Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Masih Hidup!


__ADS_3

...****************...


Seminggu Kemudian


Kota A


Kantor Xi Yuan


Ai Ki berkunjung, "Yu, aku masuukk," melihat kantor Yu kosong melompong. "Kemana dia?"


Dari pintu, "ada apa"


"Yu, aku membuatkan makanan untuk mu, cobalah" menyodorkan makanan itu ke mulut Yuan.


Tidak membuka mulut. "Bo, Rey kalian lapar tidak"


Mereka mengangguk


Memberikan makanan yang dibawakan Ai Ki untuk nya. "Nih, aku berikan bonus untuk kerja kalian hari ini"


"Wahh benarkah" mata mereka berbinar-binar.


"Yu kenapa kau malah menyerahkan pada mereka!" Kiki berdiri dari meja Yu yang tadi nya diduduki.


"Kau memberikan untuk ku, dan setelah ku pikir-pikir aku masih kenyang, tidak salah kan jika ku lemparkan pada mereka"


"Tapi Tuan Yu, aku membuatkannya khusus untuk mu"


"Pergilah kerjaan ku masih banyak" mengusir Ai Ki.


Ai Ki pergi meninggalkan mereka sambil membawa makanannya.


"Eh tunggu!" menghentikan Kiki.


Kiki berbalik dengan senang hati, "Ahh Yu aku tahu kau bercanda, kau mau memakannya kan"


"Tidak, kenapa rumah utama kalian kosong"


"Nenek meninggal saat menuju kota C, sedangkan ibu, dia pergi mengambil abu nenek, tapi sampai sekarang belum juga kembali"


"Kota C?.. Mm pergilah," Yuan kembali mengusirnya.


"Rey selidiki apa yang terjadi di sana, ada urusan apa mereka ke sana"


"Baik," Rey mulai menyelidiki.


"Bo, apa yang kau mainkan, kenapa kau mengabaikan pekerjaan!"


"Tuan, ini adalah game online terbaru, mainnya sangat mudah dan seru," sambil menunjukkan permainan itu.


"Pergilah aku tidak tertarik,"


"Chh sibuk terus, akan membuat mu stres," cibir Bo.


Kota C


Rumah Richard


"Tuan sudah seminggu anak buah mu mencari nya, sampai kapan mereka akan menemukan putri ku,"


"Ahh sial, aku bisa mati kalau gini terus, sudah seminggu pak tua ini tidak memberi ku istirahat setiap malam. Bukan kah hanya mencari seorang wanita, masa gitu saja tidak bisa! Katanya berkuasa, berkuasa apanya!!" batin Ling.


"Diam kau!"


Ling terkejut mendengar jawaban Richard.


"Kenapa dengan mu"


"Anak buah ku sudah mengelilingi kota ini, tapi tidak ada yang bernama Ming Ke disini, adapun wajah yang sama dia bukan Ming Ke! Kau mencoba menipu ku!!" teriak Richard.


"Tidak tuan dia memang bernama Ming Ke"


Pertikaian terjadi dan Ai Ling malah ber_ujung harus melayani pria itu lagi, lagi, dan lagi.


Kota A


Malam hari


Rumah Utama Xi Yuan

__ADS_1


Rey berkunjung ke rumah itu. "Yu, ada berita penting"


"Katakan,"


"Mereka pergi ke kota C untuk mencari Ming Ke,"


"APA?! apa kau tidak salah selidik!"


"Makanya jangan potong omongan ku!" kesal Rey.


"Owh lanjutkan,"


"Setelah menyelidiki lebih dalam ternyata Ming Ke masih hidup, sedangkan wanita yang kita temukan itu bukan dia melainkan orang lain," jelas nya. "Ini semua adalah rencana nenek Ai untuk menipu mu lagi,"


"SIAL! Apa mereka mengira aku terlalu mudah dibohongi! Dasar bajing@n!!" Yuan menghempaskan Vas setinggi badannya yang berada di ruang itu ke lantai.


Pyarrr


Suara pecahan kaca itu membuat Ai Ki terbangun dari tidurnya.


Menghampiri Yu ditempat kerja. "Ada apa Yu"


"Ada ANJÍNG liar yang perlu ku basmi di rumah ini," Yuan menekankan kata itu dihadapan Ai Ki.


"Anjíng? Sejak kapan ada binatang disini?"


"Sudahlah pergi saja aku akan mengurusnya nanti"


"Mm" Kiki pergi meninggalkan mereka.


Yu menelpon, "Bo kosongkan jadwal ku untuk 3 hari kedepan, aku akan mencari tahu dimana Ming Ke mereka sembunyikan,"


"Apa! Ming Ke masih hid-"


Tutt Tutt. Yuan mematikan ponselnya.


"Halo, Halo, wahh kurang ajar kau Yu berani sekali kau memutuskan panggilannya!!" kesal Bo melempar ponselnya.


Kota C


"Tuan, kami tidak dapat menemukannya"


"Hmm Tuan, kalau kau tidak berhasil menemukannya maka hari ini adalah hari terakhir aku melayani mu,"


"Huuhh akhirnya bisa keluar juga," lirihnya sambil melangkah ke mobil.


Diwaktu yang bersamaan mobil Brian masuk ke halaman rumah.


"Brian, hmm anak sial@n itu lagi," Ai Ling membuka pintu mobilnya dan masuk.


Brian membuka pintu mobilnya untuk Vivian.


Ling melihat siapa wanita itu, "Hah!! Ming Ke!" Ai Ling langsung keluar dari mobil nya.


"Ming Ke!!"


Brian dan Vivian berhenti.


"Ibu!" batinnya Vivian melihat wanita itu.


"Ming Ke ini kau, ternyata kau benar disini" hendak memeluk Vivian.


Vivian mundur, "maaf aku Vivian, bukan wanita yang kau sebutkan tadi"


Brian maju menghalangi Ai Ling. "Jangan macam-macam, ini wanita ku! Pergi kau!"


Richard datang mendengar keributan itu, "Ada apa ini!"


"Dia menyebut wanita ku sebagai wanita lain!" menunjuk Ai Ling.


Richard memperhatikan wajah Vivian, "Diaa kan M-" Ai Ling menutup mulut Richard.


"Pergilah maaf mengganggu kalian" Ling tersenyum mengusir mereka.


"Dasar wanita murahan aneh!!" tukas Brian meninggalkan mereka.


"Ada apa ini?"


Ling menarik tangan Richard menjauh dari rumah.

__ADS_1


"Jadi Vivian pekerja baru itu wanita nya Brian, yang tidak lain adalah Ming Ke"


"Benar, seperti memang begitu,"


"Bukannya saat itu kau bilang, Brian anak angkat?"


"Mm"


"Bagaimana kalau kita buat begini..."


Mereka merencanakan sesuatu.


Vivian melamun saat membersihkan debu di perpustakaan rumah.


"Ibu sudah sampai di sini, dan dia mengenal tuan Richard, selanjutnya apa Yu juga akan kesini, apa yang harus aku lakukan. Ingin pergi? Tapi aku baru saja berhutang dengan Brian, bagaimana mungkin bisa pergi," Vivian terus melamun.


Mall


"Emm nenek sangat suka makan anggur aku juga akan membelikannya"


Chu Xia sudah sampai di kota ini sejak pagi, dan kini dia tengah berbelanja buah untuk nenek nya.


Setelah selesai, Chu menuju parkiran.


"Widih mobil siapa tuh keren banget" ujar Chu melihat mobil sport lewat didepannya.


"Ehh itu kan... Lao X!!" Teriak Chu melihat pemilik mobil itu keluar.


Lao X tidak mendengarnya.


Chu langsung menghampiri mereka.


Plakk


Tamparan keras mendarat di wajah wanita itu.


"Awhh,"


"Chu apa yang kau lakukan!" Marah Lao x.


"Kau yang kenapa! Kemana uang untuk berobat nenek ku!!" Chu berteriak sehingga orang-orang melihat mereka.


"Kau bilang nenek ku mau operasi, dan aku mengirimkan semua uang ku pada mu, tapi ternyata kau gunakan untuk membeli mobil dan juga membiayai selingkuhan mu!!"


Mereka melihat Lao X sebagai orang jahat.


"Apa yang kau maksud, menyudutkan wanita ku demi dapat mendekati ku. Hei kalian semua coba lihat wanita ini, aku sudah memberikan nya uang tapi tetap tidak mau pisah dengan ku."


Plakk


"Dasar wanita murahan, kau ingin merebut pria ku, jangan bermimpi"


"Ooh ternyata wanita pengemis cinta"


"Cihh anak kuda jaman sekarang, demi uang berpura-pura menjadi kekasih sultan"


"Syukur lah anak ku sudah menikah semua"


Mereka kembali menatap Chu Xia sebagai wanita tidak tahu malu.


Hal itu semakin membuatnya terluka. Chu menangis berlari meninggalkan Mall dan kembali ke rumah nenek nya.


"Hikss ternyata Lao X menipu ku selama ini..."


"Benar kata nenek, dia bukan orang baik, Huaaa" Chu menangis di dalam taksi.


Disisi lain


Rumah nenek.


Nenek sudah kembali ke rumah ini.


"Nenekkk" Chu masih dengan tangisannya menghampiri nenek di atas ranjang.


"Nek, maafkan Chu karena tidak mendengarkan ucapan mu, ternyata dia jahat, dia mengambil semua uang untuk mengobati mu. Dia pergi dengan selingkuhannya. Huaaa"


"Nenek bangunnnn, sebenarnya gaji Chu selama di kota W banyak nek, tapi semua aku pakai untuk pria bodøh itu. Hiks... Aku sudah membiayai kuliahnya, pulsa nya bahkan kos-kosan nya, tapi dia mengkhianati Chu Xia, nenek bangun lah lihat cucu mu ini,"


Chu Xia terus menceritakan semuanya dan berusaha membangunkan nenek.

__ADS_1


"Ah nenek Hikss... kenapa kau tidak bernapas, nek, nenek, nenek HUWAAAA...."


Tangis Chu Xia semakin menjadi setelah mengetahui nenek nya sudah tidak bernapas lagi.


__ADS_2