Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Wei-Wei Hilang!


__ADS_3

...****************...


Kota A


Rumah Utama Ming Lan


"Halo sayang, Ai Ki cucu ku" membuka kamar Ai Ki.


"Ibu, Kiki belum pulang"


"Kenapa? Bukannya biasanya hari ini adalah hari liburnya?..


"Ai Ki di kontrak perusahaan besar jadi waktu libur nya juga semakin sedikit"


"Ha! Benarkah? Sejak kapan? Bagaimana caranya?"


"Berkat foto yang ibu kirim, Yu membuat kesepakatan dengan nya sebagai imbalan untuk kabar wanita sialan itu!"


"Tidak perlu emosi sebentar lagi wanita itu juga akan mendapatkan hukuman yang lebih pedih dari Xi Yuan," ujar nenek.


"Maksud nya?"


"Apa kau tidak tahu kalau menantu mu Yu saat ini sedang berada di kota W mencari wanita sial itu"


"Benarkah? Kenapa Ai Ki tidak memberitahu ku"


"Anak bodoh itu apa yang bisa dia lakukan, dia sama seperti ayah nya sangat mudah untuk di tipu"


Ai Ling dan Nenek menunggu kepulangan Kiki hingga larut malam.


"Aku pulang. Ahh... Nenek!" Ai Ki berlari memeluk nenek nya dengan erat.


"Sudah cukup ada banyak hal yang ingin ku sampaikan, duduklah..."


"Ai Ki apa kau tahu dimana suami mu berada saat ini? Apa kau tahu dimana adik mu? Dan apa kau tahu betapa pentingnya keturunan untuk keharmonisan rumah tangga?"


"Yang ku tahu Xi Yuan sedang berada diluar kota mengurus pekerjaannya. ****** itu bukankah sudah hilang? Untuk apa lagi aku memikirkannya. Sedangkan keturunann... Nenek tahu sendiri bagaimana Yu terhadap ku selama ini," lirihnya


"Yu pergi mencari wanita itu. Kabar melahirkannya 3 tahun silam apa kau tidak penasaran dimana anak nya?..."


"Anak? Bukannya foto yang kau kirim itu palsu. Jika itu benar artinya Yu sedang mencari wanita itu, dan juga rela meninggalkan pekerjaan demi mencarinya!..."


"Ai Ki mengingat umur pernikahan kalian kapan lagi kau akan memberikan cucu buyut untuk ku"


"Nek.. Aku terlalu sibuk dengan urusan ku, begitupun dengan Yuan"


"Kalau begitu terus saja sibuk dengan pekerjaan lalu kau akan melihat Yu tertarik dengan adik mu. Secara kan Ming Ke memang lebih sexy dibandingkan dengan tubuh tipis mu ini!"


"Nenekk!... Baik aku akan mengikuti perintah kalian"


Ai Ki kesal dan berlalu pergi kedalam kamar meninggalkan mereka ditengah obrolan.


Ling menyusulnya. "Nak, nenek mu benar. Jika kau dan CEO Yu terus seperti ini kapan lagi pewaris nya hadir, apa kau tidak mau menguasai semua harta milik nya? Dan juga jika kalian mempunyai anak alasan apa lagi yang bisa dibuat Xi Yuan untuk tidak menyayangi mu"


Ai Ki termenung memikirkan betapa yang dikatakan mereka itu benar adanya, jika dia memiliki keturunan keluarga Xi kemana lagi harta Yu akan berakhir tentu saja kepada anak nya dan juga, Yu tidak akan pernah memikirkan wanita lain jika dia mengandung benih nya.

__ADS_1


Selama beberapa tahun awal pernikahan mereka meski Kiki gagal dalam merayu nya, kali ini Ai Ki bertekat untuk memulai lagi. Kiki mulai membatasi waktu kerja nya, berolahraga agar memiliki penampilan menarik saat bersama dengan suami nya nanti.


Kota W


Ming Ke pindah ke apartemen Fei yang lainnya, tapi kali ini tempatnya sangat jauh dari perusahaan, bisa memakan waktu hingga 3 jam bila ingin ke kantor.


"Mommy lihat ini..." tunjuk nya kearah bawah gedung.


"Woahhh cantik sekali... Ibuu kapan kita akan mengunjungi itu," timpah Xi Yi.


"Ada apa sayang. Wahh ternyata kalian melihat taman bermain Kota ya..."


"Mommy Wei ingin pergi..."


"Ehh anak ibu sudah bisa bilang R. Coba ulangi lagi"


"RRRRRRR," Wei terus mengulangi hingga mengeluarkan air liur nya.


"Ahahaa baiklah karena putri ibu yang cantik ini sudah bisa bilang R ibu akan membawa kalian kesana sebagai hadiah nyaaa"


"Benarkah! ibu berjanji?" dengan wajah sangat gembira.


"Ibu janji.... Tapi tidak hari ini ya sayang.. Lihat, pekerjaan kita masih banyak," Ming ke melirik kearah barang-barang mereka.


"Ibu tenang saja Yi akan membantu ibu membereskan pakaian sendiri"


"Wei juga, Wei juga..."


Mereka berlari mengambil koper pakaian masing-masing dan berusaha mengangkatnya.


Jelas saja, lebih besar ukuran koper dibanding kan dengan tubuh mungil mereka. "Ahahaa kalian iniii...." Keke tertawa lepas melihat tingkah anak-anaknya.


Liu Fei datang berkunjung dengan membawakan mainan untuk Yi dan juga Wei. "Halo.. Bagaimana dengan rumah baru nya"


"Paman Fei..." sahut keduanya.


"Loh kalian mau kemana? Kenapa mengenakan pakaian ini,"


"Paman, Yi dan ibu mau pergi ke sana," Yi menarik tangan Fei dan menunjuk ke arah taman bermain yang terletak di bawah sana.


"Wei juga... Wei juga"


Brukk...


Kakinya menginjak syal leher yang belum terpasang, membuat tubuh nya terjatuh ke lantai.


"Wei-wei kenakan syal mu dengan benar, diluar sangat dingin sayang..." sambil merapikan syal putrinya.


Yi-Yi bertanya, "Ibu apakah paman Fei ikut dengan kita?"


"Wei setuju, karena paman sudah disini lebih baik bermain bersama" jawab Wei.


"Yi, Wei, paman Fei masih ada tugas yang harus dikerjakan"


"Tapi Wei ingin bermain dengan paman"

__ADS_1


Fei berkata, "Paman bisa saja ikut, tapi dengan satu syarat"


"Syarat? Apa itu Syarat?" Wei melirik ke arah Yi dan mengangkat alisnya bingung apa yang dimaksud dengan syarat tersebut.


"Syarat nya Ibu kalian harus setuju kalau paman ikut"


"Wei setujuuu!!...." Wei menjunjung tinggi tangan nya.


"Bukan kamu yang disebutkan Tuan Putrii!..." Yi menarik kerah belakang baju adik nya yang sangat terlihat gembira itu.


10 menit kemudian


"Mm... Fei maaf merepotkan mu"


"Tidak Ming Ke, aku senang setidaknya cuti ku terbalaskan dengan senyum mereka aku sungguh sangat senang."


Mereka berkendara menuju taman bermain kota, begitu ramai dan bising dengan suara mainan.


Karena bermain di luar Fei takut Yu akan menemukan mereka, Liu Fei menyeru bawahannya untuk mengepung wahana bermain dengan catatan tidak boleh mengganggu orang-orang yang bermain disana.


Wei-Wei bermain dengan gembira, begitupun dengan Yi. Sedangkan Ming Ke hanya mengawasi mereka dari bawah wahana.


Fei berinisiatif membeli es krim untuk mereka, "Wei-Wei, Yii, kemarilah paman membelikan es krim yang sangattt enakk lohhh," ujarnya pada dua anak itu.


"Terimakasih paman, Fei!" seru mereka bersama-sama.


Tangannya mengulurkan es krim, "Ming Ke, ambillah"


"Mommy, Wei-Wei sudah selesai! Boleh lanjut main kan?"


"Bolehhh... Asal cuci dulu mulut kecil ini, lihat, banyak sisa coklat disini..." mencolek bibir putrinya.


Wei pergi mencuci tangannya, begitupun dengan Yi yang tidak lama menyusulnya.


Setelah selesai, Yi kembali mendekati ibu dan juga Fei, "Ibuu dimana adik?"


"Bukannya masih membersihkan diri?"


"Tapi sesampainya Yi disana Wei sudah tidak ada, Yi mengira dia sudah kembali,"


"Wei belum ada kembali sejak kepergiannya," jelas Fei, Ming Ke lantas berdiri dan berteriak mencari anak nya.


"Ming Wei..."


"Wei-Weii... Kau dimana sayang!!...."


"Wei.... Ming Weiiii..."


"Yi kau menemukan nya?"


"Belum paman"


"Paman akan mencari ke arah sana, kau terus ikuti ibumu," perintah Fei.


Mereka berpencar mengelilingi taman, berputar-putar, mencari disetiap sudut namun Wei kecil tidak juga kunjung terlihat.

__ADS_1


__ADS_2