
...****************...
Kilas Balik
Awalnya Ming Ke tidak tahu dirinya mengalami amnesia selama 5 tahun ini, tapi setelah beberapa gambaran membuatnya merasakan sakit berlebih, Xi Yuan memberitahukan apa yang sedang terjadi pada dirinya, guna agar Keke dapat membatasi ingatannya sebelum kondisi tubuh nya benar-benar pulih.
Lanjut....
Perusahaan Xi Group
Yuan disertai Bo Gum melangkah masuk kedalam perusahaan menuju kantor nya.
Kantor Yuan.
Seorang wanita yang sudah menunggu Xi Yuan sejak beberapa jam yang lalu langsung berdiri dengan sigap melihat Yu masuk kedalam kantor tersebut.
"Bo, berikan itu..." memerintahkan Bo Gum untuk menyerahkan setumpuk kertas pada Su Nian-Nian.
Membuka dan melihat-lihat. Terkejut tidak percaya, "Tuan Yu, ini sungguh semua properti peninggalan ayah ku! Properti yang sempat diambil Ai Ki dan Ai Ling sebelumnya!"
Tidak menggubris. Bo menganggukkan kepala nya.
"Benar, ini milik mu... Aku akan menyerahkannya tapi dengan satu syarat"
"Syarat?"
"Kau sudah lihat kalau saat ini Ming Ke kehilangan sebagian ingatannya, aku hanya minta untuk mu menutup rapat mulut mu untuk situasi Nya dari siapapun termasuk keluarga,"
Terdiam berfikir.
"Kau bisa saja tidak setuju, aku juga bisa mengembalikan aset ayah mu ini kepada mereka dengan senang hati," beranjak dari tempat duduknya.
"Tuan, tunggu! Aku setuju, tapi... aku punya satu permintaan... bisakah kau membebaskan ku dari genggaman mereka, aku sudah seperti seorang desainer yang tidak memiliki bakat apapun selain tunduk pada mereka"
"Aku bisa mempertimbangkan itu, asal kau bersedia membantuku"
"Baik! Aku setuju! Kapan pun itu jika kau butuh panggil saja aku!"
"Aku masih ada urusan, keluar tidak di antar"
"Baik Tuan Xi Yuan, terimakasih banyak"
Mereka berpisah, Su Nian-Nian kembali ke kediaman Ai. Sementara Xi Yuan kembali ke apartemen untuk menemui Ming Ke.
Dalam Mobil
"Tuan, anggota sudah di persiapkan akhir pekan sesuai dengan perintah mu mereka akan langsung melaksanakan tugas"
"Bo, kau dan Rey adalah sahabat ku... Sesengit apapun pertempuran kali ini, aku hanya berharap kalian tetap bersama ku"
"Yuan, kita tumbuh besar bersama... Jangan jadikan ini sebagai jalan pemisahan"
"Kau bersiaplah, ini tinggal hitungan hari saja"
Apartemen.
"Xi Yuan!..." Berlari kecil memeluk Yuan dengan sutil di tangannya.
"Ugh...! Pelan-pelan Keke, bagaimana jika kau terjatuh"
"Tidak akan! Kau pasti akan bersiap untuk menopang ku, benar kan!" ucapnya riang.
Melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Ming Ke, "Ya.. Ya.. Ya.. Kau menang... Coba aku lihat apa yang kau lakukan dengan Sutil di tangan mu ini,"
Terkejut, "Astaga! hampir saja!" berlari menuju dapur.
__ADS_1
Melihat, "Ohh syukurlah..."
Mendekati Keke, "apa ini?"
"Ehh... Tuan Xi Yuan dilarang keras memasuki wilayah ku..." mendorong Yuan pergi dari dapur.
Membuka kursi yang sudah di persiapkan sebelumnya. "Nah... Kau tunggu disini sampai aku siap, mengerti!"
Yuan hanya mengangguk patuh dengan senyuman hangat nya.
Sementara Ming Ke menyiapkan makan malam, Xi Yuan terus saja memandangi wanita itu dari kursi nya.
Meniup tangannya, "Hufh... hufh... Hidangan terakhir! Selesai!!..." ujarnya.
"Ini..."
"Sttt... Malam ini aku membuat sup iga, kari daging asam pedas, tumis jamur, spaghetti, daging bakar keju, iga bakar, steak mozarella, siput saus mentega, pasta carbonara, dan hidangan andalan dari seseorang yaitu Schnitzel... potongan daging yang dilapisi tepung roti yang sangat menggugah selera siapapun yang menatapnya... Ahh... Lezatnya..."
"Kenapa kau mencoba berbagai masakan dari luar kota?"
"Kau lupa? Atau memang tidak tahu?" berfikir keras menginterogasi Xi Yuan.
Dari pintu.
Brakk...
"Ehehe... Maaf Ming Ke, sepertinya kau harus mengganti sandi nya, agar kelak aku tidak sembrono," ujar Bo Gum mengalihkan pembicaraan mereka.
Menatap tajam Xi Yuan, "Apa kau tidak bisa mengurus anak buah mu!" menancapkan garpu di tangannya.
"Maafkan kecerobohannya," berpura-pura menenangkan Keke.
"Huft... Sudahlah... Anggap ini hanya kecelakaan kecil,"
"It-itu... Ming Ke aku hanya mengantarkan ini untuk Tuan, kalau begitu permisi"
Berdiri siap grak. Menoleh kebelakang.
"Bo, aku sudah masak banyak... kau juga pasti selera bukan? Ayo makan bersama," tersenyum ramah.
Berkata dalam hati, "Huh... Untungnya Bo Gum sedikit bodoh, jika tidak dia pasti terus mengorek ingatanku," menatap riang penuh paksaan kepada Keke.
Setelah makan malam berakhir.
"Ming Ke, aku mampir hanya untuk menyampaikan bahwa malam ini mungkin kau akan tidur sendiri disini,"
"Lalu,"
"Kau tidak bertanya kenapa, dan kemana aku akan pergi?"
"Itu urusan mu, aku sebagai pengangguran yang dihidupi seorang pemimpin hebat se-Kota ini punya hak apa menanyakan hal sepele itu, hum..?"
Penuh amarah, berdiri. "Baik! Jika kau tidak bertanya maka aku juga tidak akan menjawab nya! Bo Gum ayo pergi tinggalkan wanita pengangguran yang tidak punya hati ini sendiri disini!"
Mereka keluar dari apartemen Keke.
"Chh... Dasar tukang ngambek," menuju balkon melihat mobil Xi Yuan berlalu meninggalkan tempatnya.
Perusahaan Xi.
Merasa seperti dibakar. "Tu-tuan..."
"5 detik, cari tahu Schnitzelt itu makanan apa,"
"Astaga... Bisa tidak hubungan kalian lebih dewasa sedikit..." tangis Bo dalam hatinya.
__ADS_1
5 detik berlalu, "Tuan, Schnitzelt itu menu andalan chef Charles"
"Charles?" berfikir.
"Tuan, Charles Edward merupakan adik kelas setahun dibawah kita, dia merupakan Chef muda yang hebat. Yu, sepertinya Ming Ke mempunyai hobi lain, selain menjadi Reporter,"
"Undang dia, besok dia sudah harus ada di kantor ku,"
Bo Gum langsung mencari tahu dimana keberadaan Chef Charles ini. Mereka bekerja lembur tidak pakai pulang untuk beristirahat.
Keesokan harinya.
Apartemen Keke.
"Izin, tidak, izin, tidak, izin, tidak... Arghh... Kalau tidak izin ntar dikira mau melarikan diri, mau izin juga tidak mungkin,"
Buzz...
Buzz...
Terkejut, "omo!" melemparkan ponsel nya. "Ya, halo Tuan, ini saya sudah bersiap berangkat..."
Suara pria dalam ponsel, "Tidak perlu Ming Ke... Aku sudah menandatangani kontrak kerja mu dengan perusahaan Family Xi beberapa hari yang lalu, kau pergi saja ke sana,"
"Apa!? Keputusan tanpa pemberitahuan!... Tuan, apa aku melakukan kesalahan?"
"Tidak, tidak... Mereka membayar lebih untuk mu, Hehee..." memutuskan panggilan.
"Karena uang!? Ternyata pria juga mata duitan!" marahnya.
Buzz...
Buzz..
"Siapa lagi sih!..."
"Halo, Nona Ming Ke, aku sudah menunggumu selama 1 jam 30 menit dibawah sini, apa kau mau menunggu sampai musim dingin datang lagi baru turun dari sana."
"Bo Gum?" berlari melihat dari balkon. Ming Ke turun dari apartemen nya.
"Nona, Tuan Yu, sudah menunggu mu di perusahaan nya,"
"Kenapa dengan kelopak hitam itu,"
"Ahh... Ini..." berhenti, lalu melanjutkan dalan hatinya. "Jika bukan karena mencari dimana Chef favorit mu itu apa mungkin aku akan memilikinya," tersenyum pahit.
Kantor Yuan.
"Tuan masih berada di ruang rapat, kau tunggu disini," ucap Bo Gum meninggalkan Ming Ke.
Cukup lama Ming Ke duduk diam dan tidak melakukan apa-apa selain melihat sekeliling kantor Yuan. Tiba-tiba sekretaris Yuan masuk dengan seorang pria disisi nya.
Dalam bahasa lain, "kau bisa menunggu Tuan ku disini,"
Dalam bahasa lain, "ohh oke terimakasih..." Berjalan masuk.
"Che-Chef Charles!!" berdiri terkejut tidak percaya.
Dalam bahasa lain, "Hai.."
"Ya Tuhan, apa ini mimpi!"
Xi Yuan masuk ke dalam ruangan. "Tidak, ini nyata..." menghampiri Chef Charles.
Dalam bahasa lain, "Halo, kau masih ingat aku?"
__ADS_1
Dalam bahasa lain, "Ya.. Ya... Aku ingat... Aku mengagumi caramu bermain basket saat itu,"
{Guys pokoknya kalau berhubungan dengan Charles mereka pake bahasa lain ya... Serah deh mau bahasa apa😆}