
...****************...
Masih di Kota C
Kamar Ai Ki & Ai Ling
"Bu, kenapa kita harus meng_hambakan diri pada pria tua itu sih!" kesal Ai Ki membanting tubuhnya ke atas kasur.
Menuju cermin, "karena Xi Yuan adalah putra nya,"
"Lalu, apa hubungannya"
"Ayah dan anak sama-sama memiliki kecerdasan, bisa saja kecerdasan Tuan Richard dalam menangani anak nya ini lebih akurat,"
"Tapi kan, Bu..."
"Sudah lah tidak usah di perpanjangan lagi, lebih baik kau tidur dan mempersiapkan diri untuk besok,"
"Huhh dasar menyebalkan! Bahkan untuk berbicara dengan ku saja kau tidak punya waktu, setiap hari terus bercermin untuk melayani pria tua itu!" menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya.
"Kiki sayang, suatu saat kau akan bahagia. Biarlah ibu yang merasakan sakit nya," menepuk selimut anaknya.
"Hmp bahagia, bahagia bahagia! Entah sampai kapan aku harus menunggu saat-saat itu," lirihnya.
Keesokan harinya
Kota A
Perusahaan Xi Yuan
Bo dan Yuan baru saja sampai di perusahaan dan berjalan masuk kedalam.
"Xi Yuan!" Rey berlari kecil mendekati mereka.
"Yu, disini adalah folder yang kau minta kemarin," menjelaskan sesuatu.
Dari arah luar, seorang wanita menyeret koper nya dan, "Xi-" ucapannya terpotong oleh seseorang yang memanggilnya dari belakang.
"Ai Ki!" teriaknya.
"Em.." memutar badannya, "HAH! Ao Ting!" terkejut tidak percaya.
"Ternyata ini benar kau!" langsung memeluk tubuh gadis itu.
Dari arah depan.
"Yu, sepertinya tadi ada seorang wanita yang berteriak menyebutkan nama mu, di sana," menunjuk ke arah pintu masuk.
Xi Yuan dan Rey melihat ke sana dan hanya terlihat sepasang kekasih sedang berpelukan di sana.
"Bo, kurang-kurangi bermain Game online itu, posisi mu akan cepat terancam kalau terus meracau," ucap Rey.
Bo menyangkalnya, "Tidak, aku sungguh mendengarkan suara itu. Heii tunggu kalian dengar kan aku dulu"
Mereka bergerak meninggalkan Bo Gum ditengah-tengah pembicaraan nya.
Sementara itu.
Memberontak hebat, "Lepaskan! Lepaskan aku! Ao Ting!!"
"Ai Ki, aku sangat merindukan mu"
Kiki bertanya seolah-olah tidak tahu apa-apa, "K-kau darimana saja selama ini!"
"5 tahun belakangan ada yang melaporkan ku melakukan melakukan kejahatan, karena itu aku harus mendekam di penjara," lirih nya.
Orang perusahaan berlalu-lalang, melihat tatapan mereka Ai Ki merasa tidak nyaman.
"Tidak penting! Aku masih ada urusan. Nomor ku masih yang lama hubungi saja nanti," Ai Ki pergi dengan langkah lebar meninggalkan Ao Ting.
Ai Ki berbicara sendiri didalam lift, "bukannya ibu bilang dia di penjara selama 10 tahun, dan ini baru 5 tahun lebih kenapa dia sudah keluar? Kok bisa sihhh... Huhh semoga saja dia tidak tahu siapa orang dibalik ini semua, dan lagi anak. Ahhh jangan sampai dia tahu tentang anak itu!"
Ai Ki menghentakkan kakinya geram lalu dengan gaya ingin memukul seseorang dengan tas kecil nya, "Dasar breng-"
__ADS_1
Ting
Lift berhenti. Dengan gaya yang ditunjukkan Ai Ki tersebut membuat para karyawan yang ingin menaiki lift melihat nya dengan tatapan aneh.
"Apa lihat-lihat!"
"Ihh dia sudah seperti orang gila saja" bisik mereka.
"Huhh sabar Ai Ki tahan emosi mu, kau harus tetap cantik di hadapan suami sah mu nanti," batinnya, bersikap kembali tenang.
Masuk kedalam kantor Xi Yuan dengan membawa barang nya.
"Sayangggg... Aku sudah kembal...li" melihat kantor Xi Yuan tengah kosong melompong.
"Kemana dia? bukannya tadi dia sudah sampai?" mengelilingi kantor hingga kamar pribadi Yu.
"Hahh sudahlah lebih baik aku beristirahat dulu saja," membaringkan badannya ke atas kasur empuk 6 kaki itu.
Xi Yuan dan asistennya masuk kedalam kantor.
"Tuan, kau sungguh hebat bisa mengatasi masalah ini dengan cepat," Bo memuji Xi Yuan.
"Kau kira Tuan itu, kau"
"Aku? Kenapa rupanya dengan ku!"
"Sudahlah jika tidak bisa diam aku bisa menyumbat mulut receh kalian itu," melepaskan jas nya.
Mereka langsung membungkam mulut.
Tok
Tok
"Permisi, Tuan. Di bawah ada seorang pria bernama Ao Ting, katanya dia sudah membuat janji bertemu dengan mu"
"Em, biarkan dia masuk"
"Baik, tuan" membungkuk lalu melangkah pergi.
"Salam Tuan Xi Yuan,"
"Duduklah," menepuk dan menunjuk sofa dihadapannya.
"Tuan, sebelumnya terimakasih karena kau sudah menjamin kan ku,"
"Tidak perlu, sudah berapa lama kau menunggu" menuangkan air untuk nya.
"Aku sudah disini sejak tadi pagi, mungkin sebelum kau rapat,"
"Kau tahu kenapa aku membebaskan mu dengan jaminan"
Menggelengkan kepalanya, "Tidak Tuan, Yu"
"Kau ingat Richard?"
"Richard?" berusaha mengingat kembali.
"Richard dari Kota C"
"Ahh iya aku ingat! Tuan Richard, Kota C, dari perusahaan XX."
"Baguslah jika kau ingat, dengan begitu akan lebih mudah,"
"Emm, sebenarnya ada apa ya, Tuan?"
"Aku dengar, kau pernah menjual sebidang tanah mu untuk Richard"
"Iya benar, dan lagi dia membeli nya dengan harga 2x lipat dari harga yang ku berikan"
"Aku mau tanah itu kau ubah menjadi atas nama ku"
"Mengubah? itu artinya memalsukan surat-surat nya!"
__ADS_1
"Emm," Xi Yuan mengangguk.
"Tuan, aku hanya melakukan jual beli tanah saja, lainnya aku sama sekali tidak faham,"
"Bo, tunjukkan," mengarahkan tangannya.
"Ini, Tuan," Bo meletakkan beberapa kertas di atas meja.
Ao Ting melihat data tersebut, matanya terbelalak lebar membaca isi kertas dengan detail.
Tuan tersenyum smrik,"Kau mencoba menipu siapa,"
"It-itu, Tuan,"
"Jangan berdalih lagi, di bawah surat-surat itu ada kontrak kerjasama untuk mu,"
Ting kembali membaca isi kontrak perjanjian dan lagi-lagi matanya terpojok pada satu poin dimana, "Perjanjian nomor 10. aku harus mengikuti semua perintah mu! apa maksudnya ini!"
"Kau sudah menyelidiki latar belakang ku secara diam-diam! aku bisa saja menuntut mu! lalu ini kau mau aku menjadi babu mu!!"
"Eits, baca poin ke 11."
"Nomor 11. selama kerjasama berjalan lancar maka Tuan Xi Yuan akan memberikan 5% saham perusahaan ini untuk ku!!" Ao Ting melihat Xi Yuan tidak percaya dengan apa yang baru saja di bacanya.
"Tuan Yu, kau-kau tidak bercanda bukan!!" ujar nya senang.
"Aku tidak suka berbohong"
Berdiri membungkukkan badan, "Baiklah Tuan, aku akan melakukan apa saja yang kau minta, hormat untuk mu Tuan ku,"
"Untuk saat ini lakukan perintah ku yg itu, ubah surat tanah menjadi atas nama ku, untuk biaya kau bisa minta pada asisten ku,"
"Baik, baik Tuan, aku akan segera melakukannya," Ao Ting bergegas pergi dari kantor Xi Yuan.
"Tuan, kau yakin dia bisa melakukan itu,"
"Dia juga manusia serakah, tidak mungkin dia menolak tawaran ku,"
"Yu, selanjutnya apa yang akan kita lakukan,"
Dari dalam kamar.
Brukh!
"Xi Yuan, sepertinya ada seseorang didalam kamar mu!" Bo khawatir jika pembicaraan mereka tadi di dengar oleh orang lain.
Xi Yuan langsung berdiri menghampiri kamar tersebut.
Kamar di buka, mereka melihat seorang wanita yang terjatuh dari atas ranjang, namun tetap dalam keadaan tidur nyenyak.
"Cek, siapa wanita itu," perintah Yu.
Membuka helaian rambut yang menghalangi wajah nya.
"Tuan, ini Ai Ki!" pekik Rey dan Bo.
Mengacungkan jari telunjuk ke bibir, "Sutt... kecilkan suara mu, aku masih ngantuk," lirih nya kepada mereka.
"Ai Ki! Apa yang kau lakukan di kantor ku!?"
Seketika suara itu membuat Ai Ki terbangun dan membuka matanya dengan lebar.
"Xi Yuan! Oh astaga kenapa aku malah tertidur disini," bergegas bangkit dan membereskan tempat tidur yang sudah berantakan itu.
"Sudah Cukup! biar mereka yang urus, kau ikut aku SEKARANG!" Xi Yuan menatap marah pada Ai Ki.
Bo dan Rey, "Gawat! ayo cepat bereskan ini, Tuan Yu sudah marah besar!"
Mendengar itu Ai Ki hanya bisa terdiam, dan mengikuti Xi Yuan dari belakang.
......................
...Xi Yi...
__ADS_1
... ...
...Sabar adalah kunci dari segala keberhasilan...