui esok," lanjut masuk ke dalam toilet wanita.


"Vivian, kenapa kau lama sekali?" tanya Brian.


"Brian," memeluk Brian tanpa sadar.


"Vi-Vivian kau mencekik leher ku"


"Ahh maaf Tuan Muda, aku tidak sengaja sungguh," Vivian menundukkan kepala nya.


"Sudah lah ayo, acara sudah selesai, mobil akan mengantar kita kembali," Vivian dan Brian melangkah keluar dari sana.


"Sudah selesai?"


"Iya, coba lihat sudah jam berapa ini,"


Vivian melihat jam sudah mengarah ke angka 2 malam, "ah astaga ternyata sudah hampir subuh,"


"Mm, ayo"


Xi Yuan keluar setelah mereka keluar dari sana, bercermin memandangi bibir nya yang sudah lama tidak di gigit kucing nakal seperti Vivian atau Ming Ke itu.


Dari arah belakang,


Pak


Pak


Pak


Seseorang menepuk tangannya sembari berjalan mendekati Xi Yuan.


"Bagus, bagus sekali, kau sama seperti saat aku masih muda, brutal, dan.... ganas," berbisik ditelinga nya.


"Tuan, bahaya! mereka sepertinya akan mengepung mu!" kata Rey.


Pria itu mendengar suara Rey, karena Rey berteriak, sementara Richard masih berbisik di telinga nya.


Richard meraba punggung Yuan seperti ingin memeluk, mencari darimana sumber suara itu, "Ups, masi menggunakan cara ini untuk berkomunikasi? Uuhh sayang sekali sepertinya alat kecil ini harus segera di musnahkan"


"Apa mau mu," tanya Xi Yuan datar.


"Mau ku? Kau bertanya apa mau ku?" berjalan memutar badannya menjauh dari Yuan.


Memasukkan kedua tangannya ke saku celana, "tidak banyak, aku hanya mau mengarungi leher mu dengan pisau ku, atau memberikan hadiah, Phew..." memainkan tangannya bak pistol, "tepat di jantung mu," lalu menghembus ujung jari tersebut.


Xi Yuan diam tidak menjawab apa-apa.


"Boleh tidak Tuan Xi Yuan, ahh tidak, tidak, maksud nya PUTRA KU," menekan kata tersebut dengan senyuman.


"Tidak menarik," Yuan melangkah ingin pergi meninggalkan Richard.


Kltak


Tak


"Mau kemana, Nak? apa kau tidak merindukan ibu mu?" menyodorkan pistol ke arah Xi Yuan.


"Kau siapa? Kau tidak punya hak memanggilku seperti itu, apalagi ibu ku," Yu menjawab, tapi tidak memutar badannya dan terus membelakangi Richard.


"Ibu mu? Ahahaha wanita murah@n itu, dia memang pantas mati, apalagi kau, kau sebagai anak har@m nya, kau juga tidak punya hak untuk hidup," menarik pistolnya perlahan.


Xi Yuan geram dengan apa yang dikatakan Richard barusan, "Kaulah yang tidak pantas hidup di dunia ini!" memutar badan dengan menunduk.


Dorr


Dorr


Tembakan Richard dibalas oleh Xi Yuan. Sasaran Richard tentu saja meleset, tapi tidak dengan Yu, Yuan menembak tepat di kaki kanan nya Richard.


"Agh! Si@l!" Richard tersimpuh, tangan nya ingin menembak Yu untuk kedua kalinya, tapi...

__ADS_1


Dorr


Sebelum peluru Richard dilepaskan, Yuan terlebih dahulu menembak tangan Richard.


"Kau tidak akan bisa menyentuh ku," ujar Xi Yuan meninggalkan Richard.


"Aghhh.... Bajing@n! SERANG DIAAA!!" ucap Richard pada anggota nya.


Duarr


Derr


Jdorr


Bugh


Bagh


Uhh


Arghh


Xi Yuan melawan mereka seorang diri, dengan senjata atupun dengan baku hantam, semua dilakukan Yuan sampai dirinya berhasil keluar hanya dengan luka tembak di bagian tangannya saja.


"Sial! Senjata ku sudah habis, mereka terus mengejar ku!" Xi Yuan terus berlari menghindari mereka yang semakin di musnahkan malah semakin banyak jumlah nya.


"Dimana lagi Bo dan yang lainnya, kenapa hanya ada aku sendiri!" Yu terus mengumpat mereka yang tidak tahu kemana.


Sebuah mobil berhenti dihadapan nya, "Tuan ayoo!"


Melihat kalau itu adalah Bo dan juga Rey, "Ternyata kalian!"


Yuan masuk kedalam mobil.


"Darimana saja kalian! Kenapa malah melarikan diri!!" Xi Yuan memarahi mereka.


Melirik ke samping nya. "Kau! Kenapa kau juga berdarah, bodoh!!"


"Tuan! Apa kau kira aku akan membiarkan mu melawan mereka sendirian! Aku juga berada di sana saat kau melawan mereka!" Bo juga meninggikan suaranya.


"Tapi aku tidak melihat mu," mulai merendah.


"Jelas tidak, karena aku mengenakan ini," menunjukkan sepasang baju seragam dengan wajah tersenyum gigi.


"Ini?"


"Sebelum melawan mereka aku membunuh satu orang dari mereka, lalu meminjam baju ini juga meminjam senjata ini dari nya,"


Xi Yuan melihat dan memperhatikan lambang di baju tersebut.


"Serigala dan Naga putih?... Ini lambang Dragon Wolf!"


"Jadi, dia benar-benar seorang mafia besar," Xi Yuan melirik ke arah Bo Gum, dan juga Rey yang sedang menyetir.


"Sepertinya begitu Yuan. Tadi saat kekacauan terjadi, keamanan mereka melanggar, aku menggunakan kesempatan itu untuk menyalin semua data mereka,"


"Tapi yang tidak bisa kita hentikan sekarang adalah..." lanjutnya.


"Apa?" tanya Yuan pada Rey.


Bo menjawab, "Mereka sudah menutup jalur akses kita kembali ke kota A"


"APA!!"


"Yuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Tingg


Pesan masuk dari seseorang, membuat Yu dan yang lainnya merasa tenang.


......................

__ADS_1


...Chu Xia...


..._Tidak semua kegagalan itu menyakitkan_...


__ADS_2