Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Obat Pencegahan Hamil


__ADS_3

...****************...


Ai Ki berjalan menghampiri mereka, sedangkan Ling masih bingung dengan yang dikatakan ibu nya.


"Apa maksud mu, Bu?"


"Kemarilah, bukannya 2 bulan yang lalu aku berkata akan mengurus sesuatu yang penting"


"Benar kau berkata seperti itu, lalu?"


"Jadi, 2 bulan yang lalu aku mendapat kabar bahwa Ming Ke dan kedua anaknya menghilang. Tiga hari yang lalu aku menemukan kemana perginya wanita sial itu, karena Yuan masih berada di kota W, tentu saja aku tidak mau mengecewakan kesempatan itu,"


"Apa yang kau lakukan padanya, Nek?"


"Aku hanya melakukan sedikit operasi wajah pada mayat seorang wanita dan mengubahnya sampai benar-benar mirip dengan Keke,"


"Mayat itu berada di dalam koper, lalu aku membuangnya ke pinggir pantai. Aku juga membuat luka tusuk di beberapa bagian tubuh itu, yang membuat nya seolah-olah dibunuh oleh seseorang"


"Tidak mungkin Yu akan percaya begitu saja bukan?"


"Tentu saja tidak, maka dari itu banyak pekerjaan yang aku urus sampai benar-benar tuntas. Huuft rasanya badan ini sakit semua"


"Nenekkkk," dengan mata berbinar-binar.


"Ai Ki menyayangi mu Aaa Huhuhuuuu"


"Masih banyak yang harus di selesaikan, nikmati kebahagiaan mu ini. Nenek dan ibu mu akan mengurus sisa nya"


Ai Ki pergi meninggalkan mereka dan kembali ke rumah utama Xi Yuan, menantikan suami tercintanya kembali.


"Aku, bu?"


"Jadi siapa lagi? Apa kau mengharapkan aku saja begitu?"


"Bu-bukan begitu bu, kau tahu sendiri aku sibuk dengan bookingan pelanggan"


"Oh astaga Ai Linggggg, kapan kau akan berhenti berurusan dengan orang-orang tua ituu"


"Ibuuuu, kau tahu sendiri kebutuhan ku semakin hari semakin banyak, jika aku tidak bekerja bagaimana aku akan mempercantik diri"


"Kau hanya memikirkan diri sendiri, lihat apa yang sudah aku lakukan, bukannya kau juga menikmati hasilnya sekarang!"


"Hmmm baiklah, baiklah... tapi usahakan jangan bertindak di malam hari, jika itu terjadi aku akan kehilangan uang ku"


Ai Ling beranjak dari kursi nya.


"Dasar anak tidak tahu diri. Sudah punya menantu pun masih saja bekerja sebagai wanita pemberi jasa layanan tubùh," ucapnya di sela-sela kepergian Ai Ling.


"Ibuuu aku masih dengar" jawabnya.


"Chh"


Nenek menelpon seseorang. "Bagaimana apa sudah menemukan nya?"


"Belum Nyonya,"


"Gimana sih, aku sudah membayar mahal untuk kalian!"


"Kau tau bukan di sini tempat nya para Mafia ganas, kalau salah langkah sedikit saja, mereka bisa-bisa menduga kami ini mata-mata musuh"


"Ahh aku tidak mau tahu pokoknya harus ketemu, titik." Nenek mematikan ponsel genggamnya.


Sore hari


Menatap Ling yang sudah berdandan rapi. "Mau kemana kau"


"Kerja dong, apalagi"


"Sebelum pergi, serahkan ini dulu, ini alamat nya," memberikan setumpuk kertas.


Ling melihat dengan sekilas, "Su Nian-Nian? anak dari Su Mao? Kota W?"


"Benar, pastikan dia menandatangani kontrak itu"


Ai Ling tidak mendengarkan perkataan ibunya, dia seperti sedang mengingat sesuatu.


"Benar, Su Mao, jangan-jangan!" Ling langsung berlari tanpa menggubris perkataan ibu nya.


Apartemen


Clekk

__ADS_1


"Ahh Nyonya," mereka menundukkan badan.


"Nyonya? Lagi?"


"Kau pasti Su Nian-Nian"


"Emm dan kau, siapa kau?"


Memeluk gadis itu, "Nian-Nian akhirnya aku menemukan mu, Nak"


"Nak? Tunggu-tunggu, sepertinya kau salah orang," melepaskan pelukan.


"Tidak mungkin kau anak dari Su Mao, presedir kaya di Kota W"


"Ehh kenapa kau juga mengenal ayah bahkan yang lainnya?"


"Nak, aku ibu mu"


"Tidak mungkin! Ayah berkata ibu sudah tiada dalam kecelakaan lalu-lintas saat aku masih balita!" bantah Nian-Nian.


Ai Ling menarik tangan Su Nian-Nian menuju sofa. "Maafkan aku meninggalkan mu, juga ayah mu"


"Aku tidak bermaksud, tapiii kala itu kau masih kecil dan butuh banyak dana, sedangkan perusahaan ayah ku masih dalam tahap perkembangan."


"Aku yang sudah berstatus sebagai istri dari orang lain, mempunyai anak dengan Su. Tentu saja membuat suami ku marah lalu mengurung ku sampai akhir hayat nya. Saat kembali ke kota W mencari mu aku baru tahu ternyata kalian sudah meninggalkan rumah itu."


"Kauu, benar-benar ibu ku?"


"Iya sayang aku ibu mu," merangkul pundak Nian-Nian.


"Tidak!! Tidak! Lebih baik aku tidak punya ibu, kemana saja kau saat aku membutuhkan mu! Apa kau tidak tahu apa yang mereka katakan pada ku dulu! Huhuhuu.... Hikss"


Su Nian-Nian menepis tangan Ling berlari masuk kamar dan menguncinya.


Ling berkata, "Dasar keras kepala" mengikuti Su ke kamarnya.


Di pintu kamar, "Sayanggg dengarkan ibu, semua yang ibu katakan benar," sambil terus menangis.


"PERGIIII! Nian-Nian tidak mau punya ibu seperti mu!"


"Nak, kita bisa lakukan tes darah jika kau meragukan ku"


"Aku akan membebaskan mu dari sini"


"Lalu?"


"Jika benar, aku mau kau terus berada disisi ku sampai aku mati"


Cklek


Nian-Nian langsung membuka pintu kamarnya. "Ayo lakukan sekarang"


"Sekarang?" Ling terkejut, "Ini sudah malam, Nak"


"Aku mau SEKARANG!"


"Baik-baik"


Mereka pun langsung pergi melakukan pemeriksaan, setelah pemeriksaan selesai di atas kertas terlihat kecocokan darah mereka 100%, itu artinya Su Nian-Nian memang benar anak Ai Ling dengan Su Mao.


"Hahh! Ba-bagaimana mungkin," Su Nian-Nian terduduk lemas.


Tadinya dia berharap tidak memiliki hubungan, dengan begitu dia bisa keluar sesegera mungkin, tapi nampaknya harapan itu sia-sia.


Rumah Utama Keluarga Ming Lan


Melihat putrinya berjalan dengan wajah sumringah. "Kenapa cepat sekali? Bukankah biasanya kau juga tidak pulang"


Mendekati ibunya, "bu, apa kau tau siapa Su Nian-Nian yang kau tawan itu?"


"Siapa dia apa perduli ku," mengganti siaran TV sambil meneguk minum.


"Ibuu, dia anak ku k-"


"Uhuk hukk"


"Kau bilang apa? Coba ulangi?!"


"Aku bilang dia anak ku," berkata dengan polos.


"Anak? Bagaimana bisa!!"

__ADS_1


"Kau juga tahu pekerjaan ku, aku tidak sengaja mengandung anak dari pria miskin itu, karena tidak menyukainya aku langsung memberikan bayi itu padanya,"


"Siapa tahu ternyata dia kini menjadi Presdir kaya di Kota W, dan juga membesarkan anak kami,"


"Lalu apa yang kau senang kan? Ayah nya juga sudah tiada,"


"Iya aku tau buuu, aku hanya tinggal menyingkirkan gadis ini saja. Setelah itu bukan kah semua harta kekayaan Su Mao jatuh ke tangan ku," mengkhayal kan segala hal.


"Menyingkirkan nya?! Dia itu adalah senjata yang akan ku gunakan untuk membunuh Ming Ke, enak saja mau merebutnya"


"Kenapa dengannya?"


"Ceritanya panjang, intinya dia juga memusuhi Keke seperti kita, makanya aku membutuhkan nya sebagai pion di rencana ku."


"Terserah kau saja, pokoknya aku harus mendapatkan semua harta peninggalan Su Mao,"


Mereka terus berbicara membahas harta, harta, dan harta.


Rumah Utama Xi Yuan


Kamar Yu


"Sayang, aku sudah menunggu, kapan kau sampai"


"Aku sudah sampai"


Cklekk, Pintu terbuka


"Kenapa gelap sekali"


"Ayo temukan aku dimana"


"Kiki, aku tidak mau bermain,"


"Ayolah"


"Aku sudah bila-"


Tek


"Tidak perlu berteriak, aku menuruti mu,"


"Haiss, sudah lah. Aku mau mandi kau cepat bersiap"


Selesai mandi


Ai Ki mendekati tubuh kekar Yu, menyentuhnya dengan kelembutan Ai Ki sudah meminum banyak alkohol hingga tidak terarahkan lagi.


"Stop"


"Kenapa?"


"Makan ini," menyerah kan sebijik pil.


"Untuk apa"


"Aku tidak mau kau hamil"


"Kita kan sudah lama menikah Yu"


"Aku belum siap"


"Tapiii....."


"Makan saja!"


"Baiklah," Kiki menuruti nya.


Setelah memastikan obat tertelan Yu langsung memulai senam nya, ahh ihh uhh pun mulai terdengar keras dari dalam maupun luar kamar.


"Ming Ke..."


"Keke ini kau"


"Kau kembali"


"Ming Ke, aku mencintaimu sayang,"


Disepanjang kegiatannya Yu selalu menyebutkan nama Ming Ke kepada Ai Ki, namun Kiki yang sudah terbawa aura panas tidak menggubris nya, dan terus melakukan haha hihi mereka.


.

__ADS_1


__ADS_2